Latest News

Intelijen Nasional Masih Produk Jadul

Agen Matrix

Farouk Muhammad, seorang Guru Besar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) menilai maraknya teror yang terjadi belakangan ini di sejumlah daerah di Indonesia, disebabkan dunia intelijen nasional masih merupakan produk lama.

Menurut Farouk, kemampuan intelijen nasional baik kualitas maupun kuantitas masih bentukan intelijen produk lama. Meskipun ada pendidikan baru untuk intelijen,  namun pendekatan dan sosialisasinya masih menggunakan cara lama, sementara ancaman sudah semakin canggih di mana kuantitas rendah tapi kualitas tinggi.

Farouk melanjutkan, teknik-teknik yang digunakan intelijen nasional tidak berkembang, yang akhirnya menimbulkan pertanyaan atas kemampuan lembaga tersebut dalam mencegah munculnya teror di sejumlah wilayah. Dunia intelijen seharusnya mampu bertindak cepat, dan bersifat lintas negara dengan menggunakan teknologi informasi tinggi.

Farouk mengharapkan pemerintah agar mengkaji kembali sistem intelijen nasional, sebab, pendekatan yang dilakukan intelijen saat ini masih memakai cara dari intelijen bentukan orde baru. "Sekarang dunia intelijen harus lebih banyak membuka jaringan. Di mana Polisi Masyarakat atau Polmas harus ditingkatkan perannya, agar pendekatannya dari tingkat bawah dulu baru ke atas," ujar Farouk.

Amerika Serikat dan Negara Uni Eropa pernah menawarkan bantuan untuk mengantisipasi teror di Indonesia. Namun pada saat itu, Farouk mengatakan bahwa bantuan itu tidak akan berarti apa pun jika masih dilakukan dengan pendekatan represif (cara lama), Farouk menambahkan.

"Ketika bantuan Amerika Serikat dan Uni Eropa diterapkan di sini, saya sudah bilang tidak bisa kalau masih fokus ke tindakan represif, contohnya Densus 88, itu wujud kemampuan represif. Kalau mau mereka bisa bantu pengembangan Polmas, jadi dari tingkat paling bawah dulu," pungkasnya.



0 Response to "Intelijen Nasional Masih Produk Jadul"

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.