Latest News

Super Tucano Uji Coba Peluncur Roket AV-LM dan SUU-20B/A

 http://www.artileri.org/2014/11/super-tucano-uji-coba-peluncur-roket-av.html

Tiga pesawat EMB-314 Super Tucano pagi ini Kamis, 13 November 2014, berhasil melaksanakan uji coba peluncuran roket Folding-Fin Aerial Rocket (FFAR) kaliber 70 mm MK 4 MOD 10 dan bom SUU-20B/A BL-25 di wilayah Pandanwangi, Lumajang, dengan aman dan lancar. 

Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Sungkono, S.E., M.Si. yang menyaksikan langsung proses uji coba tersebut dari awal hingga keberangkatan ketiga pesawat Super Tucano TT. 3105, TT.3101 dan TT. 3103 yang dipiloti oleh Komandan Skadron Udara 21 Letkol Pnb Toto Ginanto dan Mayor Pnb Heri Setiawan merasa bangga atas keberhasilan tersebut.

Direktur Enginering Koharmatau Kolonel Tek Dento Priyono, dan beberapa pejabat yang terkait uji coba peluncuran roket FFAR yang hadir sejak kemarin turut menyaksikan peluncuran roket dan bom buatan PT. Dirgantara Indonesia. Turut menyaksikan pejabat-pejabat dari Sopsau, Slogau, Dislitbangau, Disaeroau, Dislambangjau, penerbang dan teknisi dari Lanud Abd Saleh. Dari pelaksanaan uji didapatkan kesimpulan bahwa peluncur roket AV-LM dapat meluncurkan roket FFAR kaliber 70 mm MK 4 MOD 10 dengan aman baik secara single maupun ripple.

Sebelum pelaksanaan uji dinamis peluncur AV-LM roket FFAR dan SUU-20B/A BL-25 ini, telah dilakukan paparan terlebih dahulu oleh Direktur Enginering Koharmatau di ruang serbaguna Skadron Udara 21. Komandan Skadron Udara 21 Letkol Pnb Toto Ginanto juga memberikan penjelasan tentang kondisi pesawat Super Tucano yang telah siap untuk dilakukan uji coba dengan menggunakan roket dan bom yang digunakan pada hari ini.

Sementara itu, Komandan Lanud Abd Saleh selain menyampaikan kebanggaannya juga sangat mendukung pelaksanaan uji coba tersebut, karena hal ini merupakan upaya mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk luar Negeri dan sebagai wujud kemandirian terhadap industri pertahanan di tanah air.

Sumber: TNI AU
Gambar: TNI AU


4 Responses to "Super Tucano Uji Coba Peluncur Roket AV-LM dan SUU-20B/A"

  1. Dari jaman TNI-AU msh pake P-51 mustang, masih awet aja roket FFAR sampe sekarang..

    ReplyDelete
  2. Memang begitu rumus perang anti gerilya pake FFAR,
    mosok nembak OPM pake YAKHONT.

    ReplyDelete
  3. Kalau bisa roket FFAR diperbanyak, diberi mata telinga dan dpt mencarisasaran..........

    ReplyDelete
    Replies
    1. FFAR sdh di produksi (lisensi) oleh pt.DI sejak th 1981 (cmiiw)
      sepertinya jumlahnya lumayan banyak, krn sudah biasa di gunakan TNI untuk BTU (bantuan tembakan udara). Siapa tau nanti insinyur2 kita bisa mengembangkan roket ini menjadi rudal, seperti bung harapkan. he..he

      Delete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.