China Beli Pesawat Bomber Tu-22 dari Rusia

Pesawat bomber Rusia Tupolev Tu-22M3
Pesawat bomber Rusia Tupolev Tu-22M3. Foto: Alex Beltyukov/Wiki
Untuk ketiga kalinya dalam 7 tahun (pertama di 2005, kedua pada awal 2012) beberapa situs di China (link dalam bahasa China) melaporkan bahwa China dan Rusia telah sepakat untuk Beijing membeli lini produksi pesawat bomber Tupolev Tu-22M3 dengan biaya 1,5 miliar USD.
Saat dalam pelayanan dengan Angkatan Udara China nanti, Tu-22M3 akan dikenal sebagai "H-10." Total kesepakatan untuk pembelian Tu-22M3 adalah 36 pesawat, yang terdiri dari 12 pesawat pada batch awal dan 24 pesawat pada batch kedua yang diperkirakan sudah di order oleh Beijing.

Tu-22 akan berperan sebagai pesawat serang maritim dan akan digunakan untuk menyerang target dari ketinggian yang rendah (untuk menghindari deteksi radar).

Tu-22 adalah pesawat bomber supersonik buatan Uni Soviet, dengan swing-wing (sayap ayun) dan merupakan bomber strategis jarak jauh dan penyerang maritim. Bomber ini  dikembangkan Soviet selama Perang Dingin dan saat itu Tu-22 merupakan yang tercanggih untuk kearah teknologi pesawat bomber siluman.

Tupolev Tu-22M3
Swing Wing pada Tupolev Tu-22M3, sayap unswept untuk terbang di kecepatan rendah dan sayap swept untuk terbang di kecepatan tinggi. Foto: Vector Site/Wiki
Dengan jarak tempuh 6.800 kilometer dan payload 24.000 kg, Tu-22 masih merupakan ancaman serius untuk banyak sistem senjata generasi terbaru saat ini. Apalagi jika kesepakatan dengan Rusia juga meliputi Raduga Kh-22 (AS-4 'Kitchen'), rudal anti-kapal jarak jauh.

Kesepakatan pembelian ini bisa menimbulkan perubahan yang signifikan pada keseimbangan strategis di wilayah tersebut.

Bomber Tu-22 bisa dijadikan China sebagai alat untuk "melumpuhkan" intimidasi-intimidasi di Laut China Selatan dan teater Pasifik yang dikomandoi Amerika Serikat. Tu-22 merupakan sebuah platform yang cepat untuk meluncurkan rudal jelajah, senjata konvensioanal atau nuklir dalam berbagai skenario perang regional.

Dengan kata lain, ini merupakan ancaman baru bagi armada Angkatan Laut AS di kawasan tersebut.

Karakteristik dan Spesifikasi Tupolev Tu-22M3

Karakteristik Umum
Kru
4 (pilot, co-pilot, navigator dan operator sistem senjata)
Panjang
42,4 m
Rentang sayap
Spread (20° sweep): 34.28 m
Swept (65° sweep): 23.30 m
Tinggi
11,05 m
Luas sayap
Spread: 183.6 m²
Swept: 175.8 m²
Berat kosong
54.000 kg
Maksimum berat take-off
126.400 kg
Mesin
2 × Kuznetsov NK-25 turbofans, 245.2 kN
Performa
Kecepatan maksimum
1,88 mach (2.000km/jam)
Jangkauan
6.800 km
Radius tempur
2.410 km
Service ceiling
13.300 m
Tingkat daki (rate of climb)
15 m/detik
Persenjataan
Senjata : 1 × 23 mm GSh-23 cannon dengan remote kontrol
Hardpoint (tenggekan) : wing dan fuselage pylons dan internal weapons bay dengan kapasitas 24.000 kg
Hingga 3 × rudal Raduga Kh-22di weapons bay dan di wing pylons atau
Enam rudal di MKU-6-1 rotary launcher di bomb bay, plus empat rudal di dua underwing pylons, dengan total 10 rudal per pesawat
Bom freefall :  69 × FAB-250 atau 8 × FAB-1500 (tergantung tipe)
Rudal jelajah jarak jauh Kh-55 juga pernah diuji coba pada Tu-22 namun tidak digunakan dalam service

2 comments:

  1. PT.DI harus bisa mmbiat pesawat jenis siluman.

    ReplyDelete
  2. Indonesia jg harus mulai memiliki pesawat bomber canggih..

    ReplyDelete

SILAHKAN GABUNG
Langganan Artikel Via Email

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...