Latest News

Gripen E, Jet tempur Masa Depan dari Swedia

Ini artikel saya comot dari ANTARA, cukup menarik meski sedikit lucu (sama lah seperti artikel-artikel saya). Silahkan dibaca.

Gripen E

Jakarta (ANTARA News) -  Pesawat tempur generasi keempat masih dianggap cukup mampu menjadi andalan banyak negara. Namun kini pabrikan pesawat tempur Swedia, SAAB AB, mengembangkan generasi keenam, SAAB JAS 39E Gripen.

Generasi di antara mereka --generasi kelima-- antara lain ada Lockheed Martin F-35 Lighting II, yang ditujukan untuk memenuhi keperluan tiga matra sekaligus, yaitu Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Korps Marinir Amerika Serikat.

Jika pesawat tempur generasi kelima bermakna "mesin pamungkas untuk dikemudikan" maka generasi keenam akan tiba. SAAB dari Swedia memberi argumen, bahwa JAS 39E Gripen mereka --yang sesuai dengan gambaran artis tentang pesawat tempur mahal dan canggih-- menjadi pesawat tempur pertama di "kelas" itu.

Bicara JAS 39E Gripen, ini juga yang menjadi salah satu kontestan pengganti F-5E/F Tiger II di Skuadron Udara 14 TNI AU.

Dia bersaing bersama Sukhoi Su-35 Flanker E (Rusia), Dassault F1 Rafale (Prancis), dan Boeing-McDonnel Douglas F/A 18E/F Super Hornet (Amerika Serikat). Bisa juga ke Boeing-McDonnel Douglas F-15E Striking Eagle.

Konsep pesawat tempur Gen 5 (generasi kelima) telah berusia 30 tahun, berawal sejak Perang Dingin berakhir, saat pemerintahan Ronald Reagan memacu perlombaan senjata dan Rusia yang menggerakkan picunya. Dari sinilah kemudian terjadi perlombaan kecanggihan teknologi, material, dan berbagai macam doktrin pertempuran dan peperangan.

Di sinilah Swedia memberi alternatif penting dalam daftar pesawat tempur masa depan.

Alasan menyatakan bahwa JAS 39E Gripen --dituturkan Aviation Week edisi Maret 2014-- sebagai pesawat tempur Gen 6 adalah karena dia dirancang sejak awal berdasarkan pengertian-pengertian peperangan pada masa depan.

Yang menarik dari JAS 39E Gripen ada pada perangkat lunaknya; perangkat keraslah yang menjalankan program aplikasi manajemen tempur dalam perangkat lunak Mission System 21.

Sebetulnya, versi awal perangkat lunak ini telah ditanamkan di dalam JAS 39A/B. Salah satu hal yang dijagokan SAAB adalah ketangguhan Gripen yang bisa berusia pakai panjang, yang mensyaratkan adaptabilitas dalam berbagai misi dan negara pemakai.

Seperti halnya A-4 Skyhawk rancangan Ed Heinemann, JAS 39E Gripen dirancang sebagai pesawat tempur kecil dengan daya muat besar. Bodinya kecil, tapi sanggup menggotong beban berat.

Swedia mengaplikasikan sistem sensor berteknologi state-of-the-art rancangannya sendiri pada perangkat ISR dan peringatan dini situasionalnya. Ini meliputi sistem manajemen perang di penerbangan elektronika memakai teknologi nitrida-galium. Ini yang pertama di dunia pada semua kelas.

Secara sederhana, dia mampu mengidentifikasi teman dan musuh (IFF/identification friend and foe) pada situasi penerbangan yang sangat padat dan kritikal.

Dia tidak akan salah mengenali pesawat tempur/transport teman, musuh, sipil, dan lain sebagainya. Didukung suplai mesin dari Amerika Serikat (General Elecric), sistem radar dari Inggris (Raven ES-05 active), dan penjejakan infra merah dari Italia (Skyward-G-IRST) serta sebagian struktur pesawat terbang dari Brazil.

JAS 39E Gripen bukan pesawat tempur tercepat, paling stealth, dan paling gesit. Namun dia menawarkan hal-hal lain di luar itu, di antaranya biaya pengembangan dan operasi yang rendah dengan capaian terbaik. Ada ungkapan dari salah satu perancangnya, bahwa Angkatan Udara Kerajaan Swedia tidak akan mampu mencapai semua itu dengan cara-cara biasa.

Inilah target besar yang ingin dicapai SAAB; bukan hal mudah namun bisa dilaksanakan. Jika dia berhasil maka dia akan memberi banyak pelajaran pokok pada banyak pihak tentang rancangan pesawat tempur masa depan.

Mirip dengan semua produk berteknologi tinggi Swedia, dia memberi fitur-fitur pokok yang menentukan dengan cara pengoperasian sangat mudah.

Berikut sebagian perbandingan antara JAS 39C dan JAS 39E, yang keduanya rancangan SAAB Swedia.

                                                                     JAS 39C                         JAS 39E
Berat kosong                                       13.000                             14.000
Bahan bakar                                         lebih dari 5.000          lebih dari 7.400
Berat maksimal                                   30.900                             36.400
lepas landas
Mesin                                                         Volvo RM12                GE F414-GE-39E
Daya menengah/maksimal           12.150/18,100            14.400/22.000
Kecepatan optimal                                ---                                    1,25 Mach
Radar                                                         mekanis                           AESA
IRST                                                               ---                                     Ya
Display kokpit                                      3 unit 6 X 8 inchi          1 unit 8 X 20 inchi




Gripen E

Artikel di atas sebelumnya juga saya lihat di beberapa situs asing. Memang tidak ada ketentuan resmi untuk mengklasifikan generasi sebuah pesawat. Tapi pengamat-pengamat dirgantara juga mencapai kesepakatan 'tidak resmi' mengenai generasi pesawat, dalam hal ini generasi ke-6, bahwa syarat utama pesawat generasi siluman itu full stealth, tanpa awak dan otonom. Nyatanya hal ini tidak terjadi pada Gripen E (baru X-47B AS yang mengarah ke generasi ke-6).

Disebutkan pula soal generasi ke-6 Gripen ini disebutkan oleh Aviation Week. Saya cukup sanksi situs sekaliber itu menyatakannya. Mungkin maksudnya adalah teknologinya mengarah ke generasi ke-6, tapi meski begitu, ini juga masih terlalu jauh karena Gripen paling banter masuk ke 4,5 dan masih ada teknologi generasi kelima yang harus dilompatinya.

Mengenai konsep teknologi pesawat siluman, AS sudah menggagasnya menjelang awal 60-an. Tidak dimulai dari berakhirnya Perang Dingin di tahun 1991. Namun, bila dihitung dari kemunculan F-117 AS di awal 80 an, benar bisa dikatakan sudah 30 tahun. Tapi F-117 kala itu bukan masih sekedar konsep, melainkan sudah terbang.

Dikatakan di atas, bahwa Gripen E bukan pesawat tempur tercepat, paling stealth, dan paling gesit, tapi ia generasi ke-6, bingung kan? Artinya generasi ke-5 seperti F-35 akan keok sama Gripen. (kalau keduanya bertempur, jangan-jangan Gripen sudah soak duluan sebelum menyadari kehadiran F-35). Tapi balik lagi, Gripen memang pejuang tangguh di kelasnya, seperti F-14 Tomcat atau F-15 Eagle. Pilot-pilot yang menerbangkannya juga berpendapat bahwa kontrol pesawat ini mengesankan.

Sedikit ralat, maksimum take off Gripen E adalah 16.500 kg dan display kokpit ada 3 unit, bukan 1 unit. Sedangkan kecepatannya bisa mencapai Mach 2 apabila berada di ketinggian tinggi.

Berbicara soal kebutuhan Indonesia pesawat interseptor, TNI AU saat ini memang sangat membutuhkan pesawat interseptor canggih untuk menggantikan F-5 Tiger yang segera pensiun (datang pada 80 an). Perkembangan situasi dewasa ini tampaknya memang mengharuskan kita memiliki pesawat interseptor yang modern. Bagaimana kalau kita pilih Gripen? Boleh juga, performanya sesuai dengan namanya JAS yang merupakan kependekan dari "Jakt, Attack, Spaning" atau Hunt, Attack dan Spying dalam bahasa Inggris.

Gambar: Saab


9 Responses to "Gripen E, Jet tempur Masa Depan dari Swedia"

  1. Jangan beli Gripen donk, bodynya ga menarik. Mendingan beli Sukhoi SU-35 Flanker, seksi banget bro...!!!!

    ReplyDelete
  2. ini adalah klasifikasi generasi pesawat tempur menurut sepengetahuan saya.
    1) Generasi1 adalah pesawat yang biasa digunakan pada PD1 seperti The Foker D. VII, Albatos, Camel, Three Wing Fokker,.
    2) Generasi2 adalah pesawat yang biasa digunakan pada PD2 seperti .Supermarine Spitfire, Messerschmitt, Bf 109, Mitsubishi Zero, P-51 Mustang dll.
    3) Generasi3 yaitu pesawat tempur pada masa perang dingin(cold war) seperti mig-21 fishbed, f-86 sabre, f-4 phantom, A4 skyhawk, mirage f1 dll.
    4) Generasi4 adalah pesawat yang masih digunakan sampai sekarang sebagai pesawat tempur standart negara negara di dunia. contohnya F-16 fighting falcon, SU-27/30 Flanker, F-15 eagle, MIG 29 fulcrum, dll.
    5) Generasi 4,5 adalah pesawat yang menjembatani teknologi antara pesawat generasi 4 dengan generasi5, seperti : SU-35 super flanker, dassault rafale, eurofighter typhoon, SAAB JAS39Gripen, dll.
    6) Generasi 5 adalah pesawat dengan fitur-fitur futuristik seperti teknologi stealth(siluman) yang memungkinkan melakukan penyerangan tanpa terdeteksi radar lawan. contohnya adalah F-22 Raptor, F-35 lightning II T-50 PAK FA, J-20chengdu,. skian komentar saya,. jika ada kesalahan, mohon pencerahan dari Admin dan saudara yang melihat artikel ini.

    ReplyDelete
  3. mas itu sumber ANTARA yg mengatakan JAS 39E generasi ke enam darimana

    ReplyDelete
  4. Generasi 6. Ha..ha..ha.. memang lucu bung.

    ReplyDelete
  5. Itu mungkin maksudnya bukan pesawat tempur generasi keenam. Maksudnya mungkin Gripen-E ini adalah variant keenam dari seri Gripen (Gripen A, B, C, D, NG, dan terakhir E)

    ReplyDelete
  6. Wartawan ya bodrex gan

    ReplyDelete
  7. next indonesia akan mengembangkan gen 7
    for amfhibi jet fighter with scram jet engine by yayang zhynta
    seandainya indonesia mau memberikan sedikit ruang buat peneliti untuk melakukan riset


    ReplyDelete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.