Latest News

Pemerintah Akan Tingkatkan Anggaran Pertahanan

Menhan Purnomo Yusgiantoro

Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan Pemerintah dan DPR sepakat untuk menaikkan anggaran pertahanan guna mengejar ketertinggalan Indonesia di bidang itu.

"Kami yakin anggaran (pertahanan--red) akan tetap bahkan mungkin dinaikkan pada tahun-tahun depan," kata Purnomo dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Keamanan ke-12 atau Shangri-La Dialogue di Singapura, Sabtu.

Anggaran militer Indonesia mendapat prioritas rendah dengan alokasi rata-rata di bawah 1 persen dari PDB hingga 10 tahun setelah Indonesia mengalami krisis ekonomi bahkan pada 2001 tercatat pengeluaran untuk militer 0,60 persen dari APBN, katanya.

"Akibatnya terjadi gap untuk memenuhi keperluan pokok pasukan dan ini merupakan tantangan bagi kami," kata dia.

Menhan Purnomo berbicara dalam sesi ketiga The Shangri-La Dialogue bertema "Modernisasi Militer dan Transparansi Strategik" bersama dengan Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith dan Menteri Negara untuk Pertahanan Inggris Philip Hammond.

Dalam pertemuan yang berlangsung sejak 31 Mei hingga 2 Juni, dia menjelaskan modernisasi militer dalam konteks reformasi nasional, modernisasi militer sebagai bagian dari pembangunan nasional, serta modernisasi militer dan transparansi strategik.

"Di Indonesia modernisasi militer merupakan unsur kunci reformasi militer, yang jadi bagian reformasi nasional mulai 1998," katanya.

Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena dampak krisis finansial Asia pada 1997-1998. Pemerintah saat itu memperketat anggaran dan memberikan prioritas pada pemulihan ekonomi. Pada pertengahan 2000-an Indonesia akhirnya dapat mengatasi krisis dan ekonomi mulai tumbuh. Prioritas anggaran saat itu diberikan pada pembangunan sosial terutama pendidikan, kesehatan dan pengentasan kemiskinan.

Menurut Menhan, perundang-undangan yang direformasi sangat jelas menekan bahwa pertahanan nasional Indonesia berdasarkan pada prinsip-prinsip demokrasi, hak asasi manusia, kesejahteraan rakyat, lingkungan hidup, hukum nasional dan juga prinsip-prinsip serta norma-norma internasional. Ini menjadi acuan tingkah laku atau bahkan tata perilaku tentara Indonesia



8 Responses to "Pemerintah Akan Tingkatkan Anggaran Pertahanan"

  1. Mohon maaf sepertinya percuma juga anggaran di naikin lha yg dibeli rongsokan terus alias barang bekas alias hibah, percuma saya jadi pembayar pajak

    ReplyDelete
  2. maju terus pantang mundur

    ReplyDelete
  3. positive thinking aja broo

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. Ngga bisa cash ya kredit jg boleh yg penting baru

      Delete
    2. Cash atau Credit klo bisa belinya di Akhir tahun.. Biasanya bln desember banyak diskonnya..he..je..

      Delete
  5. gw lebih setuju beli pesawat hibah.kalau baru cuma dapat 6unit.kalau hibah dapat 34unit.disaat perang baru atau bekas bukan penentu kemenangan.logikanya 1pesawat lawan 5pesawat pasti menang yg 5pesawat.terus masalah umur pesawat hibah gw rasa sudah sesuai dengan Folitik TNI.karna F16 ini bukan untuk pesawat jangka panjang,karna sudah ada pesawat generasi ke5.jadi prioritas pemerintah indonesia thn 2024 pesawat tempur kita akan digantikan perannya oleh kehadiran pesawat canggih IFX/KFX buatan indonesia.join pertamanya saja kita sudah dpt 50unit pesawat.cukup untuk meminggirkan F16 blok 52.yg nantinya hanya di oprasikan untuk latihan pilot.dan saya percaya pemerintah masih terus berburu sukhoi 30MK,untuk mengejar 3skuadron lagi,dan melengkapi 1skuadron sukhoi yg sudah Ada.minimalnya kita punya 3skuadron sukhoi.

    ReplyDelete
  6. Mario_bross42:

    pesawat hibah hanya akan merepotkan & Melemahkan kekuatan udara kita.
    perlu diingat kata-kata Menhan jaman big mom "pesawat Su-27 vs F16 (yg kita punya skrg) ibarat pisau sangkur dg senapan AK-47"

    ReplyDelete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.