Latest News

Rivalitas AS-China Lebih Berbahaya dari Perang Dingin?

Bendera China dan Amerika

Pengamat hubungan internasional terkemuka, John Mearsheimer, mengatakan bahwa ada kemungkinan lebih besar dari AS dan China berperang di masa depan daripada konflik Soviet dan NATO selama Perang Dingin.

Mearsheimer berkomentar dalam sebuah acara makan siang yang diadakan oleh Center for the National Interest di Washington DC, pada hari Senin. Acara makan siang itu diadakan khusus membahas artikel Mearsheimer baru-baru ini di The National Interest mengenai kebijkan luar negeri AS di Timur tengah. Namun, banyak percakapan selama sesi tanya jawab terfokus pada kebijakan AS di Asia terutama soal kebangkitan China.

Berbeda dengan Timur Tengah, yang dinilai kurang begitu mengancam Amerika Serikat, Mearsheimer mengatakan bahwa AS akan menghadapi tantangan yang luar biasa dari Asia terutama China yang ekonominya terus meningkat. Profesor Universitas Chicago ini mengatakan bahwa dalam skenario seperti itu, AS dan China akan terlibat dalam kompetisi strategis yang intensif, seperti persaingan Soviet-Amerika selama Perang Dingin.

Sementara menekankan bahwa ia masih yakin perang sesungguhnya antara AS dan China masih bisa dihindari, Mearsheimer mengatakan bahwa ia menilai perang dingin antara AS dan China akan kurang stabil ketimbang Perang Dingin AS dan Soviet. Alasannya didasarkan pada geografi dan interaksi dengan senjata nuklir.

Dia mengatakan bahwa pusat gravitasi dari Perang Dingin AS-Soviet adalah di daratan Eropa tengah. Hal ini menciptakan situasi yang cukup stabil, menurut Mearsheimer, siapapun di seluruh Eropa Tengah akan paham bahwa Perang Dingin NATO-Warsawa akan cepat berubah menjadi perang nuklir yang akan menghancurkan semuanya. Hal ini memberikan kesadaran kuat pada kedua belah pihak untuk menghindari konflik nuklir di Eropa Tengah.

Berbeda dengan persaingan strategis AS-China. Mearsheimer mengidentifikasi empat titik potensial di mana ia percaya bahwa Amerika Serikat dan China bisa terlibat perang: Semenanjung Korea, Selat Taiwan dan Laut Cina Timur dan Selatan. Lebih banyak dari titik potensial peperangan antara NATO dan Soviet. Namun menilai situasi saat ini, Mearsheimer menyiratkan bahwa ia percaya seandainya terjadi, perang antara AS dan China tidak akan meningkat ke perang nuklir.

Ia mencontohkan sengketa China-Jepang atas Kepulauan Senkaku/Diaoyu, yang menurutnya dalam lima tahun ke depan ada kemungkinan nyata Jepang dan China akan berperang. Apabila pecah perang antara China dan Jepang di Laut China Timur, Mearsheimer mengatakan bahwa ia percaya AS akan memiliki dua opsi: pertama, bertindak sebagai wasit dan mencoba memisahkan kedua belah pihak dan kembali ke status quo, kedua, turut dalam perang dengan memihak Jepang.

Mearsheimer mengatakan bahwa ia lebih percaya bahwa AS akan memilih pilihan kedua karena apabila memilih pilihan pertama maka akan melemahkan kredibilitasnya di mata sekutu Asia. Jika Amerika berlaku sebagai mediator yang buruk, maka kepercayaan sekutu akan hilang. Karena AS tidak mengizinkan kedua sekutunya yaitu Jepang dan Korea Selatan untuk membangun senjata nuklir, mereka menaruh kepercayaan besar pada Amerika untuk berada di belakang mereka, mereka akan berharap Washington tidak ragu-ragu turut berperang di pihak Jepang seandainya terjadi perang antara Jepang dan China.

Mearsheimer menambahkan bahwa AS saat ini baru berada di tahap awal ancaman China, dan dia menilai ancaman serius China belum akan terwujud setidaknya hingga 10 tahun kedepan.

Di sisi lain, Mearsheimer mengatakan bahwa dia berharap kekuatan perekonomian China akan melemah atau runtuh, karena hal ini akan menghilangkan ancaman keamanan yang berpotensi besar bagi Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Mearsheimer mengatakan bahwa ia cukup terperangah dengan beberapa sikap orang Amerika dan sekutu-sekutu Asianya yang ingin melihat ekonomi China terus tumbuh. Dia mengingatkan bahwa puncak kekuatan Uni Soviet saat Perang Dingin terjadi ketika PDB nya jauh lebih kecil daripada Amerika Serikat. Sedangkan China berbeda, raksasa ekonomi dunia ini akan menjadi ancaman serius bagi Amerika Serikat ketimbang apa yang sebelumnya AS hadapi. (ZZ/Dp)


65 Responses to "Rivalitas AS-China Lebih Berbahaya dari Perang Dingin?"

  1. Pola pikirnya sama dengan Yahudi. Jangan biarkan orang lain maju bahkan Israel itu tidak mau ada tetangganya maju. Dia melakukan segala cara. Hegemoni segala aspek..itu incarannya.
    Dalam hal urusan roket untuk satelit saja Indonesia sudah merasakan ada resistensi asing. Apalagi ekonomi. Jangan jadi teman yang punya tipikal penjajah karena susah maju...majunya hanya metamorfosa...sebenarnya jadi pecundang.
    Lihat Jepang , Korea Seatan, mereka di dikte.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu professor memang orang yahudi."Mearsheimer" itu nama marga orang Yahudi

      Delete
  2. Itulah sekutu bangsa Bar bar, tidak ingin melihat manusia maju. Termasuk sekutunya di asia n asue, tidak ingin melihat Indonesia maju dan kuat. Sekarang ada tanda2 untuk menghancurkan Indonesia. Oleh sebab itu, saya menghimbau agar pemimpin Indonesia saat ini jangan terpancing dulu provokasi Mereka yg akan mengeroyok Indonesia. Nanti setelah Indonesia kuat yg diperkirakan akan mampu memberi pelajaran kepada sekutu Asue, baru kita turun tangan membersihkan lingkungan kita (ruhkyat) agar bersih dari persekongkolan mereka.

    ReplyDelete
  3. pikiran barat yg sangat picik...rakyat tidak lagi bodoh berpihak kpd yg munafik. Indonesia dan setiap negara berhak membangun militernya masing". Militer AS saja tdk ada yg campurin! Do your own business!!

    ReplyDelete
  4. Bener sob....jepang sama korsel boleh maju ekonominya, tapi ǵǻǵ boleh kuat alutsistanya,....jadi masih bisa dikontrol dan di dikte amerika,...ibarat kata lo boleh jadi orang kaya dan keren, tapi masih di bawah pengaruh sama kekutan ĝώ,...sewaktu2 ĝώ palak, ĝώ suruh lo mesti ♏αΰ....Ÿă jadi ǵǻǵ ƥưňÿą kepribadian yg utuh, bahasa gaulnya ǵǻǵ ƥưňÿą jati diri......kasiannnnn..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak sepenuhnya benar. Jepang dan Korea bangun kapal induk ga ada halangan sm sekali, mereka bangun kapal selam sampai puluhan AS juga biasa aja, Korea bikin KFX/Jepang bikin ATD-X (stealth) AS biasa aja, Jepang bikin satelit mata2 kata AS silahkan, Jepang dan Korea beli jet tanker spy jet2nya bs terbang ribuan km AS bilang silahkaan, kenapa? Ya mereka sekutunya! Yg didikte hanya satu, senjata nuklir, itu saja. Ya bangsa Korea dan Jepang juga tau apa artinya jati diri, klo ga punya jati diri ga akan semaju sekarang mereka.

      Coba lihat dr kacamata Korea/Jepang ke Indonesia: wah Indonesia negara besar tp pemerintahnya lemah (korup), kita bs bebas jualan produk kita disana asiik yaa, militernya juga ga sebanding dengan luas negaranya jd bisa curi2 ikan di laut Indonesia, pemerintahnya rela jual SDA ke kita dgn harga murmerr, hutan/tambang/tanah bisa kita kuasai dgn mudah...kasiaannnn yaa..

      Think again..

      Delete
    2. nah itu, selama tunduk dengan kebijaksanaan luar negri AS, mau bikin apa saja mereka diperbolehkan, tetapi giliran china bikin kapal induk, mulai deh negara sekitar dihasut dan ditakut takuti, kuncinya karena amerika masih pegang nuklir korea dan jepang, seandainya jepang punya senjata nuklir maka amerika akan lebih takut ke jepang dari pada kechina, karena sudah terbukti, jepang adalah negara yang pernah menginvasi wilayah amerika.

      Delete
  5. Y MUDAH MUDAHAN EKONOMI CHINA TRUZ MAJU.DAN MENAIKKAN ANGGARAN MILITERNYA SETINGKAT US..KRN KEBANGKITAN CHINA DAN RUSIA AKAN SANGAT BERMAMFAAT BGI NEGARA2 KECIL YG DI TEKAN AMERIKA...

    ReplyDelete
  6. okinawa pindah ke darwin, philipina di kosongin. kemungkinan amerika sengaja membiarkan China leluasa menginvasi tetangganya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. philipina itu negara antah berantah yang ga penting, mereka itu fb nya amerika persis seperti warga di beberapa kepulauan di indonsia. so jadi ditinggalin.gua berani taruhan. kalau china mau tunduk ke amerika, dengan barter philipin di aneksasi juga bakalan dikasih amerika.

      Delete
  7. trus apa pengaruh nya ke Indonesia boss , justru paham komunis malah berakar di indonesia dan perekonomian kita habis di masukin brg 2 cina .

    ReplyDelete
    Replies
    1. paham komunis engkong luh! sovyet dah bubar! china dah kapitalis, makanya punya internet di baca!

      Delete
    2. Kapitalis Itu sistem ekonomi Kalo Komunis itu ideologi Bangsa , Baca yg bener ... :)

      Delete
  8. knapa yah kita jadi benci US , padahal klo cina maju asia tenggara akan lebih rawan .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aneh ya, padahal artikel di atas ngga singgung Indonesia koq. Ngga sadar ya klo AS tidak mengalahkan Jepang di PD2 dan Uni Sovyet di perang dingin, seperti apa dunia sekarang. Klo di bawah Jepang kita kerja paksa semua sekarang, di bawah Uni Sovyet kita jd komunis, kebebasan individu nil, ga bisa beribadah sesuai kepercayaan, ga ada internet, ga bs nulis blog, ga ada android, ga ada iphone, ga ada PC, kita kasarnya hidup di 'jaman batu'.

      Pada lupa sejarah yah, China dan Uni Soviet dulu yg memulai gerakan komunis di NKRI ini yg terakumulasi sampai G30S/PKI. Setelah tumpas komunis di Indonesia, mereka langsung embargo habis ekonomi dan militer kita sampai alutsista kita masuk museum semua dlm hitungan tahunan. AS klo mau rebut papua uda dari dulu dukung Belanda menduduki papua. Tapi tidak kan? Malah AS 'membela' Indonesia dengan menyuruh Belanda menyerahkan papua.

      Mau condong ke AS/China/Rusia sekarang itu sama saja saudara2. Mereka tidak sepenuhnya mau membantu kita, masalahnya karena kita bukan sekutu dari salah satu negara tsb. Itulah buah dari kebijakan luar negeri kita yg bebas aktif/non-blok. Pemerintah dan TNI tau betul itu.

      Delete
    2. AS bukannya bela Indonesia bro.........Tapi persenjataan kita diwaktu itu adalah yang terhebat di Asia......makanya Amerika khawatir. Kalo mereka bantu Belanda untuk melawan Indonesia artinya mereka akan melawan Uni Soviet juga yang banyak mensuplai persenjataan dan kapal perang buat Indonesia. Agar nggak malu dengan keadaan yang ada , Amerika mendesak Belanda untuk berunding dengan Indonesia dan diadakan referendum di Papua. Rakyat Papua memilih untuk tetap berada di pangkuan Ibu Pertiwi. Jadi ndak benar kalo Amerika bisa dengan mudah merebut Papua....

      Delete
    3. emangnya kenapa kalau sekarang condong ke china rusia? masalah komunis? buset anak jaman sekarang saja masih mikir komunis. rusia bukanlah negara komunis, mereka negara kapitalis dengan mayoritas kriten ortodoks, china sendiri komunis di partai, tetapi sistem ekonominya liberalis. dan sudah ga jaman ekspor ideologi. ga penting itu kata pemimpin china.

      Delete
    4. This comment has been removed by the author.

      Delete
    5. Indonesia terhebat di Asia? bole jadi, itu semua berkat Sovyet diblakang. Perlu diingat, US menjanjikan paket bantuan ekonomi ke Belanda agar Belanda mau mundur. Sebenarnya karena Bung Karno menyampaikan bahwa apabila terjadi perang di Papua, Sovyet akan datang membantu Indonesia. US memilih Belanda hengkang drpd harus berhadapan dengan Sovyet di Papua.Baca Krisis Suez, Krisis Missil Kuba, AS n Sekutu dibuat pusing dengan ancaman perang missil(bahkan nuklir) dari Sovyet. Sekali Sovyet bercokol, susah bwt ngusir gan liat Vietnam, Syria, Kuba. Btw China skrg masi Komunis murni untuk ideologi yg dibuktikan dengan sikap ultranasionalis dan sifat agresif mreka. Baca pembentukan Sovyet, Perang Vietnam-Khmer, Perang Sino-India, Perang Sino-Sovyet, Pemberontakan PKI, Konflik Laut China Selatan. Dari semua itu dapat qt simpulkan bahwa semua komunis itu Ultranasionalis n Agresif, masalah aliran ekonomi mreka g trlalu mikir yg pntg makmur. Apakah Komunis itu negatif? tergantung... Klo Indonesia si g cocok. Uda berkali2 berontak jg yg ad bikin kisruh. :)

      Delete
  9. dan yang aproval juga seperti berat sebelah , selalu cina dan rusia mulu . hadeuhhh

    ReplyDelete
  10. He...tanda2 kehancurannya dah mulai kelihatan, gilirannya peradaban asia mnguasai dunia, chinanya nyantai aja tapi terus kasih liat taringnya eh amriknya blingsatan sendiri he2

    ReplyDelete
  11. Sirik tanda tak mampu....

    ReplyDelete
  12. Indon jangan pake brg Made in China bisa nggak ya?

    ReplyDelete
  13. Kok pada bingung ..waktunya kita kuatkan militer biar ngak di samperin ama lalat..sejarah itu dulu..tpi skrng itu lain ....klu cina vs us perang kan senang kita bisa nonton...filem bukan rekayasa tpi..original war....ojo podo susah tni...wae ora susah....

    ReplyDelete
  14. Orang Indo goblok, China blm jd superpower aja sdh petatang peteteng Rebut negara orang ngaku2 miliknya apalagi klo dah superpower yakin dah Hbs Indonesia jg direbut...skrng aja di negeri sendiri orang Indonesia jd budak orang China....bego ente,makanya masyarakat Hongkong itu dulu benci sekali dengan orang China daratan krn sifatnya yg rakus dan tdk tahu diri.....lagian kehebatan militer China Cmn dilebih2 kan termasuk teknologi2 nya kebanyakan gagal total hanya beberapa yg sukses itupun bantuan Dr rusia..........Amerika itu tdk sebodoh yg kalian baca di media tp mereka sepertinya berpura2 tersaingi agar kepala musuh2nya makin besar dan makin berani untuk memulai perang,dan itulah yg ditunggu2 Amerika..perang.perang dan perang.......ada pepatah dr bnyk pakar2 militer didunia yg mengatakan "Amerika tanpa perang akan menjadi negara miskin,satu2 nya cara agar Amerika tetap superpower dngn terus membuat skenario perang di belahan bumi ini"....itu pepatah yg benar2 real untuk menggambarkan amerika...teknologi amerika dlm segala bidang sdh 25thn lbh maju dr negara2 termaju didunia saat ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin benar, soalnya negara Amerika sendiri aja "bangkit"nya dari perang (terutama WWI dan WWII). Makanya dulu Jepang aja sampe bilang "kita telah membangunkan raksasa yang sedang tertidur".

      Kok kayak ikan hiu ya, harus gerak terus untuk hidup :D

      Dan lagi, china kalah pengalaman perang jauhh sama Amerika.

      Delete
    2. amerika jagoan perang? lha wong pernah di hajar habis vietnam ha ha ha

      Delete
    3. AS memenangkan seluruh pertempuran2 yg terjadi Vietnam. Kalau dibilang dihajar habis memang iya, tp pangkalan AS ga ada yg hancur sama sekali. Malah Vietnam Utara hampir saja menerima ajakan gencatan senjata dr AS gara2 hampir 90% infrastruktur sipil dan militer Vietnam Utara hancur total dibom AS dlm operasi serangan udara Linebecker 1 dan 2. Tp dukungan publik AS keburu habis, jd terpaksa mereka angkat kaki dr Vietnam. Vietnam Utara kehilangan hampir 1juta tentara dan AS 'hanya' 58ribu.

      They win all the battles but lose the war.

      Delete
    4. perang itu yang penting hasil akhirnya, toh kenyataan nya amerika kalah dan meninggalkan vietnam selatan sendirian.

      Delete
    5. tehnologi amerika bukal yang termaju mas, masih ada jerman, ilmuan jerman ini yang diampuni amerika dan rusia (terlibat nazi) untuk masuk dalam proyek nuklir dan roket, jepang pun dulu pd PD II, dapat tehnologi dari jerman. termasuk jepang pada saat PD II.

      Delete
    6. Jerman itu DULU digdaya dalam Militer, sekarang ya US n Rusia aj. Masalah US n Rusia maju berkat pengembangan riset dari ilmuwan Jerman sp peduli mas? yang penting negara maju dulu. Stelah maju baru kembangin, klo China digdaya militer smw karena ditopang ekonomi (serba beli lisensi n bla bla bla) brbeda ma US n Rusia yg emg uda expert dlm teknologi militer. Bhkan pengembangan Bom Atom Cina sendiri awalnya merupakan bantuan dr Sovyet, mreka cuma finishing. Klo ad penemuan terbaru alat militer dari Cina, bole kok disandingkan dengan produk US/ Rusia sejenis lbih bagus mana.

      Delete
  15. Orang Amerika dan Eropa dari dulu sampe skarang selalu pengen ngejajah Asia.
    Asia hendaknya sadar ....Ayo bersatu.....

    ReplyDelete
  16. Kenapa orang² dungu selalu menyalahkan Amerika ?
    Apakah kalian tidak merasa dirugikan oleh pihak cina ?
    Apakah kalian menikmati produk cina yang gampang rusak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Produk cina bisa gampang rusak bisa jg tidak. Sy pake brg2 cina smpe skrg alhamdulilah tdk rusak tuh. Malahan beberapa merk cina uda mendunia.

      Delete
    2. karena situ dungu kuadrat,
      kenapa harus dirugikah oleh pihak china? karena jual barang murah? situ fansboy barang mahal ya? tau ga bahwa orang eropa saja belanja barang made in china. itu audi made in china.
      produk china gua ga gampang rusak tuh. karena gua beli yang harganya sedang. bukan yang murahan seperti situ.

      Delete
  17. AS sgt dibutuhkan utk dpt slalu mengontrol perkembangan cina, krn negara RRC targetnya masih bagaimana agar ekonomi meningkat, dan agar memiliki senjata yg kuat, RRC belum sampai pada dampak/efek, hal ini terlihat dari teknologi yg berkualitas rendah dg resiko negatif tinggi, cth: pesawat trbang yg slalu jatuh, dll.

    ReplyDelete
    Replies
    1. situ tau ga, bahkan pesawat militer amerika yang paling canggih saja juga sudah jatuh, memang ada di dunia ini yang pesawatnya tidak pernah jatuh?

      Delete
  18. Sgt dibutuhkn sebuah negara di dunia yg dominan kekuatan politik dan ekonomi tp memiliki integritas n akuntability yg tinggi sperti AS, jika tidak maka semua negara akn berpacu utk adu kuat dan tdk ada kekuatan yg bisa menekan, akhirnya dunia tdk aman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kekuatan tunggal cenderung akan memunculkan ditaktor, dimana mana rumusnya selalu begitu, amerika adalah ditaktor bagi negara amerika latin yang tidak sepaham dengan US, ingat kuba diembargo, rusia diembargo china di embargo iran diembargo, atas dasar ham, lah waktu orang negro ditindas di amerika, harusnya ini negara juga diembargo negara lain.

      Delete
  19. dunia beruntung bhw ada AS yg integritas dan akuntabilitasnya terjamin dpt menjaga stabilitas dunia shg semua negara mnjdi aman dan nyaman membangun negaranya

    ReplyDelete
    Replies
    1. AS yang menggulingkan sukarno sehingga terjadi pembantaian 1,5 juta rakyat indonesia atas nama PKI, AS yang mengijinkan indonsia menginvasi timor timur (yang pada kenyataanya bukan jajahan belanda) karena xanana beraliran kiri, setelah suharto jatuh, australia atas ijin amerika melakukan manuver untuk membuat timor timur merdeka, sialnya timor timur disia siakan oleh australia

      Delete
    2. Jangan lupakan PKI memberontak 3x bukan hanya saat 65, semua pemberontakan PKI merugikan bangsa. ingat peristiwa madiun dll, Republik masih sibuk ngelawan Belanda malah PKI berontak.

      Delete
  20. AS itu diperlukan dunia karna sdh teruji integritas dan akuntabilitasnya sbg negara super power yg melindungi semua negara di dunia

    ReplyDelete
    Replies
    1. militer AS terbukti menyebarkan kuman penyakit ke suku indian, sehingga indian musnah, militer AS terbukti meracuni rakyat korea pada abad 18, ketika menyerang korea.

      Delete
  21. semua sudah dijajah china, apa yg tidak ada barang buatan china dirumah...pasti sudah ada. Hebat china bisa mendunia, high speed train No.1 di dunia bisa tempuh 1000km dalam 5 jam.

    ReplyDelete
  22. lebih baik mengandalkan kekuatan endiri dalam bidang apapun ..jangan tergantung asing...paling paling ujung2nyax juga ..mau malak kekayaan negeri kita....

    ReplyDelete
  23. Mendingan tidur...biarkan ajq smua da ada yg urus genk..

    ReplyDelete
  24. untuk sementara
    Indonesia dan India
    jadi penonton dulu
    nanti di taon brikutnya, ada waktunya !

    ReplyDelete
  25. sebusuk busuk polisi dan militer indonesia tp mereka ada gunanya ketika dibutuhkan dan sebenci apapun rakyat kemereka tp paling tdk saat2 tertentu kita sangat butuh mereka...kemabaliin saja ke amerika,sebusuk-busuk amerika sebagai polisi dunia tp paling tdk mereka itu sangat2 berguna bagi dunia,cb aja deh satu hari di indonesia polisi dihapuskan tdk ada undang2 dan hukuman sy berani taruhan rumah ente bakal dirampok habis2an,istri dan anak2 ente bakal diperkosa,bank2 toko2 semua bakal jadi sasaran penyerbuan pihak2 tak bertanggung jawab,kita ibaratkan saja dunia ini adalah indonesia dan amerika adalah polisi atau tentara indonesia dan kita hilangkan atau hancurkan sipolisi dan tentaranya bs bayangin apa yg akan terjadi....negara2 yg punya dendam lama terhadap negara tertentu pasti bakal menghantam negara tersebut,korut bakal nuklir korsel,rusia bakal nuklir jepang,malaysia singapura bakal serang indonesia,timur tengah bakal perang saudara...mengapa saat ini semua itu blm terjadi?jawaban nya msh ada nya "NATO" yg dipimpin AMERIKA...seberani2 penjahat pasti bakalan takut juga klo dikeroyok ma polisi ato militer,simpel kan klo memng ente mau berpikir jernih....tdk usah neko2,bela china ma rusia sih boleh aja tp apa ente yakin klo rusia dan china jd superpower mereka bs lebih baik dari AMRIK?...doktrin ente terlalu berlebihan,ente nge blog dan ngetik dr PC,LAPTOP ato TABLET aja itu emangnya punya sape?emang siape yg memulai semua itu?...otak tuh jgn dipake buat fanatik buta tp lihat realita...klo sy bilang polisi dan militer indonesia bajingan busuk perampok gimna?soalnya masyarakat memng jg sdh benci dngn tingkah laku aparat2 itu yg kebal hukum dan semena2 tp mau bilang apa lah masyarakat memng tetap butuh mereka,sama hal nya dunia tetap butuh yg namanya sebuah negara superpower yg punya kekuatan penuh untuk jadikan dunia lebih adem meskipun mereka memng sdh keterlaluan dan berlebihan tp paling tdk merka masig punya guna....:P lagian sdh hal biasa didunia ini siapa kuat dia menang,indonesia aja klo jd superpower tdk lebih kurang bejatnya macam amerika...:P

    ReplyDelete
  26. ngomong apa sih situ, mabok lem aibon ya?

    ReplyDelete
  27. otak situ yang busuk, saya ga merasa tni dan polri busuk kok. pantes saja situ bela amerika, karena ternyata pikiran situ memang busuk terus.

    ReplyDelete
  28. nih orang bloon, apa hubunganya nato sama indonesia? trus nato akan bela korsel? nato akan bela indonesia? nato akan bela jepang? noh liat ukraina, ada ga nato bela mereka? ga ada! karena mereka bukan NEGARA ANGGOTA NATO!

    ReplyDelete
  29. buat yang dukung amerika ama yang dukung cina angkat kaki lu dari indonesia

    INI NEGARA NONBLOK BUNG !!!

    ReplyDelete
  30. Hahahaah tenang2 semua, kalian harus mikir kalo gak ada china indo ini mau jadi apa? Justru perekonomian indo bisa meningkat karna china

    ReplyDelete
  31. Kekuatan amrik, rusia dan china harus seimbang, dunia ini baru bisa aman. Indonesia berbenah diri!!!

    ReplyDelete
  32. Smuanya saling memerlukan ", karna takut . Karna iri , msh banyak lg dlm pkrn ati stiap manusia berbeda , siapa bsa jd lah yg terhebat ," china mengambil balik taiwan yg dlm maksud seorang ibu kehilangan anaknya skian lama " tp org kata klo da jodoh suatu hari pasti bertemu kembali , klo si anak sudah ktmu ibunya jgnlah jd durhaka. Siapa yg memisahkan klrga org lain akan d kutuk slamanya " kecuali insaf ", da waktunya indonesia jg dmikian ibu khlangan anak ,. Strsny"

    ReplyDelete
  33. gw ngga suka cara politik amerika, tapi gw suka cewek" amerika. hehee

    ReplyDelete
  34. AS merencanakan kebangkrutan ekonomi China dg berbagai cara,karena kekuatan ekonomi itulah kekuatan militer

    ReplyDelete
  35. Ribut urusin negara orang, mending support bangsa kita sendiri gimana maju militer dan ekonominya.. China itu membesarkan ekonomi dan militer nya jadi kek sekarang karena gak mau diremehin.. Nah kita pasti menuju kesana tentunya jika pemimpin kita berpikiran sama. Bukannya ribut-ribut sendiri nyari kuasa.. Militer dan ekonomi kita kuat setara ama mereka baru bisa jadi penengah dan sesuai dgn politik luar negri kita kalo gak kek mereka pasti dipandang sebelah mata jadinya, alias diacuhin..

    ReplyDelete
  36. amrik sudah bangkrut utangnya sama jepang + Cina sudah banyak (uni eropa aja ngga mau deket2 keluarin euro & di timur tengah juga ditolak dimana2 ampe muncul isis)

    ReplyDelete
  37. Ente pada sibuk banggain teknologi manusia,,teknologi allah lbh kuasa,,coba liat burung trbang gk pakai remot..canggih gak...mana ada teknologi manusia bisa secanggih itu,,,china,usa,rusia,,semua negara kafir yg ujung2 nya menggap muslim dan islam sebagai musuh..yg gitu mau di bela???

    ReplyDelete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.