June 18, 2013

Komponen Cadangan Bukan Wajib Militer

Bogor, Komponen Cadangan (Komcad) meski dilatih secara militer, bukanlah wajib militer tetapi lebih merupakan latihan dasar kemiliteran kepada masyarakat yang terpilih, dengan status tetap warga sipil, untuk selanjutnya diorganisir dalam rangka menjaga kesiapsiagaan bila sewaktu-waktu dibutuhkan bagi kepentingan pertahanan negara Indonesia.

Latihan TNI AD

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Pothan Kemhan) Dr. Ir.Pos M. Hutabarat, Sabtu, 15 Juni 2013, di Kantor Walikota Bogor saat menjadi nara sumber dalam Diskusi Publik "Komponen Cadangan" yang diselenggarakan oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Bogor. Turut hadir pada Diskusi Publik tersebut antara lain Dekan Fakultas Ekologi Manusia (Fema) Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Arif Satria dan Direktur Komponen Cadangan (Dirkomcad) Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI Budi Rachmat, S.E.

Dihadapan peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar Bogor Dirjen Pothan menjelaskan, sistem pertahanan Indonesia menganut sistem pertahanan semesta melibatkan seluruh warga negara, wilayah dan sumber daya nasional lainnya yang berada dan dimiliki oleh bangsa Indonesia, yang dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman.

Sesuai dengan postur pertahanan semesta komponen pertahanan terdiri dari Komponen Utama, Komponen Cadangan dan Komponen Pendukung, lebih lanjut Dirjen Pothan mengatakan saat ini RUU Komponen Cadangan sudah berada di DPR dan masuk dalam Proglegnas tahun 2013. Dalam RUU Komponen Cadangan ini disusun untuk mengatur bagaimana Komponen Cadangan direkrut, bagaimana kompensasinya, dan bagaimana statusnya, sehingga memberikan kejelasan bahwa Komponen Cadangan ini adalah bukan wajib militer.

Dirjen Pothan menjelaskan, proses pembentukan Komponen Cadangan melalui beberapa tahapan diantaranya tahapan pertama pengumuman pendaftaran calon anggota komponen cadangan pertahanan negara di instansi pemerintah, swasta dan media massa, tahapan ke dua pendaftaran yaitu calon anggota dapat secara suka rela mendaftarkan diri bagi komponen cadangan dan tahapan ke tiga seleksi bagi calon anggota yang memenuhi persyaratan umum dan kompetensi dilatih dasar kemiliteran.

Kemhan
Ilustrasi foto : Puslatpur TNI AD

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 6/18/2013

PT PAL Bangun KCR ke-3 dan Resmikan Kapal Tunda ke-2

Kami bersyukur pembangunan kapal tunda yang ke-2 dan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 m ke-3 dapat dilaksanakan di PT. PAL Indonesia yang mana merupakan Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS), sehingga pada proses pengadaan dan pemeliharaan selanjutnya akan lebih mudah lagi bagi TNI AL serta dapat memberikan alternatif solusi untuk mengurangi ketergantungan kita pada negara lain. Demikian dikatakan oleh Asisten Logistik Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Aslog Kasal) Laksamana Muda TNI Sru Handayanto, di saat menyampaikan sambutannya pada peluncuran kapal tunda ke-2 dan peletakan lunas KCR 60 m ke-3 di galangan kapal PT PAL Indonesia, Surabaya. Rabu, 12 Juni 2013.

Persmian kapal tunda ke-2 dan pembangunan KCR ke-3 TNI AL

Dalam acara launching (peluncuran) kapal tunda ke-2 dengan kode produksi M 277 merupakan simbolisasi formal akan selesainya pekerjaan, dan keel laying (peletakan lunas) KCR 60 m ke-3 dengan kode produksi W 275 yang merupakan simbolisasi formal dimulainya proses pembuatan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jenis Kapal Cepat Rudal 60 m ke-3.

Kapal tunda ke-2 memiliki data antara lain panjang keseluruhan (LOA) 29 m, lebar 10 m, tinggi geladak 5 m, sarat air 3,3 m, kecepatan 12 knot (MCR), Klasifikasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), bollard pull 30 ton, towing hook 40 ton, kapasitas akomodasi 10 orang, mesin utama : Nigata 6L22HX (2 x 1200 HP), propeller : 2 (Steerable Rudder Propeller) generator utama: 2 x 125 kW, 50 Hz, 3 phase.

Sedangkan untuk KCR 60 m ke-3 memiliki data sebagai berikut panjang keseluruhan 60 m, lebar 8,1 m, tinggi geladak 4,85 m, sarat air 2,6 m, displacement (full Load) 460 ton, kecepatan maksimal/ jelajah 28/20 knot, mesin utama 2x3860 hp, jangkauan di 20 knot (jelajah) 2400 nm, daya tahan 5 hari, jumlah ABK 55 orang. Stabilitas kapal memenuhi kriteria standar IMO A (749), bentuk siluet kapal dirancang untuk meminimalisir Radar Cross Section (RSC) dan kapal memiliki kemampuan tempur pada sea state 4 dan bernavigasi pada sea state 6.

Selain memiliki data tersebut di atas, kapal jenis KCR 60 m ini memiliki kemampuan Anti Air Warfare (AAW), Anti Surface Warfare (ASW), Electronic Warfare (EW) dan Naval Gun Fire Support (NGFS) serta memiliki fungsi tambahan sebagai pengintai, Search and Rescue (SAR), lawan infiltrasi, operasi bakti TNI.

Kegiatan yang berlangsung di PT PAL Indonesia ini dihadiri oleh Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M. Hum, Kadismatal, Kadisadal dan Komandan Satgas, serta Dirut PT PAL Ir. M. Firmansyah Arifin, M.M dan para pejabat teras PT PAL lainnya.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 6/18/2013

Jangkauan Rudal Patriot AS Makin Jauh

Baru-baru ini Amerika Serikat berhasil menguji coba rudal "PAC-3 MSE" yang merupakan versi baru dari rudal sistem pertahanan udara Patriot. Lockheed Martin yang bertanggung jawab atas pengembangan rudal ini menunjukkan rudal PAC-3 MSE berhasil mengintersep dan menghancurkan dua target berbeda saat uji coba penerbangan pada 6 Juni 2013 di White Sands Missile Range, New Mexico.

Penembakan rudal PAC-3 MSE

Target pertama yaitu rudal balistik taktis (TBM) dihancurkan oleh dua rudal PAC-3 MSE. Rudal pertama berhasil menghancurkan target dan rudal kedua hancur sendiri seperti yang telah direncanakan. Target kedua yaitu rudal jelajah BQM-74 dihancurkan oleh rudal PAC-MSE ketiga. Data awal menunjukkan tidak ada kesalahan dan semua tujuan telah dicapai.

Roket motor dan komponen yang baru, serta desain ulangnya meningkatkan jangkauan rudal PAC-3 menjadi lebih dari 35 kilometer dan ketinggian lebih dari 36.000 meter. Jauhnya jangkauan rudal PAC-3 MSE ini hampir 50 persen lebih dari jangkauan rudal sebelumnya yaitu PAC-3. Namun, sedikit kekurangannya adalah rudal PAC-3 MSE berbobot lebih berat daripada rudal PAC-3 yang mengakibatkan jumlah rudal yang bisa diakomodasi oleh sebuah peluncur Patriot berkurang dari 16 menjadi 12 rudal saja.

Diperkenalkan pada tahun 1981, Patriot awalnya memiliki umur simpan hingga 15 tahun, tapi setelah beberapa kali mengalami fase upgrade dan renovasi, menjadikan lebih dari 100.000 rudal yang dibangun sejak tahun 1980 bisa tetap disimpan dalam layanan untuk dekade berikutnya. Perbaikan rudal Patriot antara lain adalah penggunaan teknologi baru untuk secara akurat mengukur kerusakan akibat termakan usia di banyak komponen. Tentu saja ini menjadi aspek penting untuk bisa memperpanjang masa hidup rudal ini. Seluruh rudal yang dibangun lebih dari dua dekade lalu, semuanya akan diubah menjadi versi MSE.

Versi saat ini dari desain rudal patriot asli (MIM-104E PAC-2) senilai US$2 juta masing-masing dan digunakan untuk menghadapi pesawat dan rudal. Sedangkan rudal anti-rudal PAC-3 (MIM-104F) yang lebih kecil hanya dapat digunakan terhadap rudal dan dengan harga sampai US$ 3 juta. PAC-3 sendiri mulai dioperasikan pada tahun 2002.

Rudal PAC-3 MSE menghancurkan target

Angkatan Darat AS memiliki sepuluh batalyon rudal anti-pesawat Patriot. Tiap batalyon terdiri dari 12-24 peluncur Patriot dalam 3-6 baterai. Setiap baterai diawaki oleh sekitar seratus tentara, berikut radar dan ditambah empat peluncur. Sebuah baterai dapat menembakkan salah satu jenis rudal Patriot. Rudal PAC-3 (anti-rudal) berukuran lebih kecil dari versi PAC-2 (anti pesawat), sehingga satu unit peluncur Patriot bisa mengakomodasi 12 atau 16 rudal PAC 3, sedangkan PAC-2 hanya empat rudal saja.

Sebuah rudal PAC-2 memiliki bobot sekitar 1.000 kilogram, PAC-3 standar beratnya hanya sepertiga dari PAC-2. PAC 3 memiliki jangkauan yang lebih pendek (sekitar 20 kilometer) dibandingkan versi PAC-2 anti-pesawat yang memiliki jangkauan 70 kilometer. Sebenarnya ada juga rudal PAC-2 versi anti-rudal, namun kurang efektif dibandingkan PAC-3 tetapi menjadikan baterai Patriot mampu untuk menangani pesawat dan rudal musuh dengan cepat.

Sementara masing-masing peluncur Patriot sarat dengan rudal PAC-3, hanya dapat bertahan melawan rudal balistik yang mendekat dalam jangkauan yang lebih pendek (20-35 kilometer), meskipun radar Patriot dapat mendeteksi target keluar hingga seratus kilometer. Dua rudal PAC-3 akan ditembakkan untuk setiap rudal balistik yang mendekat, ini untuk meningkatkan probabilitas hit. Rudal PAC-3 memiliki radar sendiri yang berfungsi untuk melacak hulu ledak yang masuk dan selanjutnya melakukan tabrakan.

[Kredit foto : Lockheed Martin]

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 6/18/2013

Manuver Sukhoi Su-35, Bikin Lupa Manuver F-22 dan F-35

Sukhoi Su-35

Sukhoi Su-35 (Sebutan NATO : Flanker E), adalah versi terbaru dari pesawat tempur super manuver multiguna buatan Rusia yang telah menunjukkan kemampuannya yang menakjubkan di hari pertamanya saat pameran penerbangan Paris Air Show ke-50 di Le Bourget, Paris, Prancis.

Dalam video, pesawat tempur generasi 4++ ini mempertunjukkan beberapa manuver yang bisa dikatakan hampir mustahil dilakukan, sekaligus mendemonstrasikan handling authority kecepatan rendah yang menakjubkan.


Ok, itu memang bukan pesawat siluman (namun banyak sumber mengatakan Su-35 bisa mendeteksi pesawat siluman seperti F-35 pada jarak lebih dari 90 kilometer), tetapi sekali saja Su-35 terlibat dalam pertempuran udara dalam jarak visual (WVR), Su-35 akan dengan mudah bermanuver untuk mengarahkan "hidung" dan senjatanya ke arah manapun untuk menemukan posisi yang tepat untuk "membunuh".

Beberapa minggu lalu, banyak yang terkesan dengan sebuah uji coba penerbangan yang dilakukan oleh F-35 JSF. Dalam video itu F-35 memeragakan manuver serangan sudut tinggi (AOA).

Bill Flynn, pilot uji coba Lockheed Martin yang bertanggung jawab untuk kegiatan ekspansi penerbangan untuk JSF baru-baru ini mengatakan bahwa semua varian Joint Strike Fighter (3 varian) akan memiliki kinerja kinematik yang lebih baik dari pesawat tempur generasi kempat, termasuk Eurofighter Typhoon dan Boeing F/A A-18-E/ F Super Hornet.


Manuver F-35 yang ditampilkan dalam video tampaknya biasa saja  Berbeda sekali dengan Sukhoi Su-35 yang sangat mengesankan.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 6/18/2013

June 17, 2013

Rusia akan Jual Sukhoi Su-35 saat Paris Air Show

Su-35
Su-35 (Foto : KnAAPO)
Eksportir senjata Rusia Rosoboronexport berencana untuk menandatangani sejumlah kontrak ekspor untuk pengiriman pesawat tempur Sukhoi Su-35s dan helikopter tempur Ka-52 Hokum-B, serta pesawat latih tempur Yak-130 Mitten pada saat Paris Air Show 2013, kata perusahaan itu.

"Kami sudah mengadakan negosiasi untuk ketiga pesawat itu dan berharap kontrak segera ditandatangani di acara itu," ujar kepala delegasi Rosoboronexport Sergei Kornev di Le Bourget Show, Paris. Namun Kornet tidak memberikan rincian dari kontrak penjualan tersebut atau lebih spesifik mengatakan dengan negara mana kontrak itu akan ditandatangani.

Paris Air Show yang ke-50 akan berlangsung di pusat pameran Le Bourget, Paris, pada 17 hingga 23 Juni dan merupakan pameran penerbangan terbesar dan tertua di dunia. Pada Paris Air Show kali ini, setidaknya 2.113 pemain terkemuka dalam industri penerbangan global dari 45 negara telah ambil bagian.

Rosoboronexport sendiri saat Paris Air Show akan mempromosikan lebih dari 100 jenis produk militer Rusia, termasuk pesawat, sistem pertahanan udara, peralatan on-board dan amunisi.

Ka-52 Hokum-B
Ka-52 Hokum-B (Foto : via Hobbyking)

Sukhoi Su-35, Ka-52 dan Yak-130

Sukhoi Su-35 Flanker-E multiguna didukung oleh dua mesin 117s dengan thrust vectoring, menggabungkan kemampuan manuver yang tinggi dan kemampuan untuk terlibat dalam banyak target dalam pertempuran udara menggunakan peluru kendali pandu/terarah dan tidak terarah dan sistem senjata.

Pesawat ini disebut-sebut bergenerasi 4++ karena sebagian sudah menggunakan teknologi pesawat generasi kelima. Menurut berbagai laporan, Angkatan Udara Rusia sendiri akan menerima 50 Su-35s pada tahun 2015.

Helikopter tempur Ka-52 Hokum-B merupakan modifikasi dari Ka-50 Hokum model standar. Helikopter ini dipersenjatai dengan kanon 30 mm, rudal pandu laser "Vikhr (Whirlwind)", roket dan bom. Helikopter ini juga dilengkapi dengan dua radar, satu untuk target darat dan satu untuk target udara, serta sistem pengamatan thermal Samshite untuk siang dan malam hari. Helikopter ini memiliki kecepatan maksimum 350 km/jam, maksimal ketinggian terbang 5.500 meter, dan jangkauan lebih dari 1.000 km.

Yak-130 Mitten
Yak-130 Mitten (Foto : via gdefon.com)
Yak-130 Mitten adalah pesawat latih tempur yang bermanuver tinggi dengan jangkauan 2.000 km dan kecepatan maksimum 1.060 km/jam. Pesawat ini dapat membawa muatan tempur hingga 3.000 kg.

Yak-130 telah dipilih sebagai pesawat standar pelatihan pilot Angkatan Udara Rusia. Pabrikan pesawat Irkut dan Kementerian Pertahanan Rusia pada Desember 2011 sudah menandatangani kontrak untuk pengiriman 55 pesawat Yak-130 pada tahun 2015.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 6/17/2013

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost

TechnologyTechnology BlogsTechnology blogsTop  blogsMy Zimbio
Bloggers - Meet Millions of Bloggers