Latest News

Indonesia Butuh Tentara Cyber

Perang Cyber
[Foto:sky.com]
 
Di abad ini, serangan melalui dunia maya akan menjadi efektif karena tanpa harus menghadirkan kekuatan militer secara fisik di negara lawan, ini sudah menjadi trend baru dalam perang modern. Karenanya, Indonesia perlu mempersiapkan kekuatan cyber army atau prajurit cyber yang terdiri dari individu-individu terampil yang ahli dalam cyber warfare (perang cyber), yang dituangkan dalam konsep Pembangunan National Cyber Defense, sebagai garda terdepan dalam menjawab tantangan perang informasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menhan RI Purnomo Yusgiantoro pada sambutan sekaligus membuka secara resmi Sarasehan National Cyber Defense, di Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Jakarta, Selasa, 2 Oktober.

Dengan terbentuknya National Cyber Defense, kata Menhan melanjutkan sambutannya, pembangunan kapasitas nasional dalam rangka meningkatkan ketahanan nasional terhadap berbagai ancaman dari dunia cyber akan dapat lebih ditingkatkan.Namun di sisi lain, pembangunan infrastruktur perlu juga segera direalisasikan secara terintegrasi, khususnya pembangunan di lingkungan Kemhan RI dan TNI.

Hal itu juga diharapkan sebagai modal dasar dalam rangka penyiapan konsep dan pembangunan awal atau Back Bound Cyber Defense yang komprehensif, mengingat sejauh ini pembangunan konsep Cyber Defense masih bersifat sektoral atau belum menyeluruh sebagai satu kesatuan National Cyber Defense.

Senada dengan pernyataan Menhan, Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Dr. Syarifudin Tippe, M.Si menyampaikan dalam laporan kesiapan pelaksanaan kegiatan, bahwa penyelenggaraaan acara Sarasehan National Cyber Defense merupakan refleksi kekuatiran pada tataran operasional akan ancaman dunia cyber. Sehingga, kondisi tersebut merupakan satu konteks kekinian yang tidak harus dianggap sebagai persoalan biasa, karena dalam era informasi segala perubahan terjadi secepat kedipan mata.

Sarasehan yang berlangsung sehari dan diikuti peserta dari Kemhan, Mabes TNI, Angkatan serta instansi lain yang terkait, mengambil tema Implementasi Sistem Informasi Pertahanan Negara (Sisinfohanneg) Menuju Perwujudan National Cyber Defense. Dengan menghadirkan sejumlah nara sumber dari kalangan praktisi maupun akademisi, antara lain dari Kemenkopolhukam yang mengetengahkan materi tentang Organisasi Cyber Nasional, kemudian BPPT tentang Konsep Grand Design Sisinfohanneg, Kominfo tentang Standar ISO mengenai TIK yang Berlaku Saat Ini serta dari Puster AD yang menyampaikan topik mengenai Kebutuhan Minimal Dalam Rangka Menghadapi Ancaman Cyber Defense.



9 Responses to "Indonesia Butuh Tentara Cyber"

  1. dan sayangnya tentara kita katro abis disuruh megang notebook aja senengnya ampun ky bru nemu barang yg ajaib....
    lihat cina sudah meretas gedung putih eh tentara kita malahan bru kenal facebook !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak harus tentara keker yang jadi cyber troop teh..., Yang culun kacamataan tapi ngarti pertahanan cyber itu yang bakal jadi tentara. Yang keker-keker biar aja manggul bedil di lapangan. Hacker-hacker nasionalis biar menjadi patriot baru di belakang meja.

      Delete
  2. iya, yang katro itu sodaramu yg jd tentara.. sama katro' nya dengan kamu.. :)

    ReplyDelete
  3. Coba liat d FB, tentara indonesia klo update status alay ala #terjajang..

    ReplyDelete
  4. POLITIK di dalam POLITIK.

    #H-C

    ReplyDelete
  5. kita nya ini indonesia atau malaysia atau australi ya, atau mana?

    ReplyDelete
  6. kalo yang disini agen mana ya?

    ReplyDelete
  7. kalo tentara emang ahli perang, kalo cyber army bisa aja dari sipil...

    ReplyDelete
  8. Banyak sepamilwa kita yg pinter masalah cyber, kalau bisa masalah cyber dibawah sandhi dan merekrut anak2 bangsa yg menguasai cyber serta dijadikan PNS militer.

    ReplyDelete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.