Latest News

Modernisasi "Murah" Angkatan Laut Filipina

Filipina baru-baru ini mengumumkan bahwa kapal fregat bekas yang bakal diterima dari Amerika Serikat akan dilengkapi dengan kemampuan anti kapal selam dan helikopter. Tidak ada rincian bagaimana kemampuan anti kapal selam yang dimaksud. Namun mengingat kapal fregat tersebut memang tidak pernah dilengkapi dengan peralatan anti kapal selam, tampaknya helikopter-nya lah yang akan dilengkapi untuk operasi anti-kapal selam (menyebarkan sonar dan melepaskan torpedo anti kapal selam.) Pemasangan sonar untuk fregat memang akan jauh lebih mahal.

BRP Ramon Alcaraz

Dalam Angkatan Laut Filipina, kapal perang baru ini akan dikenal sebagai BRP Ramon Alcaraz (PF-16). Kapal ini sejatinya baru akan tiba di Filipina pada bulan Agustus, selanjutnya akan masuk ke dok untuk pengecatan ulang dan baru akan ditugaskan pada bulan September. Sebelumnya (saat dipakai AS) dan setelah diakuisisi Filipina, kapal ini akan dilengkapi dengan kanon 25 mm baru yang dipasang bersama dengan radar dan kontrol tembak baru, rudal Harpoon anti kapal dan umpan torpedo.

Tahun lalu AS setuju untuk menjual dua kapal perang non-aktif milik penjaga pantai AS untuk Filipina. Sebelumnya Filipina sudah menerima satu kapal perang kelas sejenis (kelas Hamilton), juga bekas penjaga pantai AS. Hamilton adalah kapal patroli 3.200 ton. Sejak Hamilton yang pertama diterima Filipina, kapal ini menjadi kapal unggulan dari armada Angkatan Laut Filipina, menggantikan kapal fregat tua era Perang Dunia II.

Dibangun pada akhir tahun 1960, kapal-kapal perang dari kelas Hamilton memang terawat dengan baik tapi sudah dari usia pakai sudah tua karena sudah digunakan AS selama hampir lima dekade. Hamilton dipersenjatai dengan senapan 76 mm, dua meriam 25 mm, dan dua Phalanx (kontra rudal anti-kapal) 20 mm. Kedua Phalanx telah dilepas dan diganti dengan kanon 25 mm.

Kapal ini memiliki kecepatan maksimum 52 km/jam, daya tahan 45 hari di laut, dan 167 kru. Filipina membayar sekitar US$15 juta untuk kapal ini dan sebagian besar biaya ini digunakan untuk biaya perbaikan dan upgrade yang dilakukan di Amerika Serikat sebelum kapal dikirimkan Agustus nanti.

Dalam dekade terakhir, militer Filipina gencar mengakuisisi alutsista bekas. Termasuk sebagai negara termiskin di kawasan Asia Tenggara (akibat korupsi), Angkatan Bersenjata Filipina tidak memiliki dana yang cukup untuk menggantikan alutsista tua-nya.

Sementara upaya-upaya pelatihan oleh Amerika Serikat telah berhasil meningkatkan efektivitas tempur Angkatan Darat Filipina, terutama operasi khusus dan unit infanteri, belum ada bantuan yang signifikan untuk Angkatan Udara dan Angkatan Laut Filipina. Untuk Angkatan Udara, AS telah membantu Filipina dengan puluhan pesawat dan helikopter bekas yang murah dan sebagian diberikan dalam bentuk hibah. Angkatan laut sendiri baru menerima kapal patroli bekas dari Korea Selatan dan Amerika Serikat.


13 Responses to "Modernisasi "Murah" Angkatan Laut Filipina"

  1. begitupun dg singapore melihat indonesia, mereka juga beranggapan upgrade kita upgrade murahan. Sprt bunyi artikel ini.
    Jayalah NKRI

    ReplyDelete
  2. Murah gak berarti murahan coy,

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini sih bukan murah lagi, masak kapal terbesar suatu negara seharga 2 unit tank baru?

      Delete
  3. Biar murahan tapi kalau lihat tonase kapalnya serem juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau liat kapal ya mbok dari senjatanya, tonase gede, kalau kopong buat apa, mending disenggol pakai tanker pertamina, tenggelam itu kapal

      Delete
  4. Walaupun serem sekali kena rudal anti kapal induk langsung tidak tersisa

    ReplyDelete
  5. Tentara Filipin meskipun dari sisi alutsista tapi performa dan nyali prajurit terutama angkatan daratnya, jauh lebih baik ketimbang tentara jiran sebelah barat yang lebih banyak suka pamer senjata ketimbang bagaimana menggunakan secara efektif dan efisien. Liat saja, masa milisi yang cuma bersenjata ringan dibombardir pake pesawat tempur canggih??? Keliatan banget gak punya pengalaman tempur....sedangkan tentara philipino pengalaman lawan gerilyawan dan bajak dalam perang modern seperti juga TNI melawan gerilyawan di Aceh dan Papua...

    ReplyDelete
  6. Kapal 3200 tonnes tapi gede umbi doank. Senjatanya cuma meriem uzur doank. Kalau lawan China, paling 5 menit sudah tenggelem di sikat pake rudal Yakhont.

    ReplyDelete
  7. Simpati saya untuk negara Filipina..

    ReplyDelete
  8. lama lama philipine makin mirip iran saja, wkwkwkwk

    ReplyDelete
  9. Menurut teman yang tinggal di filipina, memang negara satu ini di dekade kemarin mengurangi anggaran militernya dan bahkan menutup beberapa pangkalan. Budget mereka difokuskan untuk stimulus ekonomi. Baru beberapa tahun terakhir ini, program militernya ditingkatkan kembali, kemungkinan karena sengketa laut cina selatan. Seperti halnya indonesia yang mulai kembali memodernkan alutsistanya, Filipina juga pelan2 meningkatkan arsenal tempur khususnya angkatan laut. Dengan anggaran terbatas, wajar kalo dimulai dari beli kapal tua

    ReplyDelete
  10. simpati buat philipina...klo memang dana terbatas buat apa maksain beli baru...pelan pelan mesin dan alutsista nya di retrofit biar gak ketinggalan....

    ReplyDelete
  11. He he malaysia sudah menang melawan tentera sulu..indon kapan ya menang melawan OPM..

    ReplyDelete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.