Latest News

Alasan Ekonomi, Rusia Perlambat Produksi PAK FA

PAK FA

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Jenderal Yuri Borisov mengatakan kepada media Rusia bahwa produksi pesawat tempur generasi kelima Sukhoi PAK FA (T-50) mungkin melambat, dibandingkan rencana sebelumnya. Sejak PAK FA terbang pertama kali pada bulan Januari 2010, enam prototipe telah dibangun dan diterbangkan. Empat prototipe lainnya juga akan diselesaikan di tahun ini.

Selama kunjungannya ke pabrik Sukhoi KnAAPO di Irkut, dimana produksi PAK FA sedang dipersiapkan, Borisov menyarankan agar pemerintah Rusia merevisi Program Persenjataan Pemerintah Rusia 2020 (GPV2020) karena situasi ekonomi negara itu yang saat ini sedang sulit. Menurut sumber di Kementerian Pertahanan Rusia yang tidak mau disebutkan namanya, GPV2020 saat ini mensyaratkan pembelian 52 pesawat tempur PAK FA dalam rentang tahun 2016-2020. Selama tahun 2016, 2017 dan 2018, Angkatan Udara Rusia akan menerima delapan pesawat setiap tahunnya, setelah itu produksi akan ditingkatkan menjadi 14 pesawat per tahun.

KnAAPO siap untuk memulai produksi PAK FA di awal tahun depan, dan Borisov menegaskan bahwa batch produksi awal akan dikirimkan ke Angkatan Udara Rusia seperti yang telah direncanakan. Saat ini, Kementerian Pertahanan  sedang mempertimbangkan untuk membentuk skuadron tunggal berisi 12 pesawat tempur PAK FA, dan kemudian produksi akan dihentikan hingga 12 pesawat tersebut membuktikan kinerja mereka selama dioperasikan. Borisov mengatakan bahwa, secara keseluruhan, pilot Angkatan Udara Rusia puas dengan desain dan kinerja PAK FA seperti yang ditunjukkan oleh prototipe-prototipenya.

Perlambatan produksi ini akan membuat Rusia dapat mengalihkan dana yang tersedia untuk membeli lebih banyak pesawat tempur generasi keempat Su-30SM dan Su-35. Pada tahun 2015, KnAAPO dijadwalkan akan memproduksi lima Su-30M2 dan 14 Su-35.

Pada tahun 2010, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa dana 30 miliar Rubel (sekitar USD 518 juta untuk kurs saat ini) telah diinvestasikan ke proyek PAK FA dan jumlah yang sama akan dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunannya. United Aircraft Corporation (UAC) Rusia mengharapkan total pesanan Rusia dan India untuk PAK FA dan FGFA (versi PAK FA untuk Angkatan Udara India) akan lebih dari 400 pesawat.


Sumber: AIN Online
Gambar: Vitaly V. Kuzmin/Wiki Common


2 Responses to "Alasan Ekonomi, Rusia Perlambat Produksi PAK FA"

  1. Dengan kata lain proyek Fakfa kekurangan dana Kenapa tidak dimanfaatkan Indonesia untuk bergabung pada proyek ini seperti hal KFX/IFX. bila dapat bergabung maka akan terjadi suatu lompatan besar. untuk Alutsista.Masalahnya diterima atau tidak tapi perlu dicoba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak bakalan bisa indonesia gabung karena
      1. Indonesia blom berpengalaman membuat pesawat tempur.
      2. Yang dibuat ini anggap aja "F22 nya Rusia" jelas aja teknologinya gak bakalan ditransfer atau dikerjakan bersama negara manapun, sekalipun negara sahabat

      Delete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.