TNI AL Gelar Seluruh Kekuatan Tempur di Koarmatim

 
TNI Angkatan Laut menggelar seluruh kekuatan tempurnya pada Minggu, 28 April 2013, gelar kekuatan tempur yang diawali dengan pemeriksaan pasukan itu diterima oleh Panglima Komando Gabungan TNI (Pangkogab TNI) Letnan Jenderal TNI Drs. Muhammad Munir selaku penerima gelar kekuatan di dermaga Madura, Koarmatim, Ujung, Surabaya.

Gelar kekuatan tempur merupakan bentuk kesiapan TNI Angkatan Laut dalam rangka mempersiapkan diri melaksanakan Latgab TNI 2013 yang akan dilaksanakan di awal minggu pertama bulan Mei itu, melibatkan pasukan pendarat Marinir lengkap dengan senjata andalan dan pasukan khususnya, para Intai Amfibi penyelam, Kopaska serta sejumlah kapal perang canggih milik TNI AL terlihat turut menghiasi semaraknya gelar kekuatan itu.

Dalam gelar kekuatan matra laut itu, Pangkogab TNI diampingi oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono SH. M. Hum selaku Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan (Wapangkogasgab) TNI dalam melaksanakan pemeriksaan pasukan. Dengan amat cermat dan teliti Pangarmatim menjawab pertanyaan Pangkogab TNI serta menjelaskan satu persatu unsur yang terlibat gelar kekuatan itu.

Pada saat pemeriksaan itu, Pangkogab TNI juga memeriksa Kapal Perang KRI Makassar-590, dimana kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) itu akan digunakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono sebagai tempat tinggal on board sebelum turut serta melaksanakan pendaratan amfibi dengan menggunakan kendaraan pendarat amfibi.

Di kapal perang dari Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmatim itu jugalah Presiden Susilo Bambang Yudoyono akan, menerima paparan dari Pangkogab TNI tentang rencana dan olah gerak pasukan serta Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) terkait dengan Latgab TNI tahun 2013.
 
TNI AL gelar kekuatan di Koarmatim

Dalam Latgab TNI tersebut tidak kurang dari 43 kapal perang akan dikerahkan. Kapal-kapal perang terdiri dari berbagai jenis diantaranya kapal kombatan jenis Kapal Perusak Kawal Rudal, SIGMA, kapal selam, kapal amfibi dan Landing Platform Dock (LPD) Kapal Cepat Rudal (KCR) dan Kapal Cepat Torpedo (KCT), Kapal Buru Ranjau (BR) dan Penyapu Ranjau (PR), Kapal Patroli Cepat (Fast Patrol Boat) dan kapal bantu.

Unsur-unsur tersebut dalam Latgab TNI tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Laut (Kogasgabla) dan Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib). Unsur Kogasgabla terdiri dari kapal-kapal kombatan, kapal rudal, dan penyapu ranjau, sedangkan unsur Kogasgabfib terdiri dari kapal amfibi dan LPD, Pasukan Khusus (Pasus) TNI AL Kopaska dan Taifib, Penyelam Tempur, dan helikopter. Jajaran Kogasgabfib ini mengangkut Pasukan Pendarat (Pasrat) Marinir dan matrial tempurnya.

Secara umum Gelar Kekuatan Laut tersebut menampilkan seluruh kekuatan yang tergabung dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL, mulai dari kapal perang, pesawat udara, Marinir dan pangkalan. Sedangkan personel TNI AL yang terlibat dalam latihan gabungan ini sekitar 6.500 orang.

Pada Latgab TNI kali ini, Korps Marinir mengerahkan 59 tank amfibi, yaitu 17 BMP-3F (Boyevaya Mashina Pyekhota), 33 BTR-50 (Browne Transporter), 7 LVT-7A1 (Landing Vehicle Track), serta 2 BVP-2 (Bojove Vozidlo Pechoty), 2 unit Roket Multi Laras RM-70/Grad, 16 perahu karet, 4 unit meriam Howitzer 105 mm, dan lebih dari dua ribu prajurit Marinir yang kesemuanya diangkut dengan kapal perang LST dan LPD. Sementara Puspenerbal mengerahkan 3 pesawat Intai Maritim jenis Cassa dan 5 helikopter untuk pendaratan Marinir Lintas Heli. Secara keseluruhan kekuatan pasukan TNI yang dilibatkan dalam Latihan Gabungan tersebut berjumlah sekitar 16.745 prajurit.

Pangkogab TNI dalam sambutannya antara lain mengatakan kita harus berlatih terus menerus untuk mencapai sukses, meskipun yang kita hadapi saat ini adalah latihan bukan perang sesungguhnya. Kita harus tetap sungguh-sungguh melaksanakannya dengan tetap mengedepankan keselamatan "zero accident" baik personel maupun materiel. Kata Jenderal bintang tiga itu.

Hadir dalam gelar kekuatan TNI Angkatan Laut itu antara lain Pangarmatim, Laksamana Muda TNI Agung Pramono SH. M. Hum, Kasarmatim Laksma TNI Darwanto SH. M.A.P Komandan Gugus Tempur Laut Armada RI Kawasan Timur (Dan Guskpurlatim) Laksma TNI Arie Soedewo SE. Danpasmar Brigjen TNI Mar Siswoyo Hari S, serta para pejabat teras TNI Angkatan Laut lainnya. 
 

0 comments:

Post a Comment

HOME
▲ Back To Top
NEWSLETTER

Masukkan email pada form di bawah ini lalu klik 'SUBMIT'. Setiap artikel terbaru akan kami kirimkan ke email Anda.


Sebagian besar kematian tempur di Perang Napoleon, Perang Dunia I dan Perang Dunia II disebabkan oleh artileri. Stalin menyebut artileri sebagai "God of War". Namun, ini hanya blog yang bernama ARTILERI.


  • facebook
  • twitter
  • google plus
  • rss