;

February 25, 2012

Varian senapan SVD terbaru Rusia - The Magpul


Fenomena Magpul telah menyelimuti Rusia. Adalah Gennady M. Kozhaev, perancang senjata dan pemilik dari OOO Skat, telah mengembangkan berbagai varian senapan modern SVD (Snayperskaya Vintovka Dragunova atau Senapan Runduk Dragunov). Senapan dibuat dengan menggunakan Izhmash Tigr receiver dan Lothar Walther barel.

SVD terbaru Rusia The Magpul
Fitur pegangan senapan layaknya pistol AR-15 dan Magpul PRS. Memiliki rel yang panjang di atas.  Gas Block telah di desain ulang dan terlihat jauh lebih besar ketimbang SVD asli. Dilihat dari foto, gas block sepertinya memiliki regulator gas yang adjustable.

Disassembling SVD
Mr. Kozhaev juga telah mengmbangkan varian kompak yang berlaras pendek, gas block yang rendah sehingga cocok di bawah rel, pistol grip (pegangan) dan seperti halnya SVD asli yang dapat dilipat.

SVD
SVD
Dengan bagian yang dimodifikasi dan laras yang lebih baik, senapan ini akan jauh lebih akurat ketimbang SVD pendahulunya. Beberapa dari kita mungkin bertanya mengapa suatu negara harus mengadopsi senjata ini? Apakah bisa laku keras? Jawabannya adalah karena hal ini lebih murah. Baik dari senjatanya, biaya pelatihannya kelak (bia telah memakai SVD sebelumnya) dan secara politik jelas lebih mudah untuk membeli senjata upgrade daripada senjata baru. Upgrade dari SVD ini jelas akan menarik bagi negara-negara yang telah memakai SVD sebelumnya.

Gennady M. Kozhaev.. Hidup bergelimang senjata hehe...
Maaf, infonya cuma sedikit :) 
Courtesy : remov.pl

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 2/25/2012

February 24, 2012

Senapan Runduk Dragunov (SVD) Uni Soviet > Rusia


Di era 1950-an, militer Uni Soviet menyadari akan pentingnya senapan yang akurat untuk dipakai pada tingkat peleton. Pada tahun 1958 dibuka tender antar para pembuat senjata Soviet untuk membuat senapan baru ini. Pemenang tender di atas adalah senapan yang dirancang tim yang dipimpin oleh Evgeniy Fedorovich Dragunov. Pada tahun 1963, SVD resmi dipakai Angkatan Darat Uni Soviet.

svd dengan bahan kayu popor dan pegangan
Dragunov  SVD
Senapan Runduk Dragunov (Snayperskaya Vintovka Dragunova, disingkat jadi SVD) adalah senapan semi-otomatis hasil rancang Evgeniy Fedorovich Dragunov Uni Soviet pada tahun 1958 sampai 1963. Merupakan senapan pertama yang dibuat khusus untuk penembak jitu, dan lazim ditemukan di negara-negara mantan Blok Timur, negara-negara pecahan Uni Soviet, Timur Tengah, dan negara-negara lain yang berhubungan baik dengan Uni Soviet/Rusia seperti India, Vietnam, dan Venezuela. Senapan ini juga diproduksi lokal di India, China, dan Iran.

Awalnya SVD memiliki desain yang terbuat dari kayu yang terlaminating seperti di bagian popor, pegangan belakang, dan pegangan depan. lapisan laminating ini digunakan untuk menambah nilai estetiknya selain untuk melindungi kayu yang dilapisinya. Namun memiliki kelemahan dalam hal ini, bagian kayu dari SVD ternyata menyala kuning terang bila dilihat melalui teropong night vision.

yang terbaik di masanya
Alat bidik PSO-1 SVD termasuk yang paling mutakhir di masanya.
SVD masa kini dibuat dengan polimer hitam untuk mengurangi berat dan menghindari kelemahan di tersebut. Pada tahun 1990-an, IZhMASh juga memodifikasi bagian dalam SVD, agar lebih kuat dan untuk mempersiapkan SVD diekspor dalam berbagai kaliber lain.

Di era Uni Soviet, setiap regu diberikan satu SVD. Biasanya hanya diberikan pada prajurit yang telah memiliki pelatihan khusus untuk menggunakan senapan ini. Prajurit ini bergerak bersama-sama dengan regunya dan dimaksudkan untuk menambahkan jarak jangkauan mereka sampai 600 meter. Tanpa SVD, jarak efektif regu infanteri ini hanya sampai 300 meter, karena kecilnya jangkauan AK-47. Jika dilihat dari perannya, secara teknis SVD bukan senapan penembak runduk, tetapi senapan penembak jitu.

masa kini dengan bahan polimer hitam
Dengan bahan polimer hitam
Dirancang untuk memperjauh jarak jangkauan regu, senapan ini kuat dan tahan banting. Ini terlihat dari adanya tempat untuk pemasangan bayonet, serta bidikan besi cadangan apabila alat bidik teleskopnya rusak. Kehandalan senapan ini masih diakui, dan senapan ini masih dipakai di Angkatan Bersenjata Rusia dan satuan penegak hukum Rusia.

Senjata ringan buatan Soviet secara umum terkenal sangat tahan lama, ini dibuktikan dengan banyaknya SVD yang secara luas dipakai dan memiliki "karier" yang panjang. Senapan ini dipakai pada banyak konflik diseluruh dunia, antara lain Perang Vietnam, Chechnya, Perang Teluk, Perang Irak, hingga Konflik di Libya.


Spesifikasi
Berat : 4,31 kg (kosong)
Panjang : 1.225 mm
Panjang laras : 610 mm
Peluru :7,62 × 54 mmR
Mekanisme : Operasi gas
Kecepatan peluru : 830 m/s
Jarak efektif : 800 m
Jarak jangkauan : 1.300 m
Amunisi : Magazin box 10-butir
Alat bidik : Teleskop dan bidikan besi

Wikipedia

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 2/24/2012

Pengguna iPhone Dimata-Matai oleh Google


Menurut sebuah pemberitaan di Amerika Serikat, diberitakan bahwa Google telah melakukan kegiatan mata-mata atas jutaan pengguna iPhone di seluruh dunia

Dalam sebuah laporan khusus yang diterbitkan pada hari Jum'at (17-2-2012) lalu, adalah The Wall street Journal yang mengatakan bahwa Google telah bekerjasama dengan sejumlah biro pengiklanan dengan menempatkan srcipt/kode khusus yang memungkinkan Google untuk melacak seluruh aktivitas pengguna iPhone.

Tetapi Google membantah kegiatan spionase ini. Google membantah bahwa script yang tertanam ataupun cookies yang melacak aktivitas pengguna hanya diaktifkan saat pengguna membuka layanan Google misalnya Gmail.

Meskipun demikian, Google mengakui bahwa karena adanya script tersebut, cookies iklan Google dapat terinstal langsung walaupun tanpa sepengetahun dan izin pengguna.

Mesin browser Safari (Apple) awalnya dapat menghalangi kegiatan pelacakan semacam itu. Tetapi script Google tersebut masih dapat menjebolnya, menurut laporan itu.

Jonathan Mayer, Peneliti Universitas Stanford itulah yang menemukan script tersebut. Berdasarkan saran Mayer, penasihat teknis melaporkan kepada The Wall Street Journal bahwa ia telah menemukan kode pelacakan Google tersebut dipasang di iPhone dengan 23 dari 100 website top.

Dia menyebutkan beberapa kode ditanamkan pada situs iklan, mulai dari Fandango.com, Match.com, AOL.com, TMZ.com, Urbandictionary.com dan sejumlah situs lainnya.

Ditambahkan, karena terpasangnya script tersebut, Google dapat memantau seluruh aktivitas pengguna di sejumlah besar website.

presstv.ir

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 2/24/2012

February 23, 2012

Humor Militer Foto Bag.1

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 2/23/2012

Apa ya judulnya? F-16 Bekas Pakai USAF atau Pesawat-pesawat Canggih dan Pesawat Tua Indonesia? Atau anda punya judul lain? haha... Optimis


Pembelian SU-27SK and SU-30MKK Flanker-family fighters dari Rusia pada 2003 dan 2007 lalu telah menarik banyak perhatian pengamat militer dunia. Sekarang negara ini akan menambah jet high-end fighter yang jelas harus lebih canggih dari pesawat-pesawat tua dalam armadanya antara lain dengan menambah 24 unit F-16 dari USAF.

jet tempur indonesia
ilustrasi SU-27SK
Seperti pandangan negara lain, F-16 memiliki sejarah suram di angkatan udara Indonesia. Tuduhan pembunuhan massal militer Indonesia dan pelanggaran HAM di Timor-Timur menyebabkan embargo senjata AS pada 1999. Yang akhirnya menyebabkan masalah yang besar bagi F-16 dan pesawat dari USAF lainnya. Yaitu masalah perawatan dan suku cadang dari 12 F-16A/B Block 15s, dan 16 F-5E/F fighters. Embargo AS dicabut pada bulan November 2005, karena kekhawatiran tentang pelanggaran HAM dikalahkan oleh kampanye global melawan terorisme.

jet tempur indonesia
F-16 Blue Eagle
jet tempur indonesia
F-5E/F fighters

Apa yang akan mengawal Republik yang luas ini?

TNI AU sangat mengapresiasi dengan adanya 10 Sukhoi tersebut tapi itu masih jauh dari cukup untuk wilayah Indonesia yang luas. Beberapa F-16 memang sudah sembuh dari "sakit" dan telah ikut berpartisipasi dalam latihan AUSINDO (dengan Australia), tetapi desain F-16 tersebut sudah sangat tua. Begitu pula dengan F-5s, perawatannya agar dapat selalu terbang semakin sulit dan biayanya semakin mahal. Begitu pula pesawat Sub-sonic HAWK209 yang dibeli Indonesia pada tahun 97, yang notabene menjadi tulang punggung armada TNI AU, sudah kurang bisa diandalkan. TNI Au menginginkan lebih dari itu.

jet tempur indonesia
HAWK209
Indonesia jelas telah bergerak untuk mengatasi masalah tersebut dengan rencana penambahan Sukhoi dari Rusia. Atau juga dengan membeli jet dari Cina seperti JF-17 atau Tejas India. Terkait hal itu, T-50 Golden Eagle Korea juga telah menjadi pilihan Indonesia. Tapi ini masih belum cukup. T-50 adalah jet latih supersonik yang tidak bisa diandalkan pada misi-misi tingkat tinggi seperti yang TNI AU inginkan.

Proyek pengembangan kooperatif jet tempur antara Indonesia dan Korsel memang disinyalir memang akan menghasilkan jet tempur canggih di masa depan, tapi kemungkinan baru akan selesai dan dikirimkan pada tahun 2020 atau lebih, jadi KF-X tidak memecahkan masalah jangka pendek Indonesia.

model jet tempur indonesia
Model KF-X
Apa yang memecahkan masalah jangka pendek Indonesia? yaitu tawaran 24 F-16 eks pakai USAF pada East Asian Summit 2011 lalu. Walaupun second, tapi dengan mesin dan teknologi yang diperbaharui.

Semua ini terlepas dari pro dan kontra pembelian 24 F-16 ex USAF dan isu-isu politik lainnya.
 

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 2/23/2012

February 22, 2012

Mengapa Taruna TNI AU disebut Karbol


Kalau kita mengetikkan kata "Karbol" di kolom pencarian eyang Google, maka yang muncul dihalaman pertama adalah informasi tentang kadet TNI AU dan informasi tentang cairan antiseptik. Kalau saya sih dulu biasanya menggunakan karbol sebagai cairan antiseptik kamar mandi . Kenapa kadet TNI AU disebut dengan sebutan Karbol? Cukup banyak yang bertanya-tanya tentang hal ini. Sebutan itu memang merujuk kepada cairan antiseptik Karbol. Ya nggak lah MAN...!! Tak ada kaitan antara keduanya hehe.... Nih ane review sejarahnya.

Sebutan Karbol telah memang melekat dikalangan Taruna AAU sejak dekade 60-an, meskipun waktu itu baru sebatas dari mulut ke mulut dan belum ada hitam diatas putih "tentang aturan baku, namun sebutan Karbol bagi Taruna AAU sudah berusia empat puluh tahun lebih.

sejarah sebutan karbol aau
Karbol AAU
Setelah mengalami pasang surut, akhirnya pada tahun 2000, penggunaan istilah Karbol pun mendapat de yure. Melalui surat Keputusan Kepala Staf TNI AU Nomor : Skep 179/VII/2000 tanggal 18 Juli 2000. Kasau yang waktu itu dijabat oleh Marsekal TNI Hanafi Asnan memandang perlu adanya aturan tentang penggunaan sebutan Karbol bagi Taruna AAU.

"Karbol" adalah nama panggilan populer yang melekat pada Laksamana Madya Udara Profesor Doktor Abdulrahman Saleh (almarhum). Sejak semasa beliau masih mahasiswa Kedokteran di "Geneeskundige Ilogeschool" Batavia (sekarang "Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia"), beliau dikenal sebagai satu-satunya ahli ilmu "Faal" pada saat itu di zaman jajahan pemerintahan Hindia Belanda.

Sebagai mahasiswa senior beliau dikenal sebagai orang yang menekuni radiotelegrafi. Bahkan pada zaman pendudukan pemerintah militer Jepang, beliau berhasil merakit stasiun radio amatir di asrama Salemba Jakarta. Stasiun radio ini sangat berguna untuk para pejuang gerakan bawah tanah pemuda-pemuda kita selama 3,5 tahun pendudukan Jepang (antara lain para pemuda seperti Sutan Syahrir, Adam Malik dan kawan-kawan). Di samping itu beliau juga dikenal sebagai mahasiswa yang menekuni mesin-mesin mobil dan mesin-mesin pabrik pada zaman Belanda pada waktu itu boleh dikatakan "Langka". Segala sesuatu yang berkaitan dengan perlistrikan, baik dalam ilmu pengetahuan maupun prakteknya beliau kuasai.

Abdulrachman Saleh
Secara fisik, Abdulrahman Saleh yang lahir pada 1 Juli 1909 di Kwitang, Jakarta, adalah seorang Pemuda yang bertubuh tegap, tinggi, berbadan atletis, kulit sedikit gelap dengan rambut keriting (ikal). Dikalangan para dosen (yang kebanyakan orang Belanda) Abdulrachman Saleh dikenal karena otaknya yang cemerlang, inovatif sekaligus kreatif. Meskipun ia adalah orang pribumi, namun pribadi nya tidak kalah dengan mahasiswa lain yang kebanyakan orang Belanda.

Karena berbagai ciri keunggulan, salah seorang dosennya yang orang Belanda sering memanggil Abdulrachman Saleh dengan sebutan Krullebol (rambut ikal/si Kriting yang cerdas).
rambut ikal

Sumber: http://altileri.blogspot.com/2012/02/abdulrachman-saleh-mengenal-lebih-dekat.html
Silahkan sahabat copy bila artikel ini dianggap bermanfaat. Saya harapkan toleransi sahabat untuk mencantumkan sumber, minimal teks biasa semisal: altileri.blogspot.com. Terimakasih
rambut ikal

Sumber: http://altileri.blogspot.com/2012/02/abdulrachman-saleh-mengenal-lebih-dekat.html
Silahkan sahabat copy bila artikel ini dianggap bermanfaat. Saya harapkan toleransi sahabat untuk mencantumkan sumber, minimal teks biasa semisal: altileri.blogspot.com. Terimakasih
rambut ikal

Sumber: http://altileri.blogspot.com/2012/02/abdulrachman-saleh-mengenal-lebih-dekat.html
Silahkan sahabat copy bila artikel ini dianggap bermanfaat. Saya harapkan toleransi sahabat untuk mencantumkan sumber, minimal teks biasa semisal: altileri.blogspot.com. Terimakasih


Merupakan Ide dari Marsekal TNI (Purn) Saleh Basarah (Alm)

Letnan Kolonel Udara Saleh Basarah yang pada tahun 1963 menjabat sebagai Perwira Udara Wing Dik 001 merangkap anggota pelaksana proyek Akademi Angkatan Udara mempuyai gagasan agar sebutan Karbol digunakan dilingkungan para Cadet Angkatan Udara.

Ide ini diilhami, ketika Letkol Udara Saleh Basarah mengikuti perjalanan muhibah dalam sebuah misi pendidikan ke luar negeri pada tahun 1963 yang dilaksanakan ke beberapa negara Eropa, Asia dan Amerika. Ketika berkunjung ke USAF (United Stated Air Force) di Washington selama sepekan, Letkol Udara Saleh Basarah mendengar panggilan "Mr.Doolly", "The Doolles", Doolly" dikalangan Cadet. Setelah ditanyakan, ternyata itu panggilan yang diadopsi dari seorang penerbang militer AS yang begitu hebat prestasinya General USAF James H. "Jimmy" Doollitle.

yang menggagas sebutan karbol
Marsekal TNI (Purn) Saleh Basarah
Setelah kembali ke Indonesia, Letkol Udara Saleh Basarah tertarik dengan cara yang dilakukan oleh USAF Academy. Letkol Udara Saleh Basarah pun ingat dengan tokoh idolanya yaitu Komodor Muda Udara Prof.Dr. Abdulrachman Saleh yang punya sebutan pak Karbol. Maka ia pun mengusulkan kepada Komandan Komando Pendidikan TNI AU agar sebutan Karbol digunakan untuk menyebut Kadet AU.

Usul itupun diterima, tanpa melalui surat keputusan apapun, akhirnya tahun 1963 panggilan Karbol langsung disosialisasikan dikalangan Kadet AU melalui Senat Taruna dalam sebuah Apel Pagi dilapangan Maguwo. Dan sejak tahun 1963 sebutan Karbol telah melekat pada diri Taruna AAU.

Dengan sebutan Karbol untuk Taruna Akademi TNI Angkatan Udara, diharapkan para Karbol dapat mencontoh kemampuan beliau dalam menekuni setiap materi ajaran dan latihan yang diberikan baik di kelas maupun di lapangan, sehingga para Karbol dapat mahir dan terampil di bidang tugasnya.

Mengapa kata Krullebol menjadi kata Karbol? Hmm.... Apakah kata Krullebol (Belanda) bila diucapkan maka akan menjadi Karbol atau cuma karena faktor salah sebut dari sahabat-sahabat beliau?

aau.ac.id

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 2/22/2012

February 21, 2012

Eurocopter X3 Perancis Kecepatannya Mencapai 430 km/jam


Sebenarnya Eorocopter X3 atau biasa disebut Eurocpter X3 sudah diperkenalkan sejak 2011 lalu, tapi tak apa kan sedikit kita ulas lagi dan kita lihat galeri fotonyo.

Merupakan buatan Eorocopter, Perancis. Digadang-gadang sebagai helikopter tercepat di dunia. Bila kecepatan helikopter biasa dapat mencapai 240 km/jam, maka Eurocopter dapat mencapai kecepatan 430 km/jam, ya hampir 2 kali lipat. Dapat melaju sangat cepat karena adanya rotor (Tilt Rotor) tambahan yang mesinnya terpisah dari mesin rotor utama yang menggerakkan baling-baling di kedua sisi heli tersebut.

Pengoperasiannya pun cukup mudah. Tak perlu pilot heli yang dididik khusus untuk mengoperasikannya, pilot heli biasa pun dapat mengoperasikannya.

Saat ini sebenarnya pihak Eurocopter telah memproduksi varian terbarunya yaitu X4. Nama X4 diberikan hanya sebagai sebutan agar tidak membingungkan. Entah apa namanya nanti ketika dirilis. X4 diperkirakan akan melakukan terbang perdana pada 2015. Mereka mengatakan tingkat kebisingan X4 70% lebih kecil dan konsumsi bahan bakar lebih hemat 30% dari helikopter lain seukurannya.

Dibawah ini adalah foto-foto Eurocopter X3

helikopter tercepat di dunia buatan perancis
Eorocopter X3

helikopter tercepat di dunia buatan perancis
Eorocopter X3

helikopter tercepat di dunia buatan perancis
Eorocopter X3

helikopter tercepat di dunia buatan perancis
Eorocopter X3

helikopter tercepat di dunia buatan perancis
Eorocopter X3

Eorocopter X3

helikopter tercepat di dunia buatan perancis
Eorocopter X3

helikopter tercepat di dunia buatan perancis
Eorocopter X3

helikopter tercepat di dunia buatan perancis
Eorocopter X3

helikopter tercepat di dunia buatan perancis
Eorocopter X3

helikopter tercepat di dunia buatan perancis
Eorocopter X3

WIRED, inilah.com, LATRIBUN

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 2/21/2012

February 20, 2012

Operasi Market Garden (Video)


Pada tanggal 17 September 1944, setelah menuntaskan peperangan di Normandia bagian utara Perancis, sebanyak 30.000 tentara Inggris dan Amerika plus tambahan 5.000 tentara dari Kanada dan Polandia mendarat di wilayah pendudukan Jerman yaitu Belanda.

Operasi yang dikomandoi oleh Jenderal Bernard Montgomery (Inggris) dimaksudkan untuk merebut dan menguasai jembatan-jembatan yang berada di belakang garis pertahanan Jerman, sehingga nantinya akan dengan mudah masuk ke wilayah pusat Industri Jerman yaitu Lembah Ruhr. Ribuan tentara pun diterjunkan dengan parasut.

masih santai sambil meminum wine
Tentara Jerman, detik-detik menunggu pendaratan tentara sekutu
Akhirnya tentara Jerman dapat memenangkan dan berhasil mempertahankan wilayah ini walaupun dengan jumlah tentara yang lebih sedikit, 20.000 personil. Hal ini menambah rentetan operasi gagal sekutu. Belasan ribu tentara sekutu (UK,US,CA,POL) tewas dan hilang. Korban di pihak Jerman "hanya" sekitar 2.000 tentara.

Ini videonya, sudah color


Military Discovery,Wikipedia

 

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 2/20/2012

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost