Latest News

Mahal, Kemhan Tetap Beli Heli Apache

Apache AH 64D Longbow RSAF
Apache AH 64D Longbow RSAF. Foto : Jonathan G. Seow H. C/Wiki
Harga yang mahal tidak menyurutkan niat pemerintah untuk tetap membeli helikopter Apache Longbow AH 64 D dari Amerika Serikat. "Harganya memang sangat mahal, kami harus mempertimbangkan kekuatan anggaran," ujar Kepala Badan Perencanaan Pertahanan Mayjen Ediwan Prabowo, Rabu (9/1).

Menurut Ediwan, harga yang mahal itu adalah konsekuensi dari pemerintah Amerika Serikat. "Mereka ingin standar keselamatan yang tinggi. Tidak mau kalau helikopter itu jatuh di sini (Indonesia) dan merugikan citra mereka," kata dia.

Rencana pembelian 8 (delapan) helikopter serang Apache AH 64D Longbow Block III itu sudah dikabulkan oleh kongres negeri Paman Sam. "Congress notification sudah kami terima, kini tinggal tunggu persetujuan DPR kita," kata Ediwan.

Untuk menyiasati mahalnya harga heli Apache, Kementerian akan menyesuaikan perencanaan anggarannya. "Kami akan sesuaikan pos anggaran yang lain agar bisa mencukupi," ujar Ediwan.

Harga per unit heli Apache sendiri diperkirakan mencapai US$ 40 juta. Kementerian Pertahanan dan TNI AD sebelumnya sudah menandatangani kontrak pengadaan heli serbu dan heli serang dengan PT Dirgantara Indonesia. Kontrak tersebut masing-masing bernilai US$ 90 juta dan US$ 170 juta. Penjualan delapan unit heli Apache ini juga akan menambah jumlah volume perdagangan Amerika Serikat ke Indonesia di masa mendatang.

Saat ini, pemerintahan Barack Obama memang sedang getol meningkatkan kerja sama militer dengan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik. Selain dengan sekutu lamanya, Filipina dan Australia, Amerika Serikat melalui kunjungan kerja Menlu Hillary Clinton beberapa waktu lalu terus mengupayakan tekanan kawasan bagi China agar menyelesaikan permasalahan sengketa Laut Cina Selatan melalui kerangka kerja sama multilateral.

Sumber : Tempo


7 Responses to "Mahal, Kemhan Tetap Beli Heli Apache "

  1. Kenapa ga beli helikopter Rusia Mi-17 yg luar biasa??

    ReplyDelete
  2. AS hanya ingin memeras indo yg sedang membangun kekuatan militernya dgn memberikan brg odong" dgn harga mahal dan mmberikan brg brkualitas tp dgn hrga selangit spy cm dpt dikit doang dan anggaran indo habis... hal ini utk tetap melemahkan indo agar militernya terus berada di bwh kekuatan sekutu asean nya spt singpur, negara nyasar spt ausy dan piaraan inggris spt malon.,.,.

    ReplyDelete
  3. Mi 17 kan heli angkut. Jelas beda donk sama ah 64 apache.

    ReplyDelete
  4. bli mah yang combat proven.brg rusia mah ngeri di spek doang.software n sistem ma gadget2 dijual bebas 11-12x canggihnya

    ReplyDelete
  5. Wah kalo overpriced begini, sama dengan penggembosan militer kita ...

    ReplyDelete
  6. Kalo ga ada klaim di laut china selatan, ngapain repot-repot diurusin sampe beli heli yang mahal harganya,... Mending buat beli kapal selam atau yang lainnya..

    ReplyDelete
  7. harganya terlalu mahal mending beli Mi uda gitu rawan embargo & ngga ada alih teknologi

    ReplyDelete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.