Latest News

Order Menumpuk, PT PINDAD Genjot Pembuatan ANOA

PT Pindad
Suasana area assembling (perakitan) Panser Anoa produksi PT Pindad di daerah Bandung, Jawa Barat, Selasa, 16 Agustus 2012. PT. Pindad menggenjot produksi Panser Anoa selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, juga untuk memenuhi permintaan negara-negara tetangga seperti Filipina, Timor Leste, Korea Selatan, serta Malaysia, yang belum lama ini membeli 32 Panser Anoa bermesin Benz.


PT Pindad
Teknisi merakit panser Anoa 6×6 pesanan TNI Angkatan Darat di Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 16 Oktober. PT Pindad dalam waktu dekat siap memproduksi tank tempur medium dengan bobot 20 ton. Ditargetkan pada 2014 prototipe (pra produksi) tank tempur yang merupakan produk baru PT Pindad ini akan rampung.


Tahap akhir assembling panser Anoa
Pekerja menyelesaikan tahap akhir produksi Panser Anoa 6x6 di Gedung 100 PT. Pindad, Bandung, Jabar, Selasa, 16 Oktober. PT. Pindad memproduksi 61 Panser dengan harga per-unit Rp. 8,5 miliar untuk TNI dan 226 ribu unit Senjata SS1/SS2, produk komersil, produk Hankam, manufaktur, amunisi dan Ranpur (kendaraan tempur).


Uji kebocoran Panser Anoa
Panser Anoa 6×6 pesanan TNI Angkatan Darat tengah menjalani serangkaian pengujian di Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad, Bandung, Jawa Barat. Panser Anoa menjadi produksi PT Pindad yang paling laris terjual. Meski, secara penjualan sedikit, tapi hingga 2008 omzet Anoa mencapai Rp1,13 triliun. Saat ini, PT Pindad tengah menyelesaikan sekitar 61 panser Anoa 6X6 pesanan TNI Angkatan Darat.

Selain Panser Anoa, PT Pindad juga memproduksi beberapa varian panser, antara lain untuk angkut personel, ambulans, recovery, komando, dan angkut logistik. Mengenai mesin, bisa menggunakan mesin Renault atau Benz, tergantung pesanan.

Adapun pelat yang digunakan, PT Pindad mendapatkannya dari dalam negeri yaitu dari Krakatau Steel. PT Pindad membanderol harga per unit Panser Anoa di kisaran Rp8 miliar. Harga bisa berubah tergantung dari spesifikasi yang dinginkan pemesan.

Asisten Deputi I Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Fathan Harun, menuturkan keberadaan industri persenjataan di tanah air sangat penting untuk mendukung penguatan kemampuan pertahanan dan keamanan.

"Sejauh ini, PT Pindad juga telah menunjukkan prestasi dengan memproduksi produk-produk alat pertahanan dan keamanan yang berkualitas."

Itjen Kemenhan / Vivanews


10 Responses to "Order Menumpuk, PT PINDAD Genjot Pembuatan ANOA"

  1. saya bangga kalao indonesia seperti ini membuat peralatan tempur sendiri mulai dari tank,panser,rudal,satelit,kapal selam,pasawat siluman,dan kapal induk harus bisa mmproduksi sndri.

    ReplyDelete
  2. Mantap hidup bangsa indonesia dan putera puteri indonesia yang gigih menciptakan teknologi militer guna menunjang peralatan alutsista TNI yang dapat berkompetitif skala international. Merdeka! Merdeka! Merdeka!

    ReplyDelete
  3. PINDAD jgn cuma bisa buat ANOA tiru negara2 maju,PINDAD buat senjata model CANON saja blum bisa,waduhhh

    ReplyDelete
  4. @setya putra
    mbok pikir gampang po bikin canon
    ~_~

    ReplyDelete
  5. hey setya putra... seharusnya kanu bangga pada putera bangsa..jangan cuma bisa meng olok2 aja...tapi aku yakin kamu sendiri cuma bisa bikin anak aja,,, egk yg lain..

    ReplyDelete
  6. tuh bener kan, bangsa indonesia bikin anoa saja indent udah banyak banget, gimana kalau nanti tank nya jadi produksi masal, kayaknya bangsa lain juga udah muak dengan bangsa adidaya yang suka banyak syarat kalau beli peralatan mereka. Go Pindad Go....i am really proud on you

    ReplyDelete
  7. Ayo produksi senjata yang lbih canggih kalahkan peoduk amerika rusia dan jerman

    ReplyDelete
  8. bangga rasa nya melihat salah satu hasil karya terbaik dari putra putri.. tunjukan bahwa kita bisa.. mari kita dukung dan lindungi dari kepentingan dan ancaman asing seperti pt. DI saat orde baru.. supaya semakin banyak putra putri bangsa ini untuk berinovasi dan menunjukan bahwa kita bisa..

    ReplyDelete
  9. Hampir 2 thn kemudian kontrak anoa dr Filipina, Timor Leste, Korea Selatan, serta Malaysia ngga jelas sampe sekarang. Omdo marketing aja ni Pindad. Klo order dr TNI iya memang banyak.

    ReplyDelete
  10. Kalau memang banyak permintaan bentuk devisi baru dipimpin dr pensiunan TNI dr Zeni, utk mendirikan perusahaan pembuatan alutsista bila PT Pindad kesulitan memenuhi order dan gandeng para pengusaha2 Indonesia spt Hipmi sbg pemodal. Contoh sdh banyak di negara AS para veteran militer berkarier di pembuatan alutsista militer AS, shg membuka lapangan kerja baru dan para mahasiswa teknik tdk banyak yg nganggur............pasti sip deh......hanya saja PT Pindad ordernya jangan Omdo..................

    ReplyDelete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.