;

March 31, 2012

Pertahanan Indonesia (Update Maret 2012)

30 Maret 2012 : RI Bantah Kirim Nota Protes ke AS
30 Maret 2012, Jakarta: Indonesia membantah telah mengirim nota protes kepada Pemerintah Amerika Serikat dan Australia, dan meminta penjelasan seputar beredarnya kabar bahwa AS akan membangun pangkalan militer di Pulau Cocos, Australia.

28 Maret 2012 : TNI Kirim Pasukan ke Perbatasan Malaysia
Panglima Divisi 2 Kostrad Mayjen TNI Ridwan (kanan) memimpin para prajuritnya meneriakan yel-yel kesatuan, pada upacara pelepasan anggota TNI dari Batalyon 413 Divisi 2 Kostrad yang akan bertugas di perbatasan RI-Malaysia di Kaltim, di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jateng, Rabu (28/3). Sebanyak 620 prajurit yang diberangkatkan dengan menumpang KRI Teluk Bone itu antara lain akan bertugas mencegah penyelundupan kayu dan menjaga patok batas negara RI-Malaysia agar tidak bergeser.


28 Maret 2012 : Kemhan Uji Coba Roket R-Han 122
28 Maret 2012, Baturaja: Dalam upaya meningkatkan kemandirian bangsa dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista), Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Kementerian Riset dan Teknologi melalui Direktorat Teknik Industri Pertahanan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Dittekindhan Ditjen Pothan) Kemhan, kembali melakukan uji coba penembakan Roket Pertahanan (R-Han) 122 MM. Uji coba dilakukan di Pusat Latihan Tempur TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan.


28 Maret 2012 : Indonesia-Ukraina Jalin Kerja Sama Pertahanan
28 Maret 2012, Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Ukraina sepakat untuk menjalin kerja sama di bidang pertahanan. Kesepakatan kerja sama itu dibahas dalam pertemuan bilateral antara Presiden Yudhoyono dan Presiden Ukraina, Viktor Yanukovych di sela-sela pelaksanaan KTT Keamanan Nuklir di Seoul, Korea Selatan, Selasa (27/3) waktu setempat. "Ukraina memiliki industri pertahanan yang cukup matang, jadi perlu menjalin kerja sama. Tapi semua tetap dilakukan sesuai dengan kebutuhan nasional dan peraturan yang ada," kata Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa di sela mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan di Seoul, Korea Selatan, Rabu (28/3).


27 Maret 2012 : Hawk Lakukan Operasi Elang untuk Amankan ALKI
27 Maret 2012, Jakarta: Pesawat Tempur Hawk 100 TT-0221 dan Hawk 200 TT-0229 melakukan pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dalam gelar Operasi Alur Elang, Selasa (27/03), lepas landas dari parking area Terminal Selatan Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma.

27 Maret 2012 : TNI dan TLDB Gelar Latma Helang 13B/12
Manuvra lapangan pada latihan bersama (Latma) antara TNI Angkatan Laut dan Tentera Laut Diraja Brunai Darusalam (TLDB) dengan sandi Helang Laut 13B/12 melaksanakan manuvra formasi “D” yang terdiri dari KDB Darussalam-06, KRI Lemadang-632 dan KDB Berkat-18 di Perairan Brunei.


26 Maret 2012 : RI akan Beli Pesawat Tanpa Awak Teknologi Israel
26 Maret 2012, Jakarta: Kementerian Pertahanan berencana membeli empat pesawat tanpa awak dari Filipina. Menurut Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsuddin dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, pesawat tanpa awak yang akan dibeli dari Filipina itu menggunakan teknologi dari Israel.


26 Maret 2012 : TNI Lakukan Latihan Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012
Latihan ini berlangsung 20 Maret hingga 1 April 2012. Sementara itu, Ekspedisi Khatulistiwa itu sendiri akan berlangsung awal April hingga 17 Juli 2012.


25 Maret 2012 : Indonesia Khawatir soal Roket Korut
25 Maret 2012, Jakarta: Pemerintah Indonesia menyatakan khawatir terkait rencana pemerintah Korea Utara untuk meluncurkan roket jarak jauhnya pada April 2012 mendatang. Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri AS Kurt Campbell memperkirakan, roket tersebut akan jatuh di sekitar perairan Indonesia, Australia, dan Filipina.


22 Maret 2012 : 136 Marinir Dikirim Ke Pulau Terluar di Papua
22 Maret 2012, Jakarta: Sebanyak 136 prajurit Marinir TNI AL dikirim ke pulau terluar di wilayah Papua, Kamis (22/3/2012). Mereka diangkut KRI Teluk Hading-538, salah satu unsur Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dan bertolak dari Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta utara.


22 Maret 2012 : Unjani Kembangkan Teknologi Militer
22 Maret 2012, Medan: Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) bertekad mengembangkan teknologi militer melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS) seperti PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia (DI).


20 Maret 2012 : Pesawat Patroli TNI AL Halau Pesawat Malaysia di Ambalat
20 Maret 2012, Surabaya: Pesawat patroli TNI-AL mengusir satu pesawat Tentara Diraja Malaysia yang melanggar wilayah Indonesia dengan terbang di atas Karang Unarang, Perairan Ambalat, Kalimantan Timur.


20 Maret 2012 : Indonesia Siapkan Tiga Heli Mi-17 bagi Misi Perdamaian PBB
20 Maret 2012, Jakarta: Pemerintah Indonesia berencana menyiapkan tiga helikopter angkut untuk membantu misi perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon telah meminta Indonesia untuk menyiapkan heli tersebut.


18 Maret 2012 : Kapal Militer Asing Sering Melintasi Selat Sunda
Kapal perang jenis FPB KRI Todak-631 mengawal kapal perang jenis LPD USS Green Bay (LPD 20) saat melintasi perairan Indonesia.
18 Maret 2012, Cilegon: Sejak beberapa pekan ini, aktivitas kapal militer asing di Selat Sunda meningkat. Ini lantaran adanya pemindahan 4.700 pasukan Amerika Serikat (AS) dari pangkalan militer AS di Okinawa ke beberapa pangkalan militernya di Pasifik, seperti Hawaii, Australia dan Philipina.


16 Maret 2012 : TNI Kirim Pasukan ke Perbatasan Malaysia
16 Maret 2012 : TNI AL sedang menunggu penyelesaian tiga unit kapal selam diesel elektrik dari Korea Selatan. "Juga empat kapal perusak kawal rudal yang dibangun PT PAL," kata Soeparno. Kapal selam yang dipesan dari Korea diperkirakan akan selesai pada 2015 dan 2016. Sesuai kesepakatan, pembuatan satu kapal selam akan dilakukan di Indonesia melalui industri pertahanan dalam negeri

Selain itu, empat unit KCR Trimaran juga dipesan dari dalam negeri, dan 16 unit kapal cepat rudal (KCR) dengan panjang 40 meter rampung pengerjaannya akhir 2014. Sebanyak 15 unit kapal cepat rudal dengan panjang 60 meter juga telah dipesan.


13 Maret 2012 : Korsel-Taiwan Berencana Hibahkan Satu Skuadron F-5
13 Maret 2012, Jakarta: TNI Angkatan Udara (AU) memprogramkan penerimaan hibah satu skuadron (asumsi 16 unit) pesawat tempur F-5 dari Korea Selatan. Proses hibah ini berkaitan dengan pembelian satu skuadron pesawat tempur ringan T-50 dari negara itu.


8 Maret 2012 : PT DI Serahkan Pesawat CN-235 Keempat Pesanan Korsel
8 Maret 2012, Bandung: PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan menyerahkan pesawat CN-235 Maritime Patrol Aircraft (MPA) keempat pesanan Korea Selatan. Serah terima dilakukan di hanggar PTDI Jalan Pajajaran Kota Bandung, Jumat (9/3).


Sumber : ANTARA

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 3/31/2012

March 30, 2012

F-35 JSF Mengisi Bahan Bakar Di Udara


F-35 JSF refuel
Mengagumkan, menunjukkan F-35 Joint Strike Fighter sedang melakukan pengisian bahan bakar pada malam hari. Di gambar atas menunjukkan F-35 A AF-4 terbang tepat dibelakang sebuah Stratotanker-135 KC di langit sekitar pangkalan udara Edwards, California, Amerika Serikat.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 3/30/2012

March 29, 2012

10 Fakta Perompak Somalia


Insiden pembajakan di lepas pantai Somalia telah menjadi perhatian dunia dalam beberapa tahun terakhir. Sebelum tahun 2005, pembajakan di daerah ini bukanlah perhatian utama. Para perompak Somalia pada awalnya digambarkan hanya sebagai nelayan menganggur yang hanya mencoba untuk melindungi perairan pantai Somalia dari penyusup yang melakukan penangkapan ikan ilegal atau membuang limbah beracun. Fakta-fakta tentang pembajakan di Somalia menunjukkan kecanggihan dan kompleksitas dari beberapa bajak laut modern saat ini.



Uang Tebusan
Para perompak Somalia tidak menyita sebuah kapal untuk nilai kapal atau muatannya. Pembajakan di Somalia hanya difokuskan pada nilai awak kapal sebagai sandera. Para perompak Somalia menyadari bahwa di beberapa negara, kehidupan kru adalah lebih penting.

Senjata
Para perompak Somalia rata-rata menggunakan persenjataan yang modern. Mereka bersenjatakan granat roket dan senjata berat lainnya. Mereka juga menggunakan perangkat komunikasi modern untuk koordinasi dalam tugasnya.

Target
Sasaran bajak laut Somalia adalah kapal-kapal yang melalui perairan yang sebagian besar tidak dipatroli seperti Teluk Aden dan Straight of Malacca. Menurut majalah TIME, 90% perdagangan global melalui perairan ini.

Jarak
Para perompak Somalia menggunakan "kapal induk" guna meluncurkan serangan di kapal yang beroperasi jauh di lepas pantai Somalia. Kegiatan bajak laut Somalia dapat mencapai 200 mil lebih jauh dari Zona Ekonomi.

Kesalahan
Beberapa kelompok kecil perompak Somalia beroperasi secara brutal, membabi buta tanpa mengetahui informasi tentang kapal target mereka. Pada tengah malam 2009, USS Nicholas ditembaki oleh sekelompok kecil bajak laut Somalia. Padahal USS Nicholas adalah kapal perusak/fregate yang dilengkapi dengan rudal-rudal modern. Akhirnya kelompok bajak laut tersebut dapat dikalahkan dan menangkap krunya.

Pelanggaran Hukum
Dapat dikatakan, negara Somalia tidak memiliki hukum. Pemerintah mereka "mati suri" hampir selama 20 tahun terakhir.

Kapal Yang Dibajak
Setiap tahun, jumlah kapal yang dibajak oleh para perompak Somalia jumlahnya semakin meningkat.

Sandera
Para perompak Somalia akan terus menahan penumpang dan awak kapal selama uang tebusan belum mereka diterima.

Dukungan
Para perompak Somalia didukung oleh kota-kota pesisir di sepanjang garis pantai Somalia. Sebagian besar kapal-kapal yang mereka bajak disimpan di pelabuhan Eyl, Somalia. Hanya sebagian kecil perompak Somalia yang melakukan perompakan yang sesungguhnya, sebagian besar target mereka adalah uang tebusan.

Ekonomi
Ekonomi meningkat di wilayah pesisir Somalia yang mana di daerah itu berkembang pembajakan. Banyak rumah-rumah dan mobil mewah yang dibeli dari hasil perompakan. Ada restoran khusus yang bertugas memberi makan para sandera.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 3/29/2012

March 26, 2012

Robot Cheetah Dari DARPA


Penggunaan ground robot di militer memang telah menyelamatkan banyak nyawa dan mencegah ribuan korban lainnya. Jika keterbatasan kemampuan mobilitas dan manipulasi robot dapat diatasi, maka robot akan jauh lebih efektif dalam berbagi misi penting militer. Program DARPA’s Maximum Mobility and Manipulation (M3) berusaha menunjukkan dan menciptakan kemajuan ilmiah dan rekayasa yang signifikan dalam mobilitas robot dan kemapuan manipulasi. ---Lagi-lagi DARPA hehe...----

Program M3 DARPA mengejar 4 penelitian paralel dan pengembangan yaitu : desain alat, perbaikan proses dan metode produksi, peningkatan kontrol mobilitas dan manipulasi robot dan demonstrasi prototipe.

Robot cheetah DARPA

Dari video yang dirilis DARPA menunjukkan sebuah demonstrasi dari robot "cheetah" berlari dengan kecepatan mencapai 18 mil/jam, itu merupakan rekor terbaru untuk robot berkaki. Rekor sebelumnya adalah 13,1 mil/jam, dibuat pada tahun 1989.

Gerakan robot cheetah tersebut pun beragam layaknya hewan cheetah yang sesungguhnya. Prinsip meregang dan melentur robot tersebut meningkatkan langkah dan kecepatan berjalannya.

Versi robot cheetah yang dirilis saat ini memang cuma berjalan di atas treadmil laboratorium dimana robot tersebut masih didukung oleh pompa hidrolik dan masih menggunakan alat bantu lain. Robot cheetah tersebut baru akan diuji di alam bebas pada akhir tahun ini.

Program M3 melakukan penelitian dasar dan tidak terfokus pada suatu misi militer tertentu saja, tapi teknologi tersebut bertujuan untuk dikembangkan dan diaplikasikan pada berbagai kebutuhan militer yang potensial.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 3/26/2012

March 25, 2012

Militer Rusia Akan Membuang 4 Juta Senjata Pada Tahun 2015


Kementerian Pertahanan Rusia berencana untuk membuang sekitar 4 juta senjata usang pada tahun 2015 nanti, terutama senapan serbu AK-47. Dikutip dari harian Rusia Izvestia Rabu lalu.


Menurut sumber di industri pertahanan Rusia, dari 16 juta senjata di gudang militer, 6,45 juta diantaranya akan dipensiunkan.

Deputi Pertama Menteri Pertahanan Rusia Alexander Sukhorukov mengatakan bahwa pada September tahun lalu, jumlah AK-47 yang aktif adalah sekitar 17 juta unit.

Para pengamat mengatakan jumlah senjata tersebut sangat berlebihan bagi pasukan militer Rusia yang hanya sekitar 1 juta prajurit.

AK-47 merupakan senapan serbu yang paling banyak digunakan dan sangat terkenal di dunia. Digunakan oleh militer di 50 negara, serta digunakan oleh gerilyawan, pemberontak bahkan teroris.
Berbagai Varian AK-47
Pada januari lalu, produsen senjata api terbesar Rusia, Izhmash telah meluncurkan sebuah senapan serbu baru yang merupakan masih dari varian Kalashnikov.


Efran Syah
ARTILERI Updated at: 3/25/2012

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost