;

July 14, 2012

Jenis Kaliber dan Peluru

Jenis kaliber dan peluru
Dari kiri ke kanan : .22 lr, .380 auto, .38 special, 9mm, .357 magnum, .40 S&W, .45 acp, .44 magnum, 7.62x39mm, 8mm
Gambar diatas hanya sebagian kecil dari jenis kaliber dan peluru yang ada saat ini. Dua jenis peluru yang terakhir adalah peluru untuk senapan dan yang lainnya untuk pistol dan karaben.

KALIBER

Ukuran kaliber peluru ini menggambarkan bagaimana "gemuknya" sebuah peluru. Perlu diperhatikan, bahwa diameter peluru yang lebih besar tidak secara otomatis berarti kekuatannya lebih besar. Sebagian besar kaliber di dunia diukur dalam milimeter. Di AS, nominal kaliber peluru diukur dalam inci seperti kaliber .50 (setengah inci). Tapi dalam kenyataannya ukuran kaliber peluru di AS tidak sepenuhnya sama dengan inci. Misalnya kaliber .38 khusus Magnum dan kaliber .357 memiliki diameter yang sama.

Bagi beberapa orang, ukuran kaliber sangat membosankan apabila ditulis dalam inci, karena saya sendiri pun lebih familiar dengan milimeter (mm) ketimbang inci. Seperti pada gambar diatas, ada kaliber .22, .38, .357, .40, dan .45, itu semua dalam inci. Artinya kaliber .22 adalah 0,22 inci, kaliber .38 adalah 0,38 inci dan seterusnya. Berapa 1 inci ? 1 inci sama dengan 2,54 cm atau 254mm. Bila tertulis dalam satuan milimeter, cukup gampang, seperti pada contoh diatas 7.62x39mm, artinya 7,62mm diameter dan 39mm panjang.
 
Jenis Peluru
Berat dalam grain
1 grain = .0648 gram
Senjata
.22 long rifle
36 - 40
Buckmark, 10/22
.380 auto
90
Ruger LCP
.38 special
110 - 158
686
.357 magnum
110 - 185
686
9 x 19 mm Parabellum / Luger
115
P38, Uzi
.40 smith & wesson
140
Glock 22, 23, 27
.45 acp
230
Tommy gun
.223 remington
55 or 62
AR-15
5.56 NATO
55 or 62
AR-15
7.62 x 39 mm

AK-47, SKS
8mm mauser (7.92 x 57 mm)

Mauser

Jenis kaliber dan peluru
  
JENIS PELURU

Setiap kaliber peluru lebih lanjut dibedakan berdasarkan berat dan konstruksinya. Dua hal ini plus kecepatan lah yang akan menentukan bagaimana perilaku peluru di udara dan pada target. Tabel di bawah ini mencakup beberapa jenis utama dari konstruksi amunisi.

Foto
Nama/singkatan
Kepanjangan
peluru LRN

LRN
Lead Round Nose
peluru WC

WC
Wad Cutter
peluru SWC

SWC
Semi-Wad Cutter
peluru FMJ

FMJ
Full Metal Jacket
peluru HP

HP
Hollow Point
peluru SJHP

SJHP
Semi-Jacketed Hollow Point
peluru JHP

JHP
Jacketed Hollow Point


Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/14/2012

Negara Mengerikan, Pembunuhan Mantan Sekretaris Saddam Hussein

"Tidak ada lagi kehormatan, kehancuran, perang dan darah mengalir. Kesedihan, kebencian dan pemerintahan yang sewenang-wenang" "(Rachid Taha, Musisi dan penulis lirik Aljazair, 1958).

Mengejutkan, muncul laporan dari sumber yang terpercaya (dirahasiakan untuk suatu alasan) tentang eksekusi mati Abed Hamid Hamoud al-Tikriti, mantan sekretaris pribadi dan pembantu Presiden Saddam Hussein pada hari Kamis tanggal 7 Juni di Baghdad, Irak.

Sekretaris pribadi Saddam Hussein
Abed Hamid Hamoud al-Tikriti

Abed Hamid Hamoud, kartu ke 4 dalam daftar bodoh Amerika (target AS di Irak dicetak dalam bentuk kartu - ingat kan?), telah ditahan di penjara sejak Juni 2003, setelah ditangkap oleh pasukan pendudukan AS.

Dia menerima vonis hukuman mati pada bulan Oktober 2010 bersama dengan mantan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri, Tareq Aziz, dan mantan kepala intelijen, Sadoun Shakir.

Anda sudah mendengar tentang eksekusi ini kan? Pihak yang berwenang di Irak mengeksekusi mati Hamoud dengan memberikan kesan bahwa ia (Hamoud) hanya "hilang" untuk medical check up.

Pemerintah Irak bahkan tidak memberitahu keluarga dan kerabatnya atau membuat perjanjian dengan mereka untuk menyerahkan mayatnya." Ini sungguh perbuatan balas dendam yang keji.

Keprihatinan yang mendalam juga diungkapkan untuk nasib Tareq Aziz dan Sadoun Syakir nantinya. Mereka divonis hukuman mati di sidang Pengadilan yang sama.

Pada bulan Januari, tiga puluh lima orang dieksekusi dalam satu hari. Jumlah yang disebut Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Navi Pillay sangat menakutkan. Mengingat kurangnya transparansi dalam proses pengadilan di Irak, ini menjadi kekhawatiran yang besar, hukuman mati dapat dijatuhkan di Irak. Navi Pillay menambahkan, "kami tidak memiliki satu laporan saja dari siapa pun terdakwa hukuman mati yang diampuni.

Amnesti Internasional mengingatkan, "Hukuman mati, yang merupakan pengingkaran utama bagi hak asasi manusia, tidak boleh digunakan, apapun tingkat kejahatannya. Pemerintah Irak saat ini harus menunjukkan perbedaan yang jelas dari masa lalu dengan mengikuti tren global yang sudah menghindari hukuman mati. "

Anda tahu, Irak ikut menandatangani Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada tahun 1948, termasuk Konvensi Menentang Penyiksaan. Tapi, kini pembunuhan sedang dilakukan di Irak atas nama Inggris dan Amerika, yang ditempa dalam "Irak Baru."

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/14/2012

July 13, 2012

Senapan Marlin Tahun 1889 di Tumpukan Sampah


Senapan Marlin 1889

Seorang pembaca mengirimkan sebuah email kepada suatu blog di AS

Saya sudah menjadi pengikut blog Anda setidaknya sudah 3 tahun dan Saya sangat menyukai blog Anda. Saya memiliki pekerjaan paruh waktu sebagai tukang sampah, pada dasarnya orang membayar saya untuk membersihkan sampah dari rumah mereka.

Suatu hari, Saya dan seorang teman sedang membersihkan sebuah kamar di rumah seorang wanita dan saya melihat sebuah senapan. Saya pun menyinggung soal senapan ini kepada tuan rumah dan akhirnya saya diizinkan untuk membawa pulang senapan tersebut. Dari hasil browsing saya di internet, saya ketahui bahwa senapan tersebut adalah senapan model Marlin tahun 1889. Senapan masih dalam kondisi bagus dan kemungkinan besar masih bisa ditembakkan.

Temuan yang berharga! Model 1899 ini tidak diproduksi untuk jangka waktu yang lama, hanya satu dekade, jadi produk terakhir masih di bawah tahun 1900 an. Jadi senapan ini adalah senapan pra-1899 dan secara hukum senapan ini adalah barang antik.

Senapan Marlin 1889

Senapan Marlin 1889

Senapan Marlin 1889

Senapan Marlin 1889

Senapan Marlin 1889

Senapan Marlin 1889


sumber firearmblog

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/13/2012

July 12, 2012

RI Pilih Leopard Jerman

Leopard

Sekedar sisipan artikel, bagi yang belum tahu. Indonesia telah memutuskan untuk membeli Tank Tempur Utama (MBT) Leopard dari Jerman dengan jadwal pengiriman akan dimulai pada bulan Oktober tahun ini juga.

Rencana pembelian tank tempur utama Leopard ini terkait dengan rencana strategis pemerintah RI untuk meningkatkan kemampuan tempur TNI untuk periode tahun 2012 sampai 2014. Alokasi dana untuk hal ini sebesar 280 juta dolar AS dan semua telah diatur.

Pengiriman awal adalah 15 unit Leopard (Oktober), bertahap hingga 100 unit hingga 2014. Karakteristik dan spesifikasi lengkap dari Leopard bisa Anda lihat disini. Maju terus TNI.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/12/2012

Tank Tempur Utama Leopard 2 Jerman

Leopard 2 adalah tank tempur utama (main battle tank-MBT) yang dikembangkan oleh Krauss-Maffei, sekarang Krauss-Maffei WEgmann (KMW), Muenchen, Jerman. Leopard 2 adalah penerus Leopard 1 yang sukses.

Leopard 1 pertama kali diproduksi pada tahun 1963 oleh Krauss-Maffei untuk Departemen Pertahanan Jerman dan lebih dari 6.000 tank telah diekspor ke Belgia, Denmark, Yunani, Italia, Kanada, Belanda, Norwegia, Turki dan Australia.

Meriam smoothbore L55
Meriam smoothbore L55, yang dilengkapi dengan selongsong termal, ekstraktor asap
dan sistem referensi moncong meriam, kompatible dengan amunisi 120mm saat ini
dan amunisi penetrasi tinggi baru.
Leopard 2, penerus Leopard 1, pertama kali diproduksi pada tahun 1979 dan lebih dari 3.200 unit diekspor ke Angkatan Darat Austria, Kanada, Chili, Denmark, Finlandia, Jerman, Yunani, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Singapura, Swiss , Swedia, Spanyol dan Turki.

Pada bulan Juni 2010, KMW meluncurkan varian tank tempur utama terbaru, Leopard 2A7+. Tank tersebut telah lulus uji dan dinyatakan memenuhi syarat oleh Angkatan Darat Jerman. Fitur utamanya meliputi kit perlindungan modular dan peningkatan sistem mobilitas.

Pada bulan Juli 2011, kesepakatan untuk menjual sekitar 200 Leopard 2 A7+ untuk Arab Saudi telah disetujui oleh Badan Keamanan Federal Jerman.
"Pada bulan Juni 2010, KMW meluncurkan varian tank tempur utama terbaru, Leopard 2A7+. Tank telah lulus uji dan dinyatakan berkualitas oleh Angkatan Darat Jerman"
Tentara Finlandia telah membeli 124 tank dan Angkatan Darat Polandia membeli 128 tank Leopard 2A4 bekas pakai dari Jerman. Pada bulan Agustus 2005, Yunani memesan 183 Leopard 2A4 bekas dan 150 tank Leopard 1A5 dari cadangan persenjataan Angkatan Darat Jerman.

Tank tempur utama
Tempat penembak dilengkapi dengan Rheinmetall Defence Electronics EMES 15
dual magnification stabilised primary sight
Pada bulan November 2005, kesepakatan telah ditandatangani untuk penjualan 298 tank Leopard 2A4 Angkatan Darat Jerman ke Turki.

Pada bulan Maret 2006, Chili menandatangani kontrak untuk mengakuisisi 140 tank Leopard 2A4 dari Angkatan Darat Jerman. Pengiriman pertama disampaikan pada Desember 2007.

Leopard 2 A6 bermeriam panjang L55, mesin auxiliary, peningkatan proteksi terhadap ranjau darat dan sistem AC yang baik. Angkatan Darat Jerman meng-upgrade 225 unit 2A5 menjadi 2A6, yang pertama selesai dikirimkan pada 2001. Angkatan Darat Belanda meng-upgrade 180 tank 2A5 menjadi 2A6, yang pertama mulai beroperasi pada 2003. Pada bulan Maret 2003, Angkatan Darat Yunani memesan 170 unit Leopard 2 HEL (varian dari 2A6EX). Total, 30 sedang dirakit KMW, sisanya oleh ELBO dari Yunani. Tank lokal (ELBO) dikirim pada Oktober 2006. Leopard 2A6 HEL menjadi bagian Angkatan Darat Yunani pada Mei 2008.

Spanyol memesan 219 Leopard 2E (varian 2A6 dengan proteksi lapis baja yang lebih besar), 16 tank recovery (CREC) dan 4 kendaraan untuk pelatihan. Sebanyak 30 unit dibuat oleh KMW dan sisanya dibuat dengan lisensi di Spanyol oleh General Dynamics, Santa Barbara Sistemas (GDSBS). Tank pertama diserahkan ke AD Spanyol pada Juni 2004 dan pengiriman selesai pada tahun 2008.

Varian lain adalah Leopard 2 (S), yang memiliki new command dan sistem kontrol dan lapis baja pasif baru. Pada Maret 2003, 120 Leopard 2 (S) telah dikirim ke AD Swedia.

GPS dan Navigasi inersia
The Leopard 2 dilengkapi dengan sistem navigasi darat yang terdiri dari
Global Positioning System (GPS) dan sistem navigasi inersia
Pada bulan Desember 2006, diumumkan bahwa Singapura akan membeli 66 Leopard 2A4 dari AD Jerman yang di upgrade, ditambah suku cadang tambahan untuk 30 tank. Tank Leopard 2A4 memasuki layanan dengan Angkatan Darat Singapura pada September 2008.

Pada April 2007, Kanada membeli sampai dengan 100 tank Leopard 2 dari AD Belanda dan menyewa 20 tank Leopard 2A6M dari AD Jerman. KMW meng-upgrade tank yang disewakan tersebut, peningkatan proteksi terhadap ranjau dan memperkuat lapis baja pada Agustus 2007. Setelah selesai, tank langsung dikerahkan Kanada ke Afganistan. AD Belanda tidak menambah armada Leopard-nya, tetap 110 unit tank Leopard 2A6.

Pada bulan Oktober 2007, Portugal membeli 37 Leopard 2A6 dari AD Belanda. Delapan unit pertama dikirim pada Oktober 2008 dan pengiriman selesai pada tahun 2009.

mesin diesel MTU MB 873
Mesin diesel MTU MB 873, menghasilkan 1.500hp (tenaga kuda),
dengan gigi HSWL Renk 354 dan sistem rem handal
Pada bulan Oktober 2010, Angkatan Bersenjata Kanada menerima pengiriman pertama dari 20 Leopard 2A4M CAN, tank tempur modern dari KMW. Tank ini dikerahkan di Afghanistan untuk memberikan tingkat perlindungan dan daya tembak tinggi bagi tentara Kanada. Pada Januari 2011, lima dari 20 tank dikirim ke Afghanistan sebagai pengganti Leopard 2 A6M CAN, yang telah ditempatkan di sana sejak 2007.

Ruang perlindungan di dalam tank Jerman ditingkatkan demi keselamatan awak

KMW telah mengembangkan sistem proteksi ranjau untuk Leopard 2, mengikuti definisi konsep yang dibuat oleh kelompok kerja internasional dari Jerman, Swiss, Belanda, Swedia dan Norwegia, di bawah pimpinan dari agensi procurement Jerman BWB. Perintah dikeluarkan pada bulan September 2003 melibatkan modifikasi 15 Leopard 2A6 milik AD Jerman dan sepuluh Leopard 2A5 (Strv 122) untuk Swedia. Tak dengan sistem perlindungan ruang awak terbaru ini pertama dikirimkan pada Juli 2004.

Tank Leopard 2
Kompartemen kru dilengkapi dengan deteksi tembakan dan ledakan
dan sistem supresi yang telah dilisensi oleh Ges Deugra.
Modifikasinya terdiri dari add-on elemen lapis baja baru di bawah lantai tank, sistem vision baru dan sistem penyimpanan re-stowage untuk amunisi.

Uji coba pada bulan Februari 2004 menunjukkan bahwa, dengan kit lapis baja baru, awak tank Leopard 2 bisa bertahan dari ledakan sebuah ranjau anti-tank yang meledak di bawah tank tanpa menderita cedera.

Konstruksi dari Leopard 2 Krauss-Maffei Wegmann

Hull (lambung tank) terdiri dari 3 bagian:
  1. Kompartemen mengemudi di bagian depan
  2. Seksi tempur di bagian tengah
  3. Mesin di bagian belakang tank
Kompartemen pengemudi dilengkapi dengan tiga periskop observasi. Ruang di sebelah kiri pengemudi disediakan untuk penyimpanan amunisi. Kamera dengan bidang pandang 65° horizontal dan vertikal diposisikan di belakang kendaraan dan monitor televisi memberikan bantuan bagi pengemudi untuk berbelok atau memutar.

Tank Leopard 2 A5
Tank tempur utama Leopard 2 A5 yang digunakan di Jerman,
seperti Leopard 2 A5 yang digunakan di Belanda
Turret (menara) terletak di pusat kendaraan. Dilapisi dengan generasi ketiga baja komposit, penguatan tambahan baja di bagian depan dan samping turret, diluar terpasang pengaya modul lapis baja. Penguatan ini memberikan perlindungan terhadap serangan bertubi-tubi dan peluru dengan energi kinetik.

Kemampuan dan kontrol tembak Leopard 2

Ruang komandan memiliki sebuah periskop independen, PERI-R 17 A2 dari Rheinmetall Defence Electronics (sebelumnya STN Atlas Elektronik) dan Zeiss Optronik. PERI-R 17 A2 adalah periskop pemandangan panorama  stabil untuk observasi dan identifikasi target siang/malam, yang memberikan pandangan 360 °. Gambar termal dari periskop komandan ditampilkan di monitor.

menembak di malam hari
Leopard 2A4 menembak di malam hari
Gambar dari pandangan termal penembak juga dapat dikirimkan ke periskop PERI-R17 komandan, jadi komandan dapat beralih ke gambar video dari penembak. Hal ini memungkinkan komandan dan penembak memiliki akses ke bidang pandang yang sama di berbagai pertempuran.

Tempat penembak dilengkapi dengan Rheinmetall Defence Electronics EMES 15 dual magnification stabilised primary sight. Pemandangan utama dilengkapi pengintai laser terpadu dan Zeiss Optronik thermal sight, model WBG-X, yang keduanya terhubung dengan komputer kontrol tembak tank.

Thermal sight menggunakan modul umu standar AD Amerika Serikat, dengan 120 elemen merkuri telluride kadmium, CdHgTe (juga dikenal sebagai CMT) infra-merah array detektor yang beroperasi di 8 sampai 14 waveband mikron.

Pemandangan Leopard dilengkapi dengan pengintai Laser CE628 dari Zeiss Optronik. Laser tersebut adalah Neodinium Itrium Aluminium Garnet, laser solid state.

Tank Leopard 2 A5
Dua tank Leopard 2 A5 Jerman
Rangefinder dapat memberikan tiga nilai rentang dalam empat detik. Data rentang ditransmisikan ke komputer kontrol tembak dan digunakan untuk menghitung algoritma tembak. Juga, karena pengintai laser diintegrasikan ke dalam penglihatan utama penembak, penembak dapat membaca pengukuran jangkauan digital secara langsung. Kisaran maksimum dari laser rangefinder lebih kurang 10.000 m.

Persenjataan utama Leopard 2

Meriam smoothbore baru, L55 120mm, dikembangkan oleh Rheinmetall Waffe Munition Ratingen, Jerman, untuk menggantikan meriam 120mm smoothbore yang lebih pendek pada Leopard 2.
"Pada bulan Juli 2011, kesepakatan untuk menjual sekitar 200 Leopard 2 A7+ untuk Arab Saudi telah disetujui oleh Dewan Keamanan Federal Jerman"
Meriam smoothbore L55, yang dilengkapi dengan selongsong termal, ekstraktor asap dan sistem referensi moncong meriam, kompatible dengan amunisi 120mm saat ini dan amunisi penetrasi tinggi baru.

Sebagai hasil dari persyaratan taktis, Rheinmetall Waffe Munition mengembangkan Amunisi energi kinetik yang dikenal sebagai LKE 2 DM53. Dengan putaran DM53, meriam L55 dapat menembakkan peluru ke berbagai target di 5.000 m. Efek proyektil energi kinetik pada target musuh tergantung pada :
  1. Panjang penetrator, masaa dan kecepatan proyektil saat hantaman
  2. Interaksi antara proyektil dan target.
Kecepatan moncong untuk bergerak dapat mencapai lebih dari 1,75 m/detik.

kamuflase
Tank Leopard dengan full kamuflase,
mampu bertempur di siang dan malam hari dengan baik
Leopard 2 dilengkapi dengan sistem navigasi darat dari perusahaan LITEF Bonn, Jerman, yang merupakan anak perusahaan dari Northrop Grumman (sebelumnya Litton) dari Amerika Serikat. Sistem navigasi hibrida terdiri dari global positioning system (GPS) dan sistem navigasi inersia.

Mesin dan sistem pendukung Leopard 2

Sistem H-WNA hidrolik digantikan dengan E-WNA. Penggantian dengan E-WNA memberikan keuntungan sebagai berikut:
  1. Turret (menara) tidak memiliki cairan hidrolik bertekanan
  2. Tingkat kebisingan lebih rendah dan irit konsumsi bahan bakar
  3. Meningkatkan kehandalan dan perawatan lebih mudah
  4. Penghematan dalam biaya operasional
  5. Berdaya tahan lama (awet)
Kompartemen awak dilengkapi dengan deteksi penembakan, ledakan dan sistem supresi yang telah dilisensikan oleh perusahaan Deugra Ges. Dilengkapi sekat anti tembakan yang memisahkan kompartemen tempur dari kompartemen mesin di bagian belakang kendaraan.

Tank Leopard 2 A5
Seorang tentara Jerman di tank Leopard 2A5
Mesin adalah MTU MB 873 mesin diesel, menghasilkan 1.500 hp (tenaga kuda), dengan gigi HSWL Renk 354 dan sistem rem. Versi yang telah disempurnakan oleh EuroPowerPack, dengan mesin MTU MT883 1.650 hp telah diujicobakan pada Leopard 2.

Spesifikasi

Kru Dua awak
Berat   62t
Panjang 7.7m
Lebar 3.7m
Tinggi  3 m
Kecepatan   Maksimum 72km / h
Jarak tempuh Maksimum 500 km

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/12/2012

July 10, 2012

Proyek PAK FA T-50


Rusia telah mulai menerbangkan pesawat tempur generasi kelima siluman untuk menyaingi F-22 Raptor AS, tetapi analisis barat mempertanyakan apakah Sukhoi mampu mewujudkan impian mereka tersebut di tahun 2015, seperti yang telah mereka targetkan.

Sukhoi PAK FA T-50, diterbangkan pertama kali pada 29 Januari lalu dari fasilitas KnAAPO di Komsomolsk-on-Amur, Rusia.

Pesawat ini jelas ditujukan sebagai pesawat siluman, dengan chined forward fuselage, keselarasan planform edge, pusat senjata internal dan ekor vertikal kecil. T-50 menunjukkan kemiripan dengan F-22 Raptor, tetapi juga mencerminkan warisan Sukhoi SU-27 dalam "centroplane" lebar yang memadukan badan dan sayap pesawat.

Sukhoi mengatakan T-50 akan menunjukkan penampang anti radar yang belum pernah diterapkan sebelumnya, optik dan inframerah dan teknologi inovatif yang diterapkan dalam pesawat, aerodinamika dan penurunan tingkat kebisingan mesin.



Analis AS terkesan, tetapi belum "panik" oleh T-50. "Jangan berpendapat terllau jauh dan menyebut ini adalah saingan F-22 Raptor," kata seorang pejabat di Washington. "Pada dasarnya ini adalah sebuah Flanker dalam bentuk sebuah pesawat tempur generasi kelima pada saat ini. Masih perlu mesin supercruise, radar canggih dan lebih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan sebelum perencanaan sebelum mengatakan bahwa T-50 adalah jet tempur siluman generasi kelima yang dapat bersaing dengan F-22 atau bahkan F-35."

Pengerjaan Sukhoi PAK FA T-50 dimulai pada awal tahun 2000-an. Tidak jelas berapa banyak usaha yang Sukhoi kerjakan untuk membuat T-50 ini. Sukhoi Su-27 dirancang ulang secara substansial dari prototipe T-10, yang pertama terbang pada tahun 1977, tetapi meskipun beberapa sisi terlihat kasar, T-50 sudah terlihat sebagai produk jadi.



Prototipe YF-22 pertama kali terbang pada September 1990, dan pesawat pertama dibuat pada September 1997, tetapi YF-22 tidak dinyatakan operasional sampai Desember 2005 - ini lebih lama dari waktu yang diperlukan untuk membuat T-50. Ada 3 prototipe T-50 : T-50-0 tes statis, T-50-1, dan yang sekarang terbang T-50-2, yang akan digunakan untuk ground tesing. Dua YF-22 diikuti oleh pengembangan sembilan F-22 Raptor.

Analis Pertahanan AS mengingatkan, perlu upaya dan waktu yang banyak untuk menyelesaikan sebuah desain dari jet tempur siluman. Ada penggunaan komposit di T-50, tetapi sebagian besar adalah logam, ini tidak jelas, apakah kombinasi bahan baku ini hanya untuk prototipe atau Sukhoi akan menambah lagi bahan baku komposit untuk T-50 produksi.

Sekilas memang ada kemiripan dengan flanker Su-27, tapi T-50 sudah bermesin beda. Hal ini membuat vectoring dorong yang efektif dan memberikan ruang yang lebih di pesawat untuk senjata. Di bagian bawah sayap pesawat bisa ditempatkan ada air-to-air missile (AAMs). Centroplane T-50 juga memberikan banyak ruang untuk bahan bakar internal.



T-50 diharapkan untuk terbang dengan sepasang mesin NPO Saturn 117s, modifikasi dari mesin AL-31Fs. AL-31Fs dipasang di pesawat tempur Su-35S multiperan. Tapi Saturnus (produsen NPO Saturn 117) mengatakan bahwa T-50 tidak terbang dengan mesin 117 karena daya dorong T-50 jauh lebih besar ketimbang mesin 117. Sebenarnya bukan bermesin lain, tetap menggunakan NPO Saturn tetapi powerplant baru proyek T-50 telah meningkatkan daya dorongnya, menurut direktur Saturnus, Fedorov.

Namun Wakil Perdana Menteri Rusia Sergei Ivanov tampaknya bertentangan pendapat dengan Fedorov ketika ia mengatakan bahwa T-50 masih terbang dengan mesin yang sama digunakan oleh Su-35S. Pertanyaan untuk mesin baru dari T-50 belum diputuskan.

""Mesin akan menjadi salah satu pondasi utama," kata seorang analis AS. Saturnus dan Salyut sedang bersaing mengembangkan mesin dorong 38.500 pon. "Mesin untuk supercruise kemungkinan akan tidak siap dalam beberapa tahun kedepan."

Pertanyaan besar lainnya adalah ketersediaan radar electronically scanned array (AESA). Perlengkapan avionik PAK FA yang sedang dikembangkan oleh biro desain Ramenskoye, dengan radar AESA disediakan oleh Tikhomorov NIIP. Radar pertama untuk pesawat tersebut diharapkan siap pada 2010 lalu, tetapi integrasi dengan T-50 belum dimulai, seperti yang analis AS tunjukkan.

T-50 muncul untuk melanjutkan preferensi Rusia untuk senjata kapasitas besar. Meskipun ukurannya belum dipublikasikan, tapi kemungkinan senjata tersebut merupakan upgrade dari rudal R-77, K-77-1 dan K-77M (rudal jarak menengah).

T-50 diharapkan untuk menyelesaikan beberapa penerbangan di KnAPPO sebelum pindah ke pusat test di Zhukovsky, dekat Moskow. Pemimpin senior Rusia mengatakan T-50 praproduksi pertama akan dikirim ke Lpetsk pada tahun 2013 untuk tes negara, tetapi bahkan dengan adanya dukungan pembangunan untuk T-50 dari SU-35, target 2015 bisa dikatakan tidak akan tercapai.



Lipetsk (Rusia) berfungsi semacam Nellis, Edwards, Eglin (Pangkalan USAF), untuk "memeras" kemampuan jet tempur, pengembangan doktrin kerja dasar dan manual penerbangan, kata analis AS. "Pada akhirnya mereka akan melatih kader instruktur percontohan awal untuk unit lini pertama yang akan menerima jet - mungkin 18-24 bulan setelah jet pertama dikirimkan ke Lipetsk.

Apakah Sukhoi dapat memenuhi tenggat waktu tersebut? Ini semua tergantung pada keberhasilan uji coba dan komitmen keuangan dari pemerintah Rusia dan India. India telah siap untuk menginvestasikan 25% dari biaya pembangunan PAK FA dan membentuk usaha patungan 50-50 untuk memproduksi pesawat tempur ini, dengan persyaratan dasar 250 unit pesawat untuk masing-masing.

PAK FA dua kursi, dijuluki T-50UB, akan menjadi dasar dari versi ekspor untuk Angkatan Udara India. Hindustan Aeronautics bergabung pada program ini pada tahun 2008, tetapi direktur Jenderal Sukhoi Mikhail Pogosyan mengatakan para desainer India akan berpartisipasi dalam tahap akhir pengembangan. India mampu menyediakan uang tapi belum mampu untuk menyediakan ilmuwan yang relevan  untuk membantu program PAK-FA ini.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/10/2012

July 9, 2012

Pesawat CV-22 Osprey Jatuh di Florida

Sebuah pesawat operasi khusus Angkatan Udara AS CV-22 Osprey jatuh di lapangan latihan di basis militer AU AS di Eglin, Florida bulan ini. Tidak ada yang tewas dalam kejadian ini, tapi 5 penerbang terluka. Tiga penerbang terluka parah dan segera dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter, sementara 2 penerbang lainnya dibawa ke rumah sakit dengan ambulans.

Pesawat AU AS
CV-22 Osprey
Tahun 2010 lalu, sebuah CV-22 Osprey juga telah jatuh karena kecelakaan di Afganistan. Angkatan Udara AS resmi menyatakan bahwa ini kesalahan pilot, meskipun penyidik menduga bahwa mesin CV-22 Osprey kehilangan daya, dan perekam penerbangan tentang informasi tiltrotor (baling-baling) tidak diberikan kepada penyidik.

Dua bulan lalu, MV-22 Osprey Korps Marinir AS juga jatuh di Maroko, dalam latihan Singa Afrika, menewaskan dua marinir.

Bukan bermaksud untuk menyenangkan hati, pesawat AS juga sering jatuh. AS selalu menyimpan rapat-rapat kecelakaan-kecelakaan pesawat-pesawat militer mereka. Apa yang kita dengar di media tentang kecelakaan pesawat AS, mungkin hanya sedikit dari semua kecelakaan yang berhasil mereka rahasiakan.

Militer kita adalah militer yang saya kira cukup pandai merawat dan memperbaiki bahkan di saat kekurangan fasilitas. Tapi tetap saja kita tidak bisa mengalahkan umur peralatan militer tersebut. Harapan kita semoga budget yang diberikan pemerintah untuk TNI terus meningkat dari tahun ketahun, tanpa mengkesampingkan anggaran-anggaran untuk departemen lain. OK, maju terus TNI dan industri pertahanan Indonesia.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/09/2012

Zulfikar Tank Tempur Utama (MBT) Iran

Zulfiqar atau Zolfaqar merupakan Tank Tempur Utama (MBT) Iran, mulai diproduksi pada tahun 1996. Tank Zulfiqar dioperasikan oleh 3 kru - komandan, pengemudi dan penembak. Nama Zulfiqar diambil dari nama pedang khalifah umat Islam ke-4 yaitu Sayyidina 'Ali bin Abi Tholib.

Varian tank Zulfiqar I dan II selama ini dioperasikan oleh Angkatan Darat Iran. Pada bulan Mei 2010, Departemen Pertahanan Iran mengumumkan varian baru dan upgrade dari tank Zulfiqar yaitu Zulfiqar III.

MBT Iran
Tank tempur utama Zulfiqar I, dikenalkan pada publik pada tahun 1994

Pengembangan Tank Tempur Utama Zulfiqar

Brigadir Jenderal Mir-Younes Masoumzadeh mengkonsep rancangan MBT Zulfiqar. Dikembangkan berdasarkan tank M48, M60 dan T-72. Prototipe pertama  dari Zulfiqar I dirancang pada tahun 1993 dan diperkenalkan kepada publik pada tahun 1994. Pada tahun 1997, enam prototipe telah berhasil diciptakan, diuji coba dan dipakai oleh Angkatan Darat Iran. Pada tahun yang sama, Presiden Iran Hashemi Rafsanjani resmi memproduksi secara massal tank Zulfiqar di kompleks industri Kolah Shahid Dooz. Sekitar 600 artileri, 520 tank dan 500 kendaraan lapis baja diproduksi disini.
"Upgrade ke Zulfiqar III akan mencakup perbaikan sistem navigasi tembak, rangka, persenjataan, mesin dan sistem laser"

Desain Tank Zulfiqar III

Turret - bagian atas tank (kubah, menara) - dari tank Zulfiqar III dirancang di dalam negeri berbentuk kotak yang khas, dan mengkombinasikan beberapa bagian dari sistem tank M60 dan T-72. Tank ini memiliki bobot tempur sekitar 36 ton dengan fitur loader otomatis dan proteksi lapis baja berbahan komposit.

MBT Iran
Loader Otomatis pada tank Zulfiqar dan proteksi lapis baja komposit.

Varian

Zulfiqar I dibuat dengan baja komposit yang diperkuat pada bagian depan. Ini mencakup sistem kontrol komputerisasi untuk penembakan yang memungkinkan penembakan tepat sasaran. Di atas turret diletakkan pod peringatan laser dan kemananan tank ditingkatkan dengan reactive armour package.

Zulfiqar II adalah versi perbaikan dari Zulfiqar I. Disertai mesin baru yang powerfull dan rangka yang lebih panjang untuk meningkatkan autoloader. Zulfiqar II digunakan sebagai tank penelitian/prototipe sementara untuk menciptakan varian berikutnya yaitu Zulfiqar III.

Zulfiqar III adalah versi terbaru dan yang paling maju dalam keluarga Zulfiqar, dan saat ini Angkatan Darat Iran tengah melakukan penelitian untuk tujuan meningkatkan aplikasi dan teknologinya. Upgrade selanjutnya termasuk meningkatkan sistem navigasi penembakan, rangka, persenjataan, mesin dan sistem laser. Roda Zulfiqar III akan ditutupi dengan tameng lapis baja.

Propulsi Zulfiqar III

Tank ini didukung mesin Vee diesel dengan 12 silinder yang bertenaga 780 kuda. Rasio untuk berat tanknya adalah 21,7 tenaga kuda per ton. Memiliki 6 gigi percepatan, spat 1.200 transmisi otomatis, yang memberikan tank kecepatan maksimum hingga 70 km/jam. Zulfikar III memiliki sistem suspensi torsi-bar yang mirip dengan yang ada pada tank M48 dan M60. Jangkauan operasionalnya adalah 450km.

Tank tempur utama Zulfiqar III

Persenjataan

Tank Zulfiqar I dipersenjatai dengan meriam Smoothbore 125mm yang diadopsi dari tank T-72 Rusia. Varian ini dilengkapi dengan sistem kontrol penembakan EFCS-3 Slovenia yang ada pada tank Safir-74 atau Tipe 72Z.
"Zulfiqar III memiliki meriam smoothbore 125mm 2A46 yang kuat dan dilengkapi dengan fume extractor"
Sistem ini memberikan keleluasaan bagi tank untuk menembak target walaupun dalam keadaan sama-sama bergerak. Dibagian turret juga dipasang sebuah pod untuk peringatan laser. Zulfiqar III memiliki meriam smoothbore 125mm 2A46 yang kuat dan dilengkapi dengan fume extractor.

Amunisi dari meriam utama disuplai dari autoloader. Persenjataan sekunder lainnya yang terpasang pada Zulfiqar antara lain senapan mesin koaksial 7,62mm dan senapan mesin 12,7mm.

Amunisi Iran dan Grup Industri Metalurgi (AMIG) dari Organisasi Industri Pertahanan (DIO), anak perusahaan dari Departemen Pertahanan Iran dan dukungan bagi Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, memproduksi amunisi standar untuk armada Zulfiqar. Zulfiqar III juga memiliki sistem kontrol penembakan dan laser range finder baru.

Spesifikasi
OperatorAngkatan Darat Iran
Panjang 7 meter
Lebar3,6 meter
Tinggi2,5 meter
Berat36 ton s/d 41 ton
Kecepatan70km/jam
Power21,7hp/ton

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/09/2012

July 8, 2012

KTT NATO 2012

Perang di Afganistan, pertahanan rudal untuk Eropa dan penyatuan seluruh kekuatan militer di masa krisis saat ini menjadi agenda utama KTT NATO di Chicago pada 20-21 Mei 2012. Berikut beberapa poin penting hasil KTT NATO 2012.

Logo NATO

AFGHANISTAN

Presiden AS Barack Obama dan semua pemimpin dari negara anggota NATO menyempurnakan kontrol keamanan bagi tentara Afganistan dan menarik 130.000 pasukan tempur dari Afganistan pada tahun 2014.

Aliansi 28 negara juga akan memperdebatkan dukungan terhadap Afganistan pasca 2014, yang diharapkan agar tetap fokus untuk memberikan pelatihan kepada pasukan keamanan Afghanistan.

NATO juga memperdebatkan ukuran kekuatan militer Afghanistan dan dana itu akan dibutuhkan setelah 2014. Kekuatan militer dan polisi Afganistan akan tumbuh menjadi 352.000 personil tahun ini, tetapi AS mengatakan penumbuhan hanya 228.000 personil.

Biaya masa depan untuk mendukung pasukan Afghanistan diperkirakan 44,1 miliar dolar per tahun. Amerika Serikat akan menanggung setengah dari biaya dan Washington ingin masyarakat internasional menyediakan setengah dana sisanya.

PERISAI RUDAL UNTUK EROPA

NATO juga menyatakan perlunya "perlindungan sementara" dari perisai rudal milik AS untuk melindungi Eropa dari ancaman rudal balistik dari musuh-musuh seperti Iran.

Pengumuman itu mengindikasikan bahwa kapal perang AS yang bersenjata rudal pencegat dan sistem radar peringatan dini di Turki akan berada di bawah perintah dan kontrol dari pangkalan NATO di Ramstein, Jerman.

Sistem pertahanan rudal memang sedang digunakan selama beberapa tahun ini di Eropa. Polandia dan Rumania telah sepakat untuk menjadi tuan rumah bagi rudal darat AS SM-3 sedangkan kapal Aegis AS berbasis di pangkalan Angkatan Laut Spanyol.

Perisai udara semacam ini dijadwalkan akan beroperasi penuh (melindungi semua negara NATO) pada tahun 2018, sistem pertahanan ini telah membuat marah Rusia, yang khawatir akan mengganggu penangkal nuklirnya dan mengancam akan menyebarkan senjatanya di seluruh perbatasannya dengan Eropa.

Untuk meredakan kekhawatiran Rusia, NATO telah mendesak Moskow untuk bekerja sama dalam sistem pertahanan tersebut tetapi kedua belah pihak tidak menemukan kata sepakat.

SMART DEFENCE

KTT ini menjadi loncatan untuk inisiatif NATO "Smart Defence", dorongan untuk mengadakan proyek-proyek militer bersama untuk menghemat biaya di masa depan.

Dua puluh sampai 25 proyek militer diumumkan di Chicago, mulai dari pelatihan pilot helikopter sampai ke manajemen amunisi.

Amerika Serikat, yang menyumbang 75 persen dari pengeluaran militer NATO, telah menekan sekutu Eropa selama bertahun-tahun untuk ikut menarik dana dari Anggaran mereka, tetapi krisis utang membuat negara-negara sekutu Amerika di Eropa sulit mengeluarkan dana untuk investasi senjata/program baru.

Perang yang dipimpin angkatan udara NATO di Libya tahun lalu, memperlihatkan perbedaan yang mencolok antara alat perang AS dan Eropa. AS di saat krisis atau tidak tetap mau menampilkan kekuatan perangnya, tapi ini berbeda dengan Eropa, saat di Libya mereka kekurangan tanker pengisian bahan bakar, pesawat pengintai dan rudal. Semua ini akibat krisis ekonomi yang melanda Eropa.

KEMITRAAN

NATO ingin memperkuat kemitraan di seluruh dunia, melihat dari keberhasilan kerja sama mereka dengan Qatar, Uni Emirat Arab dan Yordania dalam kampanye udara di Libya tahun lalu.

NATO ingin mempererat hubungan dengan mitra tradisional seperti Australia, Jepang, Korea Selatan dan Selandia Baru.

Tapi tiga kekuatan militer tidak diundang dalam KTT tersebut yaitu China, India dan Israel. Presiden Rusia Vladimir Putin juga menolak untuk hadir di KTT NATO tersebut.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/08/2012

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost