Inilah Drone Rotor Miring Masa Depan Pentagon

Friday, February 14, 2014
Advertisement
ARES

Gambar di atas adalah gambar konsep dari Aerial Reconfigurable Embedded System (ARES) yang mampu melakukan misi pengiriman kargo, evakuasi korban (CASEVAC), dan misi intelijen, pengawasan dan pengintaian (ISR).

Menurut DARPA, ARES adalah modul penerbangan yang lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL) yang dirancang sebagai platform kendaraan tanpa awak yang mampu mengangkut berbagai muatan. Bentuk rotornya yang miring akan membuatnya terbang lebih efisien dan memiliki daya dorong yang kuat untuk mencapai kecepatan tertentu dalam waktu singkat.

Singkatnya, ARES sama saja dengan UAV, yang terbang dari bandara ke bandara, kapal perang, atau di medan perang, dan melakukan berbagai misi. ARES akan menggantikan pesawat V-22 Osprey dan beberapa jenis pesawat lainnya. Namun, bedanya ARES tidak berawak.

Dengan menggunakan pesawat tak berawak untuk melakukan misi-misi berbahaya, tentunya akan mengurangi risiko kehilangan penerbang.

ARES

Menurut DARPA, ARES akan dikendalikan dari jarak jauh melalui smartphone dan tablet. Btw, jika semua sudah dikendalikan dari smartphone atau tablet, nantinya perang tidak lagi mempertemukan tentara manusia dari dua belah pihak secara langsung. Mereka akan berperang dengan hanya menggunakan smartphone atau tablet dari pangkalan masing-masing atau mungkin berperang dari rumah masing-masing, sambil ngemil pula he... Canggih sekaligus edan.

Gambar: Lockheed Martin

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

3 comments:

Anonymous said...

jd kalau sudah begitu apa guna/tujuan dr perang itu? komoditi ekonomi... (mockingbird)

Anonymous said...

........mungkin berperang dari rumah masing-masing, sambil ngemil pula he.......
ATAU BISA JUGA NYURUH PEMBANTUNYA.....

Afrid Fransisco said...

sambil ngemil, dengerin musik, n di toilet lagi...
he he,,

Post a Comment