Latest News

2014: Anggaran Kemenhan Rp 83 Triliun

Uang 50 ribu Rupiah

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI hampir merampungkan pembahasan anggaran belanja Kementerian Pertahanan untuk tahun anggaran 2014. Diperkirakan anggaran belanja TNI di tahun depan akan mencapai Rp 83 triliun, naik sedikit dari pagu indikatif Kemenhan TA 2014 sebelumnya yang sebesar Rp 80,5 triliun

Fayakhun Andriadi, anggota Banggar dari Komisi I DPR RI menjelaskan, setelah Komisi I menyelesaikan pembahasan anggaran indikatif Kemenhan TA 2014, anggaran belanja dilanjutkan pembahasannya di Banggar. Saat ini masih ada beberapa poin saja yang belum diselesaikan, namun secara umum Fayakhun menjelaskan bahwa Banggar telah memberikan lampu hijau untuk anggaran Kemenhan TA 2014 sekitar Rp 83 trilliun.

Banggar juga telah mendukung ajuan penggunaan dana sekitar Rp 6 triliun untuk pembelian helikopter serang Apache dari AS beserta paket pelatihan dan persenjataannya dan pesawat angkut Hercules C-130 bekas pakai Angkatan Udara Australia (RAAF).

Sedangkan untuk usulan tambahan inisiatif baru sebesar Rp 8,7 triliun dari Kemenhan pada TA 2014, kata Fayakhun, masih akan didalami karena Banggar masih butuh penjelasan akurat tentang penggunaannya oleh Kemenhan.

Anggaran Kemenhan terbesar


Dalam RAPBN Tahun 2014 terdapat tujuh Kementerian Negara dan Lembaga yang akan mendapat alokasi anggaran di atas Rp 30 triliun. Dari tujuh kementerian dan lembaga itu adalah Kemenhan menempati posisi tertinggi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Agustus lalu menjelaskan bahwa anggaran tersebut akan digunakan untuk modernisasi alutsista dan sistem persenjataan TNI sebagai percepatan pembangunan Kekuatan Pokok Minimum (MEF) dan untuk mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.

"Dengan modernisasi dan pembangunan kekuatan pertahanan ini, TNI akan makin berkemampuan untuk menegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI dari ancaman manapun," ujar SBY Agustus lalu di gedung MPR.

20% untuk pengadaan alutsista


Kemenhan berencana mengalokasikan 20% dari pagu anggaran 2014 atau sekitar Rp16,7 triliun untuk keperluan pengadaan alutsista, terutama untuk membayar kontrak-kontrak yang sudah berjalan.

Kepala Pusat Komunikasi Kemhan Sisriadi beberapa waktu lalu mengatakan dari total anggaran yang akan diperoleh Kemenhan pada 2014, sebanyak 48% di antaranya akan digunakan untuk belanja pegawai sementara 52% lainnya akan digunakan untuk belanja barang-barang keperluan pendukung pekerjaan, serta untuk belanja modal. Belanja modal adalah untuk pengadaan alutsista, sebagian dana untuk pembayaran kontrak yang sedang berjalan dan sebagian lain untuk alutsista baru.

Pengadaan alutsista sendiri dilakukan melalui sejumlah tahapan. Antara lain pra persiapan, persiapan, pemilihan penyedia, penyusunan dan aktivasi kontrak, serta tahapan pelaksanaan dan penyerahan. Dari keseluruhan proses tersebut umumnya bersifat jangka menengah hingga jangka panjang. Ada yang bisa diselesaikan dalam waktu 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, bahkan bisa diatas 5 tahun.

Tidak hanya menggunakan dana anggaran yang diterima, pengadaan alutsista TNI juga bisa menggunakan dua dana lain yaitu pinjaman luar negeri yang umumnya bersumber dari kredit ekspor serta pinjaman dalam negeri yang umumnya berasal dari sindikasi bank-bank "pelat merah."

Sumber: Jurnal parlemen/Sindo/Bisnis 
Foto: Freepik


13 Responses to "2014: Anggaran Kemenhan Rp 83 Triliun"

  1. saya harap jangan asal membeli ya pak pur, dan jangan membeli bekas milik AS lagi. ini saran saya :
    1. BELI SU -35 BM, S-300, s-350e vityaz, kapal selam kelas lada, kapal selam kilo 10 biji itu, pesawat tempur latih Yak-130, T-90 rusia, T-160 blacjack

    ReplyDelete
  2. Salut Buat TNI, namun pembelian hasil industri pertahanan dalam negeri yang wajib diutamakan. Kemajuan industri pertahanan dalam negeri bergantung pada stake holder terutama TNI dan Polri, dibanding dengan stake holder luar.

    ReplyDelete
  3. semoga aja ada pagu buat meng akuisisi sistem pertahanan udara jarak jauh semisal s-300,s-350s......................................biar ga dipandang remeh lagi olah negara tetangga.......................

    ReplyDelete
  4. Pak, sitaan hasil korupsi dananya buat nambahin pembelian alutsista aja pak

    ReplyDelete
  5. Jangan fokus sama beli senjata yang terlalu canggih, toh kita sedang tidak nyata2 terancama keamanannya.Fokus saja pembelian alutsista pada negara yang mau ToT besar2an, siapa yang berani ToT paling besar nah beli saja sama negara tersebut lalu biarkan anak2 bangsa yang melanjutkan pengembangangan modernisasinya. Dari pada beli senjata super canggih tapi ToT nya kecil buat apa? mending beli yang ga canggih-canggih banget tapi mau ToT 100%

    ReplyDelete
  6. @Rock Evolusi: Ane tambahin dah,Su-34 Fullback,indent Sukhoi T-50 Pakfa. Oh ya, sekarang harus meningkatkan kewaspadaan lebih tinggi lagi berhubung F-35 Aussie sudah dikirim Om-nya Amrik mulai tahun depan :). Jangan lupa pesawat AWACS kita belum punya juga.

    ReplyDelete
  7. saya setuju dengan opini Rock Evolusi,sudah saat nya memoderenisasi alutsista tapi jngan yg bekas pake melulu..................

    ReplyDelete
  8. gan adm.rencana akuisisi f-16 falcon dari kerajaan inggris jadi apa engak kok ga ada info nya?

    ReplyDelete
  9. bapak.inggat ngak kata kata.jendral besar pak sudirma.

    ReplyDelete
  10. Buat pemerintah segera benahi kontrak dengan perusahaan asing yang sangat merugikan RI, bila indikasi merugikan dan korupsi segera nasionalisasikan, supaya RI tidak kehilangan 20.000, trilyun setiap tahunnya. dan kembali ke UUD 1945

    ReplyDelete
  11. pokoknya saran saya tuh duit jgn buat nge"gemukin" AS, kalo mau beli alutsista beli aja produk2 russia yg udah jelas terjamin dan pengurusannya gk ribet .. o(^w^o)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yakin? Tau ngga kalau petinggi TNI kita terutama TNI-AU sebal sekali dengan pelayanan penjualan senjata Rusia lewat RosoboronExport? Su-27/30 yg kita beli banyak sekali masalahnya, bahkan pernah grounded semua gara2 kesulitan suku cadang sekitar pertengahan 2000an lalu. Beli dr Rusia or AS sama saja, ada kelebihan kekurangan. Masalahnya kita bukan sekutu dua2nya.

      Delete
  12. abis di sadap neh mesti inget,... jangan lupa tuh beli rudal s300 10 aja simpan indonesia timur 4 kalimantan 2 sumatra 4 cukup dah,...

    ReplyDelete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.