Latest News

KRI Klewang Ke-2 Hingga Kini Belum Jelas Pembuatannya

Pembuatan KRI Klewang ke-2 oleh PT Lundin Industry Invest, perusahaan pembuat kapal perang asal Banyuwangi, Jawa Timur, hingga kini belum jelas kapan akan dimulai. KRI Klewang pertama yang dibuat perusahaan itu terbakar habis September 2012 lalu.

"Saya belum tahu kapan mulai dan selesainya," ujar Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Banyuwangi, Letnan Kolonel (P) Edi Eka Susanto, Jumat, 19 Juli 2013.

KRI Klewang 625

PT Lundin baru saja menyerahkan perencanaan desain dan bahan baku KRI Klewang ke-2 kepada Kemenhan. Klewang ke-2, ujar Edi, akan dibuat dengan bahan berbeda yang lebih tahan api. "Kabarnya sudah disetujui," kata dia. Pembuatan Klewang ke-2 ini, akan mendapatkan pengawasan langsung dari TNI AL.

Saat dikonfirmasi wartawan Tempo, Direktur PT Lundin Industry Invest, Lizza Lundin, enggan menjawab pertanyaan. "Nanti kita bicarakan, Mbak," kata Lizza dalam pesan pendek.

Sebelumnya, PT Lundin Industry Invest, perusahaan pembuat kapal perang asal Banyuwangi, Jawa Timur, optimistis akan memulai pembuatan KRI Klewang kedua pada Januari 2013. "Semoga awal 2013 bisa dimulai," kata Direktur PT Lundin, Lizza, dalam pesan 20 Desember 2012 lalu.

KRI Klewang pertama terbakar pada Jumat sore, 28 September 2012 lalu. Hasil penyelidikan PT Lundin menyebutkan terbakarnya kapal tersebut disebabkan korsleting listrik saat pemasangan mesin dan instalasi listrik dari galangan ke kapal. Terbakarnya kapal ini masih menjadi tanggung jawab PT Lundin karena belum diserahterimakan kepada TNI AL.

Sekilas Tentang KRI Klewang

PT Lundin mulai membuat KRI Klewang pada 2007 dengan melakukan riset ke beberapa negara. Pembuatannya baru dilakukan pada 2009. Proyek ini didanai APBN 2009 hingga APBN 2011 senilai total Rp 114 miliar.

KRI Klewang 625 didesain sebagai kapal cepat rudal berlunas tiga (trimaran). Kapal ini dibangun menggunakan teknologi mutakhir berbahan komposit karbon. PT Lundin mengklaim teknologi komposit karbon merupakan yang pertama di Asia. Kelebihannya, kapal menjadi lebih ringan dan irit bahan bakar sehingga bisa melaju lebih cepat.

KRI Klewang juga merupakan kapal perang pertama di Asia Tenggara yang berlunas banyak, bahkan diklaim sebagai salah satu yang tercanggih di dunia. Nama Klewang sendiri diambil dari nama pedang tradisional bermata tunggal dari Pulau Madura. Selain kecanggihan teknologinya, desain kapal juga terbilang radikal karena sisi depannya sangat lancip dan berlunas tiga (trimaran) dengan keseluruhan elemen berbahan dasar infus vinylester karbon fiber. Dengan penggunaan material seperti ini bodi KRI Klewang mampu menginduksi panas sehingga sulit terdeteksi radar (siluman).

KRI Klewang sejatinya akan dipersenjatai dengan rudal C-705 asal China yang akan diproduksi di Indonesia dengan jangkauan hingga 120 kilometer. Kapal ini memiliki panjang 63 meter, kecepatan maksimal 35 knot, bobot 53,1 GT, serta mesin utama 4x marine engines MAN nominal 1.800 PK.

Sekarang ini hanya ada beberapa negara yang mampu membuat kapal dengan tiga lunas seperti itu, Amerika Serikat dan Jerman. Karena itu, jumlah kapal berlambung tiga ini juga masih sedikit di dunia, apalagi yang digunakan untuk kapal militer. Selain cocok dengan kondisi perairan Indonesia, kapal ini memiliki stabilitas yang lebih baik dibandingkan kapal-kapal lain yang berlambung satu.

Tempo


0 Response to " KRI Klewang Ke-2 Hingga Kini Belum Jelas Pembuatannya"

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.