Latest News

Pilot-pilot F-16 Akan Gunakan Tablet Windows 8

Di dalam kabin jet tempur F-16 yang sempit, sang pilot harus membawa banyak peralatan mulai dari laporan cetak, peta penerbangan, manual, dan kertas checklist untuk menjalankan misi dan prosedur mereka.

Pilot F-16

"Ini layaknya duduk di dalam bak mandi," ujar seorang pilot F-16 yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada CITEworld. "Kokpit ini sangat sempit. Tidak banyak ruang untuk menempatkan peralatan."

Guna memecahkan masalah kokpit F-16 yang sempit ini, PaceBlade Technology yang berpusat di Belanda berusaha mengembangkan flight bag digital yang menggunakan komputer tablet 8 inci Windows 8 untuk pilot F-16. Tablet yang kecil ini akan dengan mudah dimasukkan ke dalam ruang yang sempit dan diletakkan tepat di atas lutut pilot.

Eric Cornelisse, CTO PaceBlade yang juga adalah seorang pilot dan sekarang menjadi pasukan cadangan di negeri asalnya Belanda, mengatakan bahwa dia dan rekan-rekannya di perusahaan telah menerima keluhan dari pilot-pilot F-16 agar segera mencari solusi untuk masalah ini.

Cornelisse menjelaskan mengapa perusahaannya mencoba menggunakan tablet 8 inci Windows 8 yang baru saja dirilis oleh Acer, Iconia W3 ketimbang iPad yang sudah lebih umum atau tablet android yang juga telah digunakan untuk proyek serupa oleh perusahaan-perusahaan lain.

"Hampir di seluruh dunia, pilot-pilot jet tempur sudah melakukan uji coba dengan iPad dan juga mengujicoba Android," katanya. "Namun ada beberapa alasan umum yang sebenarnya sudah mereka ketahui. Ipad itu terlalu besar dan tidak bisa mengontrol penuh konten."

Kalau memang iPad masih terlalu besar, bagaimana dengan iPad mini yang bentuknya tentu lebih kecil? "Ipad terlalu besar dan mini iPad terlalu kecil. Kami benar-benar butuh tablet 8 inci untuk melakukan pekerjaan itu. Dan lagi, ukurannya (tablet 8 inci) juga sama persis dengan paper pad yang biasa digunakan oleh pilot F-16," terang Cornelisse. "Tapi ukuran bukanlah satu-satunya solusi, tablet tersebut juga harus menggunkan iTunes untuk dokumen-dokumennya," tambah dia.

Kemampuan mengontrol penuh perangkat keras Windows 8 untuk kebutuhan militer adalah alasan kunci lain untuk menjadikan Windows 8 sebagai platform (penerbangan F-16), katanya. "Microsoft (juga) menawarkan solusi private cloud, sebuah private store dimana Angkatan Udara atau perusahaan-perusahaan besar tetap berada di lingkungan dan konten mereka sendiri selain dari yang Windows tawarkan kepada mereka," kata Cornelisse.

Integrasi Windows 8 dengan perangkat IT yang sudah ada sebelumnya juga akan memberikan keunggulan. "Tablet Windows 8 akan bekerja dengan sempurna dengan sistem IT Windows yang sudah ada sebelumnya. Akan lebih mudah untuk mengkoneksikannya karena perangkat-perangkat tersebut berjalan pada sistem yang sama."

Solusi dari PaceBlade tidak hanya sebatas tablet dan perangkat lunaknya, kata Martin Schoonderbeek, CEO perusahaan. "Kami membangun framework yang mana itu adalah aplikasi, tablet, jaringan dan infrastruktur cloud, semua akan bekerja dalam satu kesatuan untuk melayani pilot F-16. Kami tidak hanya mengembangkan sebuah aplikasi, tetapi juga framework untuk menggabungkan semuanya di tablet dan cloud."

Ide mengganti flight bag dengan tablet sebenarnya bukan hal baru. Beberapa penerbangan sipil antara lain Alaska Airlines sudah menggunakan flight bag digital agar para pilotnya tidak banyak membawa kertas-kertas dalam penerbangannya, serta membantu untuk meningkatkan manajemen di kabin pesawat secara keseluruhan.

[Foto via F-16.net]


3 Responses to "Pilot-pilot F-16 Akan Gunakan Tablet Windows 8"

  1. memang sayangnya cockpit F16 sangat sempit, simak juga dong info di blog saya www.goocap.com

    ReplyDelete
  2. Gimana kalo pilot f16 kita pake tabletnya mito aja wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak masalah si brow, yang penting isinya daftar mig ama sukhoi jiran sebelah yang siap ditembak. Kemana mrk keluyuran, rute-rutenya dll...sekalian install game simulasi perang lawan jiran utara-selatan he..he..

      Delete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.