Latest News

Angkatan Laut Pakistan Yang Dilema

Term usulan dua kapal selam Nuklir untuk angkatan laut India telah menjadi perhatian besar bagi Pakistan. Pakistan mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah yang tepat untuk mengembalikan keseimbangan strategis di situasi ini.

Kepala Angkatan Laut Pakistan Laksamana Muhammad Asif Sandila mengatakan Islamabad belum mampu untuk mengimbangi kekuatan angkatan laut India baik dalam hal jumlah maupun teknologi. "Dimensi strategis pembangunan angkatan laut India menyebabkan keprihatinan, tidak hanya abgi kami tetapi juga bagi seluruh wilayah samudera Hindia". Saya merasa nuklirisasi di kawasan samudera Hindia bukanlah pertanda yang baik, itu dapat mengganggu perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

INS Akula Chakra India
"Kami sadar akan perkembangan militer India yang signifikan ini dan kami akan mengambil kebijakan strategis untuk mengembalikan keseimbangan di kawasan ini". Ketika dia ditanya tentang bagaimana Pakistan akan menanggapi tentang kapal selam India yang bertenaga nuklir dan bersenjata nuklir balistik.

India dijadwalkan akan segera mengoperasikan dua kapal selam nuklir mereka dalam waktu dekat, yaitu INS Arihant (milik India) dan INS Akula Chakra (Sewa dari Rusia).

INS Arihant India
Para ahli memperkirakan bahwa untuk mengimbangi program kapal selam nuklir India, Pakistan akan mencari bantuan ke Cina. "Pakistan dan Cina memang sangat dekat dalam hubungan militer dan mereka mungkin mencari bantuan dari Angkatan Laut Cina PLA (People Liberation Army) untuk menggunakan kapal selam nuklirnya di perairan Pakistan demi mengimbangi kekuatan Cina". Kutipan dari komandan Sunil Chauhan tentang kebijakan apa yang mungkin diambil Pakistan.

Sandila mengatakan negaranya memang belum mampu dan saat ini belum memiliki rencana strategis untuk berkompetisi dengan kekuatan angkatan laut India. Baik itu dalam hal numerik, jumlah personil dan teknologi. "Kami memiliki strategi sendiri", tambah Sandila.



0 Response to "Angkatan Laut Pakistan Yang Dilema"

Komentar tidak lagi dimoderasi, namun fitur anonim kami tiadakan. Gunakan akun Google atau akun terdaftar lainnya untuk berkomentar.