Latest News

Pentagon Tambah Jumlah Mata-mata di Luar Negeri

Pentagon

Departemen Pertahanan Amerika Serikat berencana untuk menambah jumlah mata-mata di luar negeri menjadi 1.600 agen.

Menurut The Washington Post, Pentagon belum puas dengan apa yang mereka miliki saat ini. Mereka mengemukakan langkah tersebut guna meningkatkan pengumpulan data secara lengkap dan akurat di zona yang dimata-matai.

Menurut NTV, mata-mata baru AS ini akan bekerja di seluruh dunia dengan kedok diplomat, pengusaha dan ilmuwan. Saat ini, sudah ada sekitar 500 mata-mata AS yang bekerja secara terselubung di luar Amerika Serikat.

Selama 10 tahun, Departemen Intelijen dari Pentagon telah memberikan perhatian yang besar pada operasi/tugas yang dilakukan dalam konteks operasi militer di Irak dan Afghanistan. Sekarang, badan ini akan memiliki profil yang berbeda untuk kegiatannya. Pentagon lebih ingin fokus pada pencegahan ancaman potensial.

Menururt Rosbalt.ru, Beberapa target utama dari Pentagon ini nantinya ditujukan pada kelompok Islam radikal Afrika, persenjataan dan penyebaran senjata oleh Iran dan Korea Utara ke negara lain, serta modernisasi Angkatan Bersenjata China (PLA)

Untuk melaksanakan ini, Pentagon  akan menerima dana sebesar 100 juta dolar. Departemen Pertahanan AS berencana untuk mempererat kerjasama denga CIA dan dengan Komando Khusus Angkatan Bersenjata Amerika Serikat.

Patut dicatat, bahwa Departemen Intelijen di Pentagon, tidak diperbolehkan untuk melakukan operasi rahasia di luar negeri, berbeda dengan CIA.

Foto: govexec.com


1 Response to "Pentagon Tambah Jumlah Mata-mata di Luar Negeri"

  1. Ini menarik. Sejak kegagalan CIA mengendus 9/11, mereka dibawah tekanan besar dari pemerintah dan hujatan dari publik AS. Saking tidak percayanya Bush dan konconya, mereka malah menerima brifing dari Mossad, bukan CIA. Dan, petinggi CIA terutama bosnya, Tenet mulai jadi penjilat ABS dengan memberikan data dan analisis aspal untuk menjilat Bush. Bush mau Saddam digulingkan, CIA menyediakan analisis aspalnya. Bush bilang, AS sukses di Irak, CIA menyaring semua data lapangan supaya sesuai dengan maunya Bush. Padahal situasi Irak tambah parah. Dan siapa pun agen lapangan yang melaporkan sebaliknya bakal disemprot habis. Sampai kepala stasiun CIA di Baghdad mundur karena tidak tahan. Sampai Tenet diganti Goss, keadaan CIA tambah amburadul. Goss menempatkan politisi dan birokrat di posisi penting CIA, bukan agen karir. Tidak heran, peranan intelijen AS sekarang dipegang oleh militer DIA / Pentagon dan lebih ironis lagi kepada AS malah bersandar kepada perusahaan intelijen partikelir alias swasta. Ironi, sejak habisnya Sovyet, CIA tidak punya lagi lawan tanding yang sepadan, yaitu KGB. Ini seperti membuat mereka kehilangan motivasi dan tujuan. Dan yang lebih celaka lagi, supremasi intelijen sipil AS, sekarat, sekarang direbut oleh intelijen militer.

    ReplyDelete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.