Latest News

Menhan: Pergeseran Paradigma Perang Hard Power ke Soft Power

Serangan cyber

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan ancaman terhadap pertahanan negara saat ini sudah meluas dan adanya kecenderungan terjadi pergeseran atau paradigma dari menggunakan "hard power" ke "soft power". Untuk itu, Menhan mendorong kepada para prajurit TNI apabila ada kesempatan untuk belajar pula soft power.

"Ada kecenderungan ancaman dari hard power ke soft power, makanya saya selalu dorong kepada saudara-saudara kalau ada kesempatan belajar soft power, karena kedepan perangnya (adalah) perang soft power", ungkap Menhan saat memberikan ceramah pembekalan kepada Perwira Siswa Sekolah Staff dan Komando TNI Angkatan Udara (Seskoau), Rabu, 23 Oktober 2013 di Seskoau, Lembang, Bandung.

Menhan lebih lanjut mengungkapkan bahwa tren kedepan akan marak perang menggunakan soft power, salah satunya adalah perang cyber. Untuk itu, saat ini Kemhan sedang merencanakan dan akan membangun cyber army.

Dalam ceramahnya tersebut, Menhan menjelaskan beberapa hal terkait kebijakan pertahanan dimulai dari produk strategis pertahanan negara, kebijakan pembangunan kekuatan pertahanan, Sumber Daya Manusia (SDM) pertahanan negara hingga pembangunan sarana dan prasarana pertahanan.

Hadir mengikuti ceramah Menhan di Seskoau tersebut sebanyak 129 Pasis Seskoau Angkatan ke -50. Hadir pula Komandan Seskoau Marsekal Muda TNI Sudipo Handoyo didampingi beberapa pejabat di jajaran Seskoau mengikuti mengukuti pembekalan Menhan.



2 Responses to "Menhan: Pergeseran Paradigma Perang Hard Power ke Soft Power"

  1. saya setuju dengan wacana ini karena memang saat sekarang global attack lebih mengarah ke cyber approach secara lembut~terselubung dan mengasyikan hehehe..oleh krn itu ini perlu diperluas~ditanamkan~dikenalkan secara bijak, sejuk dan menyenangkan untuk kalangan adik2 kita yang tidak hanya melalui prajurit TNI saja. Kenapa secara sederhana kebanyakan adik2 kita yang masih SMP/SMA dan kuliahan ato pengangguran sangat menyenangi game2x cyber war..kenapa tidak mengarahkan mereka ke hal yang lebih bagus lagi dari sekedar bermain game misal kita sekolahkan mereka menjadi IT expert yang bisa mencrack game2 atau men tsb dan mengetahui/mempelajari strategi game tsb..dan ini bukan tidak mungkin bisa diaplikasi dalam startegi perang lunak secara nyata demi keutuhan, ketahanan & sebagai pukulan telak kepada lawan..yang tentunya bisa diperdalam dengan strategi2 murni bangsa kita..(pak Dirman cs..) dan nenek moyang/pejuang2 nusantara kita..hehe..melalui system bela negara nusantara seperti pak Gadjah Mada, Pak Diponegoro, Pak Karno, Pak Pattimura, Bu Cut nyak dien dll..
    Kemudian dari sisi peranan sosial media ini juga perlu sekali mendayagunakan segenap potensi bangsa (tidak hanya TNI tp dia sebagai back-up system saja) namun seluruh warga negara indonesia dr seluruh latar belakang..sara..untuk mendukung ini. Mengingat sifat dasar masyarakat Indonesia adalah individu yang sosial, bergaul, ramah tamah dan itu sangat tersalurkan sekali malalui media sosial..secara kita tidak sadari wong gw sendiri jg iya tp ga smpe narsis2 amat lah hehe..
    Sebenarnya ini jg merupakan salah satu upaya baik utk penggalangan komcad secara efisien, efektif dan menyenangkan...karena apa sosial media sangat besar pengaruhnya terhadap penyelenggara social media tsb..kalau itu tidak kita serap dengan baik maka akan menguntungkan pembuat sosial media yg berada di luar negeri..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin artikel ini menarik Sob.
      http://www.artileri.org/2012/10/inggris-rekrut-tentara-cyber-generasi-muda.html

      Delete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.