Latihan Elektronik dan Radar Armabar TNI AL

Seusai melakukan latihan Armada Jaya XXXI/2012, 30 kapal perang TNI AL, dan sekitar 17 KRI, dan kapal fregat serta kapal jenis lainnya melakukan latihan peperangan laut dengan fokus latihan pada penggunaan peralatan ekektronik, radar permukaan dan radar udara pada Sabtu, 20 Oktober.

Dalam kegiatan latihan tersebut, 30 kapal perang TNI AL dibentuk dalam tiga gugus tugas membentuk formasi bersama-sama dengan sejumlah unsur kapal perang RI pada posisi 28 mil di sekitar Perairan Tanjung Kemuning Kotabaru Kalimantan Timur.

Latihan peperangan laut melibatkan sejumlah 17 unsur KRI jenis Fregat, SIGMA, perusak kawal tipe parchim, kapal cepat FBP 57 dan LPD yang secara berkelompok tergabung dalam satuan tugas dengan nama Gugus Tugas Merah dan Gugus Tugas Biru.

KRI Ahmad Yani-351
KRI Ahmad Yani-351 (Foto: Lantamal VI)

Latihan yang digelar Komando Armada RI Kawasan Barat TNI AL tersebut digelar di sepanjang perairan Alur Pelayaran Kepulauan Indonesia (APKI ), mulai dari perairan Sangatta sampai dengan pangkalan Angkatan Laut Ujung Surabaya.

Sedangkan kapal perang jenis Landhing Ship Tank (LST ) dan Froch dengan kekuatan lebih dari 10 KRI tergabung dalam Satuan Gugus Lambat Unsur Gugus Tugas Biru dengan Komandan Gugus Tugas Kolonel Laut (P) Deni Hendrata yang sehari-hari menjabat Komandan Satuan Kapal korvet Komando Armada RI Kawasan Barat dengan unsur-unsur di bawah komandonya 8 kapal perang RI jenis Landing Paltform Dock (LPD) serta jenis Fregat dan kapal rumah sakit Sigma kelas dan kapal cepat FPB 57 serta jenis angkut tank tipe Froch dan 1 pesud U612.

Dalam latihan tersebut, Gugus Tugas tersebut Asisten Operasi Pangarmabar Kolonel laut (P) Agung Prasetyawan, Aslog Pangarmabar Kolonel Laut (T) Dani Achdani SE, MAP, Asintel Pangarmabar Kolonel Laut ( E) Hendrawan Bayu, Kadiskomlek armabar Kolonel laut (E) Budi Kalimantara dan beberapa perwira yang onboard di KRI KRI Banjarmasin-592.

Sedangkan Satuan Gugus Merah dibawah komando Komandan Satuan Kapal Cepat Armada RI kawasan Timur Kolonel Laut (P) Rahmat Eko Raharjo melibatkan LPD KRI Banjarmasin-592, fregat KRI Oswal Siahaan -354 dan KRI Ahmad Yani-351, Sigma KRI Diponegoro-365, parchim KRI Untung Suropati-372, dan kapal cepat FPB 57 KRI Hiu-804 dan 1 pesawat udara nomed U 611.

Sumber : Jurnas

0 comments:

Post a Comment

HOME
▲ Back To Top
NEWSLETTER

Masukkan email pada form di bawah ini lalu klik 'SUBMIT'. Setiap artikel terbaru akan kami kirimkan ke email Anda.


Sebagian besar kematian tempur di Perang Napoleon, Perang Dunia I dan Perang Dunia II disebabkan oleh artileri. Stalin menyebut artileri sebagai "God of War". Namun, ini hanya blog yang bernama ARTILERI.


  • facebook
  • twitter
  • google plus
  • rss