Leopard Pesanan TNI Sudah Diupgrade untuk Daerah Tropis

Leopard 2A4

Tank Leopard yang dibeli oleh pemerintah Indonesia dari Jerman, disebut sudah mengalami penyesuaian agar main battle tank (MBT) tersebut cocok digunakan untuk negara tropis. Selain itu, menurut Menhan Purnomo Yusgiantoro, Indonesia cukup beruntung, karena dengan anggaran untuk 44 tank baru, akhirnya memperoleh hingga 150 tank, dengan 100 MBT Leopard dan sisanya tank medium Marder.

"Kalau 44 itu brand new, tapi (yang sekarang) bekas. Tapi sudah dimodifikasi. Mereka itu terpakai untuk daerah tropis, karena itu namanya Leopard RI karena sudah di-adjusted yang bisa dipakai di daerah tropis," kata Purnomo, di kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2013.

Hal tersebut disampaikan Menhan menyusul lolosnya kontrak pembelian tank Leopard, yang diperkirakan akan tiba di tanah air pada bulan Oktober mendatang.

"Tadinya dengan uang sama, kita hitung hanya dapat 44 brand new. Tetapi dengan uang yang sama, (dapat) 100 main battle tank, terus kita dapat lagi sekitar 50 medium battle tank, sehingga jumlahnya 150-an," kata Purnomo lagi.

Meskipun dilakukan penyesuaian terhadap negara tropis, namun kemampuan Leopard itu, kata Purnomo pula, akan tetap sama. "Ini malah menguntungkan," tegasnya.

Hal yang sama pun, menurut Purnomo, ada pada proses pembelian pesawat F-16 dari Amerika Serikat (AS). Indonesia menurutnya, awalnya akan membeli pesawat brand new sebanyak 6 buah. Tapi dengan F-16 yang tidak baru namun masih bisa digunakan dan dimodifikasi, Indonesia bisa mendapatkan lebih dari 6 unit.

Leopard 2A4 Jangan Munculkan Kesalahpahaman Negara-negara Jiran

Pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Razasyah menilai pembelian 164 tank dari Jerman perlu dikomunikasikan dengan baik kepada negara-negara tetangga, terutama yang memiliki perbatasan darat secara langsung dengan Indonesia, di antaranya Malaysia dan Papua Nugini.

"Komunikasi itu diperlukan agar tidak menimbulkan kecurigaan mengenai kebijakan militer," katanya saat dihubungi dari Jakarta, Jumat.

"Supaya pembelian ini tidak menimbulkan rasa terancam, terutama sekali bagi Malaysia dan Papua Nugini yang memiliki perbatasan darat," katanya.

Pada sisi lain, dia menilai, sikap Jerman yang menyetujui penjualan kendaraan militer dapat diartikan sebagai sinyal positif terhadap proses demokratisasi di Indonesia yang sering disangkut-pautkan dengan pelanggaran HAM dan proses pemerintahan yang bersih.

Semula TNI AD ingin mengadakan tank-tank berat ini dari Belanda yang kelebihan arsenal militer -sekaligus Belanda memang lagi butuh duit he..-. Akan tetapi parlemen Kerajaan Belanda tidak sepenuhnya sepakat dengan langkah pemerintahan mereka.

Setelah melalui liku-liku perundingan, akhirnya negara produsennya, Jerman, yang malah memberi lampu hijau penjualan Leopard 2A4 ini kepada Indonesia. Pekan lalu, Kanselir Jerman, Angela Merkel, telah memberi sinyal positif kepada produsen senjata Rheinmetall AG, di Duesseldorf, Jerman, untuk menjual tank ke Indonesia.

Sejumlah kendaraan yang dipesan dari Jerman itu, sebagaimana dikutip AFP, termasuk 104 tank Leopard 2A4 dan 50 kendaraan tempur infanteri serta amunisi dan 10 kendaraan untuk medan pegunungan, pemasang jembatan dan penggusur tanah lapis baja.

Dari sisi operasionalisasi, tank seberat hingga 70 ton (Leopard) itu memerlukan infrastruktur penunjang, mulai dari bengkel dan manajemen pemeliharaan hingga sarana transportasi darat yang tepat. Lazimnya pembelian arsenal militer, paket suku cadang dan asistensi hanya diberikan sekali saja untuk komponen-komponen yang tidak terlalu vital sampai masa garansi berakhir.

Sumber : Berita Satu / Antara
Kredit foto : böhringer friedrich / Wikimedia

12 comments:

  1. Utk menjaga seluruh daratan di indonesia, jumlah 100 unit MBT leopard msh kurang perlu ditambah sampai jumlahnya mencapai 700-800 unit lalu perlu juga diadakan 800-900 unit MBT T 90 dari rusia shg dng 2 MBT dr 2 negara tsb akan membuat indonesia diperhitungkan, penempatan2 MBT perlu disebar ke pulau2 atau daerah yg wilayah laut dan daratnya berbatasan dng negara lain krn fungsinya utk memberi dukungan kpd pasukan infanteri dlm melakukan perlawanan atau serangan.selain yg ditempatkan ke daerah2 perbatasan jenis scorpion atau tank2 yg termasuk berukuran medium.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang lebih efisien adalah jika TNI mempunyai kemampuan managemen dan peralatan yang memadai untuk menggerakan kekuatannya dengan cepat ke seluruh wilayah Indonesia bila dibutuhkan.
      Sekarang TNI lagi dipesan LST yang bisa mengangkut MBT, sepertinya kita butuh banyak karena memang tank-pun kalo hanya 100 unit masih kurang dibandingkan wilayah RI. Airlift untuk transportasi pasukan dan alat berat (non MBT) akan semakin membaik dengan akan datangnya 10 Herc eks AUS, kedepannya Globemaster-pun kita harus punya

      Delete
  2. Mengingat harga MBT sngat mahal, dan indonesia memesan dlm jumlah besar spy ada ToT dlm pembuatan dan perawatan serta perbaikan MBT,kmdn dlm penempatan MBT tsb harus berada di dekat alutsista lain yg dpt memberikan perlindungan pd MBt itu sendiri, mislnya berada di sekitar lokasi penempatan MLRS Astros II, pantsyr utk anti serangan udara dan juga S 300 serta S 400, truk2 tangki bbm sbg alat pengangkut BBM perlu diperbanyak, bungker2 tmpt penyimpanan BBM, logistik amunisi dan sembako serta utk perlindungan dr serangan udara jg utk menyembunyikan alutsista2 di atas perlu dibuat dan diperbanyak jumlahnya.

    ReplyDelete
  3. Dalam jumlah memang terbilang banyak, tapi apa sudah diperhitungkan cost of maintenance-nya? Bagaimanapun juga yang namanya barang bekas mesti lebih mahal biaya perawatannya. Apa ndak malah merepotkan nantinya..

    ReplyDelete
  4. keperluan kendaraan lapis baja sebaiknya sebatas kebutuhan minimum..saat ini adalah kemampuan perlindungan sumber daya alam(laut) yang perlu dilipatgandakan, serta Perkembangan rudal merupakan amunisi yang sangat efektif untuk membuat negara lain berfikir ulang untuk mengancam integritas bangsa. Contohnya seperti korut

    ReplyDelete
  5. Oke trims untuk sharing yg disampaikan oleh hayeaje dan indnboor, kalau begitu MLRS astros 2 diperbanyak, diperbanyak jg howitzer sbg altileri darat bantuan utk memberikan dukungan bg infanteri, dan diadakan S 300, S 400, pantsyr utk merontokkan pesawat tempur,heli serang,heli serbu,pesawat angkut dan helikopter angkut,pesawat patroli,pesawat tangker musuh,serta UAV yg dipersenjatai,diadakan kapal perang yg terinstalisasi dan terintegrasi dng baterai peluncur yakhont,meriam anti serangan udara dan S 300 serta senjata anti kapal selam dng dek utk helikopter anti kapal permukaan dan anti kapal selam,tank amphibi diperbanyak,skuadron pesawat tempur jg diperbanyak, ditambahkan 1 skuadron pesawat angkut.

    ReplyDelete
  6. Kalo hanya mbt sih kecil buat indonesia.
    Tp sekarang jamannya udah main roket bro....
    Liat aja korut, amrik takut korut sama roket taepodong2'nya kan?
    Trus rusia juga roketnya juga banyak.

    ReplyDelete
  7. Intinya, saya lebih suka diperbanyak rudal kelas menengah atau jauh, buat merontokkan pesawat, heli atau rudal lawan sekalian anti infanteri, ini cenderung lebih efektif sebagai perlindungan sekaligus penghancur, dan rasanya juga relatif murah, beli barangnya, pelajari atau TOT, kemudian perbanyak, sebanyak apapun pesawat musuh, kapal perang musuh, tank musuh, pasti mikir mau nyerang kalo pertahanan udara (rudal) diperbanyak macam s300 dan s400.....pasti akan menimbulkan efek gentar yg luar biasa

    ReplyDelete
  8. dgn niat yang sungguh2, 1 tahun cukup, untuk mengetahui seluk-beluk si Leo. Karena Leo beda dgn iron bird, , yg lebih tinggi tekno'nya. .

    ReplyDelete
  9. ngapaen minta pengertian dri negara jiran,
    inget dlu pas malaysia beli MBT PT-91 Twardy dari polandia, apa ada mreka komunikasikan dengan indonesia...

    ReplyDelete
  10. Kalo hanya sekedar MBT ga memberikan efek gentar terhadap negara lain karna daya jangkau dan jelajahnya....tapi apa bila kita memiliki sistem pertahanan udara seperti S 400 atau brahmos..atau minimal pantsir...tu tetangga malaysia, singapore dan austrlia bakal ketar ketir...

    ReplyDelete
  11. seharusnya prioritas pertahanan kita yakni udara trs laut trs darat..
    indonesia sbgai sbuah negara kepulauan tentunya apabila musuh kn menyerang lbh melalui udara kemudian laut.shgg sistim pertahanan udara dan laut kita pntg utk sgt dipergatikan.
    mau punya mbt ribuan jmlhnya pun kalau pertahanan udara dan laut lemah,mbt td sia sia
    twrn solusi:
    prthnn udara: prbyk rudal S 400,MLRS jrk jauh,prbyk sukhoi dan rudal plgkpnya,pesawat AWACS,apache long bow,mi 35 dan mi 17,rudal sejenis patriot,drone,F 35 atau sejenis.

    prthnn laut: prbyk rudal yakhont dikri,prbyk heli AKS,prbyk kpl selam jenis kilo,dan rudal prthnn laut yg bs dioperasikan dari darat.

    ReplyDelete

SILAHKAN GABUNG
Langganan Artikel Via Email

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...