Latest News

Sukhoi SU-35 Telah Melengkapi 500 Uji Terbang

Uji terbang yang ke-500 telah selesai pada program test penerbangan Sukhoi SU-35. Uji terbang yang ke-500 ini dipiloti oleh pahlawan Rusia yaitu Kolonel Sergei Bogdan. Sengaja dibedakan dari pilot-pilot test terbang SU-35 sebelumnya. Pada Februari 2008 Kolonel Sergei Bogdan untuk pertama kalinya bermanuver modern menggunakan jet tempur fighter multi fungsi.

Saat ini, Joint State Test (JST) dari pesawat ini masih berlangsung. Pada bulan Maret tadi, produksi keempat Sukhoi SU-35s diserahkan ke JST. Test Sukhoi Su-35 1 dan 2 menguji karakteristik dari SU-35, meliputi perlatan on-board, manuver super yang dikonfirmasi, stabilitas, pengendalian karakter, pembangkit listrik dan sistem navigasi.

Sukhoi Su-35
Sukhoi Su-35 mencapai kecepatan maksimum ground-level 1.400km/jam, kecepatan di altitude 2400km/jam dan ceiling 18 ribu meter. Jangkauan deteksi target dalam modus "air to air" lebih dari 400km. Hasil ini secara signifikan jauh lebih tinggi dari pesawat-pesawat tempur yang ada dalam layanan militer di dunia ini. Onboard OSL (optical locator station) dapat mendeteksi dan melacak beberapa sasaran pada jarak lebih dari 80 km. Setelah hasil yang kompleks ini, Sukhoi SU-35 siap untuk menjalani test tempur pertamanya.

Analisis dari berbagai jumlah test yang dilakukan memungkinkan bahwa Sukhoi SU-35/SU-35s memeiliki karakteristik penerbangan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan pesawat sekelas yang dipakai saat ini. Peralatan udara dari Sukhoi SU-35 memungkinkan solusi yang lebih luas untuk berbagai tugas yang berdasarkan persyaratan teknis dan taktis.

Karakteristik potensial dalam Sukhoi SU-35 melebihi semua jet tempur fighter taktis generasi 4 dan 4+, seperti Rafale, EF 2000, F-15, F-16, F-18 atau bahkan F-22A maupun F-35.

Seri produksi dari Sukhoi Su-35s dibuat oleh Asosiasi Produksi Jet Tempur Y.A Gagarin on Amur (KNAAPO) sesuai dengan kontrak negara yang ditandatangani pada 2009 lalu untuk menyelesaikan 48 pesawat kepada Departemen Pertahanan Rusia pada tahun 2015.


12 Responses to "Sukhoi SU-35 Telah Melengkapi 500 Uji Terbang"

  1. sayang Indonesia beli sukhoi kemahalan mulu :D

    ReplyDelete
  2. to admin

    ralat: bukanya f-22 & F-35 adalah fighter generasi 5?

    ReplyDelete
  3. @Anonymous
    Iya betul. Kalimat diatas tidak mengkategorikan F-35 dan F22 masuk kategori 4 atau 4+. Tapi itu menurut admin he..

    Tunggu komen selanjutnya, apa memang makna kalimat tersebut sama seperti yang Anda katakan.

    Jadi kalimat diatas belum admin ubah ya.. Nunggu pendapat yang lain. Sekalian, admin mau belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar :) Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teliti kalimat di atas yang berbunyi "BAHKAN" ...

      Delete
  4. Mantabb, biar ada penyeimbang pesawat2 tempur USA/barat. Tp klo melihat pesawat2 tempur negeri kita, mlh menyedihkah, byk tertinggal dr tetangga sebelah. Apalagi sm Australia mlh jauh tertinggal, beda ktk di tahun 1960, kemampuan tempur AU kita sangat di perhitungkan.

    ReplyDelete
  5. Anonymous @ coba diteliti dulu ah....... Khan ada "atau bahkan"
    Sorry, bukan membela admin lho..... Emang sdh benar
    Hehehe

    ReplyDelete
  6. Pembelian alutsista hrs wajib mendpt kawalan KPK, agar biaya tdk habis di biaya suap dan kemampuan alutsista TNI akan meningkat.

    ReplyDelete
  7. Pak Pres TNI AU kalau bisa dibelikan sukhoi - 35, hanya utk menggertak negara2 tetangga dan teknologinya bisa di pelajari utk PT DI membuat pesawat tempur. Slamat berkarya.

    ReplyDelete
  8. Karakteristik potensial dalam Sukhoi SU-35 melebihi semua jet tempur fighter taktis generasi 4 dan 4+, seperti Rafale, EF 2000, F-15, F-16, F-18 atau bahkan F-22A maupun F-35.
    Maksudnya admin itu jet tempur SU-35 bahkan melebihi jet tempur taktis generasi 5

    ReplyDelete
  9. SU 35 diatas pesawat generasi 4 & 4++ dan setara atau bahkan lebih unggul di banding F-22 raptor bray...

    ReplyDelete
  10. ah indonesia tu mampunya beli ex lah.
    jangan muluk-muluk ngayal.
    ga mungkin kabinet mentri n DPR ngasi beli yang canggih kan mahal..
    lebih baik dasi yang mahal daripada martabat negeri.

    ReplyDelete
  11. ah mgkin ngayal dululah kita ini.
    tetangga kita kelebihan banyak dolar.. kita kelebihan hutang.
    apa harus utang lagi

    ReplyDelete

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.