Pembelian Heli Serang Apache, Masih Nego

Menhan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, Amerika Serikat sudah menyetujui rencana pemerintah RI membeli helikopter serang Apache. "Pemerintah Amerika sudah siap, Kongres (AS) sudah setuju, tapi kan kita harus bicara dengan mereka mengenai harganya," kata Purnomo di Bandung, Sabtu, 13 Juli 2013.
Apache AH-64D Longbow
Apache AH-64D Longbow (Foto via Defence.PK)

Menurut Purnomo, harga yang disodorkan cukup mahal. "Kita ingin dengan uang yang sama, kita dapat beli lebih banyak," kata dia. "Namanya pembeli, kita ingin bargain dulu dengan mereka."

Purnomo mencontohkan pengalaman saat membeli Tank Tempur Utama (MBT). Awalnya dengan anggaran yang ada, hanya diperhitungkan sekitar 40 unit saja, tapi dengan uang yang sama bisa membeli 100 lebih unit MBT Leopard, dan 50 unit Tank Medium Marder.

Purnomo menolak menyebutkan anggaran yang disiapkan untuk pembelian helikopter serang Apache itu. Berapa anggaran yang sudah disiapkan, mantan Menteri ESDM mengaku belum bisa memberikan angka pastinya. Selain masih melakukan pembahasan harga, Kemenhan baru mengambil anggarannya dari APBN 2014. "Yang jelas kita ingin lebih," katanya.

Menurut dia, pihaknya (Kemhan) menginginkan Indonesia bisa mengakuisisi helikopter Apache hingga bisa lengkap 1 skadron. "Kita ingin punya 1 skadron, karena penting untuk menjaga perbatasan," kata Purnomo.

Ditanya soal penempatan tank Leopard yang sebagian masih dalam proses pengiriman, Purnomo mengaku, soal itu belum diputuskan. "Kita masih membahas, tepatnya nanti ditempatkan di mana," kata dia. Termasuk rencananya menempatkan di perbatasan, Purnomo mengaku soal itu belum diputuskan. "Kita masih bahas untuk itu," jelas Purnomo.

Panglima Kodam VI Mulawarman Mayor Jenderal TNI Dicky Wainal Usman mengatakan, pihaknya berharap, pemerintah bisa menempatkan 1 unit helikopter serang di pangkalan yang tengah disiapkan di wilayah Berau, Kalimantan Timur. "Kalau jadi, Apache di situ," kata dia.

Dicky beralasan, pangkalan udara milik TNI yang tengah dipersiapkan di Berau itu strategis untuk menjangkau semua wilayah perbatasan karena persis berada di tengahnya. Pangkalan itu diperkirakan rampung 2015 nanti.

Satu yang pasti, Kemenhan sudah memastikan penempatan heli tempur tersebut. Kehadiran alutsista canggih itu akan memberikan efek detterent. "Heli Apache penting untuk menjaga daerah perbatasan," jelas Purnomo.

Sumber Tempo via Itjen Kemhan

3 comments:

  1. pertahanan negara indonesia sudah semakin membaik, dengan pembelian helikopter serang Aphace
    tingkatkan untuk keamanan wilayah negara ...

    ReplyDelete
  2. Pembelian helicopter apache adl suatu kesalahan besar dan pemborosan anggaran.
    krn untuk saat ini kita blm membuthkan helicopter sekelas apache.
    lbh baik di alokasikan membeli helicopter dr rusia yg harganya lbh murah tp gk murahan.
    sbg contoh pesawat2 f16 kita kek macan ompong, krn mereka gk di bekali dg senjata yg sesuai. sesuai dlm arti senjata f16 gak di fungsikan secara maksimal krn adanya batasan2 pembelian rudal ato bom dr pihak amerika, shg kekuatan f16 kita gk maksimal.
    Dilihat dr sisi politik jelas2 amerika sll mencampuri urusan dlm negeri dan gak pernah mendukung yg berhubungan dg operasi militer. malah2 kl kita melaksanakan operasi militer yg ada kita di embargo lagiii...
    trs bagaimana dg apache yg notabene helicopter serbu konvesional.?
    kl hanya hanya untuk menghadapi GPK saya kira berlebihan kl sampe2 menggunakan helicopter semahal apache. kalaupun kita perang dg negara tetangga, apakah iya america mendukungnya... ?
    kl america saja gk mendukung ato bersikap netral dg kita apabila Indonesia konfrontasi dg neg. tetangga sudah jelas helicopter mahal apache hanya duduk manis di hanggar krn gk punya stok amunisi.
    tragis.com

    Jayalah NKRI..!!!

    ReplyDelete

HOME
▲ Back To Top
NEWSLETTER

Masukkan email pada form di bawah ini lalu klik 'SUBMIT'. Setiap artikel terbaru akan kami kirimkan ke email Anda.


Sebagian besar kematian tempur di Perang Napoleon, Perang Dunia I dan Perang Dunia II disebabkan oleh artileri. Stalin menyebut artileri sebagai "God of War". Namun, ini hanya blog yang bernama ARTILERI.


  • facebook
  • twitter
  • google plus
  • rss