Latest News

Kapal Selam Lada: Dirancang untuk Bertahan dan Menang

Kapal selam diesel-listrik kelas Lada dirancang oleh Rusia untuk menghadapi kapal selam dan kapal permukaan, mempertahankan jalur dan pangkalan angkatan laut, serta untuk misi pengintaian.

Amur 1650
Kapal selam Lada next generation "Amur-1650" (Foto:one half 3544/wiki)
Yury Dolgoruky, kapal selam pertama dari kelas Borey saat ini sudah dioperasikan Angkatan Laut Rusia, dan kapal-kapal selam dari kelas yang sama yaitu Alexander Nevsky dan Vladimir Monomakh dijadwalkan akan dikirimkan pada akhir tahun depan. Ketiga kapal selam tersebut bertenaga nuklir, mengapa Rusia masih membutuhkan kapal selam non-nuklir seperti kapal selam kelas Lada?

Dalam kerangka program persenjataan Rusia, ada rencana untuk membangun dua puluh kapal selam diesel-listrik pada tahun 2020. Empat belas diantaranya adalah modifikasi dari kapal selam kelas Lada sebelumnya dan sisanya merupakan proyek kapal selam diesel-listrik baru.

Lada terbaru adalah Lada generasi keempat yang dikembangkan oleh Biro Desain Rubin Rusia. Ini menjadi wujud pengalaman panjang yang diperoleh selama pengembangan dan perbaikan kapal selam Lada generasi kedua dan ketiga, yang notabene sudah menjadi kapal selam best-seller di pasar persenjataan laut global.

Desain dan kemampuan kapal selam non nuklir (diesel-listrik) menjadikannya baik untuk dioperasikan di perairan pantai dan lepas pantai Rusia, termasuk kawasan Baltik dan Laut Hitam. Kapal selam Lada tidak hanya mampu untuk mempertahankan pangkalan-pangkalan dan pantai, namun juga untuk mencari dan menghancurkan kapal selam dan kapal permukaan musuh.
Proyek kapal selam Lada pertama diluncurkan pada 1980-an. Proyek teknis pertama disetujui pada 1993, dan upgrade signifikan terjadi pada tahun 1997
Negara-negara asing sudah menunjukkan minat tingginya pada kapal selam hasil rancangan Rubin ini. Terutama saat pemeran LIMA 2013 di Malaysia, dimana disini banyak perwakilan negara-negara dari kawasan Asia Pasifik. Pada tahun 2030, wilayah ini (Asia pasifik) diperkirakan akan menjadi pasar lebih dari setengah kapal-kapal selam non-nuklir di dunia. Ini utamanya disebabkan oleh fakta bahwa kapal selam kelas Lada atau disebut juga Amur (versi ekspor) memiliki keunggulan signifikan atas kapal-kapal selam dari Eropa - mampu menyerang dengan rudal secara voli. Rudal dan torpedo otomatis dengan kekuatan mencolok telah diaplikasikan pada Lada, ini belum pernah ada untuk kapal selam yang berbobot sejenis.

Kapal selam lada adalah kapal selam single-hulled, dengan bobot minim menjadikan tingkat kebisingan terminimalisir sekaligus meningkatkan kekuatan propulsinya. Kelas ini menjadi penggunaan yang pertama kali Rusia sejak tahun 1940 untuk desain mono-hull.

Menurut kepala desainer Lada, Igor Molchanov, desain Lada ini telah mengurangi bobotnya, lebih sedikit membutuhkan bahan baku logam, biaya konstruksi rendah, namun kinerja akustiknya ditingkatkan dan membuatnya menjadi silent.

Molchanov mengatakan kapal selam Lada generasi keempat ini memiliki sejumlah perbedaan mendasar dari kapal selam Lada generasi ketiga. Lada yang baru atau Amur (versi ekspor) dilengkapi dengan rudal dan torpedo yang kuat. Sementara rudal jelajah untuk versi Lada sebelumnya hanya dapat ditembakkan dari dua tabung, maka rudal jelajah pada Lada generasi keempat dapat ditembakkan dari semua tabung (6 tabung). Selain itu Lada terbaru memiliki tingkat kebisingan intrinsik yang rendah. Akhirnya, dibandingkan dengan kelas Lada sebelumnya, Lada terbaru memiliki daya jelajah yang lebih jauh dan setidaknya memiliki umur pakai minimal 25 tahun.

Lada juga dilengkapi dengan Lira, sebuah perangkat sonar canggih dengan sistem antena, yang mana di area permukaan bisa disamakan dengan sonar yang digunakan kapal selam nuklir. Fungsi vital kapal selam ini dijalankan oleh sistem otomatis yang komperehensif guna mengendalikan peralatan teknis serta semua fungsi yang terkait dengan persenjataan.

Kapal selam kelas Lada juga berpotensi besar untuk bisa terus dikembangkan, khususnya untuk perangkat elektroniknya. Proyek ini sendiri berpeluang besar untuk mengupgrade sistem elektroniknya. Selain itu Biro Desain Rubin memenuhi keinginan pelanggan untuk membuat kapal selam atau fitur kapal selam yang mereka inginkan.

Kapal Selam Amur 1650 (Lada next generation)
ProdusenBiro Desain Rubin
HargaUS$ 100 juta ? (Wikipedia)
Panjang
66,8 m
Lebar
7,1 m
Bobot1.765 ton?
Kecepatan20 knot
Daya selam
300 m
Jangkauan
7.000 km (pada kecepatan 10 knot)
Daya tahan di laut
45 hari
Kru35
Persenjataan
  • 6 tabung 533 mm
  • 18 torp
  • 10 silo vertikal untuk rudal BrahMos


19 Responses to "Kapal Selam Lada: Dirancang untuk Bertahan dan Menang"

  1. DAN SLINTINGAN KABAR MENGATAKAN INDONESIA YANG MEMILIKI KEPULAUAN TERPANJANG DI DUNIA MASIH OTAK ATIK CHANG BEGO.

    KARENA MAU BELI GAK ADA DANA ,DAN DANANYA UDAH MASUK BANK SINGOPORNO YG TLAH DI KOROPSI OLEH PARA PEJJABAT"

    ReplyDelete
  2. Memang punggawa RI BANCI,tidak ada wibawa.
    Kenapa tidak beli yg baru trus kenapa dirahasiakan.
    Lihat vietnam sbg contohnya.
    Jgn dijadikan alasan tuk korupsi

    ReplyDelete
    Replies
    1. dananya dari mana mas:.??

      Devisa kita yang tinggi seharusnya bisa buat bayar hutang negara.. Tapi kenyataanya NOL...besar..

      Conth hungaria... Dulu seperti indonesia..
      Sekarang berlaku kebijakan barter..

      Delete
  3. Jadilah cahaya dalam gelap ..... Jangan melemahkan diri sendiri ..... Kalau koment Pake IQ bukan EQ !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. kenyataanya sekarang banyak kebusukan di repoblik ini mas anca..
      Contoh ali imran trsangka bom bali..sudahkah di hukum mati,,
      sekarang banyak kebijakan di indonesia mati,,

      Delete
    2. MAS ANCABLOGSPOT...jadi penerang apanya.? emang pakai IQ apanya.lihat dulu dong ..kalau pemerintah gak bener memang harus di kritik,makanya ada dprd di setiap peringkat.....kalau punggawa indonesia gagah,beribawa,masa iya selalu di bikin bulan-bulanan sama amerika,australia,dan sebelah kita negara kecil SINGPORE,ikut-kutan ngerjain indonesia..nyatanya indonesia masih tidak bisa menekan singapore negara yg sekecil itu..!!!apakah ini harus gunakan IQ,Eemang IQ lu sudah sampai dimana..?!!!!!bilangnya kita negara besar calon macan asia..tapi dimana dan dengan apa...?? lalu kapan.. FAKTA BROTHER..!!!!!

      Delete
  4. Pertanyaannya,mengapa Artileri mengulas tipe ks ini? Knp bukan typhoon?ato los angeles? Ato collin class? Atau jg scorpene class?, hal ini karena kita jg sudah punya class "best seller" ini. Ulasan di atas merupakan edukasi halus kpd masyarakat ttg alutsista strategis kita."wira ananta rudhiro". jayalah Indonesia-ku!.

    ReplyDelete
  5. Percaya pada pak pur di kemhan bung..!!! Indonesia dari dulu mau membeli KS akan tetapi yg sama dgn yang di operasikan oleh AL Rusky,produk yg sudah teruji,dan bukan produk uji coba..,Rusky sendiri belum bersedia. Percaya saja bung..!! Banyak hal yg tabu untuk konsumsi publik... Bijaklah dalam ber komentar.... Semoga presiden berikutnya juga fokus membangun alutsista yg sudah ada,terima kasih

    ReplyDelete
  6. kita tidak perlu komentar jika cuma untuk pamer seolah olah kita lebih jago soal ilmu alutsista padahal pengetahuan kita cuma sebatas baca dari buku/koran/majalah..jadi komentator sepakbola aja,kan pada jago strategi walau kita tau mereka bisa komen cuma kerena sering nonton bola,jgn2 ngrasain nendang bola pun blm

    ReplyDelete
  7. Kau pun kyk udah pandai saja

    ReplyDelete
  8. Berita KS kita mmg slu menjadi perdebatan, sebagian ingin membuka tabir(agar msyrkt tahu dan bangga),sementara yg lain berusaha menutupi(krn alutsista strategis bukan konsumsi publik dan tidak meningkatkan tensi negara kawasan agr tdk arm race).

    ReplyDelete
  9. Kau pun pandai ke....???

    ReplyDelete
  10. RI disamping KS changbogo-perlu juga pertimbangkan untuk akuisisi dan miliki KS klas LADA /AMUR-, data2 yg dimiliki ks lada cukup oke-tetapi bila kita realistis"untuk TNIAL dg2 U209+3 KS klas changbogo U214upgred korea - fakta TNIAL telah miliki kapability cukup datetent- secara spek KS changbogo masuk kategori KS u209 next generation dan mampu bawa misile harpoon SSM- disamping torpedo-begitu pula dg KS 209 CAKRA- NGLA- kini sudah diretropit- dan tidak lha tertinggal amat dg KS di asean..ksimpulan koleksi KS milik RI kategori standar plus di asean..apa lagi jika DPR RI bisa mncontoh DPR vietnam yg miliki visibility asimetris dibrbagai bidang trmasuk suport bidang militer nya- maka bukan tak mustahil KS LADA + hibah 5-10 KS KILO bisa direalisasikan.trims

    ReplyDelete
  11. ayo temand2 bersatu,yg penting kan nyari solusi buat kedepan yg lebih baik hehehehe

    ReplyDelete
  12. yg di banggakan rakyat indonesia gak habis2 di zaman dulu...tapi di zaman ini(sekarang) NOL BESAR....YG DI BICARAKAN YG ENGGAK2 KECANGGIHAN ALUTSISTA NEGARA LAIN.tapi bener juga dari pada bicara milik negara sendiri,yg kalau-kalau-kalau melulu gak sampai-sampai.kalau china,pakistan,rusia,india,vietnam.psntes kalau berkoar2 emang mereka jauh di ats indonesia,,,tapi mereka gak pernah bilang untuk mimpi jadi macan dan harimau....negara lain udah bisa bikin rudal,negara kita cuman bisa bikin roket,orang lain pakai pertahanan udara s-300 kita pakai produksi 60-an untuk perthanan.dan yg terbaru oerlikon skysield,kalau gak salah itu...memang ada rencana untuk membeli rudal pertahanan udara tapi gak tau lagi entah apa.mungkin iya mungkin juga tidak.namanya juga mimpi, andaikan /jikalau/akan/sekira. akan lagi dan kalau...beli dulu,,,buat dulu BARU CERITA.....!!!

    ReplyDelete
  13. rakyat dan pemimpinnya podho2 gak jelase...

    ReplyDelete
  14. haaha...semuanya pd ribut..tak bubarin ae lah...ben ra podo ngumpul..

    ReplyDelete
  15. Gimana kalo kita akuisisi produk terbaru dari jerman u - boat yaitu U216 pasti menarik dgn disejajarkanya amur 1650 hebat bukan

    ReplyDelete
  16. canggihan kapal selam ini atau kilo class yang baru ya varsyvanska?

    ReplyDelete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.