;

July 28, 2012

Pembantaian Rohingya, Taliban Ancam Serang Myanmar

Kelompok pejuang Taliban di Pakistan mengancam akan menyerang Myanmar demi membalas dendam atas peristiwa pembantaian Muslim Rohingya. Tak hanya itu, Taliban juga mendesak Pemerintah Pakistan agar memutuskan hubungan diplomatik dengan Myanmar.

Adalah Gerakan Tehrik-e-Taliban, yang mengklaim dirinya sebagai pembela warga Muslim di Myanmar. Taliban pun menuntut agar Pemerintah Pakistan segera menutup kantor Kedutaan Besar Myanmar di Kota Islamabad.

Muslim Rohingya dibantai
Muslim Rohingya

"Kami akan membalas darah kalian. Apabila Kedutaan Besar Myanmar tidak ditutup, kami bukan hanya akan menyerang Myanmar, kami juga akan menyerang Pakistan yang merupakan Sahabat Myanmar," ujar juru bicara Taliban Ehsanullah Ehsan, seperti dikutip PTI, Jumat, 27 Juli 2012.

"Kami juga menyerukan kepada media-media yang menyebut dirinya sebagai perwakilan Islam, untuk menyiarkan siaran berisi fakta-fakta sesungguhnya yang terjadi di Myanmar dan warga Muslim Myanmar," tegasnya.

Meskipun demikian, Taliban tidak menegaskan apakah mereka segera akan mengirim pejuang-pejuangnya ke negeri yang sempat dipimpin oleh junta militer itu. Walaupun begitu, pernyataan ini merupakan ancaman pertama dari Taliban Pakistan terhadap Myanmar. Sejauh ini, Taliban Pakistan hanya fokus membahas isu-isu yang berkaitan dengan Afghanistan.

Sejauh ini, kantor Kedutaan Besar Myanmar di Islamabad tidak mengeluarkan komentar mengenai situasi ini. Sejumlah pengamat politik dan militer juga meragukan kesanggupan Pakistan untuk melakukan serangan militer di Myanmar. Sementara itu, Pemerintah Pakistan sebelumnya mengatakan bahwa negaranya berharap Myanmar sanggup mengatasi insiden berdarah itu.
'Amnesti Internasional menemukan bukti pemerkosaan, penghancuran properti dan pembunuhan terhadap Muslim Rohingya oleh warga Budha dan tentara Myanmar'
Konflik komunal terjadi antara warga muslim Rohingya dan Budha di wilayah Arakan, Myanmar. Peristiwa itu menewaskan banyak orang dan ribuan warga Rohingya pun melarikan diri dari wilayahnya.

Warga Muslim itu lari ke Bangladesh yang berdekatan dengan Myanmar. Meski demikian, mereka juga menghadapi deportasi dari pemerintah Bangladesh.

Amnesti International turut melaporkan sejumlah bukti-bukti adanya peristiwa pemerkosaan, penghancuran properti, dan pembunuhan terhadap warga Muslim yang dilakukan oleh warga Budha serta pasukan Myanmar. Arus distribusi bantuan pun diblokir oleh warga dan pasukan.


Pembantaian atas muslim Rohingya di Myanmar ini sudah berlangsung lama, terakhir saya posting tentang hal ini sekitar 2 bulan lalu. Terlepas Indonesia sebagai negara Muslim terbesar, ini Asia Tenggara dan Indonesia adalah ikon penting dari ASEAN, Indonesia sebaiknya cepat mengambil tindakan atas Myanmar.



Sumber : Okezone

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/28/2012

July 27, 2012

Beretta ARX160 Kaliber 7.62x39mm

Beretta ARX160

Beretta ARX160

Beretta ARX160

Sementara produsen senjata lainnya memproduksi desain baru yang mereka sebut senapan serbu milti-kaliber, tetapi mereka tidak menghasilkan apa-apa selain berkutat di kaliber 5.56mm, Beretta kaliber 7.62x39mm adalah versi turunan dari Beretta ARX160 sendiri. Senapan ini dipajang di Eurosatory beberapa waktu lalu. Seksi kan? Saya suka style-nya.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/27/2012

Empat Sukhoi Indonesia Tiba di Darwin

Empat Sukhoi Su-27 dan Su-30 'flanker' fighter mendarat di Darwin kemarin sebagai top line jet tempur buatan Rusia yang berkunjung untuk pertama kalinya sejak tahun 1995. Kala itu Sukhoi Su-27 Rusia ikut ambil bagian dalam Internasional Air Show di Australia pada tahun 1995. Untuk Sukhoi Su-30, ini pertama kalinya flanker tersebut datang ke Australia.

Kedatangan jet-jet tempur Indonesia tersebut guna mengikuti "Pitch Black" latihan tempur udara dua tahunan bersama beberapa negara lain di Asia Tenggara termasuk Amerika Serikat dan Selandia Baru.

Dikawal F/A-18 Super Hornet Australia
Sepasang F/A-18 Super Hornet Australia mengawal 4 Sukhoi Su-27 dan Su-30
ke Darwin menjelang latihan udara multilateral

Lebih penting lagi, kedatangan Sukhoi tersebut menandai pertama kalinya Indonesia hadir dalam latihan "Pitch Black," yang mencerminkan tujuan kebijakan asing Australia untuk memperkuat hubungan dengan negara tetangga.

Sebagai latihan angkatan udara terbesar di belahan bumi selatan, Pitch Black tahun ini mengikutsertakan 94 pesawat dari berbagai jenis dan melibatkan sekitar 2.200 personil dari enam negara, termasuk Australia, AS, Singapura, Thailand, Indonesia dan Selandia Baru.

Empat Sukhoi Indonesia Tiba di Darwin
Pertama kalinya sejak tahun 1995 Sukhoi mengunjungi Australia

Empat Sukhoi Indonesia Tiba di Darwin


Latihan, yang dimulai hari ini dan kemungkinan sampai 17 Agustus, dibangun pada skenario dimana dua kekuatan udara saling bersaing untuk menguasai suatu wilayah besar di Delamere Range  dan Bradshaw File Training Area di Northen Territory, satu kekuatan udara berbasis di RAAF Darwin dan yang satunya lagi berbasis di RAAF Tindal dekat Katherine. Skenario akan semakin memanas selama latihan, sehingga penduduk akan merasakan tingkat kebisingan yang meningkat diwilayah udara mereka pada pertengahan Agustus nanti.


Sumber: australianaviation

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/27/2012

Apa yang Filipina Butuhkan untuk Menghadapi China?

Filipina setidaknya membutuhkan 48 jet tempur F-16, 4-6 kapal selam mini/cebol, beberapa kapal frigat bersenjata lengkap dan korvet tempur dan kapal penyapu ranjau jika Filipina ingin militer mereka memiliki kemampuan pertahanan yang kredibel. Apa hubungannya dengan China?

Semua berawal dari kebuntuan antara Manila dan Beijing mengenai sengketa wilayah laut yaitu wilayah Panatag dan Scarborough shoal, yang berada dalam jarak 200 mil zona ekonomi eksklusif Filipina, tetapi diklaim oleh China sebagai miliknya.

Wilayah Scarborough Shoal, sengketa Filipina dan China
Wilayah Scarborough Shoal, sengketa Filipina dan China

Wilayah ini (shoal - kawanan - gugus) adalah terumbu karang yang mengelilingi laguna, dan itu adalah 124 mil laut dari Zambales dan 472 mil laut dari provinsi hainan China.

Angkatan Bersenjata Filipina telah berjuang untuk mendapatkan pembiayaan untuk program modernisasi selama lebih dari dua dekade ini, menempatkan Angkatan Udara Filipina tanpa satupun jet tempur pencegat sejak tahun 2005 dan Angkatan Laut dengan kapal perang tua, beberapa dari kapal itu adalah peninggalan Perang Dunia II.

Pun seandainya Filipina dalam waktu dekat mampu memodernisasi alutsista-nya, tetap saja kekuatan kedua negara tidak dapat dibandingakan, ibarat Daud dan Goliat. China bukan tandingan Filipina.

Angkatan Udara dan Angkatan Laut Filipina dari 1947 hingga 1970-an adalah yang paling disegani di Asia karena kekuatannya, tentunya selain Indonesia dan Jepang - Indonesia kala itu adalah negara seumur jagung, tapi kekuatan perangnya cukup merisaukan Amerika -, tetapi kemudian situasi berubah seiring dengan Anggaran militer yang buruk. Kini, sebagian besar pesawat dan kapal negara itu adalah hasil pemberian Amerika Serikat ketika Amerika masih memiliki pangkalan Angkatan Laut dan Udara  di Filipina, berdasarkan Perjanjian Pangkalan Militer RP-AS yang berakhir pada tahun 1991 ketika senat Filipina menolak untuk memperpanjang perjanjian.
'Angkatan Udara kami sering dijuluki sebagai Angkatan Udara Helikopter dan kami hanya memiliki satu sistem operasi radar dengan kemampuan terbatas'
Arsip Angkatan Udara menunjukkan bahwa pada tahun 1965 Amerika Serikat menyediakan 30 jet tempur supersonik F-5A/B kepada Filipina, menjadikan Filipina sebagai salah satu negara pertama di dunia yang memperoleh jet tempur buatan AS. Pada tahun 1979 Angkatan Udara Filipina membeli 25 jet tempur Crusader F-8 dan beberapa helikopter dari Amerika Serikat, namun karena faktor usia dan kurangnya suku cadang F-8 dan F-5 yang dihentikan pada tahun 1988 dan 2005, menjadikan Angkatan Udara Filipina tanpa jet tempur untuk menjaga wilayah udaranya - miris.

"Akibatnya, kemampuan pertahanan udara negara negara Filipina praktis menjadi nol," kata Kolonel Raul del Rosario, komandan Air Defense Wing yang berbasis di Pampanga. "Angkatan Udara kami sering dijuluki sebagai Angkatan Udara Helikopter dan kami hanya memiliki satu sistem operasi radar dengan kemampuan terbatas yang mustahil untuk memantau seluruh wilayah Filipina," lanjut Del Rosario. "Yang menyedihkan adalah, dengan kemampuan seperti ini, bangsa kita menghadapi tantangan keamanan yang sangat besar yaitu dari China."

Baca juga : Filipina beli 12 jet tempur TA-50 Golden Eagle dari Korea Selatan

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/27/2012

Meriam Howitzer D-30, Tak Lekang oleh Zaman

Howitzer D-30 atau 122 mm D-30 (Grau indeks 2A18), adalah meriam Howitzer Soviet yang pertama kali mulai digunakan pada tahun 1960-an. Ini adalah artileri yang relatif ringan dan cukup efektif. D-30 memiliki jangkauan maksimum 15,4 kilometer dan dapat melebihi 21 km bila menggunakan amunisi RAP.

Dengan sistem tiga kaki yang mencolok, D-30 sangat stabil sehingga untuk berputar dalam lingkaran 360 derajat adalah hal yang mudah dan cepat. Meski tak lagi diproduksi di bekas-bekas negara Uni Soviet, D-30 masih diproduksi secara internasional dan masih dalam layanan Angkatan Bersenjata lebih dari 60 negara.

Meriam 2A18 adalah senjata utama dari Howitzer. Beberapa negara seperti Mesir, China dan Suriah memakai dan memproduksi varian Howitzer yang berbeda.

4 personil mengoperasikan Howitzer

mengatur posisi tembak Howitzer

Meriam Howitzer D-30

mengatur posisi Howitzer

Komando mempelajari target penembakan

Tim howitzer

dibawa dengan truk

meriam yang mudah dimobilisasi

truk pembawa Howitzer

iring-iringan armada Howitzer

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/27/2012

July 26, 2012

Indonesia Kirim Sukhoi Su-27/30 ke Australia

Terbang dari Pangkalan Udara TNI AU Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, satu flight pesawat tempur Sukhoi-27 dan Sukhoi Su-30 Flanker Skuadron Udara 11 terbang ke Australia (sudah tiba).

Jet tempur generasi empat itu akan tergabung dalam satu armada latihan bersama negara-negara Persemakmuran dan Amerika Serikat, di Darwin, Australia. Mitra latih pilot-pilot dan awak darat TNI AU dalam Latihan Pitch Black 2012 ini adalah Australia, Malaysia, Singapura, dan Selandia Baru.

Indonesia Kirim Sukhoi Su-27/30 ke Australia

Dipastikan beragam jenis dan tipe jet tempur militer serta pesawat angkut militer turun serta. Sebagaimana Selandia Baru, Australia menurunkan F-18 Hornet-nya, Singapura juga akan menghadirkan F-15SG  dan mungkin MiG-29 juga diturunkan oleh Tentera Udara Diraja Malaysia.
'Pemberangkatan Sukhoi Su-27 dan Sukhoi Su-30 Flanker dari Wing 5 TNI AU ini didukung oleh 55 awak darat dan teknisi'
Pesawat angkut militernya juga bisa beragam. TNI AU menerbangkan Hercules C-130H dari Skuadron Udara 31 dari Pangkalan Udara Utama Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemungkinan Singapura juga akan menurunkan jenis pesawat ini.

Pemberangkatan Sukhoi Su-27 dan Sukhoi Su-30 Flanker dari Wing 5 TNI AU ini didukung oleh 55 awak darat dan teknisi yang diangkut dua Hercules C-130H dari Skadron Udara 31 dan satu  Hercules C-130H dari Skadron Udara 32, yang terbang dari Pangkalan Udara Utama TNI AU Abdulrachman Saleh, Malang.


Sumber: Antaranews

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/26/2012

Inggris Terima Jet Tempur F-35 Pertama

Inggris menerima pesawat tempur siluman Lockheed Martin F-35 Lightning II Internasional pertama dalam upacara pada tanggal 21 Juli lalu dengan perwakilan senior Departemen Pertahanan Inggris dan Departemen Pertahanan AS.

"Kami di sini untuk merayakan sebuah tonggak penting 'pertama' di antara begitu banyaknya keterkaitan kami dengan program F-35," kata Bob Stevens, ketua dan CEO Lockheed Martin. "Pengiriman pertama kami untuk mitra internasional Inggris adalah pantas, karena tanpa inovasi yang berkelanjutan selama ini dari Inggris, kita tidak akan dapat merayakan hari bersejarah ini."

Inggris Terima Jet Tempur F-35 Pertama
Jet tempur siluman F-35 Lightning II

Inggris adalah negara pertama dari delapan mitra internasional untuk mengikuti program F-35 dan juga berencana untuk memperoleh pesawat F-35B take-off pendek dan landing vertikal (STOVL).

F-35 Lockheed Martin

Lockheed Martin mengembangkan F-35 dengan mitra industri utama mereka, yaitu Northrop Grumman dan BAE Systems. Berkantor pusat di Inggris, BAE Systems membawa warisan teknologi yang kaya untuk mendukung program F-35, termasuk teknologi take-off pendek dan landing vertikal, uji penerbangan, sistem udara, sistem bahan bakar, sistem penyelamatan pilot dan sistem-sistem pendukung penting lainnya. Inggris juga akan memainkan peran penting dalam produksi global dan penjualan F-35.
'F-35 Lightning II adalah jet tempur generasi ke-5, menggabungkan teknologi siluman modern dengan kecepatan tinggi dan kelincahan layaknya jet tempur'
F-35 Lightning II adalah jet tempur generasi ke-5, menggabungkan teknologi siluman modern dengan kecepatan tinggi dan kelincahan layaknya jet tempur dan sepenuhnya menggunakan sistem komputerisasi. Tiga varian yang berbeda dari F-35 akan menggantikan A-10 dan F-16 untuk Angkatan Udara Amerika, F/A-18 Super Hornet untuk Angkatan Laut AS dan AV8-B untuk korps Marinir AS dan nantinya akan menggantikan semua jet tempur.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/26/2012

July 25, 2012

2020: Pesawat Pembom Rusia Terbaru Diluncurkan

Angkatan Udara Rusia mungkin akan menerima pesawat bomber terbaru mereka yaitu PAK DA, yaitu generasi pembom jarak jauh di tahun 2020 (bukan 2025 seperti yang awalnya direncanakan), Wakil Komandan Angkatan Udara Rusia, Mayor Jenderal Alexander Chernyayev, mengatakan.

"Saya pikir model pertama dari Prospective Air Complex untuk pesawat bomber PAK DA akan diterima Angkatan Udara sekitar tahun 2020," kata Chernyayev dalam wawancara yang diterbitkan di situs Kementerian Pertahanan Rusia beberapa waktu lalu.

Desain pesawat bomber PAK DA Rusia
Desain Pesawat bomber PAK DA

Tampilan umum dari pembom strategis yang baru ini telah diselesaikan, dan para insinyur saat ini sedang melakukan pekerjaan finishing untuk persyaratan operasional pesawat udara tertentu, Chernyayev melanjutkan. "Kami memiliki semuanya hari ini untuk mengembangkan pesawat tepat waktu dan memasukkannya ke dalam operasi bersama dengan Tupolev Tu-95MS Bear, Tu-160 Blackjack dan Tu-22M3 Backfire (pembom strategis), yang telah membuktikan kehandalan mereka," tambahnya .
"Tugas ini tidak mudah dari sudut pandang ilmiah dan teknis, tetapi kita harus segera memulai pekerjaan ini," Validimir Putin.
Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pengembangan pesawat bomber jarak jauh baru strategis ini dipercepat pada pertengahan Juni lalu. "Saya tahu betapa mahal dan kompleksnya program ini," kata Putin dalam konferensi pertahanan. "Tugas ini tidak mudah dari sudut pandang ilmiah dan teknis, tetapi kita harus segera memulai pekerjaan ini," katanya, menambahkan bahwa jika tidak segera, Rusia akan kehilangan momentum. Menteri Pertahanan Anatoly Serdyukov telah mengatakan sebelumnya bahwa perakitan pesawat bomber PAK DA ini dilakukan di Kazan (Kapo), Rusia bersama dengan pembangunan pesawat transportasi Antonov An-70 baru. Ini juga merupakan dibangunnya bomber Tu-95MS dan Tu-160.

Ilustrasi bomber PAK DA Rusia
Ilustrasi bomber PAK DA

Saat ini, hanya Rusia dan Amerika Serikat mengoperasikan pesawat pembom jarak antar benua. Sebagian besar negara berkemampuan nuklir lainnya hanya mengandalkan rudal balistik antarbenua, dengan kapal selam atau rudal jelajah. Amerika Serikat juga telah menyatakan minat dalam menambah jangkauan pembom B-1, B-2 dan B-52H.

Pasukan strategis udara Rusia saat ini mengoperasikan total 63 bomber Tu-95MS dan 13 Tu-160. Secara keseluruhan, armada tersebut mampu membawa 850 rudal jelajah jarak jauh.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/25/2012

TNI AL Sapu Ranjau di Perairan Morotai

Satuan Kapal Penyapu Ranjau Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Surabaya akan menyapu ranjau di perairan Morotai. Kegiatan itu dalam rangka persiapan Sail Morotai 2012

"Penyapuan ranjau tersebut diperlukan karena wilayah Morotai merupakan salah satu lokasi pertempuran sengit pada akhir Perang Dunia II," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Untung Suropati di Jakarta, Selasa 24 Juli.

kapal penyapu ranjau TNI AL
Kapal Penyapu ranjau TNI AL KRI Pulau Rengat

Menurut Untung, di wilayah perairan Morotai banyak terdapat sisa-sisa alat perang seperti bangkai kapal dan lainnya. Faktor sejarah ini pula yang diharapkan ikut mendongkrak daya tarik Sail Morotai pada September 2012 mendatang, ujarnya. Tak hanya itu, TNI Angkatan Laut telah membentuk tim khusus untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Sail Morotai 2012.
'Sail Morotai diselenggarakan di Ternate dan Morotai, Provinsi Maluku Utara pada Juni hingga September 2012'
Tim yang dibentuk Staf Operasi Angkatan Laut (Sopsal) tersebut bertugas melakukan kegiatan inspeksi lapangan, operasi survei, dan pemetaan hidro-oseanografi di perairan Morotai, Maluku Utara. Kadispenal mengatakan, pelaksanaan inspeksi tersebut sekaligus untuk meninjau kesiapan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Morotai.

Sail Morotai diselenggarakan di Ternate dan Morotai, Provinsi Maluku Utara pada Juni hingga September 2012 dengan puncak acara yang dilaksanakan di Pelabuhan Daruba Morotai pada tanggal 14 September 2012. Acara itu merupakan lanjutan dari tiga kegiatan sail sebelumnya, yakni Sail Bunaken (2009), Sail Banda (2010), dan Sail Wakatobi-Belitong (2011).

Sumber: Republika

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/25/2012

July 24, 2012

Senapan Kompetisi dan Berburu Anschutz MSR RX22

Senapan Anschutz MSR RX22 dikembangkan oleh Anschütz, bersama dengan German Sport Guns dan ESC Ulm. Pada dasarnya senapan ini adalah ISCC MSR MK22 tapi dimodifikasi dengan laras dan trigger dari Anschütz, mengubahnya dari senapan plinker/latih menjadi senapan kompetisi/berburu.

Anschutz MSR RX22 Black Hawk
Anschutz MSR RX22 Black Hawk
Anschutz MSR RX22 Desert
Anschutz MSR RX22 Desert

Senapan Anschutz RX22 MSR yang dihargai 895 dolar ini, dirancang untuk kemudahan penggunaan baik untuk penembak dengan tangan kanan maupun penembak kidal. Handle dapat dimiringkan dalam tiga posisi di setiap sisi senapan, jadi total ada enam posisi. Fitur keamanannya pun ditingkatkan dengan adanya saklar trigger-locking (pengunci-picu) di kedua sisi senapan.

 Spesifikasi
Kaliber : .22 LR (2, 5, 20 and 22 rounds magazines)
Kapasitas : 10 putaran
Finishing : Polymer/Aluminum
Laras : 16,5 inci
Popor : Polymer Folding/Adjustable
Panjang : 32,3 inci
Berat : 6,9 pon

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/24/2012

Berapa Banyak Nuklir yang Pakistan Butuhkan?

Pakistan melakukan lima uji coba meluncurkan rudal dengan berbagai berkemampuan nuklir bulan lalu, ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa banyak persenjataan nuklir yang negara itu perlukan untuk memenuhi "tugas" Pakistan yang relatif sederhana yaitu mencegah aksi invasi militer India.

Jika retorika konstan oleh pemimpin sipil dan militer Pakistan bisa dipercaya, maka jawabannya tidak banyak. Perhatikan saja pernyataan yang dibuat oleh Nawaz Sharif beberapa waktu lalu dalam peringatan ulang tahun untuk tes nuklir pertama Pakistan pada tahun 1998.

nuklir pakistan
Nuklir pakistan Ghauri 2

Sharif, yang sekarang memimpin partai oposisi utama negara itu, merasa bangga dengan peran kunci yang dimainkannya sebagai perdana menteri dalam mewujudkan prestasi nuklir ini. Ia menegaskan bahwa tindakannya telah memberikan jaminan keamanan bagi Pakistan, yang kita tahu kondisi politik Pakistan dengan India tidak pernah akur bahkan sejak Pakistan pertama kali berdiri. "India dapat menyerang Pakistan kapan pun dan berapa kali pun," katanya, "tapi karena Pakistan kini telah memiliki tenaga atom, India tidak bisa mengumpulkan keberanian untuk melakukannya."

Kekhawatiran timbul, bahwa Asia Selatan di ambang perlombaan senjata nuklir. Islamabad khususnya telah menambahkan nuklir ke gudang senjata nya secara dramatis selama beberapa tahun terakhir dan dan menurut para analis pertahanan, Pakistan termasuk negara terbesar kelima dalam soal kekuatan senjata nuklir dan segera akan menjadi yang terbesar keempat pada akhir dekade ini, menyalip Perancis. India, sebaliknya, telah lambat dalam meningkatkan kemampuan nuklirnya dan jauh dari upaya untuk megimbangi China.
"India dapat menyerang Pakistan kapan pun dan berapa kali pun, tapi karena Pakistan kini telah memiliki tenaga atom, India tidak bisa mengumpulkan keberanian untuk melakukannya."
Penilaian intelijen AS pada tahun 2008 mengatakan bahwa "meskipun saat itu adalah krisis ekonomi, Pakistan tetap memproduksi senjata nuklir di tingkat yang lebih cepat daripada negara lain di dunia." Hal ini meningkatkan kapasitas untuk menghasilkan plutonium dan mengembangkan persenjataan lengkap, termasuk kapal selam yang meluncurkan rudal jelajah nuklir dan rudal balistik dengan jangkauan 60 kilometer.

Salah satu isu khususnya yang menuntut pengawasan yang lebih ketat adalah mengapa Pakistan saat ini bergerak menuju strategi gaya Perang Dingin dengan mengeksekusi pilihan perang nuklir terhadap invasi pasukan India. Apa benar India akan "keder" dengan kekuatan nuklir Pakistan? Bisa jadi hal ini akan memperburuk keadaan. Siapa yang tidak tahu India? kekuatan nuklir mereka juga salah satu yang terkuat di dunia.

Armada nuklir Pakistan

Kekuatan nuklir taktis mungkin masuk akal bila digambarkan dengan kondisi Amerika Serikat dan Uni Soviet yang berusaha untuk memperbanyak tameng rudal yang ribuan mil jauhnya dari tanah air nasional mereka. Tapi yang Pakistan butuhkan hanyalah untuk menghalangi tetangga terdekatnya, yaitu India yang dua pusat populasi terbesarnya - Mumbai dan Delhi - mudah dijangkau dalam sistem strategis Pakistan.

Pemilihan parlemen sudah dekat, pemerintahan baru nantinya di Islamabad sebaiknya mengambil jalan yang "benar" tentang arah program nuklir Pakistan.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/24/2012

Indonesia, Australia dan AS Latihan Militer Bersama

Indonesia, Australia dan AS Latihan Militer Bersama

Pesawat-pesawat tempur Australia, Indonesia dan Amerika Serikat akan bergabung dengan pesawat-pesawat tempur dari Thailand, Selandia Baru dan Singapura guna melakukan simulasi tempur di langit Northern Territory, Australia, pekan ini.

TNI akan mengirimkan jet-jet tempur Sukhoi untuk berpartisipasi dalam latihan gabungan itu, merupakan sebuah langkah yang menurut para pengamat mengisyaratkan babak baru kerjasama antara kedua negara bertetangga di Asia-Pasifik itu.

Seorang juru bicara militer mengatakan, hingga 85 pesawat tempur dan lebih dari 2.000 personel akan berpartisipasi dalam latihan gabungan ini.

Rory Medicalf, Direktur Program Keamanan Internasional di Lowy Institute, sebuah lembaga kajian yang berbasis di Sydney, mengatakan bahwa Indonesia mengirimkan pesawat-pesawat tempurnya ke Australia untuk latihan ini, merupakan isyarat meningkatnya kepercayaan dalam hubungan pertahanan kedua negara.

Hubungan militer Jakarta dan Canberra memang menegang dalam beberapa dekade terakhir. Hubungan mereka benar-benar diuji pada 1999, ketika Australia mengirim pasukan ke Timor Timur untuk menghentikan kekerasan yang disebabkan oleh aksi-aksi kelompok militan yang menentang pemisahan diri dari Republik Indonesia.
'Kegiatan multinasional ini berlangsung dua tahun sekali selama dua dekade terakhir namun latihan kali ini merupakan yang terbesar'
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan kedua negara cenderung meningkat, khususnya dalam kerja sama mengatasi bencana alam dan anti-terorisme, termasuk diantaranya upaya membongkar jaringan teroris pelaku serangan bom Bali I yang menewaskan 202 orang pada tahun 2002 silam.

Medicalf mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam latihan perang dengan pasukan Australia dan pasukan Amerika akan memberi Washington keyakinan bahwa Jakarta tidak akan menentang rencana perluasan keterlibatan militer Amerika dengan Asia.

Latihan militer yang disebut Exercise Pitch Black ini berlangsung dari tanggal 27 Juli hingga 17 Agustus. Kegiatan multinasional ini berlangsung dua tahun sekali selama dua dekade terakhir namun latihan kali ini merupakan yang terbesar.


Sumber: Republika

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/24/2012

July 23, 2012

TNI AL Gunakan UAV dan Satelit LAPAN

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) akan menggunakan pesawat intai tanpa awak milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Pesawat tanpa awak ini akan digunakan untuk patroli dan menjaga wilayah laut NKRI.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno dan Kepala LAPAN Bambang S Tejasukmana, menandatangani nota kesepahaman atau MOU soal teknologi penginderaan jarak jauh. Kerja sama meliputi tukar menukar SDM dan pelatihan.

Eagle UAV buatan LAPAN
Eagle UAV buatan LAPAN

"Kerja sama ini dapat membantu tugas TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara, seperti pengawasan kapal-kapal yang melintas di perairan Indonesia. Pulau-pulau terluar juga akan diawasi," kata Laksamana Soeparno, di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Senin 23 Juli.

Menurut Soeparno, kerja sama itu dapat menghemat anggaran yang ada karena bisa memadukan dua instansi yang memiliki keterkaitan. Dia berharap keamanan laut dan pulau-pulau terluar bisa lebih terawasi.

"Untuk pertama ini, kita akan coba lima tahun. Mungkin nanti ditambah lagi lima tahun. Mungkin setelah 10 tahun sudah tercapai apa yang kita inginkan," jelas Soeparno.
'TNI AL akan  memanfaatkan teknologi penginderaan jauh, seperti penggunaan satelit dan pesawat intai tanpa awak (UAV-Unmanned Aerial Vehicle)'
Kepala LAPAN Bambang S Tejasukmana, mengatakan, teknis bantuan yang diberikan LAPAN kepada TNI AL, yakni pesawat intai tanpa awak (UAV) dan satelit sebagai penginderaan jauh untuk melakukan pengamatan di laut.

"Kita akan membangun satelit yang bisa dipakai angkatan laut, umumnya TNI. Kami mencoba membangun kemampuan LAPAN ini yang bisa mendukung kegiatan di TNI AL. Satelit yang akan dibangun membawa sensor sistem identifikasi otomatis," kata Bambang.

Sumber: Merdeka

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/23/2012

Rudal Anti Tank Predator

PREDATOR namanya, dibuat oleh perusahaan senjata Lockheed Martin, adalah sistem rudal anti-tank ringan jarak dekat yang melengkapi keberadaan rudal anti-tank Javelin. Beratnya kurang dari 10kg, tapi Predator memiliki jangkauan yang lebih jauh dan lebih mematikan daripada sistem rudal AT4 dan lainnya, karena itulah Predator dirancang oleh Lockheed Martin.

Sistem rudal anti tank Predator
Sistem rudal ringan anti tank Predator

Rudal seperti ini biasanya digunakan untuk modus serangan atas, menggunakan top attack trajetory dan sensor laser dan magnet yang dekat dengan hulu ledaknya, maka rudal akan langsung ke bagian yang paling rentan dari tank yaitu bagian atas dimana di bagian itulah daerah yang paling lemah dari lapis baja tank. Hulu ledak penetrator eksplosif Predator dibentuk dan dibuat dengan Aerojet yang juga sistem ini dikembangkan pada rudal Raytheon TOW 2B. Hulu ledak Predator dapat menembus lapis baja reaktif eksplosif - Explosive Reactive Armour (ERA).

Kemampuan "fire and forget" (kalau dalam sepakbola bisa disamakan dengan prinsip "pass and move" atau juga "kick and rush" he..) dari Predator memungkinkan tentara untuk menembak lalu lari dengan cepat berpindah ke posisi baru disaat rudal Predator masih terbang di udara atau belum mengenai sasaran.

Sistem rudal anti tank Predator
Kemampuan soft launch dari Predator memungkinkan
untuk dapat digunakan dalam operasi perkotaan

Pengembangan Sistem Rudal Anti Tank Predator

Pada bulan Februari 2002, Korps Marinir Amerika Serikat menandatangani kontrak dengan Lockheed Martin untuk produksi awal dari 330 sistem Rudal Predator. Kontrak kedua untuk 400 unit Predator ditandatangani pada Januari 2003. Pada bulan Oktober 2003, USMC mengumumkan keputusan untuk membatalkan produksi sistem tersebut setelah merasa kurang puas dengan Predator produksi awal.

Pada bulan Juni 2004, USMC meminta Lockheed Martin untuk menyempurnakan Predator menjadi varian multi purpose (MPV), yang mengubah sistem rudal ini menjadi senjata yang dapat digunakan untuk serangan serangan langsung di perkotaan, dan efektif terhadap bangunan dan bunker. Ini sebagai tanggapan terhadap kebutuhan tentara AS yang diidentifikasi selama Operasi Pembebasan Irak.

Sistem rudal anti tank Predator
Predator memiliki Laser dual mode dan sensor magnetik
untuk mendeteksi target dan sebagai pemicu hulu ledak

Sistem Operasi Rudal Predator

Predator cepat, efektif dan mudah digunakan. Poin-poin dalam menembakkan Predator hampir sama dengan menembakkan senapan.
"Predator dilengkapi dengan sistem inertial guidance yang menjadikannya berakurasi tinggi baik terhadap sasaran statis maupun bergerak"
Untuk operasi perkotaan, kemampuan soft-launch dari Predator memungkinkan penembak untuk tetap berlindung di bangunan atau suatu struktur sementara melakukan pelacakan terhadap target. Motor soft launch mengelurkan rudal dari tabung peluncuran. Ketika rudal itu telah diluncurkan sekitar 5m dari tabung peluncuran, flight motor menyala dan mendorong rudal ke arah target dengan kecepatan 250 m detik.

Untuk menembakkan rudal Predator, tentara memanggulnya di bahu dan melacak pusat sasaran di target melalui pandangan tembak dan optik.

Rudal anti tank Predator
Predator dilengkapi dengan hulu ledak penetrator eksplosif,
yang dapat menembus lapis baja reaktif
Selama prelaunch (pra peluncuran), sistem autopilot dari Predator mengukur posisi target dan gerakannya. Predator dilengkapi dengan sistem inertial guidance yang menjadikannya berakurasi tinggi baik terhadap sasaran statis maupun bergerak.

Selama rudal terbang/meluncur, autopilot mempertahankan lintasan dengan tetap memperkirakan dan mengukur gerakan target dan autopilot Predator juga mampu mengatasi gangguan-gangguan lintasan rudal, antara lain faktor angin. Sensor laser dan magnet ganda mendeteksi target dan memicu ledakan hulu ledak. Sensor laser menginformasikan bagian tepi tank, dan sensor magnetik menginformasikan posisi tank. Hulu ledak Penetrator Eksplosif (EFP) mengarah pada bagian atas tank.

Rudal anti tank Predator
Predator dapat digunakan untuk melumpuhkan tank,
menghancurkan bangunan dan struktur-struktur lainnya.

Rudal anti tank Predator
Kestrel merupakan turunan dari Predator, yang diusulkan
untuk melengkapi kebutuhan senjata anti tank Inggris


Spesifikasi
Panjang 89cm
Berat 9.7kg
Jangkauan 17m hingga 600m

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/23/2012

TNI AU Kembangkan Jaringan Komunikasi Canggih

Teknologi informasi dan komunikasi

TNI Angkatan Udara secara intensif mengembangkan jaringan komunikasi tertutup berteknologi canggih yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT). Modernisasi teknologi komunikasi militer ini untuk mendukung Operasi Perang Militer (OMP) dan Operasi Perang Selain Militer (OPSM)

Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Asops KSAU), Marsda TNI Ismono Wijayanto di Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta, Kamis 19 Juli, menguji serta meresmikan penggunaan ICT yang mencakup Jaringan Komunikasi Berita (Jarkombra), Voice Over Internet Protokol (Voip) dan Video Conference (Vicon). ICT sebagai bagian dari moderniasi sistem komando, kendali, komunikasi dan informasi (K3I) TNI Angkatan Udara.

Asops KSAU mengakui jika ICT menjadi penentu utama dalam proses pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. TNI AU menyikapi kemajuan teknologi dan arus modernisasi yang demikian cepat sehingga harus dimbangi dengan pengembangan teknologi pula. Ini telah menjadi tuntutan dan kebutuhan di segala aspek kegiatan khususnya di lingkungan militer.

Awal implementasi ICT dari penyatuan dan pengembangan K3I. Di bawah kendali yang sama, ICT dikembangkan menjadi sistem komando, kendali, komunikasi, komputer, intelijen, pengamatan dan pengintaian.

K4IP, dikatakan Ismono, mutlak jadi sarana pengambil keputusan pimpinan secara cepat dan tepat tanpa terkendala oleh jarak dan waktu. "Sistem K4IP TNI AU harus sangat handal karena dislokasi satuan-satuan TNI AU yang tersebar diseluruh pelosok NKRI," ujar Asops KSAU.
'ICT berhasil dikembangkan TNI AU dengan didukung oleh PT.Telkom Indonesia sebagai penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi terbesar di Indonesia'
Sistem komunikasi modern jaringan tertutup TNI AU ini dibangun dengan dukungan PT. Telkom Indonesia sebagai penyedia jasa telekomunikasi terbesar di Indonesia sehingga menjadi jaminan akan kehandalannya. Dukungan ICT jadi penting dalam mendukung operasi dan latihan, baik dimasa damai atau masa krisis. "Khusus untuk TNI AU sebagai organisasi militer penegak kedaulatan Negara di udara diperlukan untuk mendukung pelaksanaan OMP dan OMSP," ujar dia.

ICT adalah Kebutuhan Utama, bukan Pelengkap

General Manager Enterprise PT. Telkom Indonesia, Muhamad Syalsabil mengatakan sistem komunikasi data berbasiskan ITC sudah merupakan kebutuhan utama dan bukan pelengkap lagi. Teknologi Komunikasi dan Informasi Modern yang digunakan TNI AU telah menjadikan organisasi ini selangkah lebih maju menuju organisasi modern.

"Berdasarkan pengalaman PT Telkom saat mulai menggunakan teknologi yang sama bisa mempersingkat proses surat menyurat dan pengambilan keputusan dari empat hari menjadi hanya satu jam," ujar dia.

Sistem teknologi dan komunikasi TNI AU, ini sepenuhnya menggunakan jalur VPN-IP PT.Telkom Indonesia. Jarkombra akan berfungsi sebagai sarana untuk pengiriman berita secara online, sistim Voip sebagai sarana untuk komunikasi audio telephone dan system Vicon untuk komunikasi audio dan video.
'Telkom Indonesia berjanji akan terus mendukung kebutuhan TNI AU dalam kebutuhan komunikasi baik menggunakan jalur komunikasi jaringan terbuka maupun jaringan tertutup," ujar Syalsabil'
Sistem tersebut merupakan hasil pengembangan TNI AU bekerjasama dengan PT.Telkom TBK sebagai penyedia jasa jaring komunikasi serta pembangunan infrastruktur komunikasinya guna mendukung kesiapan operasional TNI AU .

Pada acara uji fungsi Jarkombra, Voip dan Vicon tersebut, Asops KSAU mengadakan uji komunikasi data (berita radiogram), komunikasi suara (voice) lewat VOIP dan komunikasi gambar (video) lewat VICON dengan seluruh satuan jajaran TNI AU yang telah dipasangi ICT. Hasil ujicoba komunikasi cukup memuaskan dengan kecepatan berita yang disampaikan interaksi suara dan gambar video cukup baik.

"Telkom Indonesia berjanji akan terus mendukung kebutuhan TNI AU dalam kebutuhan komunikasi baik menggunakan jalur komunikasi jaringan terbuka maupun jaringan tertutup," ujar Syalsabil. (Feber S)


Sumber artikel: Suara Karya Online 
Ilustrasi gambar: eprogress

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/23/2012

Filipina Pesan 12 Jet Tempur TA-50 Korea Selatan

Filipina Pesan 12 Jet Tempur TA-50 Korea Selatan

Dengan tantangan teritorial baru yang dihadapi Filipina dan pasukan militernya yang sudah kuno dan penuh dengan inefisiensi, ABS-CBN Filipina berita merilis laporan bahwa Angkatan Udara Filipina (PAF) telah memutuskan untuk mengakuisisi dua belas pesawat tempur sekaligus pesawat latih TA-50 dari Korea Selatan.

Dari laporan tersebut ditunjukkan bahwa pesawat TA-50 ditawarkan dengan harga $ 29.800.000 per unit dengan biaya paket total sebesar $ 591.300.000. Pembelian ini merupakan bagian dari program modernisasi Angkatan Bersenjata Filipina yang diperkirakan akan menelan biaya total sebesar $ 1,5 miliar. Akuisisi TA-50 ini akan mencakup suku cadang dan penggantian, pelatihan, dukungan teknis yang diperlukan, dan kebutuhan lainnya yang diperlukan agar pesawat tersebut tetap beroperasi.

Menteri Pertahanan Filipina Voltaire Gazmin mengatakan kepada ABS-CBN bahwa modernisasi Angkatan Udara Filipina merupakan prioritas mendesak mengingat sengketa wilayah teritorial baru-baru ini dengan China dan untuk memoles citra bangsa Filipina di mata internasional.

Ketegangan baru antara Filipina dengan China memang telah muncul dalam beberapa bulan terakhir karena sengketa teritorial yang telah menyoroti kelemahan dalam kekuatan pertahanan Filipina, hal ini menciptakan kegelisahan tinggi dalam benak pemimpin Filipina. Kegelisahan ini telah mendorong pemimpin Filipina mengunjungi berbagai negara untuk mencari perangkat keras militer (contohnya pesawat ini) dengan harga terjangkau untuk memodernisasi kekuatan militer negara kepulauan itu.

Laporan ABS-CBN menunjukkan bahwa kontrak perusahaan itu diharapkan akan selesai pada akhir tahun ini dengan pengiriman dua belas pesawat TA-50 akan selesai pada akhir 2013. Pada saat ini, negara tetangga kita yang satu ini adalah satu-satunya negara lain yang "ditakdirkan" untuk menerima ekspor TA-50 dari Korea Selatan, selain negara kita sendiri tentunya. Tetapi Seoul memiliki harapan bahwa TA-50 pada akhirnya akan terbukti menjadi pembelian yang briliant karena kinerjanya yang mumpuni walaupun dengan harga yang cukup murah.

Lain media lain pula Korea, Administrasi Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan (DAPA) secara terbuka menyatakan bahwa meskipun upaya untuk mengekspor TA-50 ke Filipina sedang berlangsung, tapi mereka belum menerima komitmen yang kuat untuk penjualan.

Filipina Pesan 12 Jet Tempur TA-50 Korea Selatan
TA-50 Golden Eagle

Bila jet tempur/latih TA-50 resmi melengkapi Angkatan Udara Filipina, maka hal itu akan dapat mengembalikan kemampuan tempur AU Filipina yang selama ini telah lemah setelah sepuluh jet tempur F-5 mereka pensiun dari dinas aktif pada tahun 2005. Kembali di tahun 2008, Filipina membeli 18 tambahan pesawat tempur/latih Italia SF-260F dengan harga per unit $ 812.000, tapi desain pesawat itu adalah desain puluhan tahun lalu dan telah terbukti tidak efektif bahkan dalam kegiatan serangan-serangan ringan. Saat ini hanya 20 unit SF-260F yang masih dioperasikan oleh Filipina.
'Presiden Benigno Aquino mengumumkan bahwa pemerintahnya sedang memantau untuk mendapatkan pesawat jet dari sumber lain selain Amerika Serikat'
Upaya intens oleh pemerintah Filipina untuk membeli pesawat F-16 bekas pakai dari Amerika Serikat sejauh ini juga gagal, terkait izin yang diperlukan dari Badan Kerjasama Kemananan Pertahanan (DSCA). Rencana untuk membeli F-16 bekas pakai ini, kini telah ditolak dengan mempertimbangkan tingginya biaya rekondisi dan pemeliharaan yang akan diperlukan nantinya.

Pada bulan April lalu, Manila meminta bantuan AS untuk menciptakan "minimum credible defense" melalui pembelian pesawat upgrade, sistem radar, dan kapal patroli. Pada bulan Mei, Presiden Benigno Aquino mengumumkan bahwa pemerintahnya sedang memantau untuk mendapatkan pesawat jet dari sumber lain selain Amerika Serikat, yaitu pesawat dengan harga terjangkau dan dapat dikirimkan dengan cepat.
Karakteristik dan Spesifikasi TA-50 Golden Eagle

Korea Aerospace Industries (KAI) TA-50 Golden Eagle adalah jet latih berkemampuan tempur, merupakan upgrade dari jet latih T-50. TA-50 Golden Eagle adalah pesawat tempur dan serang ringan berkecepatan supersonik, dilengkapi dengan senapan otomatis 20 milimeter dan kemampuan untuk membawa sebanyak 4,5 ton rudal dan bom. Apabila dilengkapi dengan radar EL/M-2032 Israel, TA-50 dapat dilengkapi dengan berbagai amunisi precision-guided, yaitu rudal udara-ke-darat dan rudal udara-ke-udara serta perangkat peperangan elektronik, dan pengintaian.

Filipina Pesan 12 Jet Tempur TA-50 Korea Selatan
TA-50 Golden Eagle

Berarti TA-50 memiliki tingkat kinerja operasional yang setara dengan pesawat tempur Korea Selatan lainnya yaitu KF-16. TA-50 dilengkapi dengan mesin F404-GE102 yang sama kekuatannya dengan F-16. KAI mengembangkan T-50 bekerja sama dengan Lockheed Martin dan kedua perusahaan secara aktif terlibat dalam promosi, penjualan dan ekspor TA-50.

PAF (AU Filipina) juga sedang mencari pesawat lain untuk menggantikan armada tua pesawat OV-10 Bronco mereka. Seiring dengan pengumuman tentang pembelian TA-50, PAF dikabarkan telah memilih Embraer EMB 314 Super Tucano untuk menggantikan pesawat-pesawat Bronco mereka. Kesepakatan dilaporkan bahwa Brazil akan mengirimkan enam pesawat Tucano super dengan perkiraan biaya sebesar $ 115 juta.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/23/2012

July 22, 2012

Kendaraan Tempur Darat (GCV) AS

BAE Systems dan Northrop Grumman bekerjasama mengembangkan sebuah kendaraan lapis baja hibrida baru untuk program Ground Combat Vehicle (GCV) Angkatan Darat AS. Kendaraan baru ini akan menggunakan sistem propulsi penggerak listrik hibrida. General Dynamics Land Systems juga merupakan pesaing lain untuk program GCV ini.

Kendaraan Tempur Darat GCV akan dilengkapi dengan hybrid electric drive propulsion system
Dimulainya program GCV sebagai bagian dari upaya modernisasi Angkatan Darat AS untuk memberikan angkatan bersenjatanya kendaraan tempur infanteri generasi terbaru.

Rincian usulan program GCV Angkatan Darat AS

Pada bulan Februari 2010, Angkatan Darat AS mengeluarkan proposal permintaan formal untuk kendaraan tempur darat yang sangat fleksibel. Kendaraan baru tersebut harus bisa mengangkut sembilan personil infanteri.

Kontrak pengembangan teknologi diberikan kepada BAE Systems Land & Armaments (nilai kontrak 449,9 juta dolar) dan General Dynamics Land Systems (nilai kontrak 439,7 juta dolar) pada bulan Agustus 2011.
"Pada bulan Februari 2010, Angkatan Darat AS mengeluarkan proposal permintaan formal untuk kendaraan tempur darat yang sangat fleksibel"
Program ini merupakan langkah percepatan untuk menyelesaikan sebuah kendaraan prototipe yang pertama pada pertengahan 2014 dan prototipe full-up pertama di awal tahun 2016. Untuk target tersebut, tahap awal program ini sedang dikerjakan oleh Kantor Eksekutif Program set-up.

Kendaraan Tempur Darat GCV sedang dikembangkan oleh BAE Systems dan Northrop Grumman
Awalnya Angkatan Darat AS akan mendapatkan 1.874 GCVs dari desain pemenang diantara dua kontraktor. Kendaraan pertama dijadwalkan akan diluncurkan pada bulan April 2018. GCV harus segera dimasukkan ke dalam layanan Angkatan Darat AS pada tahun 2019.

Desain dan persenjataan kendaraan lapis baja hibrida BAE Systems

GCV sedang dikembangkan oleh BAE dan Northrop Grumman, akan menggabungkan inti baja ruang lambung efisien modular yang memungkinkan kombinasi untuk jenis lapis bajanya. Desain yang fleksibel dapat beradaptasi dengan teknologi baru, sesuai dengan skenario tempur saat ini dan masa depan.

Lambung GCV yang besar dapat menampung tiga kru, sembilan personil infanteri beserta perlengakapan tempurnya. Kendaraan itu akan mengurangi biaya yang harus dikeluarkan oleh operator (dalam hal ini AD AS) karena GCV mudah dalam perawatan dan sebagian besar perawatannya tidak memerlukan teknisi dengan keahlian khusus.

Panjang keseluruhan GCV adalah sembilan meter, lebar lima meter, tinggi tiga meter dan berat sekitar 63,5 ton.

Gambar grafis yang menggambarkan sisi kanan dari GCV tersebut
GCV akan dipersenjatai dengan senjata dasar termasuk meriam otomatis 25mm dan senapan mesin koaksial 7,62mm. Komandan akan diperlengkapi dengan sistem senjata independen. Turret (menara) tak berawak juga dipasang, ini akan memberikan keamanan yang lebih baik bagi penembak/operator dan dapat diaplikasikan dengan sistem senjata masa depan.

Sistem modern C4ISR untuk Kendaraan Tempur Darat (GCV)

GCV akan dilengkapi dengan sistem modern C4ISR - komando, kontrol, komunikasi, komputer, intelijen, pengawasan dan pengintaian -. Dengan open desain dan prasarana, kendaraan akan mampu beradaptasi dengan sistem lain dari C4ISR yang ada saat ini dan masa depan.

Kemampuan perangkat elektronik terpadu dari kendaraan tempur GCV ini akan memungkinkan kru untuk berkomunikasi dengan unit tempur lainnya. Perangkat elektronik akan di-upgrade untuk mendukung konfigurasi terhadap perangkat-perangkat elektronik di masa depan.

Turret tak berawak dari GCV akan meningkatkan keselamatan bagi penembak/operator
Radio GMR empat saluran pada GCV akan memungkinkan untuk transfer komunikasi dan data antar platform kendaraan tempur darat lainnya.

Survivabilitas dan tingkat perlindungan yang tinggi dari kendaraan lapis baja hibrida baru GCV

GCV akan melindungi kru dari tembakan senjata kecil, serpihan bom, IED dan ranjau darat. Proteksi terhadap ranjau dan eksplosif proyektil kendaraan ini sama dengan atau melebihi tingkat perlindungan yang diberikan oleh RG33 MRAP (kendaraan sergap anti ranjau). Kendaraan tempur GCV selanjutnya akan dilengkapi dengan kit armor (lapis baja) untuk perlindungan tambahan.

Sistem propulsi elektrik EX-Drive hibrida dan mobilitas GCV

GCV akan didukung oleh Sistem propulsi elektrik EX-Drive hibrida. Penggerak yang kompak dan ringan akan memberikan daya dan torsi tinggi.
"Dimulainya program GCV sebagai bagian dari upaya modernisasi Angkatan Darat AS"
Kendaraan itu akan dilengkapi dengan mesin MTU Seri 890 R6. Penggerak listriknya akan menghemat bahan bakar 10 sampai 20% atau lebih daripada penggerak listrik konvensinal lainnya.

GCV BAE Systems-Northrop Grumman akan dipersenjatai dengan meriam otomatis 25mm
Kendaraan tempur infanteri GCV memiliki kecepatan maskimum 75km/jam dan jangkauan maksimum 300 km. Suspensi kendaraan hydropneumatic. Kendaraan ini akan memiliki mobilitas yang tinggi, yang memungkinkan untuk tetap berjalan secara efektif di daerah perkotaan dan medan yang kasar.

Key player untuk GCV BAE Systems Land & Armaments

BAE Systems, sebagai kontraktor utama, akan menawarkan pengelolaan program secara keseluruhan dan sistem integrasi untuk demonstrasi GCV. Perusahaan juga akan menyediakan desain kendaraan, struktur dan dukungan logistik, serta kesiapan dan perawatan.

Kendaraan Tempur Darat GCV memiliki kecepatan maks 75km/jam dan jarak tempuh 300 km
Northrop Grumman akan bertanggung jawab untuk sistem C4ISR. QinetiQ North America akan memasok sistem penggerak propulsi listrik. Mesin dan sistem baterai akan disediakan masing-masing oleh MTU dan Saft Grup. L3 akan memasok unit suspensi, sementara iRobot akan menempatkan komponen tak berawak (seperti pada turret) dari GCV tersebut.

Spesifikasi
Jumlah kru     
3 kru + 9 personil infanteri
Pengembang  
BAE Systems dan Northrop Grumman
Berat   
63.5t
Persenjataan  
Meriam otomatis 25mm, senapan mesin koaksial 7,62mm
Panjang Keseluruhan 
9 meter
Lebar  
5 meter
Tinggi  
3 meter

Image courtesy of BAE Systems

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/22/2012

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost