Angkatan Laut Iran akan Terima Rudal Jelajah dengan Jangkauan Lebih dari 300 Km

Uji coba rudal Iran
Uji coba rudal balistik Iran (Foto via vosizneias.com)
Angkatan Laut Iran akan menerima rudal jelajah baru dengan jangkauan lebih dari 300 kilometer, direktur Organisasi Aerospace Kementerian Pertahanan Iran mengungkapkan pada hari Minggu, 12 Mei 2013. "Rudal-rudal baru ini super canggih dan sudah ditingkatkan presisinya," ujar Brigadir Jenderal Mehdi Farahi seperti yang dikutip Press TV.

Pada akhir April lalu, Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi mengatakan rencananya untuk mengungkapkan rudal balistik dan rudal jelajah baru serta berbagai prestasi militer lainnya yang dicapai oleh Iran dalam lima bulan ke depan.

Iran sebelumnya telah berhasil menguji tembakkan rudal balistik jarak menengah dari pantai ke laut di Teluk Persia serta tiga rudal permukaan-ke-permukaan baru yang diproduksi dalam negeri. Ini merupakan uji tembak rudal Naze'at 10 dan Fajr 5 saat latihan militer pada pertengahan Maret lalu. Fajr 5 adalah roket artileri jarak jauh, dengan jangkauan maksimum 75 kilometer, sedangkan Naze'at 10 adalah rudal balistik jarak menengah yang mampu memukul sasaran dalam radius 100 hingga 300 kilometer.

Para pejabat militer Iran telah berulang kali menekankan bahwa semua uji coba dan pelatihan angkatan bersenjata Iran hanya ditujukan untuk tujuan pencegahan dan pertahanan diri.

Penembakan rudal Naze'at 10
Penembakan Rudal Naze'at 10 (Foto :IRNA)
Pada tanggal 10 Februari, Iran berhasil menguji coba rudal udara-ke-udara "Fakour" dan pada tanggal 31 Desember 2012 juga berhasil menguji coba rudal permukaan-ke-udara Ra'd (guntur), Press TV melaporkan.

Pada bulan Juli tahun lalu, Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi mengumunkan kemajuan dalam pengembangan dan pembuatan sistem rudal pertahanan udara canggih yang mirip dengan sistem rudal pertahanan udara S-300 Rusia. 

Pejabat militer Iran mengatakan bahwa sistem rudal pertahanan udara yang disebut dengan Bavar (kepercayaan) 373 tersebut lebih kuat dan lebih modern daripada sistem S-300 Rusia. Dan akhirnya pada April lalu sistem pertahanan udara ini resmi diluncurkan.

Kontrak senilai US$800 juta untuk memasok sistem rudal ke Iran ditandatangani bersama Rusia pada akhir tahun 2007, di mana Rusia memasok lima batalyon S-300PMU-1 ke Teheran. Namun pada tanggal 22 September 2010, Presiden Rusia berikutnya yaitu Dmitry Medvedev menandatangani sebuah dekrit yang mengakhiri kontrak dengan Iran karena terganjal Resolusi Dewan Keamanan PBB 1929, yang melarang pasokan senjata konvensional ke Iran termasuk rudal dan sistem rudal, tank, helikopter serang, pesawat tempur dan kapal perang. (FS)

0 comments:

Post a Comment

HOME
▲ Back To Top
NEWSLETTER

Masukkan email pada form di bawah ini lalu klik 'SUBMIT'. Setiap artikel terbaru akan kami kirimkan ke email Anda.


Sebagian besar kematian tempur di Perang Napoleon, Perang Dunia I dan Perang Dunia II disebabkan oleh artileri. Stalin menyebut artileri sebagai "God of War". Namun, ini hanya blog yang bernama ARTILERI.


  • facebook
  • twitter
  • google plus
  • rss