Latest News

Indonesia Beli Sistem Pertahanan Udara ForceSHIELD

RapidRANGER

Kementerian Pertahanan Indonesia dikabarkan telah mengakuisisi sistem pertahanan udara jarak pendek Thales ForceSHIELD (integrated air defence system/IADS), Thales Group mengabarkan di laman resminya pada 15 Januari 2014.

Kontrak disebutkan senilai lebih dari USD 163,4 juta (sekitar 1,97 triliun rupiah). Berdasarkan kontrak tersebut, Thales yang beroperasi di Inggris dan Prancis akan melengkapi lima baterai TNI AD dengan sistem pertahanan udara ForceSHIELD, yang terdiri dari rudal pertahanan udara jarak pendek STARStreak, sistem radar CONTROLMaster200 dan sistem koordinasi senjata, RAPIDRanger mobile weapon system, Lightweight Multiple Launcher (LML) system, STARStreak man-portable surface-to-air missile (SAM) system, serta perangkat komunikasi terkait, pelatihan dan peralatan pendukung lainnya.

Kesepakatan yang diumumkan ini merupakan gabungan dari dua kontrak, kontrak pertama terjadi pada November 2011 yang mana Indonesia memperoleh lima baterai pertama. 

Sistem pertahanan udara ForceSHIELD merupakan modifikasi dan gabungan berbagai peralatan seperti radar, komunikasi, sistem kontrol tembak dan keterlibatan, serta peluncur dan rudal. Memberikan kemampuan efektif bagi operator dalam hal ini TNI AD dalam mengatasi ancaman udara asimetris dan konvensional.

CONTROLMaster200
CONTROLMaster200 terdiri dari radar solid-state generasi terbaru, yang mampu mendeteksi dan melacak 200 target secara simultan pada ketinggian hingga 25.000 meter di rentang hingga 250 kilometer. Dikombinasikan dengan CONTROLView engagement control system yang akan mengevaluasi ancaman, dan mengkoordinasi manajemen tempur - untuk cepat mengambil keputusan yang komplek dan kritis dengan tingkat presisi dan keamanan yang lebih baik.

RAPIDRanger merupakan kendaraan peluncur ringan dan sistem kontrol tembak yang unik, dapat diintegrasikan dalam struktur jaringan dan dikoordinasikan dengan berbagai sistem kontrol dan komando. Kendaraan penampilannya mirip dengan Humvee Amerika Serikat. Dilengkapi dengan empat tabung rudal STARStreak jarak pendek berkecepatan tinggi, RAPIDRanger mampu mengatasi berbagai ancaman udara seperti pesawat serangan darat, helikopter serang, UAV dan rudal jelajah.

Rudal STARStreak mampu terbang di kecepatan Mach 3 (3.675 km/jam) untuk mengatasi ancaman yang bergerak cepat dan waktu melintas yang pendek. Sekaligus menjadi rudal jarak pendek permukaan ke udara yang tercepat di dunia. Konfigurasi three-dart pada rudal STARStreak menjadikan rudal ini sangat akurat dan mematikan dengan bimbingan laser, juga memungkinkan untuk terlibat dengan target yang minim terdeteksi radar dan yang kebal terhadap semua jenis usaha pertahanan udara umum saat ini.

Skema sistem pertahanan udara ForceSHIELD

Sebagai langkah lanjut dari kesepakatan ini, Thales akan meningkatkan kerjasama industri dengan pemerintah Indonesia, dan disebutkan telah menandatangi perjanjian dengan PT LEN Industri Indonesia baik untuk program-program militer maupun sipil di masa depan.

Pembelian ini merupakan pembelian alutsista terbaru Kementerian Pertahanan untuk memodernisasi TNI AD. Yang beberapa diantaranya adalah membeli Tank Leopard, artileri 155mm, kendaraan tempur infanteri, dan alutsista-alutsista lainnya.

Kredit foto: Thales


12 Responses to "Indonesia Beli Sistem Pertahanan Udara ForceSHIELD"

  1. hadeh..mengecewakan,..buang2 duit aja,,bila beli pertahanan udara s-300 baru itu berita baik...senjata buatan barat tak lebih sekedar maianan yg tlah disetting kelemahannya...ketika terjadi perang sesungguhnya..senjata2 tsb hny jd santapan empuk inggris dkk nya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Indonesia tidak akan berperang dengan inggris,mengapa?karena AS telah bercokol di indonesia dengan Freeport dan Newmont,jika indonesia berperang dengan inggris maka AS akan kehilangan salah satu sumber resource nya,mengapa bisa ada freeport di indonesia?ini jelas hanya karena ada keuntungan perseorangan yang diberikan oleh AS kepada orang orang yang berkuasa di Indonesia pada saat itu(80an),menurut saya itu juga penyebab utama papua ingin memisahkan diri dari indonesia,karena indonesia dianggap tidak mampu mengurus wilayahnya,dan hanya mengambil SDA papua tanpa memperhatikan nasib warga asli papua yang masih banyak yang belum tersentuh globalisasi (saya tidak mendukung OPM)sudah seharusnya Indonesia dapat mengolah SDA secara mandiri,jika hal ini tercapai,maka indonesia dapat menjadi negara kaya seperti U.E.A yang kaya dari pertambangan minyaknya,sudah seharusnya indonesia memiliki pemerintahan yang kuat dan disiplin,jika indonesia sudah kaya maka secara otomatis akan memiliki armada tempur yang kuat,dan tidak akan ada lagi yang meremehkan TNI kita...just my opinion...jayalah indonesia!!!!

      Delete
  2. Tanggung amat beli senjata....!!!!

    ReplyDelete
  3. tanya donk admin, , pembelian Thales ini disertakan dengan ToT gak?

    ReplyDelete
  4. s 300 dunk beli senjata paling di takuti .....di dunia barat. duh...aduh .....rusia ada di depan mata malah nyari yg jauh...payah

    ReplyDelete
  5. Indonesia minimal beli pantsyr + rudal buk aja udh alhamdulillah , perasaan ane indonesia selalu beli ke barat trus

    ReplyDelete
  6. dari dulu AS dan sekutunya selalu mendikte negara negara yg sangat bergantung pada mereka terutama ekonomi dan pertahanan, jangan pernah membeli senjata dari mereka pasti yg dikasih yg kelas dua blm lagi kalau diembargo. Dengan kantong yang pas-pasan ada baiknya membeli alustita china dan rusia terutama china dpt TOTnya dan kita dpt mengembangkannya dan kita bisa mandiri. orang indonesiakan banyak yang pintar cuma tak dapat tempat karena utk mendapat tempat harus menjilat sana sini.Belajarlah dari iran ternyata mampu memperoduksi berbagai alustita padahal diembargo amerika dan sekutunya bertahun tahun.

    ReplyDelete
  7. Gak apa sih maux pemerintah kita ini,,jelas2 rusia sdh lemah lembut dtng ke Indonesia buat nawarin brg baguss,,eehh mlh ambil yg kelas kacangan,,,

    ReplyDelete
  8. Dg meng akusisi Sistim pertahanan udara jarak pendek, berarti kita sdh melangkah kedepan dg roket 122 sdh berhasil diuji cobakan dan sdh terkoordinasikan sistim senjata serta lawan tdk tahu kalau kita sdh menguasai sistim yg canggih ini. Kedepan roket RX- 450/550/650 sdh akan menjadikan kenyataan bahwa TNI AD utk pertahanan udara sdh dpt dikatakan canggih, karena jaungkauan RX-450 sdh mencapai 3digid dan sdh dpt mencari sasaran sendiri. Bravo TNI....................

    ReplyDelete
  9. Pasti prinsip bagi2, ngpin mikir g enak borong senjata Rusia yg bakal bikin Barat ketakutan.
    Kalo mo beli ea beli aja. Liat tuh India, Malaysia, Vietnam bebas dr perbudakan AS n Inggris pdhl Makaysia kacung Inggris.

    ReplyDelete
  10. permintaan panglima TNI mintanya S 300 tapi sampai skarang blm jg terpenuhi,...kasian panglima TNI kita

    ReplyDelete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.