Latest News

Kapal Perang Baru, Ksal Bentuk Satuan KPPK untuk Persiapan Awak

Korvet kelas Nakhoda Ragam

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio meresmikan Kesatuan Persiapan Pengambilan Kapal (KPPK) TNI AL di Pusat Latihan Kapal Perang (Puslatkaprang) Kolatarmatim Ujung Surabaya, Senin, 20 Januari 2014.

Dalam rangka tindak lanjut pengambilan kapal dari proyek pengadaan kapal dalam dan luar negeri, diperlukan penyiapan personel pengawak yang memenuhi standar kemampuan, cakap dan profesional. Penyiapan personel tersebut dilaksanakan melalui program pelatihan di Kolat Koarmada. Program pelatihan tersebut ditujukan untuk memberikan pembekalan tentang fungsi, peran, prosedur, pengoperasian peralatan baik secara individu maupun terintegrasi bagi para calon pengawak sesuai kapalnya agar nantinya mampu mengoperasikan kapalnya sesuai dengan Standard Operating Procedure yang ditetapkan.

Oleh sebab itu, hakekat dari penyelenggaraan acara ini adalah menandai peresmian KPPK TNI AL dimana Kolatarmatim dan Kolatarmabar masing-masing menjadi penanggungjawab atas penyiapan satuan tugas calon pengawak sekaligus menjadi tempat diselenggarakannya KPPK. Kolatarmatim untuk penyelenggaraan KPPK wilayah timur bagi kesiapan satuan tugas calon pengawak dari Kapal Selam Diesel Engine, Perusak Kawal Rudal, Multi Role Light Frigate, Kapal Cepat Rudal 60 meter, Kapal Patroli Cepat dan Latih Layar. Sedangkan Kolatarmabar sebagai tempat untuk penyelenggaraan KPPK wilayah barat menyiapkan satuan tugas calon pengawak Kapal Bantu Hidro-Oceanografi, Kapal Bantu Cair Minyak, Kapal Cepat Rudal 40 meter serta calon pengawak Kapal Angkut Tank.

Kapal perang yang akan didatangkan ke tanah air saat ini adalah tiga korvet patroli lepas pantai kelas Nakhoda Ragam eks pesanan Angkatan Laut Brunei. Korvet bobot benaman 1.940 ton yang berdimensi panjang keseluruhan 95 meter dan lebar 12,8 meter itu saat ini masih berada di Inggris, tempat pembuatannya, lantaran pemerintah Brunei membatalkan akuisisi ketiga kapal perang itu.

Ketiga kapal ini dipersenjatai dengan rudal Exocet Block II anti kapal dan rudal pertahanan udara Seawolf. Senjata utamanya adalah meriam Oto Melara 76mm, juga dilengkapi dengan dua tabung torpedo, dua stasiun senjata remot 30mm, dan dek pendaratan untuk helikopter. Soal kecepatan, kapal ini mampu berlayar maksimal 30 knot dengan 79 awak. Disebut-sebut, 3 kapal yang diluncurkan dalam rentang 2001 dan 2002 ini dibeli oleh TNI AL dengan harga 20% dari harga jual.


7 Responses to "Kapal Perang Baru, Ksal Bentuk Satuan KPPK untuk Persiapan Awak"

  1. Kok pake mm40 blok II lagi,gk blok III

    ReplyDelete
  2. Wah yakhont harus dipasang tuh ,, biar lebih gahar

    ReplyDelete
  3. kini TNI miliki pola kogabwilhan..ada 3/4kogab..masing kogab punya arsenal combat sprti: kavaleri.armed.pprc.jet tempur.kapal perang.dan pangkogabwilhan miliki wewenang penuh untuk respon ancaman dg cepat/indefendence tanpa perlu tunggu perintah dari DKI-nanti satuan2 infanteri dijawa bakal di deployd perkuat kogabwilhan..TOP dech- jadi bila ada gesekan di NTT-timles-australia..maka kogabwilhan NTT bisa kirim airborne PPRC jet kpal perang ke timles/ausie..tanpa perlu mobilisasi pasukan di jawa..TOP ini smoga cepat direalisasikan-

    ReplyDelete
  4. Plus beli kapal Penjelajah dari rusia kyk kelas slava max 50 lah , 3 di sabang , 2 di belawan , 5 di batam ,7 di kepulauan natuna ,10 di kalimantan , 4 di jawa , 5 di pulau rote dan sekitarnya , 4 sulawesi , 5 papua

    ReplyDelete
  5. Benar bung Ibnu N kita bayar pajak tdk merugi, malah sangat senang semua mendptkan pengamanan yg maksimal dg alutsista buatan dlm negeri dan yg belum dpt dibuat dpt membeli keluar dg membeli hak cipta

    ReplyDelete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.