TNI AD Terima Rudal Anti Tank NLAW

TNI AD Terima Rudal Anti Tank NLAW

Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) TNI AD mengonfirmasi telah melaksanakan kegiatan uji terima Rudal Pandu Anti Tank (Anti Tank Guide Missile) NLAW (Next Generation Light Antitank Weapon) di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus), Batujajar, Bandung Barat, 20 Maret 2013. Dihadiri oleh pejabat dari jajaran TNI AD yang berkaitan langsung dengan uji terima ATGM yang berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

Uji Terima ATGM ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi kebutuhan Alutsista Satuan Batalyon Infanteri jajaran TNI Angkatan Darat, dengan demikian satuan Infanteri jajaran TNI Angkatan Darat memiliki daya tempur yang sangat tinggi dalam rangka mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat.

TNI AD Terima Rudal Anti Tank NLAW

Berbicara mengenai ATGM NLAW, rudal anti tank ini dikembangkan oleh Saab Dynamics (sebelumnya Bofors) Swedia bekerjasama dengan Inggris yang dirancang untuk mengalahkan tank tempur utama (MBT) dengan sekali tembak. Saat ini, pengguna anti tank NLAW adalah Inggris, Finlandia, Luxemburg dan Swedia sendiri. Indonesia sendiri memesan ATGM ini pada kuartal ketiga tahun lalu.

Keunggulan dari ATGM NLAW adalah cukup dioperasikan seorang prajurit, mudah dipelajari dan dioperasikan, bebas perawatan dan mampu tetap digunakan dalam lingkungan ekstrim dan cocok untuk unit kecil yang ingin melengkapi dirinya dengan penghancur MBT dalam sekali tembak.

 Fitur ATGM NLAW
  • Dioperasikan oleh seorang prajurit (non-expert).
  • Rudal anti tank terintegrasi dengan peluncur reloadable 
  • Fire & forget
  • Modus tembak OTA (Overflying Top Attack) dan DA (Direct Attack)
  • Un-jammable proximity fuze
  • SSKP (Single Shot Kill Probability) tinggi.
  • Kemampuan Night vision
  • Bisa dioperasikan di ruangan terbatas/sempit.
  • Bebas perawatan
  • Di desain untuk digunakan di semua lingkungan dan iklim.
Karakteristik ATGM NLAW
  • Berat 12.5 kg (termasuk atgm berbobot ringan)
  • Panjang 1016 mm
  • Jangkauan 20-600m
  • Hulu ledak Single shape charge
  • Persiapan tembak 5 detik
  • Insensitive munition
  • Kaliber 115/150 mm
  • Kecepatan awal 40m/dtk dan kecepatan maksimum subsonik
  • Optical sight 2.5x magnification Sighting System
  • Red dot sight
  • NVG- compatible
  • Usia pakai (simpan) 20 tahun.
  • Temperatur operasional -38 hingga +63 ÂșC
  • PLOS (Predicted Line Of Sight) Guidance


Tidak disebutkan berapa peluncur dan rudal yang diterima, dan satu yang disayangkan, jangkauan ATGM ini tidak jauh. Dalam beberapa kondisi, hal ini kurang menguntungkan mengingat operator harus berada pada jarak yang dekat dengan target, jarak yang cukup beresiko untuk hit maupun run. Namun tetap cocok untuk digunakan saat perang kota atau di daerah perbukitan. Selanjutnya, kita tunggu realisasi pembelian ATGM Javelin.

4 comments:

  1. semoga ini semakin memperrkuat pertahanan kita,,,

    ReplyDelete
  2. semoga ini awal dari kebangkitan TNI Untuk mempertahankan dan menjaga kesatuan negara kita

    ReplyDelete
  3. Senjata anti tank ini segera digelar di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.....siap menghadapi tank T90 Twardy

    ReplyDelete
  4. Harganya berapa ya? kalo misal di banding RPG 29 kira-kira lebih efisien mana ya? kalo dari teknologi jelas yang ini lebih baik. kalo lihat di syria dimana pemberontak banyak yang pake RPG 29 dan efektif buat tank T72.

    ReplyDelete

HOME
▲ Back To Top
NEWSLETTER

Masukkan email pada form di bawah ini lalu klik 'SUBMIT'. Setiap artikel terbaru akan kami kirimkan ke email Anda.


Sebagian besar kematian tempur di Perang Napoleon, Perang Dunia I dan Perang Dunia II disebabkan oleh artileri. Stalin menyebut artileri sebagai "God of War". Namun, ini hanya blog yang bernama ARTILERI.


  • facebook
  • twitter
  • google plus
  • rss