Latest News

Leopard Tiba, Daya Gempur Baru untuk TNI AD

Leopard

Dua unit tank tempur utama (MBT) Leopard 2A4 dan dua unit tank tempur infanteri (IFV) Marder pesanan TNI AD tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu malam, 21 September 2013. Proses bongkar muat berjalan rahasia dan tertutup karena Leopard dan Marder termasuk alutsista strategis.

Kedua jenis tank tersebut diangkut dari Jerman menggunakan kapal Isolde dari Rheinmettal Industries Jerman. Leopard ini sendiri bukan tank baru, melainkan bekas pakai yang di-refurbish. Tank itu dibuat Jerman pada durasi tahun 1985 hingga 1992. Karena Jerman over produksi (2.125 unit Leopard 2A4), maka Leopard tipe ini dijual ke berbagai negara. Tercatat negara-negara pemakainya adalah Austria, Polandia, dan Turki. Khusus Asia, baru Singapura (96 unit) dan Indonesia yang mengoperasikan tank ini.

Selain Leopard, Marder juga bukan produk anyar. Prototipe awalnya dirancang pada 1960-an dengan produksi perdana pada 1971. Saat ini sebagian Marder varian awal di Jerman sudah akan digantikan generasi yang lebih baru, yaitu Puma. Tank Marder berfungsi sebagai tank tempur infanteri yang dilengkapi meriam otomatis kaliber 20 mm Rheinmetall MK 20 Rh202.

Kepala Subdin Penerangan Umum TNI-AD Kolonel Zainal belum bisa memberikan keterangan tentang kedatangan Leopard di Jakarta. "Besok (hari ini) akan dijelaskan oleh Kadispenad di Mabes AD," katanya.

Sempat menuai perdebatan
Pembelian tank tempur utama sempat memicu perdebatan sengit antara Kemenhan dan DPR. Banyak analis pertahanan menilai tank Leopard tidak sesuai dengan medan geografis di Indonesia. Salah seorang yang cukup getol untuk membatalkan pembelian Leopard adalah Mantan Presiden RI BJ. Habibie.

"Lihat saja perang di Vietnam satu tank Leopard (MBT) pun tidak pernah dimanfaatkan kok kita malah ikut-ikutan. Mau dimanfaatkan di jalan, rusak, mau di hutan, dibawa pakai kapal nanti keburu ditembak," kata Habibie saat berargumen di Bappenas, Jakarta, Jumat, 8 Maret silam.

Bahkan dengan lugas Habibie menuding jika orang yang membeli tank Leopard sebagai orang bodoh pencari keuntungan. Makanya sudah sering kali Habibie terus mendorong pembatalan pembelian tank ini. Beberapa pengamat bahkan lebih memilih pada pembelian alutsista lain seperti rudal, perisai udara dan -tentu saja- radar dll ketimbang membeli Leopard.

Selain struktur geografis asli Indonesia sendiri, struktur jalan dan jembatan di Indonesia juga diragukan untuk dilalui tank sekelas Leopard. Tentu saja akan banyak jalan dan jembatan di Indonesia yang tidak memiliki kapasitas beban untuk dilalui MBT. Dalam langkah cepat pertempuran, rasanya tidak mungkin untuk terlebih dahulu menguji kekokohan struktur ini. Salah satu contoh, dalam invasi AS ke Irak pada 2003 silam, tank M1 Abrams AS berusaha menyeberangi jembatan ketika menghindari tembakan, akhirnya jembatan roboh dan M1 Abrams jatuh ke sungai Efrat.

Namun, akhirnya pada November 2012 Kemenhan menandatangani kontrak pembelian senilai USD 280 juta (sekitar Rp 3 triliun) dengan Jerman. Indonesia membeli sebanyak 153 unit MBT dan IFV. Dengan rincian, 61 unit MBT Leopard tipe revolution, 42 MBT Leopard 2A4, serta 50 IFV Marder. Untuk MBT Leopard akan dilengkapi tank recovery, tank bridge layer (jembatan), dan ambulans. OK maju terus TNI AD.


18 Responses to "Leopard Tiba, Daya Gempur Baru untuk TNI AD"

  1. Kita hrs perhatikan kata2 pak habibie. Seharusx TNI memilih alutsista yg efektiv dan praktis (sesuai dengan medan di indonesia)...kelihatan TNI kita maju tp sebenarnya mundur, TNI hrs bisa memfaatkan dana yg di keluarkan pemerintah dengan baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kl dengerin Habibie bisa2 ga ad lg NKRI.....Timor Timur aj lepas dgn mudah d tangan dia....

      Delete
  2. Maaf admin, koreksi
    USD 280 juta (sekitar 3 Triliunan)

    Semoga MBT ini benar-benar bermanfaat y, tidak salah pilih
    Maju TNI-AD!!!

    ReplyDelete
  3. 280juta USD = 3 trilyun boss.. bukan 300 miliar..

    ReplyDelete
  4. Bp habibie sekarang gampang marah

    ReplyDelete
  5. Habbie telah merugikan Bangsa INDONESIA karena beliau menyerahkan begitu saja TIM-TIM lepas dari NKRI. DOSA yg tak terampunkan sama Rakyat INDONESIA.

    ReplyDelete
  6. Habbie kau telah melepas TIM-TIM dari pangkuan ibu pertiwi...dosa mu tak akan mudah terhapus dari ingatan anak-cucu bangsa INDONESIA...Kau antek barat yg tak ingin INDONESIA militernya kuat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dilihat dr sejarahnya timtim memang tidak pernah jd bagian nusantara..hanya politik perang dingin saja yg bikin Indonesia apes hrs take over timtim..tanpa sedikitpun melupakan jasa para pahlawan seroja yg sgt sy hormati mnrt sy lepasnya timtim tdk hrs jd dosa siapapun..ckp jd pelajaran berharga bg bangsa Indonesia..

      Delete
    2. Habiubie kan produk KAPITALIS berkedok dan sok nasionalis....

      Delete
  7. Tim-tim di jual abah soeharto...baca di...menit2 yang luput dari sejarah..

    ReplyDelete
  8. Bp Habibie selalu anggap sendiri yg paling benar-- sy usul : perbanyak lagi TANK LEOPARD2 -DAN SEGERA lah TNI MILIKI MISILE BALISTIC RM530 LAPAN- RUDAL SCUD tipe baru- untuk ancurin australia- FPDA grup

    ReplyDelete
  9. pak habibie, bidang anda kan pesawat terbang, knpa ikut campur urusan tank, ya ga nyambung lah, ini yg ga w suka dari pjabat2 indo, anda memang jenius di bidang kedirgantaraan, tpi apa anda tau tntang bidang kavaleri..!!

    ReplyDelete
  10. namanya juga negara demokrasi...bnyk rgam pendapat brmunculan yg pntng pr pmimpin bangsa hlangkan debat tk brmanfaat..pakai cara musyawaroh scara internal....jgn gembar gembor lwat media aj...y smg aj niat brpendapat bkan cari sensasi',,,tp brguna bg masyarakat..

    ReplyDelete
  11. Entah bnar apa tdak...dr yg sya lhat d tv "...evaluasi dr perang israel vs lebanon...tank markava yg identik tank canggih pencabut nyawa ,roboh d hntam misil hizbullah..hingga israel mrugi besar ,,pelanggan yg mau beli Markava Kabur smua,,,mgkin pmbelian leopard ada bnarnya d bdang politik..mnurutku negara yg kuat adlah negara yg punya senjata modern..ingat jepang,korsel,korut ,belanda,adlah negara kecil,tp jngan d tny soal kmampuan perangnya,,,dunia pun tahu jepang,korut,korsel..negara adidaya asia,,,y smga sja tank leopard brmanfaat meskipun fungsinya hanya bwt gertakan negara "tetangga

    ReplyDelete
  12. skrg jamannya smkin canggih.dulu mungkin kavaleri AD berjaya .skrg ada adigum siapa cepat dia menang maka klo ingin jadi pemenang yach kita harus memperkuat armada pswt tempur yg modern juga perbanyak missile jarak jauh yg bisa dibawa kapal maupun pswt tempur.jadi jayalah au dan al.

    ReplyDelete
  13. anak-anak kecil semua yang komentar di sini...katanya beli ini beli itu ingin ini ngin itu (kaya nobita) buat nyerang si ini si itu, menyalahkan si ini si itu (kaya nobita)...maklum anak-anak tidak punya kemampuan analisis...

    ReplyDelete
  14. klo mau kuat harusnya anggarannya dibelanjakan buat memperkuat pertahanan udara dan laut.beli farian Sukhoi untuk 12 skuadron.Pesawat siluman J-31 buatan cina 2 skuadron.5 unit pesawat AWACS,kapal selam 20unit. sisanya untuk angkatan darat kasih saja perisai rudal S400 dari rusia plus 200 rudal Brahmos dari India.itu baru kuat bung!!!!!

    ReplyDelete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.