Latest News

Malaysia akan Sewa Pesawat Tempur?

Gripen

Tiga pabrikan pesawat tempur siap mengajukan proposal untuk menyewakan pesawat tempur multiperan baru ke Malaysia untuk menggantikan pesawat tempur MiG-29 Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).

BAE Systems plc (Inggris), Boeing Co (AS) dan Saab AB (Swedia) disebut-sebut sudah masuk dalam daftar 5 produsen pesawat yang dipantau pemerintah Malaysia untuk menjadi kandidat dalam program Multi-Role Combat Aircraft (MRCA) TUDM.

Sedangkan dua perusahaan lain yang masuk dalam daftar pendek tersebut, Sukhoi Aviation Holding Co (Rusia), belum menunjukkan minat apapun. Sementara itu Dassault Aviation (Perancis), pembuat pesawat tempur Rafale, telah mengatakan tidak akan berpartispasi dalam program leasing (penyewaan).

Karena rencana pengadaan jet tempur beberapa kali tertunda akibat keterbatasan anggaran, TUDM akhirnya melihat opsi leasing.

Analis memperkirakan besaran anggaran program MRCA TUDM adalah antara RM 6 miliar hingga RM 8 miliar. Mereka juga menilai bahwa selain pesawat tempur Gripen dari Saab, TUDM juga tertarik dengan pesawat tempur Typhoon dari BAE, Boeing F/A-18F, Dassault Rafale dan Sukhoi Su-30.

Berdasarkan program MRCA, TUDM berencana untuk melengkapi tiga skuadron dengan 36-40 pesawat tempur baru.

Menurut aircraftcompare.com, harga per unit Eurofighter Typhoon adalah USD 70 juta (RM229,4 juta), Gripen USD 61 juta sedangkan Rafale dan F/A-18 Super Hornet masing -masing seharga USD 68 juta dan USD 67 juta. Namun, harga tersebut biasanya bervariasi karena tergantung keinginan pelanggan seperti syarat untuk sistem senjata, suku cadang dan paket pelatihannya.

Saab adalah satu-satunya produsen pesawat tempur di dunia yang telah menyewakan pesawat tempur ke negara lain, Ravikumar Madavaram, konsultan Aerospace & Defence di Frost & Sullivan Asia-Pacific.

"Saab akan mengecek pesawat mereka di Malaysia dari waktu ke waktu untuk mengetahui bagaimana dan untuk apa (pesawat mereka) digunakan, inspeksi tersebut dapat membahayakan otonomi pertahanan Malaysia," Madavaram mengatakan.

"Malaysia (juga) harus membuat keputusan yang tepat dan mempersiapkan diri sebelum menyewa dari perusahaan yang belum memiliki pengalaman leasing dan harus siap untuk kemungkinan apapun ketika harus menyewa pesawat tempur dari negara lain," katanya.

Meskipun hal seperti ini dapat menjadi hambatan penyewaan, unit Saab di Malaysia Saab International Malaysia Sdn Bhd, yang terkait dengan taipan bisnis Malaysia Tan Sri Syed Mokhtar al- Bukhary, yakin bahwa keputusan Malaysia akan berpihak ke Gripen.

Wakil presiden Saab International, yang juga direktur Saab International Malaysia Sdn Bhd, MD Thomas Linden, mengatakan bahwa Saab menyediakan pesawat tempur Gripen dengan harga terjangkau dan efisien, yang cocok untuk 'pemboros' pertahanan moderat seperti Malaysia.

Para analis mengatakan bahwa Saab telah menawarkan penyewaan hingga 24 unit pesawat tempur Gripen beserta dua pesawat Erieye Airborne Early Warning (AEW), mirip dengan kesepakatan dengan Thailand, dengan opsi pembelian ketika TUDM memiliki alokasi dana.

Saab adalah pabrikan pertama yang akan mengajukan proposal untuk program MRCA TUDM. Pada 2012 lalu, Kepala Staf TUDM Tan Sri Rodzali Daud mengatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menyewa minimal 18 pesawat tempur Gripen dari Saab, dan pengalaman Saab dalam menyewakan pesawat tempur ke negara lain merupakan sebuah kelebihan tersendiri.

"Gripen telah disewakan kepada angkatan-angkatan udara di Eropa, sehingga tidak ada bentuk kesepakatan baru, seperti halnya pesawat (Gripen) juga sudah memenuhi persyaratan MRCA kami meskipun saya akui (Gripen) jangkauannya pendek karena ukurannya yang kecil," ia mengatakan.

Tawaran Saab akan menemui persaingan dari BAE, yang kemungkinan akan menyerahkan proposalnya dalam waktu dekat untuk pesawat Eurofighter Typhoon.

"Kami siap mendukung pemerintah Malaysia dalam memenuhi (persyaratan) program MRCA untuk harga yang hemat dan kinerja yang tinggi sebagaimana kami menawarkan solusi yang inovatif dan hemat biaya," direktur komunikasi BAE, Mark Ritson, mengatakan kepada The Malaysian Reserve.

"Rincian proposal kami merupakan bahan diskusi antara kami dan pelanggan kami karena kami yakin bahwa Eurofighter akan menawarkan kemampuan yang pelanggan butuhkan, ketika saatnya dibutuhkan," katanya.

Selama kunjungan Perdana Menteri Perancis Jean-Marc Ayrault ke Malaysia pada Juli tahun lalu, Perdana Menteri Datuk Seri Mohd Najib Razak mengisyaratkan bahwa Malaysia sedang melihat pilihan yang lebih murah untuk memenuhi persyaratan program MRCA dan persyaratan pertahanan lainnya.

"Kita akan melihat beberapa persyaratan dalam hal keterjangkauan, kita tidak hanya akan melihat pada MRCA tetapi juga perangkat keras (militer) lainnya termasuk helikopter serang dan senjata," kata Najib.

Madavaram dari Frost & Sullivan, mengatakan bahwa penyewaan pesawat tempur adalah tren baru, dengan Republik Ceko dan Hungaria yang menjadi hanya dua negara di dunia yang memiliki pesawat tempur hasil sewa, keduanya memilih Saab Gripen.
(The Malaysian Reserve/Gambar: Elite Falcon07-photobucket).


15 Responses to "Malaysia akan Sewa Pesawat Tempur?"

  1. Malaysia ternyata sudah miskin hingga membeli pesawat aja tak mampu....klu gak ada uang di persilakan datang jakarta dan kami akan berikan pinjaman tanpa bunga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yke miskin macam mana 2 c..

      Delete
  2. Kalau di kantor saya sewa mobil + driver outsourcing ,kalau malon pake pilot tempur outsours maka itu menunjukan kwalitas SDM mereka ..LOL..

    ReplyDelete
  3. semoga TNI segera akuisisi pembelian ...... 1 skwadron sukoi 35,....... 2 skwadron gripen .......... 2 skwadron thypon ........... Gak pakai sewa....

    ReplyDelete
  4. Sungguh miris membaca berita ini.ternyata malon cuma bisa berkoar2 alias bermulut besar.tp kenyataanya nol.....pesawat tempur kok nyewa kayak pk aja di sewa.....hadeh..

    ReplyDelete
  5. Ternyata tong kosong nyaring bunyinya gan

    ReplyDelete
  6. Hahaha,,, kirain mig 29 nye buanyak,,

    ReplyDelete
  7. malon akan sewa Perdana Mentri dan Raja buat memerintah negara !

    ReplyDelete
  8. Ga mau kalah saingan ma tetangga, gada duit bela-belain nyewa segala. Smpe segitunya..Jgn-jgn pilot2 pesawat tempurnya jg sewaan (Outsourching) jg, ya?
    Terlaluu...

    ReplyDelete
  9. Jangan bergaya aja indon sedangkan indon rakyat masih ramai Yang miskin hingga.makan pun susah,berapa juta warga indon yg hidup dalam kemiskinan,mampu beli senjata tapi indon banyak lagi Yang miskin kelaparan.mau perang gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. dari pada negara lu,kalo ga ada TKI,gimana warga warga di negara lu

      Delete
  10. hahaahahahahahahaahaaaa, berbangga lagh menjadi warga negara indonesia yg mampu beli pesawat tempur, tidak menyewa... indonesia sangat lah kaya raya, ingat itu malon.... hahahahahahahaahaaa

    ReplyDelete
  11. Hadeuuuh malingsial, miris hati ini mendengarnya..baru dngr gw pesawat tempur di sewain dh kaya gerobak buat angkut pasir .. satu indonesia satu

    ReplyDelete
  12. malingsial bego turunan kapiten + gurkha

    ReplyDelete
  13. Jangan lupa setiap di pake, pesawatnya di cuci bersih, kalo kotor nanti bisa di marahin bos yg punya pesawat dan kena denda.juga.
    Rawat baik2 ya barang milik orang lain....LOL

    ReplyDelete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.