Malaysia Dapat Tawaran Super Hornet Baru

Malaysia mendapat tawaran pesawat tempur Advanced Super Hornet untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Udaranya termasuk perangkat retrofittable-nya, 50% peningkatan kemampuan untuk menghindari deteksi radar, mesin yang lebih powerfull dan tambahan daya jangkau hingga 260 mil laut.

Advanced Super Hornet
Advanced Super Hornet (Foto: Boeing)
Penawaran ini disampaikan oleh Mike Gibbons, Wakil Presiden Boeing untuk Program F/A-18 & EA-18, kepada Angkatan Udara Malaysia dan pejabat Kementerian Pertahanan Malaysia saat kunjungannya ke Malaysia baru-baru ini.

Gibbons mengatakan tambahan daya jangkau Super Hornet tersebut bisa terjadi karena tanki bahan bakar konformal yang memberikan keunggulan untuk dapat terbang lebih cepat ketimbang menggunakan tanki eksternal (dampaknya daya jangkau bertambah), sekaligus membuatnya lebih tangguh menghadapi pesawat musuh dan ancaman lainnya.

Penawaran Boeing kepada Malaysia ini juga termasuk fitur-fitur canggih lainnya seperti upgrade sistem peperangan elektronik, integrated counter-measure system dan pod senjata tertutup. Fitur-fitur unggulan Super Hornet baru ini telah banyak menarik minat pengguna-pengguna Super Hornet di dunia, antara lain Angkatan Udara Australia dan Angkatan Laut Amerika Serikat sendiri.

Gibbons mengatakan bahwa harga "plus" untuk pesawat tempur Advanced Super Hornet yang ditawarkan ini bukan berarti mengikat, karena Malaysia tetap bisa membeli Super Hornet Blok II standar dan kemudian baru memutuskan untuk meng-upgrade-nya dengan paket yang ditawarkan ini atau tidak.

Paket untuk meningkatkan kemampuan Super Hornet ini sudah diaplikasikan pada Super Hornet yang baru (Advanced Super Hornet) namun tetap bisa diaplikasikan pada Super Hornet Blok II.

Boeing menilai Angkatan Udara Malaysia memiliki cukup persyaratan untuk mengakusisi 18 Super Hornet untuk menggantikan MiG-29 serta untuk akuisisi 3 unit pesawat peringatan dini.

Gibbons mengatakan biaya tambahan untuk paket lengkap atau apa yang disebut-sebut sebagai teknologi evolusioner untuk pesawat tempur Super Hornet tersebut adalah sekitar 10 persen dari harga pesawatnya. Namun kembali lagi Gibbons menekankan bahwa ini semua tergantung keinginan pelanggan.

"Kami, Tim Industri Hornet, yang terdiri dari Boeing dan mitra kami Northrop Grumman, dan Raytheon GE Aviation, terus berinovasi untuk menjadikan pesawat tempur melampaui keinginan pelanggan," katanya kepada media.

Boeing besar karena banyak pengalaman, Gibbons berkata: "Pelanggan tahu apa yang sudah kami lakukan, teknologi kami matang dan mereka menginginkan kecanggihan."

Boeing dan Tim Industri Hornet terus berinvestasi dan bereksperimen untuk melahirkan teknologi generasi baru, jadi pelanggan tahu apa yang mereka butuhkan dan kapan mereka membutuhkannya, yang menjadikan pelangan bisa memperolehnya dengan biaya yang hemat, ungkap Gibbons.

Peningkatan kemampuan Super Hornet ini diklaim akan bisa mengeliminasi pesawat dan pertahanan musuh setidaknya hingga tahun 2030 mendatang, terutama ketika musuh mencoba menghalang-halangi akses ke wilayah tertentu, seperti di langit perairan internasional di dekat asetnya.

Sayangnya fitur Advanced Super Hornet ini baru akan tersedia untuk pelanggan pada tahun 2018 nanti dan Gibbons mengatakan bahwa paket upgrade ini sudah sangat diminati di pasar pesawat tempur internasional.

Tambahan fitur canggih untuk Super Hornet juga termasuk peningkatan survivabilitas, internal infra-red search and track (IRST), upgrade radar, peningkatan performa mesin yang menghasilkan daya dorong 20% lebih besar dari mesin sebelumnya, dan kokpit generasi terbaru.

Prototipe Advanced Super Hornet ini sendiri baru terbang pertama kali pada 5 Agustus 2013 dari pabrik Boeing di St Louis, Amerika Serikat. Berikut videonya:


42 comments:

  1. nah lo, maon dah selangkah lebih maju lagi

    ReplyDelete
  2. Lho iyya khan... Baru saja di bilangin gu e juga bilang apa...
    Indonesia selalu bin always in number 4...dr ausie,singo,dan malay,,
    singo dpt F-15SE,
    Ausie dpt F-18 hornet/super hornet
    Malas dpt F-18 super hoornet
    indonesia dapet hIbAh F-16 super KORNET,,

    SAPAI KAPAN PUN INDONESIA AKAN DI ANAK TIRIKAN,BILA MASIH BERKIBLAT PADA ALUTSISTA BARAT,,

    MAAKA DR ITU SEKARANG INDONESIA DI HARAP BERBENAH MENCARI SOLUSI PERTAHANAN JARAK JAUH S-300 DKK..
    Sebagai bukti strakta perthanan NkRi..

    Di tunggu tgl aenya ya pak pur,pak beyee,,,
    jangan sammpai menyesal di embargo bl trjd sengketa,,
    petinggi TNi lebih tau...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada yg perlu di koreksi, walaupun kita kalah teknologi tp terbukti waktu latihan malaysia-indon (lupa itu waktu taon brp) pesawat canggih malaysia nembak sasaran darat banyak yg miss, hal yg tidak terjadi dgn pilot tempur indon kita, berarti kita bisa asumsi faktor the man behind the gun itu faktornya bkn karena canggihnya teknologi.
      (koreksi bila salah)

      Delete
    2. mas fredy,,
      tolong di ralat kata "indon"..
      Kalau anda warga indonesia..orang indonesia harusnya blg indonesia.kalau malay mo bilang indo silahkan.. Siapa lg yg junjung tinggi NKRI slain kita.
      Apa susahnya bilang indonesia..

      Thank's

      Delete
    3. sebenarnya susah kalau cuma mau mengandalkan skill pilot 100%,karena sekarang era perang modern dimana semua senjata sudah ditenagai elektronik,mulai dr sistem radar,bidik dsb diatur elektronik...kalau berpatokan atau bergantung pd skill yg punya keterbatasan jelas kalah...pilot bs mengendalikan pesawat, tp untuk menjangkau target yg jauh ttp butuh elektronik n senjata yg lbh canggih...idealnya presentase faktor human:engine harus 50:50...

      semoga kedepannya kemenhan bisa lbh selektif agar alutsista kita tdk kalah update...minimal SU 35 jd didatangkan...

      Delete
    4. tenang aj bs ap sih malaysia ditantang perang juga takut,malingsit kn blm pernah perang hehe

      Delete
  3. kenapa heran???kita kan aliran kayak korea utara???pengepul rosokan+ngeteng lagi ha ha....lihat kasus yg baru saja terjadi di laut natuna kapal perang kita bertemu kapal patroli cina aja keok...alat komunikasi kapal perang kita kena jamer mati total...inilah indahnya korupsi

    ReplyDelete
  4. Lucunya lg beberapa negara eropa sdh memensiunkan f 16...kita malah bangga dpt hibah pesawat2 itu..ampun deh...niat kagak sih bikin tni kuat..?? Apapun alasannya..mau nanti di upgrade kek..tetep aja..kelasnya udh beda

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya Indonesia saat ini bukan mengumpulkan alutsista bekas, mengutip dr komentar kemenhan soal pengadaan MEF tahap 1 ini memang lbh diberatkan untuk memenuhi "kuantitas" alutsista tsb.karena mmg dr jumlah dan masa pakai alutsista kita sudah sangat kalah, karena itu untuk sementara TNI masih mendatangkan alutsista bekas pakai untuk mengejar target MEF tahap 1...

      soal F16 sejauh ini pilot TNI AU mmg msh bergantung dgn F16, bahkan banyak pilot yg hanya bs latihan mnggunakan simulator krna jumlah jet F16 yg trbatas...
      mgkn nti stelah simulator Sukhoi dtg tahun depan,baru pmerintah kmbali mndatangkan sukhoi terbaru...

      Delete
  5. mari kita cermati permainan berbahaya amerika..konflik korut dan korsel,china dan taiwan,kita jg mah ingat irak dan iran,palestine dan israel..itu terjadi karena diciptakan amerika..dan skrg ada permainan yg jauh lbh berbahaya,amerika berusaha menanamkan benih saling curiga antar ssama negara asean..mari kita cermati,letupan kecil thailand-kamboja,thailand-malaysia yg mnyangkut thailand selatan,filipina-malaysia yg mnyangkut konflik sabah-zulu..yg paling terselubung adalah ditanamnya benih saling curiga dengan politik adu domba yg nyaris kasat mata antara indonesia-malaysia-singapura..mulai dr batas wilayah,perlombaan senjata secara halus sudah dimainkan oleh amerika,agresifitas militer china dijadikan alasan pembenaran..kita harus lebih cerdas menyikapi kebijakan politik amerika,dan saya rasa kita tdk perlu lg setengah2 mengatakan WELCOME kepada RUSIA dan CHINA,GOODBYE UNCLE SAM..

    ReplyDelete
  6. sabar bung.... sya yakin pembelian pespur selanjutnya, pasti menunggu deal pespur baru tetangga sebelah. semakin cepat tetangga sebelah deal dengan adv super hornet, maka semakin cepat pula kita deal S-35.... xixixix

    ReplyDelete
  7. yakin? malaysia mau (bisa) beli super hornet itu? apalagi yg advance..
    itu kan baru penawaran dari pihak produsen.
    lha wong program MRCA ditunda sampe waktu yg ga bisa ditentukan gitu..

    ReplyDelete
  8. Itu kan baru penawaran tho lee.. Malaysia emang punya duit.???,orang heli nuri yg katanya mau di pensiunkan aja di cancel,mau ganti mig 29 dari dulu aja gak jadi2... Kalo punya duit udah dari dulu tu barang di ambil dari show room nya...,yg masih kagak paham tu kok yo masih minat sama alutsistanya si asu,si ahong.. Laa wong di lapangan sering gesekan sama si ahong di LCS,apa iya bisa efektif d lapangan... Tidak ada yg murni bebas embargo tapi paling minim embargo ya punya om rusky.. Gitu aja kok senenge repot..di campur2 koyo cendhol...!!!

    ReplyDelete
  9. daripada banyakin pesawat tempur yg supermahal, mending indo fokus ke teknologi pertahanan udara seperti s300, termasuk surveleince dan radar jarak jauh macam awacs karena perang sekarang banyak dilakukan jarak jauh, jadi kemampuan deteksi musuh jarak jauh dan guded missile harus diutamakan.

    ReplyDelete
  10. indonesia akuisisi SU35nya bang rusky aja ya??!!! jng ikut2an goblok ky si malay yg tertarik ama barang buatan barat yg suka meng-embargo...

    ReplyDelete
  11. moga ja dukunnya indo lebih manjur dari negara laen biar bisa jarak jauh walaupun indo kalah teknologi. Aaaamiiinn..

    ReplyDelete
  12. Mending produksi pesawat tempur sendiri .. CN18 super kornet .. Sepertinya itu nama yang pas ..

    ReplyDelete
  13. Koreksi masbro ... Alangkah indahnya kalau anda bilang "indonesia" karena negara Indon tidak ada dalam peta .......
    Terus agan yang ambil kasus di natuna ..... Yang bertemu dengan patroli cina itu bukan kapal perang. Tapi Kp atau kapal pengawas hiu macan 001 milik departemen kelautan dan perikanan .... Jadi wajar kalau alkomnya bisa jamming karena memang tidak dilengkapi peralatan standar militer ... Lagian yang menogoperasikan kapal tersebut dari dinas kelautan artinya semuanya PNS ..... Bukan militer ... Jadi saran saya jangan terlalu percaya dengan berita yang tidak jelas sumbernya apalagi dari blogspot ..... !!!!

    .... Mari kita rapatkan barisan .....

    ReplyDelete
  14. Betul S350i wajib hukumnya d beli indo,berapapun harganya kita hrs punya,dan sy yakin rusia mau jual k kita karna rusia butuh sekutu baru d asean

    ReplyDelete
  15. saya rasa indo perlu SU-35 Bm, S-300 , S-400 , TOPOL M paling tidak dari rusia smua , pk tolong rakyat butuh itu ini untuk negara ,NKRI

    ReplyDelete
  16. nkri perlu s-300 , SU-35 BM ini perlu ,

    ReplyDelete
  17. su 35 s-300 s-400 topol-m t-90 , s-350 ini perlu untuk indonesia jagn sampe tiadk , kami rakyat rela bayar pajak demi militer

    ReplyDelete
  18. Fakta rendahannya teknologi super hornet ketika Pitch Black tahun lalu di Australia, super hornet kornet ini kalah dalam berbagai aspek oleh Sukhoi kita (Rusia) dan itu diakui oleh AU Australia. Fitur2 yg katanya canggih yg ditawarkan ke Malingsial baru ada tahun 2018,,,,,, Amerika is HOAX AND DREAM

    ReplyDelete
  19. Damai kami sepanjang masa...

    ReplyDelete
  20. ASUMSI2 JANGAN DIGUBRISS- saya usul : PERBANYAK lagi F16 HIBAH yg DIRETROPIT- PERBANYAK F16 BLOK32 retropit- T50-SU30-dengan F16 blok 25-32 yg diretropit telah dapat membikin F16 blok52-F15 E- F18 E ketakutan dijamin-KOREA SELATAN SAJA YG PUNYA 100an F15 E2 sangat KETAKUTAN dengan ratusan ARMADA MIG21 KOREA UTARA.OKE

    ReplyDelete
  21. Hehehe kalian ini lucu dech. Asal kalian tau gk munkn malysia mampu bli. Kalian selalu ikuti gak surat kabar malysia. Utusan malysia. Kosmo. BH. Trz siaran tvnya. Tv3.tv2 tv1 tv7. Itu gk munkin malysia beli. Pertama malaysia pnya utang 60% dri PDBnya. Trz utang rakyt malaysia tertinggi di asean 90% dr PDBnya.lhat sewkt hrg minyak naik beberapa hr yg lalu rkyt mlysia bnyk yg marah.mrk ingin demo tpi takut di tangkap..kan menhan malysia da katakan untk sementra malysia gak akan bli pesawat tempur.krn kondisi keuanganya,dlm 5 tahun malysia gk akn bli pesawat tmpur. Apalg super hornet yg mahal gk mampu bli. Percya.

    ReplyDelete
  22. Setuju banget kalo akhirnya Malon beli Super Hornet, biar nantinya doi gak ikut-ikutan TNI-AU lagi beli Su 35 BM....

    ReplyDelete
  23. yang ketemu patroli china itu bukan kapal perang,anda lihat di bacaannya itu pimpinan kapalnya nahkoda bukan kapten.kalo kapal perang itu KAPTEN.dan pasti kapal perang atau KRI bawa senjata minimal meriam.

    ReplyDelete
  24. Tidak meremehkan kekuatan tempur sekecil apapun itu adalah sikap prajurit sejati gan,,picth black di Ausie memang bener,,,.tp jangan di jadikan standar,,dan membuat kita sombong.dan solusi jangka pendeknya ya, S350i sama Su 35.baru keren.F-16 khan bisa d jadikan latihan tempur atau jadi kan spons peluru lah gan

    ReplyDelete
  25. Mending Indonesia produksi sendiri pesawat tempur .. CN18 super kornet buat saingi malaysia jika jadi beli F18 super hornet.

    ReplyDelete
  26. Berhentilah membandingan perabot kita dengan perabot tetangga terutama malaysia ..... Wong rumahnya cuma tipe 21 sedang rumah kita tipenya 221 ...... Yang perlu kita jadikan perbandingan kedepannya adalahh. CINA , INDIA atau KORSEL ..... Malaysia gak ada apa-apanya. ...... Menang promosi Doang !

    ReplyDelete
  27. Berhentilah membandingan perabot kita dengan perabot tetangga terutama malaysia ..... Wong rumahnya cuma tipe 21 sedang rumah kita tipenya 221 ...... Yang perlu kita jadikan perbandingan kedepannya adalahh. CINA , INDIA atau KORSEL ..... Malaysia gak ada apa-apanya. ...... Menang promosi Doang !

    ReplyDelete
  28. kita bkan lawan malon,,,yg kita waspadai ausi+amrik,,,,yg dh bkin pangkalan militer d kwasan smudra hindia,,,,yg sngat dkat dngan jakarta,,,,sbaiknya kita hrus lbh cpat pengada'an rudal jarak jauh dr rusia

    ReplyDelete
  29. tu liat pangkalan militer amrik d ausi,,,kita gk usah urusin malon,,,,,kita wajib punya rudal buatan rusia

    ReplyDelete
  30. Siapa bilang malaysia tidak memiliki uang?? baru-baru ini malaysia sudah memesan pesawat 4 airbus A400M harga mencapai € 136 juta untuk satu unit. mereka tidak hanya diam dengan masalah keamanan di negara mereka.bahkan mereka bersedia untuk berbelanja besar untuk pertahanan mereka.mereka belajar dari kejadian pembantaian sulu di sabah tempoh hari..kapan indon bisa pikir kedepan trus tentang soal keperluan pertahanan??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum bisa mikir jangkauan wilayah indonesia terlalu luas, belum lagi dengan merajalelanya koruptor dan pemikiran bahwa negara Indonesia belum butuh peralatan militer yang canggih, liat saja prokontra pembelian leo. Mau beli pesawat tempur canggih Su-35 masih mimpi, dan mau beli sistem pertahanan udara sekelas S-300 juga masih berandai2, yang ada ntar kolaborasi Roket Rhan122 ditempelin LPG 3Kg. Alat pertahanan yang sekarang dikira ampuh oleh Indonesia adalah "Nota Protes", selain itu hanya angin.

      Delete
  31. RI minimal akuisisi keluarga SU-35

    ReplyDelete
  32. Aneh benar tiap kali berita pasal Malaysia, cybertroopers Indonesia bingkas menempelak. Apa kalian gentar sekiranya kami mengakusisi Advanced Super Hornet? Nah gak usah gentar kerana Malaysia gak pernah mau bertantangan dengan mana mana jiran tetangga mau pon Singapura sekali. Kan lebih elok kita hidup harmonis, aman dan rukun? Sepanjang sejarah Malaysia gak pernah menyerang mana mana negara tetangga, konfrontasi siapa yang mulai? Angkatan Tentera Malaysia hanya bersifat self defence dan untuk misi pengaman UN. Ya jika Malaysia gak bisa akusisi Advanced Super Hornet pon gak apa apa. Kerana kami ada negara negara Commonwealth lainnya yang bisa menghulurkan bantuan saat terjadinya peperangan. Tetapi itu bukan bermakna Angkatan Tentera Malaysia akan dianaktirikan.
    Seakannya kalian lupa Malaysia sudah mengoperasi Su 30 MKM sejak tahun 2007. Google deh kemampuan Su 30 MKM, it is an advanced version with upgrades similar to those of Su 35. Pokoknya Indonesia itu baru sahaja mahu membina kembali angkatan tenteranya, jadi gak usah repot sama hal angkatan tentera negara lain.

    ReplyDelete
  33. Adeh,benarx2 aneh bila ada berita alutsista dari malaysia. forumer indonesia cepat bersangka buruk. itu kan penawaran dari boieng, bukan malaysia minta kok. malah forumer indonesia salahkan malaysia. boieng itu kan cari duit. makanya buat penawaran yg hebat gitu. supaya pihak pembeli tertarik. bukan super hornet aja yg buat tawaran begitu, rafale, eurofighter typhoon, gripen dan su35 juga.

    ReplyDelete
  34. Kita gak boleh kalah dengan malaysia meskipun kita sering di anak tirikan Sama USA.kita mesti yakin dengan kemampuan para prajurit TNI.....

    ReplyDelete
  35. Harusnya kita berkiblat pada Rusia.
    Menjalin erat kerjasama militer dngn Rusia, Korut, Iran dan Jerman.
    Kita hrs jaga jarak dngn USA, Korsel, Ause dan Singapore.
    Demi Kejayaan NKRI.

    ReplyDelete
  36. hmmm,,,,!!! pada ribut aja nh ente-ente,..!! ngapain juga ributin selimut tetangga, kan republik udah bilang, mana mungkin selimut tetangga menghangatkan tubuhku dalam kedinginan,...!! ya solusinya cari selimut sendiri lah gan,....

    ReplyDelete

HOME
▲ Back To Top
NEWSLETTER

Masukkan email pada form di bawah ini lalu klik 'SUBMIT'. Setiap artikel terbaru akan kami kirimkan ke email Anda.


Sebagian besar kematian tempur di Perang Napoleon, Perang Dunia I dan Perang Dunia II disebabkan oleh artileri. Stalin menyebut artileri sebagai "God of War". Namun, ini hanya blog yang bernama ARTILERI.


  • facebook
  • twitter
  • google plus
  • rss