Latest News

Menhan : Program Kapal Selam dan Korvet Nasional Butuh Dukungan Semua Pihak

KRI Nanggala 402
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, dua program nasional di bidang industri pertahanan yaitu program Kapal Selam dan Korvet Nasional tidak hanya membutuhkan dukungan Kementerian Pertahanan tetapi juga dukungan semua pihak.

Hal tersebut dikatakan Menhan selaku Ketua Harian Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) saat memimpin Sidang KKIP Ke-10, di kantor Kemhan, Jakarta, Rabu, 6 November 2013. Hadir pada sidang tersebut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dan Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta selaku anggota KKIP.

Lebih lanjut dikatakan Menhan, bahwa pembangunan Kapal Selam dan Korvet Nasional akan dilakukan oleh PT. PAL sebagai Lead Integrator. Namun demikian, selain perlunya kesiapan dari PT. PAL, juga memerlukan pemikiran dan dukungan dari semua pihak sehingga cita-cita terwujudnya kemandirian di bidang alutsista dapat dicapai dengan baik.

Dijelaskan Menhan, kebutuhan kapal selam untuk mengamankan wilayah perairan Indonesia khususnya Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sebanyak 12 buah. Saat ini TNI AL sudah memiliki dua buah kapal selam dan tiga kapal sedang dibangun berkerjasama dengan Korea Selatan.

Dari tiga kapal selam tersebut, rencananya ada satu kapal yang akan dibangun di Indonesia. Secara bertahap diharapkan pembangunan kapal selam berikutnya akan dapat dibangun di Indonesia.


9 Responses to "Menhan : Program Kapal Selam dan Korvet Nasional Butuh Dukungan Semua Pihak "

  1. maju terus TNI, peningkatan teknologi memang sangat diperlukan

    ReplyDelete
  2. MAJU TERUS INDONESIAKU.....

    ReplyDelete
  3. Perlu dipertimbangkan kekuatan kapal selam negara lain di kawasan jika ingin memiliki efek deteren.
    Di sisi selatan ada Collins Class (Australia), sisi utara ada Scorpene Class (Malaysia & Singapura), Archer Class (Singapura), belum lagi dari Cina (untuk antisipasi konflik di LCS).
    Apakah Changbogo Class ini mampu mengimbangi kapal selam di kawasan? Bukan bermaksud "under estimate", tapi rasanya kita perlu kapal selam yang benar2 bisa jadi efek deteren, pilihan adalah Kilo Class atau Lada Class (export version Amur Class).
    Untuk kapal perang, baik frigat ataupun korvet, saya yakin PT PAL mampu memproduksi-nya.
    Untuk kapal perang pun dibagi lagi, fungsi strategis dan fungsi pemukul. Saat ini kita "baru" memiliki KRI Oswald Siahaan sbg fungsi strategis yang dilengkapi dengan rudal Yakhont, perlu dipikirkan untuk penambahan jumlahnya, tentu melengkapi korvet atau frigat dengan rudal Yakhont.

    JALESVEVA JAYAMAHE..!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga apa-apa project chang bogonya diterusin tapi armada tersebut harus berperan sebagai patroli rutin saja atau penjaga gawang. Kita tetap perlu armada serbunya dan itu harus sekelas kilo, apalagi denger-denger dari website tetangga China mengklaim natuna sebagai bagian dari wilayahnya (ini baru katanya loh),namun terlepas dari benar tidaknya isu tersebut menggambarkan betapa kita membutuhkan KS yang banyak dengan ragam kelas

      Delete
  4. iya,betul mas yuniarko,sy stju pndapatnx,,kalo dliat diatas krtas ks.changbego itu cm tipu muslihat korsel..mending kfx ifx dbtalin aj dah,,kasus changbego g boleh terulang,,trus sbg tambahan kapal perang pemukul kita jg perlu cruiser jg,.kyk kirov klas heavy battle cruiser..itu pasti bkin keder musuh..

    ReplyDelete
  5. Kilo Class 8 unit + 2 KS yg sudah ada. Genap 10 KS. GAHARRRRR, cetarrrr membahana...!!!!

    ReplyDelete
  6. sebaiknya pak menhan jangan terlalu banyak komentar.kapal selam apa yang sangat dibutuhkan oleh TNI AL saat ini anda sudah tahu,gimana cara mendapatakannya anda sudah tahu.dan semua elemen bangsa inio sudah tahu akan lemahnya sektor pertahanan bawah laut itu.klo cuma kelas changbogo itu KS kelas teri yang tidak menimbulkan efeck deterent,enggak dikentuti oleh collin class sudah mujur,nggak dikencingi oleh scorpene sudag untung..lagian siapa juga yang nyuruh beli KS klass coro itu pak..mau ngeluari uang rakyat itu pikir2 dulu pak..klo indonesia hanya mengandalkan KS itu aku yakin klo terjadi perang KS itru akan modar duluan,lah klo itu yang terjadi ap nggak kasihan pada anak2 awak kapalnya yang akan menjadi yatim dan akn banyak istri korp hiou kencana yang manjadi janda.

    ReplyDelete
  7. Saya pikir indonesia harus cerdik tak ada yg mau kasih tehnologi tampa biaya besar dan kepentingan lainnya,orang kita pandai mengotak atik tehnologi yg sdh jd ini yg ditakuti mereka krn hasilnya nanti jd lebih hebat dr empunya

    ReplyDelete
  8. alutsista TNI hrs terus bertambah, personil juga hrs bertambah dan mencermati wilayah barat, tengah serta timur semakin mempersenjatai. NKRI perlu alutsista yg dpt utk menghadapinya dan mengkonter

    ReplyDelete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.