AS Tambah 10 Kapal Selam Nuklir

Wednesday, April 30, 2014 3 Comments
Ilustrasi kapal selam Kelas Virginia

General Dynamics Electric Boat dan Newport News Shipbuilding dikontrak oleh Angkatan Laut AS untuk memasok 10 kapal selam tambahan dari Kelas Virginia, melengkapi 10 kapal selam Kelas Virginia yang saat ini dioperasikan. General Dynamics Electric Boat melaporkan kontrak untuk 10 kapal selam tersebut adalah senilai USD 17,6 miliar.

Kapal selam serang berkecepatan tinggi dan bertenaga nuklir ini mampu ditugaskan untuk berbagai misi di abad 21, antara lain mendukung misi khusus, perang anti-kapal permukaan dan anti-kapal selam. Kapal selam ini juga baik dioperasikan di lingkungan pesisir dan laut lepas untuk melakukan misi intelijen, pengawasan dan pengintaian.

Kelas Virginia berbobot benaman 7.800 ton, memiliki panjang 115 meter, diameter 10 meter dan mampu menyelam hingga kedalaman lebih dari 240 meter. Kecepatan maksimumnya adalah antara 30-35 knot per jam dengan diawaki oleh 134 personel Angkatan Laut AS. Senjata yang diusungnya, antara lain rudal Harpoon, rudal Tomahawk, torpedo Mark 48 dan drone bawah air dengan 12 tabung vertikal peluncur rudal dan empat tabung torpedo 533mm.

Tingkat kebisingan (noise level) kapal selam Kelas Virginia sama dengan kapal selam nuklir Kelas Seawolf (kapal selam nuklir AS lainnya) dan lebih rendah dari kapal selam Kelas Akula Rusia dan kapal selam serang generasi ke-4 lainnya. Lebih khusus lagi, Kelas Virginia adalah kapal perang pertama dalam sejarah Angkatan Laut AS yang dirancang sepenuhnya menggunakan CAD (computer-aided design) dan teknologi visualisasi.

Kapal selam ini akan terkoordinasi dengan baik dengan armada udara, laut dan aset ruang angkasa (satelit). Kapal selam yang fleksibel dan kuat ini telah menjadi komponen inti dari armada Angkatan Laut AS untuk mendukung kepentingan keamanan nasional.
 
USS Virginia

Dengan bekerjasama, General Dynamics Electric Boat dan Newport News Shipbuilding berharap bisa membangun dua kapal selam Kelas Virginia setiap satu tahun selama kurun waktu lima tahun. Pembangunan kapal selam pertama dari pesanan akan dimulai pada 1 Mei, dengan kapal selam yang terakhir (ke-10) akan diserahkan ke Angkatan Laut AS pada tahun 2023.

"Ini adalah jumlah terbesar dari kapal (selam kelas Virginia) yang dipesan dalam kontrak tunggal, yang menjadi berita besar terutama mengingat situasi ekonomi dan politik (AS) saat ini," jelas Matt Mulherin, Presiden Newport News Shipbuilding dalam siaran pers General Dynamics.

"Kontrak ini memiliki arti besar bagi Angkatan Laut Amerika Serikat, bagi perusahaan kami dan seluruh industri yang berbasis kapal selam," tambah Presiden General Dynamics Electric, Boat Jeffrey S. Geiger . "Dengan (target) membuat dua kapal pertahun, Angkatan Laut dan tim industri akan berusaha mempertahankan stabilitas guna meningkatkan efisiensi, dan menghadirkan armada kapal selam yang dibutuhkan untuk mempertahankan dominasi bangsa," Geiger menambahkan.

Angkatan Laut AS saat ini telah mengoperasikan 10 kapal selam Kelas Virginia (ditugaskan tahun 2004), USS Virginia, USS Texas, USS Hawaii, USS North Carolina, USS New Hampshire, USS New Mexico, USS Missouri, USS California, USS Mississippi dan USS Minnesota. Delapan kapal selam Kelas Virginia lainnya saat ini juga sedang dibangun (kontrak sebelumnya). Total kebutuhan Angkatan Laut AS untuk kapal selam Kelas Virginia adalah 30 unit.

Gambar: US Navy

Juli: TNI AL Bentuk Armada Ketiga di Papua

Tuesday, April 29, 2014 3 Comments
Armada tempur TNI AL

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) segera membentuk armada wilayah baru. Sesuai rencananya, armada wilayah ketiga di Indonesia tersebut akan dibentuk di Sorong, Papua, pada bulan Juli nanti. Alasan utama TNI AL membentuk armada wilayah baru di Sorong adalah untuk meningkatkan koordinasi pengawalan wilayah laut Indonesia bagian timur.

Saat ini kekuatan tempur TNI AL masih bertumpu pada dua armada wilayah, yakni Barat atau Armabar, dan Timur atau Armatim. "Armabar di Jakarta, dan Armatim di Surabaya," kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati di Markas Besar TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Senin, 28/4/2014. Jika armada laut Sorong sudah dibentuk, Armada Timur di Surabaya akan berubah menjadi Armada Tengah.

Menurut Untung, lokasi Sorong dipilih karena memiliki geopolitik yang tepat dan strategis. Tujuan lain, untuk mempertegas kedaulatan Indonesia di kawasan, terutama wilayah timur yang dirasa masih berlubang pengamanannya.

Soal pembagian kekuatan kapal perang, kata Untung, TNI AL akan menggunakan sistem alih bina atau pembagian kekuatan tempur yang dimiliki. Dengan kata lain, sejumlah kapal perang calon penghuni armada Sorong didatangkan dari sebagian armada Surabaya dan Jakarta.

Saat ini jumlah kapal perang milik TNI AL ada 150-160 unit. Namun Untung menegaskan, jumlah kapal perang tersebut tidak akan dibagi rata untuk mengisi tiga armada wilayah. "Ada pertimbangannya. Bukan cuma kuantitatif saja, tapi kualitatif dan pengamatan intelijen juga," katanya.

Penambahan armada di Sorong, Papua, juga diikuti dengan penambahan divisi pasukan marinir. Sebab, menurut Untung, idealnya pembangunan armada wilayah baru wajib diikuti dengan penempatan pasukan marinir.

"Sebab, konsep TNI kan armada terpadu, jadi harus ada kapal perang, pesawat udara, pangkalan, dan marinir," ujarnya.

Wacana penambahan armada di Sorong sudah dibahas sejak dua tahun lalu. Selama itu pula TNI AL menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk armada wilayah baru di Sorong. Dalam struktur organisasi yang baru nanti, direncanakan ada seorang panglima bintang tiga yang akan membawahi ketiga komando armada wilayah. (Tempo)

F-16 TNI AU Terbang Perdana di Langit Aceh

Tuesday, April 29, 2014 4 Comments
F-16 di Lanud SIM

Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon milik Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi melaksanakan terbang perdana dilangit biru tanah rencong Aceh dalam rangka mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif wilayah barat Indonesia, Operasi Hanud (Pertahanan Udara) Tangkis Sergap-14 di wilayah Kosek Hanudnas III Medan. Operasi Hanud sendiri direncanakan mulai tanggal 24 April sampai 2 Mei 2014 yang melibatkan 6 unit pesawat F-16.

Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Basuki Rochmat menjelaskan kegiatan operasi Hanud Tangkis Sergab-14 ini menindaklanjuti dasar surat telegram Asops Kasau NR T/600/2014 Tanggal 0422 tentang dukungan latihan operasi Hanud. Danlanud juga menambahkan Lanud Sultan Iskandar Muda mendapat satu kehormatan latihan operasi Hanud Tangkis Sergap-14 di laksanakan di propinsi Aceh, dan kami selalu siap mendukung operasi udara, demi keutuhan NKRI.

Hasil dari liputan Pentak Lanud SIM (Sultan Iskandar Muda) saat menyaksikan terbang perdana di langit Aceh mewawancarai salah satu Personel Lanud Sultan Iskandar Muda serda Siswoyo Adi sehari-harinya bertugas di staf Fasint mengatakan saya bangga diadakan operasi Hanud Tangkis Sergap-14 ini di Lanud SIM, karena selama menjalankan dinas di TNI Angkatan Udara mulai dari pangkat Prada sampai Serda baru pertama kali ini mendukung langsung kegiatan operasi pesawat tempur F-16 Fighting Falcon, biasanya hanya mengoperasikan mesin potong rumput, tambahnya dengan wajah senyum.

Danlanud menjadwalkan untuk para pengunjung yang berkeinginan melihat langsung (static show) pesawat tempur F-16 pada tanggal 1 Mei 2014 nanti, sedangkan untuk keluarga besar TNI Angkatan Udara kapan saja diperbolehkan tetapi harus berkoordinasi dengan penerbang dan kru pendukung pesawat F-16. Danlanud juga menambahkan pesawat ini salah satu pesawat kebanggaan TNI Angkatan Udara, untuk itu kita selaku insan Swa Bhuana Paksa harus sama-sama merasa memilikinya, kita jaga dan dukung sepenuhnya kelancaran operasi Hanud Tangkis Sergap-14 ini.

Pentak Lanud SIM

Pencarian MH370 Ungkapkan Kelemahan Angkatan Laut China

Tuesday, April 29, 2014 1 Comment
Tanker Tipe 903 China

Upaya Angkatan Laut China untuk menemukan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang sesungguhnya telah menunjukkan adanya kekurangan serius pada Angkatan Laut China. Singkatnya, tanpa memiliki akses ke pelabuhan asing untuk mendapatkan pasokan logistik, kapal-kapal perang Angkatan Laut China tidak mampu berlayar jauh dari China atau dalam waktu yang lama.

Para perencana Angkatan Laut dan pemimpin politik China telah mengetahui dan menyadari kekurangan ini. Akhirnya diputuskanlah untuk membangun lebih banyak kapal penyuplai untuk angkatan laut. Dalam beberapa tahun ke depan, kita akan banyak melihat Angkatan Laut China memesan kapal penyuplai semacam ini.

Dalam pencarian MH370, setidaknya China mengirimkan dua lusin kapal perang dan kapal pendukung ke Samudera Hindia Selatan, dan itu menunjukkan bahwa apabila tidak ada akses ke pelabuhan Australia, maka kapal-kapal China itu tidak akan mampu beroperasi untuk waktu yang lama. Solusi klasiknya adalah dengan menyediakan kapal pendukung besar untuk menyuplai bahan bakar dan logistik ke kapal-kapal perang. China memang membangun kapal seperti ini, tapi jumlahnya masih tidak cukup untuk mempertahankan kekuatan besar armada lautnya untuk jangka waktu yang lama.

Rasanya tidak mungkin bagi China bisa memperoleh akses ke pelabuhan luar asing untuk kapal-kapal perang mereka untuk tujuan ekspansi, karena ekspansi China telah banyak membuat marah besar negara-negara di kawasan. Tidak bisa dipungkiri juga China memang memiliki beberapa sekutu, sebut saja Pakistan, Kamboja, dan Burma, tapi ini masih belum cukup. Ditambah lagi bila terjadi permusuhan, akses ke pelabuhan tiga negara ini akan diblokir oleh negara-negara tetangganya yang notabene anti China.

Kelemahan soal logistik ini bukan lagi rahasia bagi China, hanya saja China tidak ingin menunjukkannya. Tapi pada pada operasi pencarian MH370, masalah ini semakin terlihat jelas. Ancaman Angkatan Laut China menjadi terlihat kurang menakutkan, setidaknya hingga China sudah membuat banyak kapal penyuplai untuk memenuhi logistik seluruh armadanya agar bisa berlayar dalam waktu yang lama.

Pada tahun 2013, China resmi menugaskan kapal ketiga dan keempat dari Tipe 903 (kapal logistik/tanker). Ini merupakan prestasi, karena dalam waktu kurang dari dua tahun, China telah membangun dan selanjutnya mengoperasikan dua kapal dari Tipe 903. Sedangkan dua kapal pertama yang berbobot 23.000 ton ini muncul pada tahun 2004 dan 2008. Cepatnya pembangunan dua kapal Tipe 903 terakhir menunjukkan bahwa China sadar akan urgent-nya kebutuhan akan kapal ini.

Tipe 903 sudah sering digunakan China, terutama untuk mendukung gugus tugas China yang dikirim untuk patroli dan mengatasi pembajakan di lepas pantai Somalia. Biasanya satu Tipe 903 akan menyertai dua kapal perang (biasanya frigat dan perusak). Kapal ini tidak hanya memenuhi kebutuhan bakan bakar, tapi juga air, makanan dan dan perlengkapan lain yang diperlukan selama operasi. Untuk menjadi angkatan laut yang mendunia atau untuk menyaingi Amerika Serikat, tentu China akan banyak membutuhkan kapal seperti Tipe 903.

Tipe 903 mirip dengan dua belas kapal tanker T-AKE Amerika Serikat. Ini adalah kapal berbobot 40.000 ton yang jauh lebih besar dari empat Tipe 903 China. T-AKE digunakan oleh AS untuk memenuhi kebutuhan logistik armada perang lautnya di seluruh dunia.
Ini terlihat gampang, namun sebenarnya membutuhkan awak yang ahli. Seperti di lepas pantai Somalia atau di situasi yang genting, keahlian semacam ini sangat berharga, dimana terkadang sebuah kapal perang harus cepat-cepat mengisi bahan bakar.
Selama dekade terakhir, China telah banyak melatih pelaut agar memiliki keahlian dalam menyuplai kapal-kapal perang di laut. Sekarang sudah sering kita jumpai tanker Tipe 903 China ini memasok bahan bakar dua kapal perang perang sekaligus di Pasifik Barat. Manuver seperti sebenarnya rumit dan China tidak menguasainya hanya dalam waktu semalam. Mereka terus berlatih, mengisi bahan bakar dua kapal perang disaat yang bersamaan (metode side by side). Jelas akan dibutuhkan awak tanker yang terampil dan koordinasi yang baik dari kapal perang untuk melakukan tugas ini.

Pembangunan Tipe 903 ini merupakan bagian dari upaya Angkatan Laut China agar armada kapal-kapal perang modernnya mampu melaksanakan operasi dalam durasi yang lama. Selain kapal-kapal patroli yang dikirim ke lepas pantai Somalia, China juga mengirimkan armada lautnya (kapal pendarat, perusak dan frigat) selama 10-20 hari menjelajahi laut China Timur dan seterusnya. Sedangkan pencarian MH370 di barat jauh Australia merupakan penyebaran terbesar armada modern Angkatan Laut China.

China terus berusaha agar lebih efektif dalam menggunakan tanker kelas baru mereka untuk memasok logistik kapal-kapal perang di laut. Menyuplai logistik dua kapal perang sekaligus di saat kapal bergerak, dan pelaut China telah berhasil melakukannya. Pelaut China juga belajar bagaimana menyimpan semua persediaan yang dibutuhkan agar tetap dalam kondisi baik dan dalam jumlah yang mencukupi. Ini terlihat gampang, namun sebenarnya membutuhkan awak yang ahli. Seperti di lepas pantai Somalia atau di situasi yang genting, keahlian semacam ini sangat berharga, dimana terkadang sebuah kapal perang harus cepat-cepat mengisi bahan bakar.

Metode pengisian bahan bakar kapal perang di laut dipelopori oleh Amerika Serikat selama Perang Dunia II karena minimnya basis AS di pasifik. Setelah perang usai, AS kemudian membentuk service squadron (Servron) di angkatan lautnya. Kapal-kapal perang AS kemudian sering berlayar selama berbulan-bulan dengan disuplai oleh Servron.

Beberapa teknologi baru pun dikembangkan agar lebih efektif dalam mengisi bahan bakar di laut. Hanya sedikit angkatan laut di dunia yang memiliki kemampuan seperti ini, bukan hanya karena membutuhkan kru yang terlatih, tetapi juga karena besarnya biaya untuk membangun kapal semacam ini. Meskipun dari segi jumlah belum memadai, namun China kini sudah bisa melakukannya yang akhirnya akan menjadikan armada angkatan laut mereka mampu berlayar dalam waktu yang lama dan jauh dari China.

Gambar via jeffhead.com: Weinshanhu-887 (tengah), kapal tanker China dari Tipe 903 sedang mengisi bahan bakar dua kapal perusak Wuhan-169 (kiri) dan Haikou-171 (kanan).

Film-Film Perang Dunia II yang Dirilis Tahun Ini

Saturday, April 26, 2014 7 Comments
Film bertema Perang Dunia II selalu menjadi subjek yang kuat di perfilman. Meskipun tahun ini adalah 100 tahun dari Perang Dunia I, namun film-film yang dirilis pada tahun ini masih bertema Perang Dunia II. Tampaknya sejarah Perang Dunia I memang kurang begitu menarik perhatian para pembuat film.

Stalingrad

Beberapa diantara film Perang Dunia II sudah dirilis. Stalingrad, film produksi Rusia yang menceritakan kisah pertempuran Stalingrad (23 Agustus 1942 - 2 Februari 1943), sebuah pertempuran dalam Perang Dunia II di mana NAZI Jerman dan sekutunya melawan Uni Soviet untuk menguasai kota Stalingrad (sekarang Volgograd) di bagian barat daya Uni Soviet. Pertempuran Stalingrad dianggap sebagai salah satu pertempuran paling berdarah dalam sejarah Perang Dunia II. Dan film Perang Dunia II lain yang dirilis pada tahun ini adalah "The Monuments Men," film Amerika-Jerman yang disutradarai George Clooney dan dibintangi aktor John Goodman, Bill Murray dan Matt Damon. Film ini menceritakan tentang sebuah tim yang ditugaskan mencari karya seni yang tak ternilai di seluruh dunia yang dicuri NAZI untuk dikembalikan kepada pemiliknya (museum). Meskipun sedikit melenceng dari keakuratan sejarah, namun film ini masih banyak mendapat pujian.

Tahun ini, juga menjadi tahun merilis film baru bagi pasangan selebriti Brad Pitt dan Angelina Jolie. Angelina Jolie menyutradari film "Unbroken" yang menceritakan kisah atlet olimpiade Louis Zamperini yang adalah seorang Italia-Amerika yang menjadi tahanan perang semasa Perang Dunia II. Sedangkan Brad Pitt akan muncul dalam film "Fury," kisah seorang komandan tank Sherman di bulan-bulan terakhir Perang Dunia II dalam misi berbahaya di belakang garis musuh. Karena kalah dalam jumlah dan persenjataan, Sersan Wardaddy (Brad Pitt) dan anak buahnya menghadapi rintangan yang luar biasa dalam upayanya menyerang jantung pertahanan Nazi Jerman.


Fury

Film bertema Perang Dunia II lain yang juga akan dirilis dalam waktu dekat adalah Suite Francais, sebuah film roman tentang seorang tentara NAZI Jerman yang jatuh cinta kepada seorang wanita sipil Perancis pada saat pendudukan Jerman atas Perancis. Film lain adalah Little Boy, sebuah film keluarga yang menceritakan seorang anak laki-laki yang berjuang (mustahil) membawa kembali orangtuanya dari Perang Dunia II. Film ini akan dirilis saat peringatan invasi Normandy. Dan masih ada beberapa film bertema Perang Dunia lain yang akan dirilis, seperti Walking With the Enemy dan The Lady in Number 6.

Faktanya, kisah dalam Perang Dunia II selalu menjadi sasaran empuk bagi para pembuat film untuk menghadirkan film yang bisa menginsipirasi tindakan atau emosi. Sementara sebagian pengamat film berpendapat bahwa tahun ini sebaiknya berfokus pada film tentang Perang Dunia I mengingat peringatan yang ke-100, tapi ternyata para pembuat film masih lebih berkonsentrasi pada kisah Perang Dunia II, di mana tampak jelas "penjahatnya" yaitu NAZI. Kedepan, film-film bertema Perang Dunia II kemungkinan akan terus dirilis seiring waktu, berbeda dengan film yang bertema Perang Dunia I.

Kembali ke tanah air, bagaimana dengan perfilman di Indonesia, belum adakah niat untuk membuat film bertema sejarah yang bisa membangkitkan kembali rasa nasionalisme dan cinta tanah air? Masih terpaku dengan alasan klasik kalau film bertema sejarah akan menguras banyak biaya atau karena para penikmat film di tanah air ini memang lebih menyukai film roman cengeng yang tidak jelas itu atau film hantu seksi seperti yang sudah-sudah?.

Sekedar belajar dari China, beberapa tahun belakangan ini mereka banyak merilis film-film yang menggambarkan kebesaran kerajaannya terdahulu. Ini tentu bukan hanya sekedar untuk meraup uang dari kantong penikmat film, tapi untuk memberi arti, membangkitkan jiwa untuk cinta tanah air, dan mengingatkan kembali bahwa mereka adalah bangsa yang besar, jenius dan pantang menyerah. Hal ini seharusnya juga kita lakukan!.

Ontask Kedua, KRI Frans Kaisiepo Pimpin Kapal-kapal Perang UN

Thursday, April 24, 2014 Add Comment
Ontask keuda KRI Frans Kaisiepo-368 Lebanon

Memasuki Ontask kedua dalam misi operasi perdamaian di perairan Lebanon, Maritime Task Force (MTF) UNIFIL 2014, KRI Frans Kaisiepo-368 (FKO-368) dipercaya dan diberi kehormatan untuk bertugas sebagai Maritime Interdiction Operation (MIO) Commander yang salah satu tugasnya adalah memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan hailing yang dilaksanakan oleh unsur-unsur kapal-kapal perang PBB (UN) di Area of Maritime Operation (AMO) Selasa, 22 April 2014.

Hailing adalah suatu proses permintaan data yang dilaksanakan oleh kapal-kapal yang tergabung dalam MTF terhadap setiap kapal yang melintas di perairan teritorial Lebanon sampai dengan batas luar laut lepas yang sudah ditentukan. MIO Commander mempunyai wewenang secara taktis terhadap unsur-unsur lainnya untuk dapat mengatur pelaksanaan hailing di AMO agar seluruh wilayah tersebut dapat ter-cover dengan baik, sehingga tidak ada satu kapal pun yang tidak terdata. Seluruh kapal yang melintas, baik itu menuju pelabuhan-pelabuhan di Lebanon (inbound) maupun yang keluar dari Lebanon (outbound), dan bahkan yang hanya transit melalui wilayah perairan tersebut dapat teridentifikasi secara penuh.

Pada Ontask kedua ini, selain bertugas sebagai MIO Commander, KRI FKO-368 juga mendapatkan perintah dari MTF Commander melalui MTF-N7 selaku Staf Latihan untuk memimpin pelaksanaan Serial Latihan Miscex-805 (Mail Bag Transfer) dengan TCG Bartin F504, salah satu kapal perang Turki jenis Korvet di Laut Mediterania. Latihan berlangsung selama 3 jam, dimulai pada pukul 09.00 dan berakhir pukul 12.00 waktu setempat. Bersamaan dengan dimulainya latihan Miscex-805, KRI FKO-368 melaksanakan operasi penerbangan Helikopter NV 409 selaku unsur pendukung dalam pengambilan dokumentasi kegiatan latihan dari udara.

"Latihan ini memiliki resiko yang cukup tinggi, selain melaksanakan ship handling, dalam waktu yang bersamaan juga kita harus mengendalikan Helly dan Tim pembekalan di laut/Replenishment at Sea (RAS) yang berada di haluan. Oleh karena itu diperlukan  team work yang baik antara tim anjungan, tim Pusat Informasi Tempur (PIT), tim Helly Deck Party, dengan tim RAS. Laksanakan setiap kegiatan sesuai dengan prosedur, serta tidak lupa mengutamakan keamanan personel dan material," pesan Dansatgas Maritim TNI Konga XXVIII-F/UNIFIL 2014 Letkol Laut (P) Ade Nanno Suwardi dalam briefing sebelum pelaksanaan latihan.

Latihan dapat berjalan dengan baik, aman, dan lancar. Ditutup dengan percakapan antar komandan kapal melalui jaringan radio yang sama-sama mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan latihannya, serta latihan ini dijadikan ajang salam perpisahan dari KRI FKO-368 terhadap TCG Bartin F504 yang akan Outchop minggu depan.

(Kadispenarmatim Letkol Laut (KH) Drs.Yayan Sugiana).

Australia Tambah Lagi 58 Pesawat Tempur F-35

Thursday, April 24, 2014 3 Comments
F-35A

Pada hari Rabu, 23 April 2014, Australia mengumumkan pembelian 58 pesawat tempur F-35 Lightning II JSF (Joint Strike Fighter) tambahan senilai AUD 12,4 miliar (USD 11,4 miliar). 

Dalam pidatonya, Perdana Menteri Tony Abbott dan Menteri Pertahanan David Johnston mengumumkan langkahnya tersebut dan mengatakan bahwa pesawat-pesawat tersebut akan dikirim ke Australia pada tahun 2023. Ditambah pesanan F-35 sebelumnya yang berjumlah 14 unit, total Australia akan mendapatkan 72 unit F-35. Tidak hanya itu, Australia juga tengah mempertimbangkan opsi penambahan 28 unit F-35 di tahun-tahun mendatang.

Menurut The Australian, harga sebesar AUD 12,4 miliar adalah harga untuk pembelian 58 F-35 lengkap dengan senjata dan pelatihan, dan AUD 1,6 miliar untuk pembangunan fasilitas dan infrastruktur baru untuk F-35 yang akan dibangun di Pangkalan Udara Williamtown di New South Wales dan Pangkalan Udara Tindal di Northern Territory.

Seperti yang dikatakan The Australian, pembelian F-35 tersebut adalah pembelian termahal untuk kesepakatan pertahanan dalam sejarah Australia. Pembelian ini juga muncul di saat anggota parlemen Australia memangkas dana pensiun dan layanan lainnya guna mengembalikan surplus anggaran. Menanggapi hal ini, Perdana Menteri Tony Abbott berulang kali menegaskan dalam pidatonya bahwa pemerintah Australia sudah memiliki dananya dan pembelian F-35 ini tidak akan mempengaruhi anggaran di masa mendatang.

"Saya ingin menekankan bahwa ini adalah uang yang disisihkan pemerintah selama dekade terakhir atau lebih, untuk memastikan bahwa pembelian ini dapat dipertanggungjawabkan," kata Abbott dilansir The Guardian. Abbott juga menjelaskan bahwa di masa depan, mau tidak mau Australia akan sampai pada satu titik dimana Australia akan membutuhkan kapal baru, pesawat baru, kendaraan lapis baja baru dll, sehingga Australia harus menyisihkan uang mulai dari sekarang untuk dibutuhkan di masa depan guna menjaga kekuatan pertahanan tetap efektif.

Berbeda dengan Abbott, pernyataan Menteri Pertahanan Johnston lebih berfokus pada kemampuan F-35 dan bagaimana pesawat-pesawat ini akan menambah postur pertahanan Australia. "Ini (F-35) adalah sistem yang dapat mendeteksi musuh dari jarak yang cukup fenomenal (jauh) dan tersembunyi (siluman/anti-radar), sehingga sangat sulit untuk dilacak," kata Johnston. Johnston juga menambahkan: "Kami menilai pesawat ini akan memenuhi semua kebutuhan Australia dalam hal kemampuan pesawat hingga sekitar tahun 2050."

Australia merupakan salah satu anggota dari program JSF (Joint Strike Fighter), dan pada awal program Australia menandantangani kontrak untuk mengakuisisi sekitar 100 F-35. Jumlah ini masih bisa dicapai seandainya opsi penambahan 28 F-35 sudah disetujui. Namun, beberapa anggota JSF lainnya seperti Italia, Denmark dan Kanada tampaknya tidak se-royal Australia, mereka kembali mengevaluasi pilihan mereka terhadap F-35 mengingat harganya yang terus melambung tinggi. Bahkan 2013 lalu santer beredar kabar bahwa Denmark dan Kanada berkemungkinan meninggalkan program JSF. Jika sekutu AS banyak yang keluar dari program ini (tidak membeli atau mengurangi jumlah yang akan dibeli) maka harga F-35 akan terus melambung. Namun pembelian Australia kemungkinan ini bisa menambah "iman" pelanggan potensial lain seperti Korea Selatan, Jepang dan Singapura yang juga ingin membeli pesawat ini.

Sebelumnya, banyak analis yang berpendapat bahwa Australia kemungkinan juga akan kehilangan kepercayaan dalam program pesawat tempur generasi kelima ini, terutama setelah pengumuman tahun lalu yang menyatakan bahwa Australia akan membeli 12 pesawat tempur Super Hornet tambahan dari Boeing untuk memperkuat armada yang ada. Tapi tampaknya pembelian Super Hornet ini hanya menjadi pengisi kesenjangan kekuatan tempur udara di Angkatan Udara Australia (RAAF) sebelum mereka menerima atau mengoperasikan F-35.
 
Dua F-35 pertama dari pesanan 14 unit yang disetujui untuk RAAF pada tahun 2009 kemungkinan akan dikirimkan pada akhir tahun ini ke pusat pelatihan terintegrasi RAAF di Pangkalan Udara Luke di Arizona dan akan terus berada di sana selama fase pengujian dan pelatihan. F-35 yang dibeli oleh Australia sendiri adalah varian conventional take-off and landing (CTOL) atau F-35A (khusus untuk angkatan udara).

Keputusan Canberra untuk mendasarkan kemampuan tempur udara di masa depan pada F-35 berarti menegaskan kembali komitmennya untuk menjadi pemimpin di kawasan regional, karena salah satu keunggulan utama F-35 adalah kemampuannya untuk beroperasi dalam satu kesatuan armada yang besar seperti berkolaborasi dengan F-35 dari negara lain. Sebagaimana yang dikatakan Jenderal Mike Hostage, Komandan Tempur Udara AS, bahwa: "Kemampuan pesawat (F-35) untuk beroperasi satu sama lain melalui secure distributed battlespace adalah pondasi penting untuk menghadirkan armada raksasa. Dan keunggulan F-35 yang bersifat sebagai armada global akan memberi keunggulan semua aliansi yang menggunakan F-35 karena dapat berkomunikasi satu sama lain dan saling mendistribusikan sistem operasi tempurnya."

Dengan demikian, semakin banyak negara-negara Asia yang menggunakan F-35, semakin besar kekuatan tempur yang ada di wilayah tersebut. F-35 Amerika Serikat, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura masing-masing akan saling melengkapi dalam operasi tempur.

Bertolak ke Eropa, bulan Juli nanti sepertinya akan menjadi pembuktian bagi F-35 dalam penerbangannya di pameran udara internasional Farnborough Air Show di luar London. Ini akan menjadi penerbangan pertama F-35 di luar AS.

Banyak yang menilai tujuan AS dalam memamerkan F-35 di Farnborough adalah untuk meningkatkan kepercayaan dari sekutu-sekutunya dalam program JSF. Selain itu, kehadiran F-35 pada pameran udara internasional tentu akan menghadirkan suasana baru mengingat selama ini pesawat-pesawat Rusia-lah yang paling menonjol di pameran-pameran udara internasional.

Gambar: U.S. Air Force photo/Master Sgt. Jeremy T. Lock

Foto-foto Selfie Menarik Pilot Pesawat Tempur

Wednesday, April 23, 2014 2 Comments
Apa yang ada di benak Anda ketika ketika mendengarkan kata selfie? ABG yang sedang narsis mengambil foto dirinya sendiri kah? Tapi yang ini berbeda. Foto-foto di bawah ini adalah beberapa foto selfie pilot saat berada di pesawat tempur, bahkan ada yang selfie saat menembakkan rudal.

Pilot F-16 Norwegia selfie
Foto ini diambil oleh seorang pilot pesawat tempur F-16 dari Skuadron 332 SKV Angkatan Udara Norwegia saat Latihan Cold Response 2014. (Gambar: RNoAF)


Pilot F-16 Denmark Selfie
Masih dengan pesawat tempur F-16, selfie kali ini dilakukan oleh pilot Angkatan Udara Denmark ketika menembakkan rudal pencari panas AIM-9. Foto yang termasuk salah satu foto selfie pilot terbaik ini cukup jarang dilakukan mengingat peluncuran rudal memang jarang dilakukan. (Gambar: RDAF).


Pilot Mirage 2000 Brazil foto selfie
Brazil pernah mengoperasikan 12 pesawat tempur Mirage 2000 kursi tunggal dan ganda. Foto ini diambil oleh seorang pilot di kursi belakang dari Mirage 2000B (kursi ganda). Pada tahun 2013 lalu, Mirage 2000 Brazil dipensiunkan. (Gambar: FAB).


Pilot F-16 Turki foto selfie
Foto yang satu ini diambil oleh seorang pilot F-16 dari tim aerobatik Solo Türk Angkatan Udara Turki. Terlihat sang pilot mengambil foto dirinya ketika melepaskan flare, sumber panas bersuhu tinggi untuk menyesatkan rudal yang menargetkannya. Keren, di bagian belakang terlihat terciptanya efek visual piroteknik. (Gambar: Solo Türk).


Foto selfie pilot J-15 China
Dua gambar di atas adalah foto selfie dari seorang pilot Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) China dari pesawat tempur J-15. J-15 adalah pesawat tempur buatan China yang desainnya berdasarkan Su-33 Rusia. Tidak jelas apakah kedua gambar ini adalah penerbangan yang sama atau berbeda. Namun yang bisa kita lihat jelas, pada gambar 2 terlihat J-15 baru saja take off dari kapal induk pertama China Liaoning. (Gambar: PLAN).


Foto selfie pilot F-16 Belanda
Foto selfie pilot F-16 Belanda
Yang satu ini juga keren. Pilot F-16 Angkatan Udara Kerajaan Belanda mengambil foto dirinya sendiri dalam berbagai sudut pandang saat latihan di pangkalan udara Gilze-Rijen, awal April lalu. (Gambar: RNLAF).


Foto selfie pilot AU Israel
Yang terakhir ini wajahnya sedikit terlihat. Ini foto selfie dari pilot jet tempur Angkatan Udara Israel dengan kamera yang dipegangnya sendiri. Banyak yang mengkritisi foto ini karena dianggap berbahaya, mengingat pesawat ini sedang bermanuver di atas perkampungan. Namun Angkatan Udara Israel menyatakan bahwa di dalam pesawat ada dua pilot (tidak dijelaskan pesawat apa yang digunakan). Namun melihat dari gaya sang pilot, tampaknya pengambilan foto memang dilakukannya sendiri. (Gambar: IAF)

Eurofighter Typhoon dengan Tangki Bahan Bakar Konformal

Wednesday, April 23, 2014 Add Comment
Mock up Typhoon dengan CFT

Conformal Fuel Tank (CFT) atau Tanki Bahan Bakar Konformal menjadi salah satu fitur yang dipertimbangkan Eurofighter untuk jet tempur Typhoon dalam usaha penawarannya kepada India (Program Medium multi Role Combat Aircraft)) dan Uni Emirat Arab.

Pihak Eurofighter (dalam hal ini BAE Systems) sudah melakukan pengujian di wind tunnel berkecepatan tinggi di Inggris. Yang mana ditujukan untuk menilai karakteristik aerodinamis dari dua fuselage Typhoon yang dipasangi CFT.

Model Typhoon dengan CFT sebenarnya sudah beberapa kali ditampilkan di beberapa pameran dirgantara dunia, yang terbaru menjelang awal tahun lalu di Al-Ain Air Show di Uni Emirat Arab. Seperti pada gambar di bawah ini.

Typhoon dengan CFT di Al-Ain AIr Show

Dan di bawah ini adalah Typhoon standar tanpa CFT.

Typhoon non CFT

CFT tertanam erat pada bodi Typhoon guna meningkatkan jangkauan atau untuk memperpanjang waktu terbangnya di udara. Berbeda dengan drop tank, CFT tidak bisa dibuang begitu saja di udara karena terpasang erat ke dalam pesawat, proses pelepasan hanya bisa dilakukan di darat. Tercatat beberapa jet tempur lain yang menggunkan CFT antara lain F-15E strike Eagle, beberapa varian F-16, Rafale dan Advanced Super Hornet.

Dengan tanki bahan bakar internal (5.000 liter) dan ditambah dua CFT (1.500 liter), artinya Typhoon akan membawa 6.500 liter bahan bakar. Jangkauan sebelumnya yang 2.900 km berarti bisa meningkat hingga 3.700-an km.

Typhoon baru ini tidak hanya diuji untuk CFT-nya, tetapi juga ada beberapa pengujian lain seperti pengintegrasian rudal jelajah, seperti Storm Shadow dan Taurus.

Gambar atas: BAE Systems
Gambar tengah: Luigi Sani (http://www.flickr.com/photos/gigisani/)
Gambar bawah: Bartek Kozłowiec/Wiki

10 Pesawat Tempur Tercepat di Dunia (2014)

Tuesday, April 22, 2014 15 Comments
Kecepatan dan kelincahan sebuah pesawat tempur akan menentukan seberapa besar dominasinya di udara. Berikut sepuluh pesawat tempur tercepat yang saat ini dioperasikan oleh angkatan bersenjata di dunia.

MiG-29M/MiG-29M2 - 2,25 Mach

MiG-29M2
MiG-29M2 (kursi ganda). Gambar: Alan Wilson from Weston, Spalding, Lincs, UK.
MiG-29M (kursi tunggal) dan MiG-29M2 (kursi ganda) adalah pesawat tempur multiperan generasi 4++ yang mampu terbang dengan kecepatan 2,25 Mach (2.756 km/jam). Desainnya berdasarkan pesawat tempur MiG-29K/KUB (varian untuk kapal induk).

MiG-29M/M2 mampu menyerang target darat/permukaan yang bergerak dan statis dengan menggunakan berbagai senjata, seperti kanon GSH- 301 30mm, rudal udara-ke-udara RVV-AE dan R-73E, rudal udara-ke-permukaan Kh-29T (TE), Kh-31A, Kh-35E and Kh-31P, bom dan roket.

MiG-29M/M2 didukung oleh dua mesin RD-33MK all-aspect thrust-vector control (TVC) yang masing-masing menghasilkan daya dorong 88,26 kN.

MiG-35 Fulcrum F - 2,25 Mach

MiG-35
MiG-35 saat pameran udara MAKS 2007. Gambar: Anatoly (MAKS-2007).
MiG-35 (kode nama NATO: Fulcrum F) adalah pesawat tempur multiperan generasi 4++ berkursi tunggal yang dikembangkan oleh Russian Aircraft Corporation "MiG" (RAC "MiG"). Pesawat ini mampu terbang dengan kecepatan 2,25 Mach (2.756 km/jam). MiG-35 juga ditawarkan dalam konfigurasi kursi ganda yang disebut sebagai MiG-35D.

MiG-35 dikembangkan berdasarkan pesawat tempur MiG-29, dan pertama kali ditampilkan di pameran udara Aero India tahun 2007. MiG-35 dipersenjatai dengan kanon GSh-30-1 30mm, berbagai rudal udara-ke-udara dan rudal udara-ke-permukaan, bom, dan roket.

Dua mesin RD-33MK dengan afterburnernya terintegrasi dengan sistem kontrol elektronik baru dan sistem smokeless combustion chamber. Pesawat ini juga dilengkapi dengan TVC yang sangat membantu dalam skenario pertempuran "dogfight" di udara.

Su-35 Flanker E - 2,25 Mach

Su-35
Su-35 saat ulang tahun ke-100 Angkatan Udara Rusia. Gambar: Sergey Vladimirov from RU a.k.a. Vlsergey.
Pesawat tempur multi peran Sukhoi Su-35 dibangun oleh Komsomolsk-na-Amure Aviation Production Association (KnAAPO) Rusia, merupakan versi modern dari Su-27. Pesawat yang sangat bermanuver ini mampu terbang dengan kecepatan 2,25 Mach (2.756 km/jam).

Su-35 saat ini digunakan oleh Angkatan Udara Rusia. Pesawat ini dipersenjatai dengan kanon GSH-30 30mm, berbagai rudal udara-ke-udara dan rudal udara-ke-permukaan, bom dan roket.

Su-35 didukung oleh dua mesin turbofan Saturn 117S dengan all-axis thrust-vector control (TVC) nozzles. Dengan afterburner, masing-masing mesinnya menghasilkan daya dorong 142 kN. Dengan bahan bakar penuh, Su-35 mampu terbang lebih dari 3.600 km.

Tornado ADV - 2,27 Mach

Tornado ADV
Tornado ADV Angkatan Udara Arab Saudi. Gambar: Koalorka.
Tornado Air Defence Variant (ADV) adalah versi pencegat dari pesawat tempur Tornado yang dikembangkan oleh Panavia Aircraft. Tornado ADV mampu terbang dengan kecepatan maksimum 2,27 Mach (2.780 km/jam), sementara Tornado versi Interdictor and Strike/Electronic Combat and Reconnaissance (IDS/ECR) hanya menawarkan kecepatan maksimum 2,2 Mach (2.695 km/jam).

Lebih dari 950 pesawat tempur Tornado telah dikirim ke berbagai angkatan udara di dunia termasuk Jerman, Italia, Inggris dan Arab Saudi. Persenjataan Tornado ADV terdiri dari kanon Mauser BK-27 27mm, rudal udara-ke-udara AIM 7 Skyflash dan AIM-120 AMRAAM atau AIM-132 ASRAAM.

Tornado ADV didukung oleh dua mesin turbofan Turbo-Union RB199 yang masing-masing menghasilkan daya dorong kering 40,5 kN. Setelah afterburning, masing-masing mesin akan menghasilkan daya dorong lebih dari 70 kN. Dengan penerbangan feri, Tornado ADV dapat terbang sejauh 3.890 km.

MiG-23 Flogger - 2,35 Mach

MiG-23 Flogger
MiG-23 Flogger. AS juga pernah mengoperasikan pesawat ini untuk tujuan penelitian.
Kecepatan terbang hingga 2,35 Mach (2.878 km/jam) menjadikan MiG-23 (kode NATO: Flogger) sebagai salah satu pesawat tempur tercepat di dunia. Lebih dari 5.000 pesawat telah dikirimkan ke berbagai negara di seluruh dunia.

MiG-23 turut berperan dalam Perang Iran-Irak, Perang Soviet di Afghanistan dan Perang Teluk. MiG-23 saat ini masih digunakan dalam jumlah terbatas oleh pengguna asing. Persenjataannya terdiri dari kanon GSH-23 belly-mounted, rudal udara-ke-udara Vympel R-23 (AA-7 Apex) dan R-60 (AA-8 Aphid).

MiG-23 didukung oleh dua mesin turbojet Tumansky R-29B yang masing-masing menghasilkan daya dorong 78,4 kN dan dengan afterburner yang bisa mencapai 112,8 kN.

Shenyang J-11 - 2,35 Mach

Shenyang J-11
Shenyang J-11
Shenyang J-11 adalah pesawat tempur buatan China yang desainnya berdasarkan Su-27SK Rusia. J-11 saat ini dioperasikan oleh Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) China. J-11 mampu terbang dengan kecepatan hingga 2,35 Mach (2.878 km/jam).

J-11 awal masih menggunakan komponen utama buatan Rusia, sedangkan J-11B sudah banyak menggunakan peralatan buatan China, seperti sistem senjata dan avionik. Persenjataan meliputi kanon 30 mm, rudal udara-ke -udara dan udara-ke-darat, bom cluster dan roket.

Kekuatan terbangnya berasal dari mesin Lyulka AL-31F (buatan Rusia) atau Woshan WS-10A Taihang (buatan China). Dengan afterburner, masing-masing mesin menghasilkan daya dorong 123 kN, dan memiliki jangkauan maksimum hingga 3.530 km.

Su-27SK - 2,35 Mach

Su-27 Rusia
Su-27 Tim Aerobatik Rusia. Gambar: Alexander Mishin
Pesawat tempur multiperan Sukhoi Su-27SK merupakan versi ekspor dari Su-27 (kode NATO: Flanker) yang dikembangkan Biro Desain Sukhoi. Pesawat ini mampu terbang dengan kecepatan 2,35 Mach (2.878 km/jam).

Produksi Su-27SK dimulai pada tahun 1991. Persenjataan terdiri dari kanon otomatis GSh-301 30mm,  enam rudal jarak menengah R-27R1 (R-27ER1), dua rudal jarak menengah 27T1 (R-27ET1), enam rudal RVV-AE active radar-homing, enam rudal jarak pendek R-73E, bom cluster dan roket.

Dua mesin AL-31F yang masing-masing menghasilkan rasio dorong 122,6 kN, juga memberikannya kecepatan terbang 1.400 km/jam di permukaan laut. Dengan tanki bahan bakar internal yang berkapasitas 9.400 kg, pesawat ini mampu terbang sejauh 3.530 km pada kecepatan jelajah.

F-15E Strike Eagle - 2,5 Mach

F-15E Strike Eagle
F-15E Strike Eagle Angkatan Udara Amerika Serikat mengisi bahan bakar di udara di langit barat daya Asia, 1 April 2013.
F-15E Strike Eagle yang dibangun oleh Boeing Defense, Space & Security ini adalah pesawat tempur multiperan yang menjadi tulang punggung Angkatan Udara Amerika Serikat. Strike Eagle juga digunakan oleh beberapa negara lain seperti Angkatan Udara Arab Saudi, Singapura, Israel dan Korea Selatan.

F-15 membawa kanon 20 mm, Joint Direct Attack Munitions (JDAMs), Standoff Land Attack Missile Expanded Response (SLAM-ER), rudal AIM-120 AMRAAM, rudal udara-ke-udara AIM-9X Sidewinder dan bom diameter kecil. Mampu menyerang target saat terbang di ketinggian rendah di semua kondisi cuaca baik siang maupun malam.

F-15E didukung dua mesin P&W F100 atau dua GE F110 turbofan, masing-masing memberikan rasio daya dorong 129 kN dengan afterburner. Bila dilengkapi dengan tanki bahan bakar konformal (CFT) dan tiga drop tank, pesawat ini mampu terbang feri sejauh 3.840 km.

MiG-25 Foxbat - 2,83 Mach

MiG-25 Foxbat
MiG-25 Foxbat Angkatan Udara Rusia. Alex Beltyukov - RuSpotters Team.
MiG-25 (Kode NATO: Foxbat) adalah pesawat pengintai dan pencegat yang diproduksi oleh  Mikoyan-Gurevich OKB (sekarang RAC "MiG") yang saat ini digunakan dalam jumlah terbatas oleh Angkatan Udara Rusia dan beberapa negara lain.

MiG-25 telah diimpor oleh beberapa angkatan udara di dunia, antara lain Aljazair, Armenia, Suriah, Bulgaria, India, Irak dan Libya. Persenjataan MiG-25 terdiri dari dua rudal udara-ke-udara AA-6 Acrid dan dua R-40T.

Dua mesin Tumansky R-15B-300 turbojet yang tertanam masing-masing menghasilkan daya dorong sekitar 100,1 kN dengan afterburner yang memberikannya kecepatan maksimum 2,83 Mach (3.466 km/jam).

MIG-31E - 2,83 Mach 

MiG-31 Angkatan Udara Rusia
MiG-31 Angkatan Udara Rusia. Gambar: Vitaly Kuzmin
MIG-31E adalah varian ekspor dari pesawat tempur MIG-31 yang diproduksi oleh RAC "MiG". Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum 2,83 mach (3.466 km/jam) dan dapat mengintersep dan menghancurkan target di semua ketinggian, baik di siang maupun malam hari. (Baca juga: MiG-31 Mencegat SR-71 Blackbird Amerika Serikat).

MIG-31 berada dalam layanan Angkatan Udara Rusia dan Kazakhstan. Ini adalah pesawat seri produksi pertama yang dilengkapi dengan airborne phased array radar. Pesawat ini dipersenjatai dengan kanon GSh-6-23M 30mm, rudal jarak jauh R-33E, rudal jarak menengah R-40TD1 (AA-6 'Acrid') dan rudal jarak pendek R-60MK.

MIG-31E memiliki jangkauan 3.000 km tanpa isi bahan bakar dan 5.400 km dengan satu kali pengisian bahan bakar di udara. Dua mesin D-30F6 yang masing-masing menghasilkan daya dorong 152 kN dengan afterburner, memungkinkannya untuk terbang dengan kecepatan 3.000 km/jam lebih pada ketinggian tinggi. (All data from Wiki)

AD Malaysia Kemungkinan Akan Beli APC Buatan Thailand

Sunday, April 20, 2014 10 Comments
Chaiseri First Win 4x4

Pada pameran pertahanan Defence Services Asia (DSA) 2014 di Kuala Lumpur, Malaysia, perusahaan Chaiseri Thailand mengonfirmasi bahwa saat ini sebanyak 29 kendaraan lapis baja First Win 4x4 sudah dioperasikan oleh Angkatan Darat Thailand, dan 200 unit lainnya akan segera dikirimkan dalam beberapa bulan ke depan.

Perusahaan Chaiseri Thailand juga mengatakan bahwa disamping memproduksi First Win 4x4 untuk Angkatan Darat Thailand, Angkatan Darat Malaysia juga berkemungkinan dan bisa membeli 200 unit lainnya dengan nama Deftech. Seperti yang diketahui, Chaiseri telah bekerjasama dengan DRB-Hicom Defence Technologies (Deftech) Malaysia guna mempromosikan First Win untuk menggantikan kendaraan Rheinmetall Condor Angkatan Darat Malaysia yang sudah menua.

Chaiseri First Win 4x4 dikembangkan, dirancang dan diproduksi di Thailand melalui perusahaan Chaiseri Metal & Rubber Co., Ltd. Chaiseri merupakan perusahaan Thailand yang berbasis di provinsi Pathumthani, yang terletak di sebelah utara ibukota Thailand, Bangkok.

Saat ini, Chaiseri menjadi salah satu pemasok utama produk pertahanan untuk Angkatan Darat Thailand. Dengan didukung fasilitas dan pengalamannya dalam mengembangkan produk pertahanan, Chaiseri setidaknya telah memasok produk militer ke 20 negara di dunia.

Chaiseri First Win 4x4

First Win 4x4 dirancang sebagai kendaraan angkut infanteri dengan lambung baja berbentuk V yang menawarkan perlindungan tingkat tinggi dari berbagai ancaman di medan perang saat ini dan di masa depan, seperti ranjau dan improvised explosive devices (IED). Berat kotor kendaraan ini sekitar 9.000 kg dan dapat mengangkut hingga 10 pasukan ditambah pengemudi.

Lambungnya yang terbuat dari lasan baja balistik dengan berbentuk V berguna untuk mengarahkan laju ledakan ranjau, sekaligus sebagai kendaraan yang memiliki orientasi perlindungan 360°. Sistem perlindungan dapat mencapai STANAG 4569 dari Level 1 hingga Level 3 yang berarti kendaraan ini mampu menahan peluru kinetis Armor Piercing hingga 7,62x51 mm standar NATO dari jarak 30 meter dengan kecepatan 930 m/detik dan dapat  menahan ledakan ranjau hingga massa 8 kg di bagian roda gardan maupun di tengah gardan.

Bagian atas kompartemen kru dapat dilengkapi dengan turet (kubah) manual open top 360° yang dapat dipersenjatai dengan senapan mesin 7,62 mm atau 12,7 mm atau peluncur granat otomatis.

Chaiseri First Win 4x4

Kendaraan ini dimotori oleh mesin Cummins ISB yang menghasilkan kekuatan 300 hp dan menggunakan transmisi otomatis Allison dengan 6 kecepatan dan 1 reverse.  Soal kecepatan, kendaraan ini mampu berlari dengan kecepatan maksimum 110 km/jam dengan daya jelajah maksimum 600 km.

First Win termasuk kendaraan dengan mobilitas dan kelincahan tinggi, mampu beroperasi dalam berbagai medan menantang seperti lumpur, medan cadas dan pada kondisi iklim yang ekstrem seperti suhu dan kelembaban yang tinggi.

All photos via: thaiarmedforce.com

Boeing akan Jadikan Jet Tempur F-15 Mampu Meluncurkan Satelit

Saturday, April 19, 2014 1 Comment
F-15 Strike Eagle dan peluncur satelit

Mungkin Anda berpikir bahwa peluncuran satelit ke ruang angkasa hanya bisa dilakukan dengan roket, tapi ke depan tidak lagi. Satelit kecil sudah bisa ditempatkan di orbit hanya dengan menggunakan jet tempur.

Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) Amerika Serikat bulan lalu menganugerahkan kontrak senilai USD 30,6 juta kepada Boeing untuk mengembangkan kendaraan peluncur satelit berdimensi panjang 7,3 meter yang akan ditempelkan pada bagian bawah pesawat tempur F-15E Strike Eagle.

Konsepnya, F-15E Strike Eagle akan melepaskan kendaraan peluncur ini di ketinggian 40.000 kaki (12.192 meter), dimana di titik ini mesin roket peluncur akan dinyalakan untuk selanjutnya membawa satelit ke orbitnya di luar angkasa.

F-15 Strike Eagle dan peluncur satelit

"Jika semuanya berjalan sesuai rencana, sistem peluncuran seperti ini akan menghemat biaya peluncuran satelit kecil - yang beratnya mencapai 45 kilogram - sebesar 66 persen," kata pejabat Boeing seperti yang dilansir di laman Space.com.

"Menggunakan jet tempur merupakan konsep yang lebih murah ketimbang menggunakan roket sekali pakai, sekaligus akan menjadi cara yang lebih cepat untuk mengirim satelit kecil ke orbitnya," pejabat itu menambahkan. Militer Amerika Serikat juga tidak perlu repot-repot dalam menyiapkan peluncuran, sebagian besar pekerjaan dilakukan dari F-15E Strike Eagle.

Selain pengembangan peluncur satelit kecil, DARPA juga ingin menghemat biaya peluncuran satelit besar. Adalah The agency's Experimental Spaceplane project, atau XS-1, yang ditujukan untuk mengembangkan kendaraan peluncur yang mampu membawa muatan (satelit) yang berbobot 1.361 sampai 2.268 kg ke orbit dengan biaya kurang dari USD 5 juta per penerbangan.

Gambar: Boeing

Peletakan Lunas PKR “FRIGATE” PT. PAL

Friday, April 18, 2014 1 Comment
PKR SIGMA 10154

PT PAL akan membangun tiga unit kapal perusak kawal rudal 105 (PKR-105)/Frigate nomor 1, yang merupakan salah satu proyek jangka panjang Kementerian Pertahanan. Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Marsetio mengatakan proyek ini bekerjasama dengan galangan kapal Belanda Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS).

"Kami produksi bersama DSNS, Belanda, dalam kerangka transfer of technology (ToT)," kata KSAL di sela-sela Keel Laying modul 2 seksi 231 PKR-105 di PT PAL, Rabu, 16/4/2014.

Peletakan lunas modul 2 seksi 231 merupakan tindak lanjut dari first steel cutting pada 15 Januari lalu. PKR-105 akan berdimensi panjang 105 meter lengkap dengan peluncur rudal anti-kapal permukaan, anti-serangan udara, torpedo, dan perangkat peperangan elektronik. PKR ini juga akan mengokomodasi helikopter yang dilengkapi torpedo (anti-kapal selam). Harga satu unit frigat PKR-105 ditaksir senilai USD 220 juta.

Menurut KSAL, masing-masing PKR-105 terdiri dari 6 modul. Empat modul dibuat di Surabaya dan 2 modul akan dirakit di Vlisingen, Belanda. KSAL berharap semua modul dapat segera dirangkai menjadi unit kapal PKR-105 di galangan PT PAL pada Maret tahun depan.
 
"Kapal ini bisa menghadapi peperangan, baik di permukaan, di bawah air, maupun perang udara. Sebab, sudah dilengkapi torpedo, rudal, dan perangkat perang elektronik. Dengan demikian, sangat cocok untuk menjaga keutuhan wilayah maritim kita," kata KSAL.

Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Tjeerd F. de Zwaan, mengatakan pemerintah Belanda mendukung penuh kerja sama transfer of technology dengan PT PAL. Menurut dia, Indonesia perlu melakukan revitalisasi industri strategis, salah satunya industri kapal perang. Sebab, wilayah Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada. "Saya pikir, PT PAL butuh melakukan revitalisasi industri kunci," kata de Zwaan.

Dirut PT PAL Firmansyah Arifin mengatakan bahwa PT PAL sudah mengirim 75 insinyur ke Belanda guna mengikuti program ToT. Langkah ini juga untuk memperkuat PT PAL yang ditunjuk sebagai lead integrator matra laut. "Bersama DSNS, kami siap menyelesaikan pembangunan kapal PKR-105/Frigate nomor 1 buatan Indonesia," kata Firmansyah. 

Berikut Spesifikasi PKR "Frigate" No-1:

DIMENSIONS
Length o.a. : 105.11 m
Beam mld : 14.02 m
Depth no.1 deck : 8.75 m
Draught (dwl) : 3.70 m
Displacement (dwl) : 2365 tons

PERFORMANCE
Speed (Maximum power) : 28 knots
Speed on E-propulsion : 15 knots
Range at 14 knots : > 5000 NM
Endurance : > 20 days at sea

PROPULSION SYSTEM
Propulsion type : combined diesel or electric (CODOE)
Diesel engine : 2 x 10000 kW MCR diesel propulsion
Electric motors : 2 x 1300 kW MCR electric propulsion
Gearbox : 2 x double input input/single output
Propellers : 2 x CPP diameter 3.65 m
lntegrated platform management system

AUXILIARY SYSTEMS
Generator sets : 6 x 735 kWE (CAT C-32A)
Emergency gen. set : 1 x180kWE
Chilled water : 2 x units, redundant distrubution
Fire fighting : 4 x main pumps +Ix service pump
Freshwater making capacity : 2 x 14 m3/day (RO) + 2 x 7.5 m3/day (evaporators)

DECK EQUIPMENT
Helicopter deck : max. 10 tons helicopter
Heli operations : day/night with refuelling system
Helicopter hangar : suitable for approx 6 tons helicopter
RAS : on helicopter deck PS & SB, astern fuelling
Boats : 2 x RHlB

ACCOMMODATION
Fully air-conditioned accommodation for 122 persons
Commanding Officer  1
VIP cabin (Flag officer standard)  1
Officers  26
Chief Petty Officers  10
Petty Officers  28
Petty officer (female)  8
Junior Ratings  29
Trainee Officers  18
Canal Pilot cabin.  1
Provisions for NBC citadel/decontamination

WEAPON & SENSOR SUITE
3D-Surveillance & target indication radar & IFF
Radar / electro optical fire control
Hull Mounted Sonar
Combat management system
Medium calibre gun 76 mm
1 x Close In Weapon System
2 x 4 SSM launchers
12 cell SAM launcher
2 x triple Torpedo launching system
ESM & ECM
2 x Decoy launchers
lntegrated internal & external communication system

NAUTICAL EQUIPMENT
lnteqrated bridqe console, 2 x naviqation radar, ECDIS, GMDSS-A3 rencence gyro

Tempo/PT. PAL

2015: TNI AU Bangun Satuan Radar di Indonesia Timur

Thursday, April 17, 2014 Add Comment
radar

TNI AU terus berupaya meningkatkan pertahanan wilayah udara Indonesia terutama di Papua dari ancaman intimidasi oleh pesawat asing.

"Pada 2015, TNI AU akan membangun Satuan Radar di Jayapura untuk memperkuat pertahanan wilayah udara Indonesia di kawasan timur," kata Panglima Komando Sektor IV Pertahanan Udara Nasional, Marsekal Madya TNI Asnam Muhidir, kepada ANTARA, di Timika, Rabu.

Selain itu, TNI AU juga merencanakan pembangunan Satuan Radar di Sorong Papua Barat, Ambon Maluku dan Morotai Maluku Utara.

"Kalau semuanya sudah terpasang maka secara otomatis seluruh wilayah udara kita sudah bisa tercover. Khusus untuk pembangunan satuan radar di Jayapura, kita sudah melakukan pembebasan lahan, tinggal pemasangan radar," jelas Marsma Asnam Muhidir.

Saat ini TNI AU sudah memiliki satuan radar untuk mengawal wilayah pertahanan udara Indonesia kawasan timur yaitu satuan radar 242 Biak, satuan radar 243 Timika, satuan radar 244 Merauke dan satuan radar 245 Saumlaki Maluku Tenggara Barat.

Dengan telah terpasangnya sejumlah satuan radar di wilayah Indonesia timur itu, pelanggaran wilayah teritorial udara Indonesia oleh pesawat asing sampai saat ini nihil.

"Pesawat asing tidak berani lagi melanggar kedaulatan wilayah udara kita saat ini karena hampir semua wilayah udara kita sudah tertutup," ujar Marsma Asnam Muhidir.

Ia menambahkan, potensi pelanggaran wilayah udara Indonesia di Papua jika dilihat dari pergerakan pesawat yaitu dari wilayah utara dan selatan.

Dalam hal pengawasan wilayah udara nasional, jajaran Kosek IV Hanudnas juga bekerja sama dengan semua radar sipil yang terpasang di semua bandara baik yang ada di Jayapura, Timika hingga Ambon.

Menyangkut rencana penempatan sejumlah pesawat tempur di Papua, Marsma Asnam Muhidir mengatakan sejauh ini rencana tersebut belum terealisasi karena masih menunggu kesiapan armada pesawat tempur.

Dari sejumlah pangkalan udara yang ada di Papua, ke depan TNI AU akan menempatkan sejumlah pesawat tempurnya di Pangkalan Udara Utama Biak untuk memperkuat pertahanan wilayah udara Indonesia di kawasan timur Indonesia mengingat akses pendukungnya memadai.

Pada Rabu pagi, Pangkosek IV Hanudnas Marsma Asnam Muhidir memimpin serah terima jabatan Komandan Satuan Radar 243 Timika dari Letkol Lek Sudirman kepada Mayor Lek Danang Purwanto.

Marsma Asnam Muhidir meminta pejabat Komandan Satuan Radar 243 Timika yang baru agar dapat melanjutkan bahkan meningkatkan prestasi yang telah ditorehkan pejabat sebelumnya dalam pelaksanaan tugas pokok satuan dan tugas lainnya serta berkoordinasi dengan semua unsur terkait. (ANTARA)

TNI AU Akan Kembalikan Kedaulatan Udara dari Negara Asing

Thursday, April 17, 2014 Add Comment
FIR Indonesia

Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia membuka seminar Internasional Air Power 2014 di klub eksekutif Persada Purnawira, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, 17 April 2014.

Salah satu tujuan seminar ini adalah untuk mendorong percepatan pengembalian wilayah kedaulatan udara nasional yang selama ini masih dikendalikan oleh pihak asing. Bagus Putu berharap akan adanya suatu diskusi yang diwadahi untuk membahas khususnya mengenai pentingnya Flight Information Region (FIR) agar dikendalikan Indonesia.

"Bagi kami, akan lebih bagus FIR itu dikontrol oleh Indonesia," tegasnya saat konferensi pers. Bagus Putu menjelaskan pihaknya sudah mengajukan konsep ke Mabes TNI dan sedang disempurnakan lalu diajukan Presiden Republik Indonesia.

Angkatan Udara Indonesia akan siap pada 2024, tapi menurut beberapa pihak waktu itu terlalu lama. "Semakin dekatnya pemberlakuan ASEAN Open Sky Policy 2015, kita tahun ini sudah harus siap sehingga 2024 sudah total," ujar Ketua penyelenggara seminar, Marsekal Muda (Marsda) TNI (Purn) Kusnadi Kardi.

Pentingnya Wilayah Udara bagi Kekuatan Bangsa

Menyambut hari jadi ke-68 TNI AU, Air Power Centre of Indonesia (APCI) mengadakan seminar Internasional Air Power 2014 yang bertajuk Kedaulatan Udara merupakan Suatu Prioritas bagi Keamanan Nasional Indonesia di Klub eksekutif Persada Purnawira, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, 17 April 2014.

Ketua penyelenggara seminar, Marsekal Muda (Marsda) TNI (Purn) Kusnadi Kardi, mengatakan wilayah udara seperti halnya wilayah kelautan. Jika kita kalah perang di udara, Indonesia akan kalah perang. "Kita sebagai bangsa harusnya mempunyai jati diri. Ini saatnya kita bangkit bahwa wilayah udara sangat penting," kata Kusnadi.

Ia menambahkan dirinya tidak yakin jika Indonesia tidak berusaha, akan diamankan oleh aset yang kita miliki. Kusnadi menjelaskan saat ini wilayah udara kita dikendalikan Singapura. "Oleh karena itu, saya kira sejak kini kita harus ada kepedulian untuk ke depannya mempunyai kemauan. Ini sebagai starting point untuk memajukan national air power," tegasnya.

Metrotvnews


FIR adalah suatu ruang udara dengan batas batas tertentu yang telah ditentukan, dimana pelayanan informasi penerbangan (flight information service) dan pelayanan siaga (alerting service) diberikan. Pengendalian wilayah udara bersifat horizontal maksudnya adalah peredaran berita dilakukan antar stasiun penerbangan di dalam wilayah udara yang ditentukan.

Indonesia memiliki ruang udara seluas 2.219.629 NM persegi dan mengoperasikan 2 (dua) wilayah FIR yaitu FIR Jakarta dan FIR Makassar dan masih dibantu oleh FIR Singapura untuk ruang udara sektor a, b dan c (wilayah diatas Batam, Matak, dan Natuna). Konfigurasi FIR lihat pada gambar atas.

Pada penerapannya, FIR memiliki unit-unit ATS (air traffic service) yang bernaung di bawahnya dan terintegrasi dalam sebuah jaringan yang terdiri dari communication centre station, sub communication station, dan tributary station.

Kemenhan Uji Terbang Pesawat Kepresidenan

Thursday, April 17, 2014 Add Comment
Wamenhan dan pesawat kepresidenan

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Rabu, 16 April 2014, ikut serta dalam penerbangan uji ketahanan terbang pesawat kepresidenan RI Boeing Business Jet 2. Uji ketahanan ini bagian dari tes sertifikasi yang dilakukan Kementerian Pertahanan.

Pesawat ini terbang dari Aceh sampai Papua dan dari Miangas ke Pulau Rote dan diikuti oleh sejumlah pejabat lain diantaranya Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Kepala Badan Intelijen Negara, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman dan Kasau, Marsekal TNI, Ida Bagus Putu Dunia, 13 orang kru pesawat dan 5 orang staf dan media.

Rute yang dipilih dalam rangka uji ketahanan terbang yaitu dari Bandara Halim Perdana Kusuma menuju Aceh hingga Manado dan Manado-Miangas, selanjutnya Miangas-Marauke-Pulau Rote dan esoknya kembali ke bandara Halim Perdana Kusuma. Pesawat yang tiba di Indonesia pada 10 April 2014 lalu mampu terbang antara 10 hingga 11 jam.

Pesawat seharga Rp 840 miliar ini dibeli untuk mendukung tugas-tugas kepresidenan. Ke depan, pesawat bewarna biru dan ditubuh pesawat terdapat tulisan "Republik Indonesia" dan ada lambang kepresidenan ini akan terus digunakan untuk membawa presiden dalam melaksanakan tugasnya.

Dalam uji ketahanan terbang ini, Pesawat Kepresidenan akan diterbangkan oleh empat pilot yaitu Letkol Penerbang Firman Wirayuda, Letkol Penerbang Ali Gusman, Mayor Pnb Noto Casnoto, dan Kapten Irwanda.

Tiba di Aceh

Pesawat Presiden Republik Indonesia A-001 B-738/800 mendarat mulus, di Apron Lanud Sultan Iskandar Muda, Rabu, 6 April 2014, dengan membawa sebanyak 45 orang rombongan untuk melaksanakan check rute penerbangan Halim-Lanud Sultan Iskandar Muda-Manado, disambut dengan baik oleh  Kapolda Aceh Irjen Pol Husaini, Kabinda Aceh Brigjen TNI Rudi P, Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Purwadi Mukson, Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Basuki Rochmat, dan unsur Muspida Aceh, di VIP Lanud Sultan Iskandar Muda.

Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dalam jumpa pers mengatakan, pembelian Pesawat Boeing 738/800 ini hasil dari rekomendasi DPR RI, tidak ada unsur politik, karena penggunaannya lebih hemat dari pada kita selalu menyewa pesawat selama 5 tahun untuk mendukung kegiatan Presiden dan nantinya pesawat ini akan dioperasikan oleh pihak dari TNI Angkatan Udara.

DMC/ Dispen TNI

Tebak, Angkatan Laut AS Punya Berapa Kapal Induk?

Thursday, April 17, 2014 4 Comments
USS America

Pekan lalu Angkatan Laut AS resmi menerima USS America, kapal serbu amfibi pertama dari Kelas America. Tidak seperti kebanyakan kapal serbu amfibi saat ini, USS America dan saudaranya USS Tripoli minim fasilitas dek hangar, tapi sebaliknya keduanya berfokus pada fasilitas penerbangan. Ketika kedua kapal ini sepenuhnya beroperasi, USS America dan USS Tripoli masing-masing akan mengoperasikan 20 pesawat tempur F-35B, yang akan berperan besar dalam superioritas udara.

Tak pelak, pengiriman USS America menimbulkan lagi perdebatan tentang "jenis kelamin" kapal ini. Di Amerika Serikat, kapal 45.000 ton pembawa pesawat bukanlah kapal induk, melainkan hanya kapal dari jenis lain. Ukuran USS America hampir sama dengan ukuran kapal induk Charles De Gaule Perancis dan INS Vikramaditya India, meski masih sedikit lebih kecil dari RFS Admiral Kuzetsov Rusia atau saudaranya di China, Liaoning. USS America juga masih jauh lebih besar dari kapal induk yang baru-baru ini dibangun untuk Angkatan Laut Korea Selatan, Jepang dan Australia.

Yang kita tahu, Amerika Serikat mengoperasikan 10 kapal induk yang semuanya dari Kelas Nimitz 100.000 ton. Konyol jika dikatakan bahwa kapal 45.000 ton yang mengoperasikan F-35 atau pesawat tempur lainnya bukanlah kapal induk, seharusnya kita menyadarinya. Faktanya AS memiliki 9 kapal (diluar Kelas America) semacam ini yang tidak mereka sebut sebagai kapal induk melainkan kapal serbu amfibi. Hal ini karena term Angkatan Laut AS berbeda dengan negara lain dalam pengkategorian kapal induk. Bagi kita ini sama saja kapal induk, yang artinya saat ini Angkatan Laut AS memiliki 19 kapal induk yang aktif.

9 kapal serbu amfibi Angkatan Laut AS
9 kapal serbu amfibi Angkatan Laut AS yang aktif saat ini dan mampu berperan sebagai kapal induk. (Gambar US Navy)
Perbedaan antara kapal induk dan kapal serbu amfibi di AS dimulai ketika Angkatan Laut AS mulai mengoperasikan kapal serbu amfibi Kelas Iwo Jima pada tahun 1961. Kapal ini berbagi kekuasaan di laut bersama super-carrier Kelas Forrestal, semi super-carrier Kelas Midway dan Kelas Essex. Sayangnya, namanya tetap terjebak sebagai kapal serbu amfibi meskipun sudah diberikan kemampuan untuk meluncurkan pesawat tempur dan tidak terpengaruh dengan jumlah varian kapal induk yang berkurang.

Angkatan Laut AS sendiri lebih suka mengatakan bahwa mereka berperang dengan 10 kapal induk, bukan dengan 19 kapal induk, yang kedengarannya mungkin akan lebih menakutkan. Angkatan Laut AS juga enggan menyebut kapal induk yang jauh lebih kecil dari kelas Nimitz adalah kapal induk, padahal ukurannya sama atau bahkan lebih besar dari kapal induk negara lain, dan juga dapat berperan sama dengan sepupu nuklir mereka (maksudnya Kelas Nimitz).

Lalu apa masalahnya? Tidak ada he... Siapa yang peduli jika Amerika Serikat memang berniat menyamarkan setengah armada kapal induknya? Ini hanya permainan di atas kertas, toh kekuatan tempur AS juga tidak akan bertambah jika 9 kapal tersebut dikategorikan sebagai kapal induk. Hanya saja dari sudut pandang kita yang di luar AS, rasanya salah jika kita mengatakan AS hanya mengoperasikan 10 kapal induk, melainkan 19 buah. (Robert Farley/editor Artileri).

Wow.... Luar Biasa Cantik Senjata Ini

Thursday, April 17, 2014 1 Comment
Saat ini manufaktur senjata makin modern, berbagai fitur ditambahkan dan keakuratan ditingkatkan, tapi tanpa disadari pabrikan sudah kehilangan salah satu seni yang berharga di masa lalu, yaitu ukir atau pahat logam.

Perusahaan lelang Rock Island Auction segera akan melelang dua senapan Le Page, yang mana keduanya menampilkan seni sejati senapan dari era 1800-an. Tampilan senjata ini luar biasa cantik. Entah pemahat logam saat ini butuh waktu berapa tahun untuk membuat detail yang mengesankan seperti senjata ini.

http://www.artileri.org/2014/04/wow-luar-biasa-cantik-senjata-ini.html






Lelang akan dibuka pada 2 Mei dan harga senapan diatas ditaksir antara USD 275 ribu-USD 425 ribu. Gambar-gambar lain senapan diatas dengan resolusi tinggi bisa Anda lihat disini dan senapan Le Page yang satunya lagi yang ditaksir antara USD 85 ribu- USD 130 ribu bisa sobat lihat disini. Happy bidding....