AS dan Israel Memilih Opsi Perang Terhadap Iran

TEL AVIV, ISRAEL, Perencana Perang AS telah mengemukakan kontingensi yang "layak" bagi Iran, bahwa Presiden Barrack Obama tidak akan ragu untuk mengotorisasi jika opsi militer adalah satu-satunya cara untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir, menurut seorang mantan pejabat senior Pentagon.

Dalam dua tempat yang berbeda pada konferensi bergengsi ini, Michele Flournoy, mantan Wakil Menteri Pertahanan AS untuk kebijakan, juga memperingatkan Israel terhadap efek destabilisasi dan delegitimisasi apabila Israel melakukan serangan lebih dini terhadap Iran.

"Saya sudah lama duduk di Pentagon, saya bisa menjamin kualitas pekerjaan yang telah saya lakukan, dan opsi militer adalah pilihan terbaik bagi Presiden Obama," kata Flournoy, yang telah meninggalkan Pentagon pada bulan Februari lalu dan kini sedang berfokus dalam tim sukses Presiden Obama untuk pemilu nanti.

Pejabat Senior Pertahanan AS
Mantan pejabat senior pertahanan AS Michele Flournoy
memperingatkan efek serangan dini Israel terhadap Iran

Flournoy pada tanggal 29 dan 30 Mei juga telah berbicara di Institute for National Security Studies (INSS) Universitas Tel Aviv. Flournoy berusaha menghilangkan kekhawatiran Israel bahwa Washington pada akhirnya akan terbukti mampu mengatasi senjata nuklir Iran.

"Barack Obama adalah seorang presiden yang mengatakan apa yang ia maksudkan dan melakukan apa yang dia katakan. Saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami tidak memiliki opsi untuk menahan kebijakan tersebut," katanya. "Amerika Serikat bersedia untuk melakukan pekerjaan sulit ketika kekuatan militer AS diperlukan dunia."

Flournoy mencatat bahwa lebih dari 40.000 tentara AS ditempatkan di sekitar wilayah Iran dan dua kapal induk ditempatkan di Teluk Arab. Kehadiran militer AS tersebut merupakan strategi antisipasi terhadap Iran.

Flournoy juga mendesak para pemimpin Israel untuk berfikir secara strategis dan fokus kepada kampanye yang AS dan sekutu lakukan saat ini terhadap Iran.

"Jika Israel akan melancarkan serangan sebelum waktunya, itu akan merusak kekuatan masyarakat Internasional untuk bersatu menghadapi Iran," kata Flournoy. "Ini akhirnya akan merusak tujuan kami untuk mencegah Iran dari memperoleh senjata nuklir."

Robert Blackwill, mantan Wakil Penasehat Keamanan Nasional dan koordinator untuk perencanaan kebijakan AS terhadap Iran, juga memperingatkan Israel mengenai konsekuensi dari serangan dini tanpa dukungan dari Washington dan sekutu utama internasional lainnya. Jika serangan dini Israel terjadi, Iran akan membalas dengan serangan teror terhadap warga negara Amerika, Israel akan dipandang sebagai negara yang menyeret AS ke dalam perang dengan Iran.

"Jika ada serangan terhadap tanah air Amerika, maka akan banyak orang yang Amerika yang menyalahkan Israel karena telah menyerret AS ke dalam perang dengan Iran," kata Blackwll pada 30 Mei lalu.

Tapi desakan dari para ahli kebijakan pertahanan AS ini tampaknya telah "jatuh di telinga tuli", dengan penegasan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak bahwa pemerintah Israel akan membuat sendiri keputusan-keputusan untuk isu-isu penting demi masa depan orang Yahudi dan keamanan Israel sendiri.

Barak mencontohkan ketidakmampuan masyarakat internasional dalam bertindak tegas untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad dari kursi kekuasaannya meskipun rezimnya telah kehilangan legitimasi. Jika masyarakat internasional saja tidak dapat bertindak untuk menghadapi hal-hal yang jelas dan sederhana seperti kasus Suriah, bagaimana mungkin Israel akan mengandalkan tindakan internasional untuk mencegah nuklir Iran.
'Kami yakin bahwa Iran saat ini sedang berusaha menipu seluruh dunia, Israel tidak seperti negara lain yang tidak memiliki pilihan. Israel tidak dapat mengabaikan tantangan Iran ini'
Ehud Barak menambahkan, "Ketika masyarakat dunia berbicara tentang kemampuan nuklir, Anda tidak bisa menunggu sampai mereka memperoleh kemampuan nuklir. Nuklir dibangun, dan akhirnya digunakan, setelah itu baru kita melakukan tindakan, ini adalah tindakan yang sangat terlambat. Oleh karena itu, kami tidak bisa menunggu lagi."

Barak juga menyampaikan kembali pernyataan yang diungkapkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Urusan Strategis Moshe Ya'alon, bahwa Iran saat ini cuma bermain-main dengan negosiasi masyarakat internasional terhadap keberlangsungan aktifitas pengayaan nuklir mereka. Padahal mereka terus membangun kekuatan nuklir.

"Kami yakin bahwa Iran saat ini sedang berusaha menipu seluruh dunia," kata Barak. "Israel tidak seperti negara lain yang tidak memiliki pilihan. Israel tidak dapat mengabaikan tantangan Iran ini"

10 comments:

  1. sebenarnya israel dan sekutunya seperti amerika serikat itulah yang sebenarnya musuh dunia. dengan tipu daya muslihat, mereka menganggap diri mereka sebagai polisi dunia. "tertutuplah mata mereka"

    mohon maaf apabila salah kata.
    sebatas opni

    ReplyDelete
  2. "mata mereka" sudah tertutup dengan perbuatan "mereka"

    ReplyDelete
  3. isro'il tahu kapan waktunya mereka akan hancur dan tercerai berai utk yg kedua kalinya ... ha ha ha ... Paranoid yg sdg memuncak di ubun ubun dan mendidih

    ReplyDelete
  4. mereka menguasai PBB dan media..
    Sehingga bisa membentuk opini seolah2 merekalah sebagai korbannya..

    ReplyDelete
  5. israel dan as itu yahudi ,
    mereka ingin menghancurkan umat islam dengan tipu daya mereka

    ReplyDelete
  6. Demi Alloh setiap jengkal tanah iran yg mereka serang akn mnjadi kayu bakar yg menyulut semangat jihad kami (umat islam) utk memerangi mereka (israel & AS)

    ReplyDelete
  7. di sisi Amerika, menjaga kewibaan mereka sangat penting, ingat periode sekarang adalah peradaban Amerika karenaemua teknologi yang membantu manusia berasal dari sana untuk saat ini, Jadi apa bila ada yang mengancam amerika dalam hal ini iran dengan senjata nuklirnya tentu amerika akan melakukan segala cara untuk menghentikan itu. Anggap saja jika Iran benar-benar memiliki senjata nuklir tentu mereka akan berani memnentang kebijakan Amerika dan menciptakan poros baru dan aliansi baru yang ujungnya akan seperti pertengahan abad lalu, akan ada perang kecil ang memulai perang dunia tentu Amerika tidak mau mempertaruhkan peradaban yang di bangun hasil kemenangan peran duia ke dua. Amerika akan melakukan segala cara untuk menghenikan bangsa manapun yang menyaingi mereka pair to pair bahkan jika bangsa itu Israel sekalipun. Dari sisi Israel, israel akan menyerang iran karena paranoid baha Iran akan mampu menciptakan Nuklir dan Israel yang merupakan musuh Iran dilihat dari kedekatan jaraknya tentu akan melakukan segala cara untuk memproteksi wilayah mereka dari serangan Iran. Wajar karena tidak sedikit Pemimpin Iran yang beraliran garis keras menyatakan terang-terangan ingin menghancurkan peradaban Yahudi d Israel sebagai bals dendam mereka karena Israel telah mengkalim sebagian wilayah Suriah yang pada dasarnya adalah sekutu Iran dengan aliran Syiahnya. Israel pun akan melakukan segala cara untuk menghancurkan fasilitas nuklir Iran. Sementara Iran sendiri ingin mewujudkan kejayaan peradabannya seperti 8 abad yag laluu. memang semua bangsa berhak untuk maju dan mengembangkan peradaban sendiri. tetapi tidak mungkin ada dua kepala dalam satu tubuh. itulah yang mungkin menggambarkan situasi ini. Jika iran memang mempunyai senjata nuklir maka kekuatan tawar dari diplomasi Iran akan menigkat. Banyak negara akan takut dan memilih beraliansi dengan iran. Hal seperti ini sama dengan kekuatan Jerman di pertengahan abad 20. sehingga terjadi dua kutub kekuatan militer yang berpotensi terjadinya peperangan. sebagai orang Indonesia atau sebagai muslim tidak perlu mendukung Iran atau Amerika karena hal seperti adalah pilihan dari mereka sebagai pemenang perang sebelumnya dan penantang yang mencoba memaksa menciptakan kekuatan baru. Perang tentu tak akan terelak kan jika iran tak mau tunduk pada Amerika karena Amerika adalah pemenang untuk saat ini. Jika Iran memaksa resikonya tentu sangat besar seperti yang di alami jerman dan jepang saat perang dunia ke dua. Ini perang idiologi dan politik bukan lagi atas nama Agama mohon dipisahkan secara nalar. Terimakasih

    ReplyDelete
  8. Admin sangat menghargai dan berterimakasih atas semua komentar yang masuk. Semua bebas mengutarakan pendapat. Terimakasih

    ReplyDelete
  9. Klw menurut saya ...
    Di manapun negara mau maju di dlm militer pasti amerika sangat benci ...
    Mereka berupaya untuk menghalang-halangi ....
    Amerika selalu mengancam korea utara ... Selalu mengancam pakistan , india bahkan skrg mau mengancam china dan iran ...
    Tetapi secara fakta pasti negara islam yg selalu d serang dulu ...
    Contohnya sprt negara irak , syuriah dan mungkin besok mau negara iran ...
    Mungkin kita ingat saat menyerang negara irak , dgn alasan senjata nuklir tetapi keyataannya irak tdk terbukti punya senjata nuklir ....
    Klw menurut saya emank amerika amat sangat benci ma negara yg penganutnya agama islam ...

    ReplyDelete
  10. cobalah buka mata & pikiran anda ... Di tahun 2000 sampai skrg apakah amerika dan sekutunya menyerang negara selain non muslim ...?
    Yg ksecara fakta kita lihat amerika menyerang negara afganistan , irak , syuriah dan skrg mau mengancam negara iran yg mayoritasnya agama muslim ....
    Kapan mau menyerang negara korea utara ...
    Dulu mengancam negara india tp kenyataannya amerika takut ...

    ReplyDelete

HOME
▲ Back To Top
NEWSLETTER

Masukkan email pada form di bawah ini lalu klik 'SUBMIT'. Setiap artikel terbaru akan kami kirimkan ke email Anda.


Sebagian besar kematian tempur di Perang Napoleon, Perang Dunia I dan Perang Dunia II disebabkan oleh artileri. Stalin menyebut artileri sebagai "God of War". Namun, ini hanya blog yang bernama ARTILERI.


  • facebook
  • twitter
  • google plus
  • rss