Latest News

11 Negara yang Berkomitmen Membeli F-35

F-35A

Amerika Serikat dan sekutunya berencana membeli lebih dari 3.100 unit pesawat tempur generasi kelima F-35 JSF di tahun-tahun mendatang untuk menggantikan armada F-16 dan F/A-18 dan pesawat lainnya yang sudah tua.

Lockheed Martin, mengembangkan F-35 untuk militer AS dan delapan negara sekutu yang membantu mendanai pengembangan, yaitu Inggris, Australia, Italia, Turki, Belanda, Denmark, Norwegia dan Kanada. F-35 terdiri dari tiga varian utama; F-35A adalah varian lepas landas dan mendarat konvensional (CTOL), F-35B adalah varian lepas landas pendek dan mendarat vertikal (STOVL), dan F-35C yang merupakan varian untuk angkatan laut/kapal induk (Catobar/CV).

Berikut adalah daftar kemungkinan pembelian F-35 oleh 11 negara diluar AS yang dimulai dari 3 kecabangan militer Amerika Serikat:

Angkatan Udara Amerika Serikat

Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) berencana membeli 1.763 F-35A hingga tahun 2037. USAF melatih pilot dan teknisi F-35 di Pangkalan Udara Eglin di Florida, dan baru-baru ini mulai melaksanakan pelatihan penerbangan malam hari. Lebih dari 100 pilot sudah memenuhi syarat untuk menerbangkan pesawat ini dan juga lebih dari 1.000 teknisi sudah dilatih untuk mendukung operasional F-35. USAF juga menerbangkan F-35 dari Pangkalan Udara di Nevada dan Arizona.

Angkatan Laut AS

Rencananya, Angkatan Laut AS (US Navy) akan membeli 260 F-35C, varian yang memiliki sayap lebih panjang dan dilengkapi dengan tailhook untuk pendaratan di kapal induk. Lockheed Martin saat ini juga sedang menguji coba tailhook baru hasil desain ulang.

Korps Marinir AS

Korps Marinir AS (USMC), kecabangan militer AS yang terkecil, berencana membeli 340 F-35B dan 80 F-35C untuk menggantikan armada saat ini yang terdiri dari F/A-18 Hornet, EA-6B Prowlers, dan AV-8B Harrier "Jump Jet." USMC menerbangkan pesawat tempur ini dari Pangkalan Udara di Arizona, dan menegaskan bahwa mereka akan siap menggunakan F-35B pada pertengahan tahun 2015. Di akhir bulan ini, USMC juga akan menerima F-35 pertama untuk Pangkalan Udara di Beaufort, South Carolina, dimana disini puluhan pilot dan teknisi akan dilatih setiap tahunnya.

Inggris

Angkatan Udara dan Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang telah menginvestasikan dana sebesar USD 2 miliar untuk membantu pengembangan program F-35, berniat membeli total 138 F-35B. Sejauh ini Inggris berkomitmen membeli 48 unit F-35, dan diperkirakan pada tahun depan akan ditambah sebanyak 14 unit lagi. Saat ini Inggris baru menerima 3 F-35.

F-35B Inggris akan terbang pertama kali dihadapan publik di dua pameran udara di Inggris pada bulan depan. Jika cuaca mendukung, pesawat ini juga akan melakukan fly-by appearance pada upacara penamaan kapal induk baru Inggris pada 4 Juli nanti.

Italia

Italia awalnya berencana membeli 131 F-35, namun pada tahun 2012 Italia mengurangi jumlahnya menjadi 90 unit yang terdiri dari 60 F-35A dan 30 F-35B. Perusahaan pertahanan milik negara Italia Finmeccanica adalah salah satu subkontraktor dalam program F-35 dan unit Alenia yang akan merakit sendiri F-35 yang akan dibeli oleh Italia, Belanda dan Norwegia di fasilitas besarnya di Italia Utara.

Belanda

Militer Belanda awalnya berencana membeli 85 F-35A, namun pada September lalu mereka mengumumkan hanya akan membeli 37 pesawat untuk saat ini. Belanda telah menerima 2 F-35 untuk pelatihan.

Turki

Turki berencana membeli 100 F-35A dan sudah dipastikan mengorder dua unit F-35 pertamanya.

Australia

Australia berencana membeli 100 F-35A. Pesawat pertamanya akan dikirimkan pada akhir tahun ini. Pada April lalu, Australia mengumumkan rencananya untuk membeli 58 F-35 disamping pesanan sebelumnya yang berjumlah 14 unit.

Norwegia

Norwegia berencana untuk membeli 52 pesawat tempur F-35A dan telah resmi mengorder 16 unit.

Denmark

Denmark berniat membeli 30 unit F-35A, namun hingga kini belum ada order yang disepakati. Kemungkinan keputusannya baru akan muncul pada akhir Juni 2015.

Kanada

Kanada siap membeli 65 unit F-35A, namun pada September 2012 Kanada kembali mengevaluasi rencana pembelian tersebut. Hal ini terkait banyaknya protes atas keputusan pemerintah Kanada yang akan membeli F-35 tanpa melalui proses tender terbuka. Diperkirakan keputusan Kanada untuk membeli F-35 akan segera diputuskan pada bulan ini.

Israel

Israel telah memesan 19 unit F-35A dan berencana untuk memesan hingga 75 unit di tahun-tahun mendatang. Untuk pemesan kedua kemungkinan akan terjadi pada akhir tahun ini.

Jepang

Pada Desember 2011, Jepang mengumumkan bahwa mereka memesan 42 F-35A dan juga mungkin akan membeli lagi pesawat tempur siluman ini di tahun-tahun mendatang. Jepang juga membangun pabrik perakitan akhir dan fasilitas checkout untuk F-35.

Korea Selatan

Korea Selatan telah mengonfirmasi rencananya untuk membeli 40 unit F-35A untuk menggantikan jet tempur F-4 yang sudah tua.

Rencana pembelian F-35 oleh 12 negara
Rencana pembelian F-35 oleh 12 negara. (Sumber: Lockheed Martin)
Negara lain

Singapura dan Belgia adalah 2 negara lainnya yang sudah menyatakan minatnya untuk membeli pesawat tempur termahal di dunia ini.

Gambar: F-35A from defenseimagery.mil/MSgt John Nimmo Sr. 
Sumber: Reuters/Lockheed Martin


4 Responses to "11 Negara yang Berkomitmen Membeli F-35"

  1. percuma membeli jet tempur kalau belum terbukti kehebatannya :v

    ReplyDelete
  2. Terlepas dari kontroversinya jet gen.5 ini, tdk dapat dibantahkan bahwa F-35 adl Quantum Leap teknologi jet tempur.

    Memang F-35 tdk dirancang untuk dogfiht (bahkan kalah gesit dr Su-30/Typhoon/Rafale), tp dia fungsinya multi-role dan klo dogfight pasti akan pilih pertempuran Beyond Visual Range (BVR).

    Kalau pun terpaksa dogfight F-35 memiliki sistem radar AESA+sistem EOTS dan 6 kamera IR yg memantau 360derajat atau Total Situational Awareness. Semua informasi itu tersedia di helmet pilot. Pilot dapat melihat bagian bawah/belakang pesawat seperti biasa tapi minus badan pesawat yg menghalangi, jd mirip alat VR Oculus Rift. Jet musuh datang dari bawah pantat F-35 pun bs dideteksi, dikunci dan ditembak dari helmet HMDS gen.3 yg dipakai pilot. Radar AN/APG-81 adl radar AESA yg tercanggih sejauh ini, melebihi F-22 punya. Kemampuan Electronic Warfare (EW) F-35 bisa menipu radar musuh dgn memberikan umpan palsu, jamming, dll. F-35 jg punya program ALIS (Alice) yg menjadi asisten pilot dan engineer/kru. Jd tugas pilot dan engineer/kru lbh mudah. Ada 24 juta baris software code yg terdapat di dalam F-35, jd bs dibilang komputer bersayap.

    Tidak ada pesawat siluman. F-35 bukan pesawat siluman, tapi Low-Observable Aircraft. F-22 dan B-2 masuk kategori Very-Low-Observable Aircraft. Yg membedakan itu di Radar Cross Sectionnya (RCS). RCS F-35 tdk sebaik F-22, jd hanya masuk kategori low .Bagaimana pun jg mereka dapat nampak di radar, tp mereka nampak pada jarak yg sudah sangat dekat sekali. Sebelum nampak di radar bom/rudal dari F-35 sudah lbh dulu meluncur ke sasaran.

    Analoginya, pesawat gen 4/4,5 dibandingkan dgn gen.5 seperti HP feature phone dengan Smartphone.

    Opini saya, kelemahan utama F-35 bukan di kemampuan dogfight/tempur nya spt yg selama ini dilontarkan. Tapi kelemahannya adalah keunggulannya, sistem komputer. F-35 adl network centric fighter yg berkomunikasi intense lewat jaringan nir-kabel. Peluang di hack tetap ada, meski battle-net adl network tertutup. Pentagon pun tdk pernah bilang network security F-35 100% aman dr hacker. Mereka hanya bilang berusaha sebaik mungkin membuat networknya aman. Ya disitulah kelemahannya..

    TNI sudah mengutarakan bahwa ingin punya F-35, meski dalam jumlah sedikit. AS pun sudah menawarkan 8 unit F-35 beberapa tahun lalu. TNI butuh untuk memperpendek gap/jurang kemampuan dogfight 'elektronik' pilot2 TNI dgn negara2 barat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  3. mungkin amrik pake f-35nya untuk ngeroyok gitu sob, jadi ngga perlu lincah betul. cukup bisa terbang, ada misil canggih sama siluman dikit dah, jadi 1 Su-35bm vs 4 f-35

    ReplyDelete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.