Latest News

T-50i Tiba Lagi di Lanud Iswahjudi

Sudah 6 pesawat T-50i Golden Eagle berada di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, dari total 16 unit yang dipesan pemerintah Indonesia dari Korea Selatan, setelah sebelumnya 2 T-50i Golden Eagle tiba lagi di Lanud Iswahjudi, Kamis, 17 Oktober 2013 setelah menempuh perjalanan panjang dari Korsel menuju Indonesia.
 
Komandan Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Letnan Kolonel Pnb Wastum, berdialog dengan penerbang KAI, yang baru tiba di Lanud Iswahjudi, Kamis (17/10). (Foto Pentak Lanud Iswahjudi)
Seperti yang sudah direncanakan, setiap dua minggu sekali pihak Korean Aerospace Industries (KAI) akan mengirimkan dua unit T-50i untuk menyelesaikan pesanan pemerintah Indonesia yang total berjumlah 16 unit.
 
Pesawat T-50i Golden Eagle itu diterbangkan secara ferry oleh penerbang Korea Aerospace Industries (KAI), yaitu Mr. Kwon Huiman, Mr. Lee Dongkyo, Mr. Khang Cheol, Mr. Shin Donghak (hapalin nama-namanya, siapa tahu masuk dalam UAN he..), dengan rute terbang Sacheon Korea Selatan > Kaohsiung Taiwan > Cebu Philipina > Sepinggan Balikpapan Kaltim > Lanud Iswahjudi. 

Kedatangan kedua T-50i tersebut disambut oleh Komandan Skadron Udara 15, Wing 3 Lanud Iswahjudi Letnan Kolonel Pnb Wastum, dan segenap pejabat Lanud Iswahjudi, di Main Appron Skadron Udara 15.
 


15 Responses to "T-50i Tiba Lagi di Lanud Iswahjudi"

  1. wah keren banget, maju terus tni indonesia...

    ReplyDelete
  2. yah pesawat gituan dibeli,kalah ama singapore.vietnam aja bisa beli 14 sukhoi pak fa 150 kok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Percuma Indonesia punya 100 pesawat Su35 juga kalau tidak ada pilotnya. T50i ini kan untuk mencetak pilot2 tempur. Sebelum bisa nerbangin sukhoi, harus bisa nerbangin T50i dulu. Sebelum bisa nerbangin T50i, harus bisa nerbangin pesawat Grob dulu. Latihan terbang langsung pake sukhoi, sukhoi nya nyungsep, baru gigit jari...

      Delete
    2. @Amelia, Meskipun disini bebas berkomen ria, cobalah untuk belajar juga terminologi alutsista. Kenapa kita beli macem-macem pesawat latih n tempur ringan, supaya gak seperti Malasya yang beli pespur banyak, tapi pilot terbatas, itupun kualitas dipertanyakan (latihan malindo sering miss/meleset, eject kat hanggar dll kasus memalukan pilot-pilot malaysia)...
      Belajar terbang langsung pake pespur semisal F16 apalagi Sukhoi itu sangat mahal dan resiko juga guede neng...makanya perlu penyediaan pesawat latih dengan kelas yang berbeda mulai dari baling-baling hingga jet dan akhirnya pespur beneran...ya kayak kt ambil S3 kan mulai SD dulu, SMP baru SMA gitu loh...

      Delete
    3. bener banget broo., pesawat ini mmg bkn bwt tempur, hanya untuk latihan.. justru dgn pesawat2 sprti ini banyak mnciptakan pilot2 handal.., klo lngsung pke psawat yg canggih dengan tanpa skill yg memadai.. bisa2 pesawatnya nyungsep ke empang.. heheheh

      Delete
  3. Kenapa beli pesawat tanggung gitu mendingan beli pak fa rusia atau raptor obama biar negara tetangga segan sama indonesia . Sekalian kapan kita punya senjata nuklir ? Biar dunia jadi segan sama indonesia

    ReplyDelete
  4. Bagusan uangnya buat saya aja,pesawat umpan pelor ko' dibeli.

    ReplyDelete
  5. Wuih critanya pake radar AESA
    Hasyeek

    ReplyDelete
  6. Pesawat ecek ecek di beli....buang buang uang...mending beli radar anti pesawat siluman dari belgia dan sistem pertahanan udara coy....gimana sih para pemikir pemikir Kemenhan ini...tidak melihat dari sisi efisiensi...

    ReplyDelete
  7. @guf ron : Please deh... sebelum komen, pelajari dulu terminologi pesawat tempur. Beli PAK-FA? Raptor? Kalau nggak punya pesawat seperti T50i ini, siapa yang bakal nerbangin PAK-FA dan Raptor itu? Mau langsung nerbangin pesawat aslinya? PAK-FA terlalu mahal untuk dijadikan pesawat latih. T50i fungsi utamanya buat ngelatih pilot tempur om, bukan bertempur di garis depan (walaupun memang bisa dipake tempur kalau diperlukan).
    @Man Man : Memang ada negara di dunia, yang punya Angkatan Udara, yang tidak memiliki pesawat sekelas/sejenis ini? Saya yakin semua negara maju punya pesawat "umpan pelor" seperti ini. Cuma nggak pernah diekspos.

    Bung Admin, kalau boleh beri saran, tolong dibahas pesawat2 latih tempur yang dipakai negara-negara maju. Sepertinya banyak orang Indonesia, terutama yang kurang paham terminologi teknologi militer, menganggap remeh keberadaan pesawat2 seperti ini. Terima kasih.

    ReplyDelete
  8. Betul bro! Klu ilmu masih cetek g ush coment, nerbangin jet g semudah naik motor matic

    ReplyDelete
  9. Nerbangin jet! G semudah naik motor matic! Jd ada tahapan

    ReplyDelete
  10. yang sabar min,inilah cerminan bangsa kita,masih perlu banayak pengetahuan,jdi yang suda paham bisa sabar memberi pengetahuan para awam.

    ReplyDelete
  11. JAYALAH TERUS INDONESIA..semoga dengan t150 mampu mengorbitkan pilot pilot tempur yg handal dan berkualitas dunia,,,yg komen pengenya pesawat tempur paling canggih itu tetap di hargai,maklum pengetahuan mereka terbatas,,,Pesawat tempur paling canggih klo di pakai oleh pengemudi metro mini percuma,,saya setuju,didik dulu pilotnya baru beli yg canggih,,jangan bilang efisiensi ,justru ini lebih efisien di banding beli yg canggih di pakai latihan nyungsep,,lebih mubazier lagi namnya

    ReplyDelete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.